Il Mare (Siworae)

Il Mare (Siworae) (시월애)

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Il Mare 2000 720 All bluray
다음의 해설 zablune
Resync Dari CheDante

태그

BluRay
720
게시일: 2013-12-09
다운로드: 85
청각 장애인용: Yes

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Dipersembahkan: Unikorea dan Dream Venture Capital

Karya: SIDUS Film

Asosiasi: Blue Cinema

Lee Jung Jae

Jeon Ji Hyun

Naskah: Yeoh Jina

Hong Kyung Pyo

Musik: Kim Hyun Cheol

Produser Madya: Yoon Sang Oh, Cho Min Hwan

Produser Eksekutif: Choi In Ki

Produser: Cha Seung Jae

Sutradara: Lee Hyun Seung

-Sudah semuanya? -Ya.

Ayo berangkat!

IL MARE

Halo? Ya Bibi, ini aku.

Aku suka tempat ini. Aku bahkan memberinya nama.

Siapa yang mendesainnya? Pasti bukan arsitek sembarangan.

Oh begitu.

Dan terima kasih untuk perabot dan perlengkapan audionya.

Kapan-kapan aku telpon lagi.

Halo, Saya penghuni baru di...

Hai.

Halo.

Salam kenal.

Airnya sudah cukup panas?

Wah, semua tampak enak!

Aku tambahkan irisan bawang dan wortel.

Sudah siap.

1, 2, 3... angkat!!

-Tolong bantu! -Kita berhasil!

Ulangi lagi.

Mulai dari Selamat Natal.

Ayolah! -Tetap semangat.

Kita mulai.

Selamat Hari Natal.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.

Aku penghuni sebelumnya di rumah ini.

Kalau boleh minta tolong, aku sedang menunggu surat.

Bila datang surat untukku, mohon kirim ke alamat di bawah ini.

Terima Kasih.

Semoga bahagia tinggal di il mare. Kim Eun Joo, 21 Desember 1999.

N.B. Jejak kaki yang di pintu sudah ada sejak aku datang.

Aku tak berhasil membersihkannya.

Lama-kelamaan jadi terbiasa.

Halo?

Tidak, aku sedang menanti telepon.

Pria brengsek.

Selamat Hari Natal...

Hai. Punya rokok?

Ambil sendiri saja, sebelah sana.

Bahasa aneh apa yang kau tulis di depan rumahmu?

il mare, artinya 'laut'.

Kau tahu banyak tentang laut?

Justru baru mau belajar.

Ada yang tinggal di sana sebelumnya?

Tentu tidak. Bibimu baru selesai membangunnya bulan kemarin.

Itu rumah baru.

-Waktunya makan. -Baik.

Benar-benar cara yang bodoh untuk menghilang!

Kami bawa desainmu dari kampus.

-Huh, desain gagal. -Mau teh?

Aku berangkat ke luar negeri hari ini.

Aku hanya mampir untuk mengucapkan selamat tinggal.

Orang memang harus melanjutkan hidup.

Terima kasih untuk segalanya.

Giatlah belajar di sana.

Aku akan belajar menyembuhkan hati dulu.

Hye Won, sudah waktunya. Ayo berangkat.

Tempat yang indah. Kapan-kapan aku mampir.

Kami pergi.

Hei!

Hei, kau!

N.B. Jejak kaki yang di pintu sudah ada sejak aku datang.

Aku tak berhasil membersihkannya.

Lama-kelamaan jadi terbiasa.

-Halo. -Hei, gadis dari il mur.

il mare.

il mur, il mare, sama saja.

Tempat itu sudah terjual?

Belum.

Boleh aku melihatnya?

Kuncinya di tempat biasa.

-Hai. -Oh, halo.

-Sayang, mau makan mi? -Tambahkan tteok (sejenis lontong).

Kurasa aku harus menyuratimu.

Aku penghuni pertama il mare

Dan kurasa suratmu keliru jatuh ke tempatku.

Aku tahu kau menunggu surat penting.

jadi mungkin perlu kau kirim lagi ke alamat yang benar.

Salam hormat, Han Seung Hyun, 28 Desember 1997

N.B. Bagaimana kau tahu tempat ini dinamai il mare?

Aku tak tahu bagaimana suratku jatuh ke tanganmu.

Aku hanya berharap kau bukan orang iseng.

Tolong jangan buka surat-suratku.

Salam hormat, Kim Eun Joo, 29 Desember 1999.

N.B. Kau bukan berasal dari tahun 1997 kan?

Aku tahu hari ini pergantian milenium.

Tentu saja aku ingin keluar, tapi aku harus kerja...

Aku gantikan menjaga toko.

Di mana kita bertemu?

-Aku baca 7 buku. -2100 Won. Terima Kasih.

Kita sama-sama hitung mundur ke milenium baru.

10, 9, 8, 7, 6, 5...

4... 3... 2... 1 !

