ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kurasa Chris tahu kita di sini.
Cari dia.
Minta bayaran kita dan tanya apa yang terjadi.
Sampanye. Kita menghabiskan tiga botol.
Botol ini?
Aku ingin sampanye cokelat,...
...bukan rosé atau pipis SpongeBob bergelembung ini.
Tidak, terserah, Bung.
Dua puluh persen minumanku kudapatkan secara gratis.
Bagaimana bisa?
Aku memang seperti itu.
Saat orang melihatku, mereka ingin memberiku minuman gratis.
Aku bisa bilang apa? Aku memang seperti itu.
Hei.
Sial. Ya.
Hei.
Sial.
Kita hanya tampil di kelab.
Kenapa aku merasa tak ada yang peduli aku di sini?
Lihat, di sebelah sana?
Bagian itu? Seharusnya itu bagianku, Bung.
Memangnya siapa dia?
Sial.
Jika kau mau beraksi, kita bisa lakukan itu tahun depan,...
...tapi sekarang, mari fokus mencari uang.
Tunggu, Kawan.
Pastikan kau mengawasi promotor itu.
Aku tak percaya pada spesiesnya. Dia akan mempermainkan kita.
- Spesies? - Ya.
Memangnya ini The Hobbit ?
"Dunia kita berbeda."
Astaga, dia orang Nigeria.
Aku tak percaya orang Nigeria.
Darius juga orang Nigeria.
Benarkah?
Ya.
Pria ini?
- Tenang, Bung. - Tidak.
Aku tak percaya siapa pun di kelab.
Hei.
- Apa kau Paper Boi? - Ya.
- Bukan. - Kau Paper Boi.
Lalu kenapa kau bertanya jika sudah tahu jawabannya?
- Aku suka karyamu, Bung. - Baiklah.
Akan kusingkirkan Bata ini dari rak
Percayalah hanya pada Paper Boi Aku bahkan tak memercayai diriku
Ya, aku tahu. Terima kasih.
Seperti inilah rasanya
Jika kau tidur berselimut koran
Kedinginan dan terkena pneumonia
Dunia ini dingin, tapi aku Bukan dari Carolina Utara
Aku menyimpannya di kapal, Agar sulit ditemukan
Aku mungkin akan berikan Pada putrimu
Untuk desainer baru itu
Tulisanku ini paling nyata Aku tak pernah berbohong
Aku dapat klip Di laci di belakang CK
Wajahmu panjang seperti Dekimbe
Ada wanita memanggil namaku Apa kau bernafsu?
Selama ini aku
Berlari di jalanan
Mencari yang asli
Aku bergerak seperti penjahat Tapi aku anak Tuhan
Terima kasih. Baiklah.
Selama ini aku berlari di jalanan
Mencari yang asli
Aku bergerak seperti penjahat Tapi aku anak Tuhan
Terima kasih.
Klub Malam Primal Paper Boi Malam Ini
Apa kabar, Primal?
Apa kabar, Primal?
Hei.
Kami punya kejutan malam ini.
Marcus Miles ada di sini.
Pencetak skor Atlanta Hawks, apa kabar?
Bagus.
Kami juga kedatangan seorang teman,...
...Paper Boi!
Paper Boi ada di sini!
Bersoraklah!
Di mana dia?
Ada yang bau seperti Double Stack Wendy's.
Hei, apa kabar, Chris?
Kau dan sepupumu baik-baik saja?
Ya, terima kasih. Kami menghargainya.
Semua datang, bukan?
- Ya. - Ini karcis minuman.
Bersenang-senanglah, Bung.
Sebenarnya, aku ingin tahu apa kami bisa dibayar sekarang.
Apa?
Aku ingin tahu apa kami bisa dibayar sekarang.
Tentu saja, Bung.
Ikuti saja aku ke belakang, ya?
Baiklah.
Sial.
Acara ini benar-benar payah!
Ayolah, Bung. Tak seburuk itu.
Kenapa? Karena kita dibayar?
Persetan dengan kelab ini!
Seharusnya aku bisa di rumah dan menamatkan Amadeus ...
...serta bersenang-senang.
- Itu benar. - Dengar, Bung.
Marcus Miles...
...mendapatkan semua perhatian.
Dia memonopoli semua wanita.
Persetan dengannya juga!
Marcus Miles cukup keren, Bung.
Kau tahu dia punya mobil tak terlihat?
Apa?
Dia tak punya.
Sungguh. Bentuknya seperti purwarupa...
Lihat.
Astaga.
Itu tak nyata, Bung.
Ayolah, Bung. Tenanglah, Bung.
Kita bisa membalikkan keadaan.
Lihat.
Lihat gadis itu.
Sejak tadi dia melihat ke sini.
Aku tahu dia tak memandangku.
Dari mana kau tahu bahwa dia menginginkanku?
Karena dia akan menyadari tatapan mengerikan...
...yang kuberikan kepadanya.
Psikologi.
Kita akan mencari tahu.
Hei!
Hei, siapa yang mau berpesta dengan Tim Paper Boi?
Aku akan mentraktir kalian!
- Ya! Ini! - Bagus!
Ayo kemari.
Halo.
Ini tamu khusus. Selamat datang.
Hei.
Chris.
Rupanya kau di sana. Ada apa?
Saat aku berbalik, kau hilang.
Aku terjebak di kerumunan orang.
Tak apa-apa, Bung. Kau mau minum?
Tidak, aku benci seloki.
Bisakah kita selesaikan masalah keuangannya?
Tentu saja.
Aku akan mengantar minuman ini untuk teman-temanku,...
...setelah itu kita selesaikan, setuju?
Ikuti aku.
Nona-nona, ini Earn.
Hei, apa kabar?
Tidak, terima kasih.
Tak apa-apa, aku berteman dengan Chris.
Kami juga tak mengenalnya.
Aku benci seloki.
Aku akan kembali.
Permisi.
Permisi, mau lewat.
Hei, bisa bantu aku?
Tak masalah.
Terima kasih, Bung.
Aku ingin tanya.
Apa kau pernah mengusir penjaga keamanan lain?
- Ya. - Bagaimana?
Penuh perjuangan.
Dia tahu semua gerakannya.
- Itu orangnya. - Benar.
Aku akan melihat orang merokok.
Sampai jumpa.
Permisi.
Hai, Chris.
Earnest. Ada apa, Bung?
Kau sangat licik, Chris.
Aku mau uangku sekarang.
Baiklah.
Tenang saja.
Biar kuselesaikan ini.
Mau cuci tangan?
Tidak.
Apa kabar? Aku kembali.
Khusus tamu spesial.
- Ayolah, Bung. - Kau punya gelang?
Ya. Di sini.
- Warnanya ungu. - Lalu?
Untuk masuk ke bagian ini, kau butuh yang warna kuning.
Baiklah.
Aku tak punya warna kuning, tapi ada warna ungu...
...dan merah.
Aku tak tahu fungsi gelang merahmu.
Aku juga.
Aku tak bisa membantumu.
Ayolah, kau membantuku keluar dari sana.
Kita tos tinju dan sebagainya.
Apakah semua itu tak berarti?
Percuma saja.
Aku pesan Hennessy.
Mau sesuatu?
Laphroaig.
Sial.
Kau menguras kantongku, ya?
Aku pantas mendapatkannya.
Terima kasih, Sayang.
Bersulang.
Apa-apaan itu?
Maafkan aku,...
...tapi itu luar biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.