ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
zbr182 IDFL™ Subs Crew
CHANDAN NAGAR, BENGAL BARAT
Aku punya kebiasaan untuk menulis segala hal baik dan buruk.
Hari ini setelah 8 tahun diriku mulai menulis lagi.
Pelan-pelan segalanya mulai menjadi lebih baik.
Terutama Mini.
Semoga minggu depan aku bisa membawa Mini ke Amerika.
Selamat tidur Mamma./ Selamat tidur.
Dokter terus memperingatkan bahwa aku hanya menghamburkan uang.
Tak ada jaminan bahwa Mini akan bisa berjalan setelah Operasi.
Tapi, apa gunanya hidup tanpa harapan?
Hari ini perawat kuliburkan.
Mini dan diriku menghabiskan hari dengan bersenang-senang.
Kita memasak.
Membersihkan rumah.
Aku tak berbuat banyak tapi mini yang banyak bekerja.
Dan saat malam kita main ludo bersama.
Seperti biasa Mini selalu menang. Tapi mana bisa aku diam saja.
Aku tahu Mini melihatku curang.
Tapi Mini membiarkanku menang.
Tak ada yang menyayangiku melebihi Mini.
Tidak...Tidak..Mamma... Mamma...
Mini! Mini! Mini!
Shhh. Sayang. Tidak apa-apa..
Itu cuma mimpi.
Kau akan baik-baik saja selama ada Mama.
Mini, Mini.
7:25? Mengapa alaramnya mati?
Mini ..bangun. Mama telat ni..
Mini, bangun telpon perawat!
Mini, bangun! Telpon perawat!
Mama saja.
Ponsel Mama mati.
Ponsel Mama tak berguna. Tiap hari mati terus.
Mengapa tak beli ponsel baru saja?
Karna Mama tak punya uang! BANGUN!
Mamma kenapa mematikan kipasnya?
Ayolah Mini Mama terlambat, cepat telpon perawat.
Nomer yang anda tuju tak bisa dihubungi...
Nomer yang anda tuju...
Aku tak bisa menghubunginya. Mungkin dia sedang di kereta.
Gila! dia seharusnya sampai disini jam 6. Mama sudah terlambat.
Ya sudah pergi saja.
Coba telepon lagi.
Aku tak apa sendirian.
Dia pasti sebentar lagi sampai.
Kau tak apa sendirian atau mama tunggu saja?
Tidak, Mama pergi saja!
Yakin?/ Iya.
Dasar perawat itu!/ Mama pergi saja!
Telepon dia dari kantor!
Tapi Ponsel Mama mati!
Ya sudah, bajumu ada disana!
Pintunya mama buka.
Tolong hati-hati ya!
Mamma?/ Huh?
Jangan pelit, naik becak aja!
Daa!
Daa.
Paman Benu! Paman Benu!
Vidya...
Paman Benu tolong kau jaga Mini ya!
Kenapa dia?
Tidak. Aku telat ke kantor. dan perawat belum datang.
Cuma sampai dia datang...
Baik, jangan khawatir./ Terima kasih!
Bu Stasiun?
Enggak.
Kau dari mana saja? ditunggu bos tu!
Sebentar Sweta!
Vidya...
Ya tunggu sebentar.
Cepat. Bos menunggu sejak tadi pagi.
Vidya../ Sebentar!
Halo. Syukurlah kau datang. Dimana Mini?
Di toilet./ Mengapa kau terlambat?
Kau seharusnya datang jam 6 pas!
Ya.. Maaf.
Suaramu kenapa?
Tenggorokanku sakit.
Pastikan Mini mengerjakan PRnya.
Dan jangan pergi jauh aku tak ingin Mini sakit.
Vidya!! Ayo..
Ya, ya!
Maaf! Maaf! Maaf!
Kau aneh sekali!
Halo Dokter?
Vidya, kapan kau akan membelikan manisan yang enak itu?
Apa itu manisan yang terkenal di Chandan Nagar?
JOLBHORA.
Sekarang ada apa?
Sekarang?
Aku punya kabar bagus.
Kabar apa Dokter?