Selamat Milenium Baru!

Dengar ini, Suratmu masuk kotak suratku lagi.

Sebaiknya cari cara lain untuk surat yang kau tunggu.

Salam Hormat, Han Seung Hyun, 7 Januari 1998.

N.B. Sekarang memang tahun 1998.

Eun Joo, kau itu pengisi suara, aku pemilik toko komik.

Harusnya aku yang punya fantasi gila.

Aku tahu, hanya saja terlalu aneh.

Lagipula aku baca komik lebih banyak darimu!

1998?

-Halo. -Ada salju Eun Joo!

Kau benar.

Ingat 2 tahun lalu? Kita sampai kena flu parah.

Yah, aku dibesarkan di pulau, jadi selalu penasaran melihat salju.

Kau akan gantikan aku jaga toko besok, kan?

-Boleh. -Terima kasih.

Hari ini cukup sekian dulu.

-Seung Hyun, kau tunggu apa lagi? -Aku datang.

Memang langitnya mau runtuh?

Hanya mau menyelimuti panel kontrol.

-Ramalan cuaca bilang belum ada salju. -Ayo kita minum-minum dulu.

Bolehlah kalau begitu.

Akan turun salju lebat tanggal 9 Januari 1998.

Kalau kau di tahun 1998, hati-hati terkena flu.

Sedang berjangkit wabah meluas saat itu.

Eun Joo, kau benar, turun salju lebat pada 9 Januari.

Dan meski telah kau ingatkan, aku masih terkena pilek juga.

Kau pasti peramal karena...

...aku tak percaya kalau kau hidup di masa depan.

Peramal? Aku bilang kau...

Aku masih tak percaya kau hidup di tahun 1998.

Tapi kurasa kau pun tak bercanda.

Aku justru ingin jadi peramal agar bisa tahu masa depan.

Jangan lupa kirim suratku bila datang.

-Ayo. -Aku perlu mampir dulu.

-Besok kan tenggat waktu. -Aku akan bergadang.

Kenapa ke tempat konstruksi?

-Ia bicara sebenarnya. -Apa?

-Aku penasaran seperti apa dia? -Siapa?

Gadis yang tinggal di situ.

Bodoh, mana ada orang tinggal di gedung yang sedang dibangun?

Seung Hyun, hey sobat!

Hei, Cola. Lihat ikan kecil ini makan.

-Aku punya satu pertanyaan... -Anjing? Maksudmu Cola.

Kau memilikinya lebih dulu, kenapa kau tinggalkan dia?

Bukan milikku, ia berkeliaran sekitar il mare saat kutemukan.

Gaya tidurnya seperti orang, kan?

Hei, namamu Cola?

Hei, Cola!

Mungkin ini yang disebut lipatan waktu...

...karena tak mungkin ia ada di dua tempat di waktu yang sama.

Ia harusnya bersama salah satu dari kita,

tapi aku berani sumpah saat ini ia bersamaku.

Ternyata kotak suratnya, memang kotak suratnya!

Kurasa kau benar.

Tapi aku bukan penggemar bando, rambutku pendek.

Sebaiknya kau panjangkan, itu kan hadiah.

-Kita pergi piknik -Horee!

Aku senang sekali!

Ayo pergi!

Tunggu, Aku lupa keranjang bekalnya.

Kau bawa kuncinya?

Tidak!

Tidak ada yang bawa kunci!

Oh, tidak! Jangan ketinggalan kunci.

Ya!

Horee...

Halo?

Halo.

-Siapa itu? -Aku tak tahu.

Hai.

-Siapa kau? -Aku Pak Ulat.

Kau tinggal di sini?

Tentu. Semua tanah ini rumahku.

Kukira cinta artinya bahagia selamanya.

Memasak kadang bisa menghibur.

Kalau mau masak pasta dengan benar,

...lempar mi yang sudah dimasak ke dinding.

Kalau menempel, berarti sudah benar.

Sudah merasa baikan?

Kita menderita karena cinta masih tersisa...

...bukan karena hilang selamanya.

Lebih baik mencintai lalu kehilangan daripada tak pernah mengenal cinta.

Kuharap kau merasa lebih baik, Eun Joo

Pengunduran diri akademis.

Kau adalah arsitek bukan pekerja konstruksi.

Kenapa berhenti saat tinggal satu semester?

Aku benci pembuat rumah yang tak pernah pulang ke rumah.

Dan kau salah satunya.

Makanya sekarang aku berhenti.

Aah, memang kau aneh akhir-akhir ini.

Aku bagai diteror ingatan yang ingin kulupakan.

Kau punya ingatan yang ingin dilupakan?

Hei, Cola. Siapa sangka mencuci baju bisa jadi terapi.

Terima kasih telah membantu kepindahanku. Aku berusaha jadi tetangga yang baik.

More Indonesian subtitles for Il Mare (Siworae)

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left