Dr. Andrews menyetujui pengobatan Mini.
Kau bisa membawanya ke Amerika.
Tapi Nak!
Tak ada jaminan bahwa Mini akan membaik.
Kau masih ingin pergi?
Vidya?
Ya. Aku ingin pergi.
Itu baru semangat.
Agen travelku sudah mengurus pasport dan visa mu yang sekarang ada padaku.
Cepat kau ambil.
Tapi ingat. Takkan kuberikan sampai kau membelikanku manisan.
Ya?/ Baik Dokter.
Daa.
Mini?
Mini?
Mengapa lampunya mati!
Mini?
Halo.
Kalian ada dimana?
Aku sedang dirumah.
Apa? Dimana Mini?
Mengapa kau dirumah?
Kau bilang aku tak usah datang.
Aku bicara saat sedang dikantor. Kau bilang..
Apa maksudmu bilang padamu?
Aku sedang dalam perjalanan. lalu kau menelepon untuk tak datang.
Aku menelepon?
Benar.
Paman.
Paman./ Ada apa?
Paman kau lihat Mini?
Huh?/ Mini?
Ya. Aku datang saat pagi. Lalu memeriksanya.
Memberinya Jus.
Lalu?/ Kau bilang perawat telah datang.
Aku bilang?
Ya, kau menelepon bilang padaku./ Kapan?
Kapan ya..
Sekitar jam 11?
Tapi aku tak meneleponmu.
Teleponku berbunyi.
Halo.
Kau lihat potonya?
Kau siapa? Dimana Putriku?
Kau lupa padaku?
Kau masih ingin melihat Mini hidup?
Kau pasti salah orang!
Jika kau menyela sekali lagi, akan kututup teleponnya.
Jika ingin melihat Mini hidup datang ke alamat itu sekarang.
Kumohon jangan berbuat apapun padanya!
Halo? Halo?
Halo?
Jika ingin melihat Mini hidup datang ke alamat itu sekarang.
Pak, Inderjeet Singh dari kepolisian sudah datang.
Siapa?
Inderjeet Singh.
Dokter Maity?
Sub-inspektur Inderjeet Singh.
Kau melaporkan tabrak lari?
Ya, tapi cuma menabrak tidak kabur.
Dia membawanya.
Sumpah Pak, aku tak menabraknya.
Dia tiba tiba ada didepanku...
Sudah kau duduk disana. Jangan pergi sampai aku kembali.
Dimana korbannya?
Ayo..
Aku tak belum pernah melihatmu di Chandan Nagar.
Mengapa? Kau sering melapor ke polisi?
Tidak. Aku sering ke kantor polisi tapi tak pernah melihatmu.
Aku baru dipindahkan minggu lalu.
Oh! Itu dia.
Bagaimana kondisinya?
Itulah masalahnya.
Sepertinya dia dalam keadaan koma.
Koma?
Ya. Ini kasus TBI.
Traumatic Brain Injury.
Tapi kurasa ini cuma sementara.
Kukira dia akan sembuh dalam 5 sampai 6 hari.
Tapi inspektur.
Aku punya masalah lain.
Perawatannya sangat mahal. Siapa yang akan menanggung biayanya?
Aku bisa tanggung sampai dua hari, selebihnya aku tak bisa menanggungnya.
Tak masalah Dokter.
Aku yakin dia punya keluarga.
Dokter, tolong lepas maskernya aku ingin melihat wajahnya.
Bukalah.
Durga?!
Bukan, dia Vidya.
Vidya?
Ya. Dia bukan Durga. Dia Vidya, Vidya Sinha.
Vidya Sinha? Bagaimana kau tahu?
Pasang maskernya.
Lihat, ini KTP-nya. Ini ada saat ia dibawa kemari.
Vidya Sinha.
Kau kenal dia?
Tidak.
Ikut aku.
Kecelakaan itu terjadi sangat cepat.
Kecelakaan terjadi situ.
Kau kenapa?
Hey polisi, angkat tangan!
Angkat tangan!
Jangan menangis.
Dia lari dari arah mana?
Angkat tangan! Angkat tangan!
No comments yet. Be the first to leave one.