ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
ENGAEYUM EPPOTHUM "Kapanpun Dimanapun"
- Ini Trichy, ya? - Trichy, Trichy.
Aku akan menemuimu di Chennai.
Oke. Kututup telpon.
Trichy, Trichy.
Bu, bus segera berangkat.
Periksa lagi.
Ini baru di Meenambakkam.
Ini Tambaram, ya?
EMPAT JAM SEBELUMNYA
TERMINAL SWASTA CHENNAI
BENGKEL PEMERINTAH TRICHY
PERUSAHAAN TRANSPORTASI PEMERINTAH KUMBAKONAM TAMIL
MINYAK UNTUK KATUP MESIN
TRICHY SHANNA
TERMINAL SWASTA CHENNAI
- Salam. - Salam.
- Selva. - Salam.
- Kau ke kantor Tambaram naik bus ini. / - Ya.
Ini teh, Kawan.
- Tanpa gula, kan? - Ya.
Berikan tiket ini ke gadis itu.
Boleh angkut barang kami ke bus Trichy?
Bu, ini tiketmu.
'Kami pertama bertemu disini.'
'Tak kusangka 6 bulan kemudian aku kesini mencarinya.'
'Jika bertemu lagi, kuminta identitasnya.'
'Aku tak mau dijodohkan orangtuaku.'
'Jadi aku kesini cari lelaki yang kucintai.'
'Dia pasti akan kesini mencariku.'
'Jadi kutunggu dia disini.'
'Kutunggu hanya sampai bus ini berangkat.'
'Aku yakin dia pasti datang.'
TERMINAL PUSAT TRICHY
Ibu, aku mau pulang ke desa.
Permisi, dimana bus jurusan Chennai?
Kenapa Ibu tak bahagia aku pulang ke desa?
Kau mau disambut pemain drum?
- Ibu. - Ibu cuma bercanda.
Pamanmu marah padamu.
Saat di desa, bicara dengan pamanmu.
Kau dengar?
Kau mau di desa minimal 4 hari?
Mau Ibu memasak apa?
Ayam spesial buatan Ibu. Halo?
Sampai jumpa, Ibu.
Beli sebotol minum.
Aku juga beli sebotol minum.
- Beli sekilo jeruk. - Aku juga.
Harganya 100 rupee.
Ini uangnya.
- Uang pas saja. - Tak ada.
Uangku 100 rupee ada 5.
Bisa tukar uang 500 rupee?
Ini.
- Halo. / - Ya? - Harganya 100 rupee.
- Ini. / - Kubilang tak ada kembalian.
Tak ada kembalian? Tidak jadi beli.
Kampus kita menang.
- Nak. / Ya? - Kau pindah sana.
Lebih mudah renggangkan kakiku disini.
- Oke. - Terima kasih, Nak.
- Jurusan kemana? - Chennai.
- Naiklah. / - Naik. - Naiklah.
Duduk di belakang.
Chennai, Chennai.
Jurusan kemana, Pak?
Kawan, kami kira kau tak datang.
Jawaban mereka menolak.
Pak, pindah dudukmu. Aku mau bersama temanku.
Permisi. Boleh kuberi anakmu coklat?
- Dia tak suka coklat. - Aku mau coklat.
Kau memalukan.
Terima kasih.
Suruh semuanya naik.
Bu, bus segera berangkat.
- Beli 2 ikat melati. - Aku di toko bunga, Ibu.
Beli 2 ikat melati untuk Selvi dan Sumathy.
- Beli 4 ikat melati. - 2 saja.
6, 8, 10, 12 ikat melati untuk patung.
Kubayar melati dia.
Melati untuk Manimegalai? Ibu mau bicara dengannya.
Ibu, dia marah karena aku tak menjemputnya.
Bicara dengannya di desa saja.
Harusnya kau bisa menjemputnya.
Aku takut ayahnya punya senjata.
Naiklah.
Permisi, aku duduk disini.
Bos, ini pacarku. Aku duduk disini.
Tak usah berdebat. Kumohon.
Duduk, Nak.
Kau dapat kursi. Tak duduk di atap bus.
Berhenti. Kumohon.
- Punya tiket? / - Ya. - Kau membuat menunggu.
- Maaf, Pak. - Cuma minta maaf?
Dia cantik.
Trichy, Trichy, Pak.
- Ada kursi kosong? - Naiklah.
- Ayo pergi? - Oke.
- Trichy, Trichy. - Ini Trichy, ya?
Halo. Mau apa, Pak?
Harusnya turun di Vizhupuram. Aku tidur, sudah di Trichy.
- Ini baru di Meenambakkam. - Meenambakkam?
Oh, di bandara. Maaf, Pak.
Trichy, Trichy.
Ayah, angkat telpon.
Halo. Ya, Nak. Ayah segera pulang.
Harga tiket Rs 400.
"Tiap hari kau mengusikku"
"Kau memikat jiwaku"
"Siapa tuan putri yang memikatku ini?"
"Jawablah, Kasih"
Minta pindah tempat duduk?
'Siapa juga yang minta pindah?'
'Tugasmu mengurus tiket. Bertugas yang benar.'
- Mau kemana? - 2 tiket ke Arasur.
Arasur? Bus ini..
..cuma sampai Chennai. Pindah bus saja.
- Ini. Tiket, Pak? - 1 tiket ke Arasur.
Bus ini tak sampai Arasur.
Jurusan Trichy, masa cuma sampai Chennai?
Penumpang diturunkan di Chennai.
Tapi di Chennai, bus lanjut..
..ke Tambaram, Chromepet, Pallavaram, Guindy, dll.
'Ya ampun. Itu Kepala Desaku.'
- Harusnya naik mobil. - Lain kali naik mobil.
Kurangilah harga tiket.
Bus tak ke Arasur. Turun di Vizhupuram.
Dibeli tiketnya, Pak.
- Berapa harga tiket? - Rs 180.
- Turun di Vizhupuram. - Vizhupuram? Oke.
- Pak, tukar kursimu dengan gadis ini. / - Oke.
Cepat, Pak. Kau duduk disini.
Pak, kau dekat jendela. Terima kasih.
Trichy, Trichy.
Trichy, Trichy.
- Baru sampai Tambaram. - Ini Tambaram, ya?
- Bus berikutnya saja. - Sudah 4 bus terlewat.
- Kau wajib pergi? - Ya.
- Jangan ngebut berkendara. - Ya. Hati-hati. / - Ya.
Duduk di kursi itu.
- Hati-hati. - Oke.
- Titip salam ke semua. - Nanti telpon aku. / - Oke.
1 kursi kosong.
Berhenti.
- Berhenti. / - Apa, Pak? - Aku mau naik.
Naiklah.
Kenapa naik? Siang ini kau rapat.
Kutemani sebentar lalu turun.
SELAMAT JALAN CHENNAI
'Ikatanku dengan Chennai berakhir disini.'
'Namun Chennai mengingatkanku padanya.'
6 BULAN LALU
TERMINAL CHENNAI
'Radio Suryan 93.5 fm, saya Yaazh Sudhakar..'
'..akan mengubah badai jadi musik indah.'
- Bu, naik bajai? - Tidak.
'Dengarkan lagu ciptaan sang maestro Ilaiyaraaja.'
'Dari film 'Ombak Abadi', penyanyinya S.Janaki.'
'Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif.'
"Mentari fajar terbit"
"Orange menghiasi langit"
"Di hidupku ada harapan baru"
- Bus ke Trichy? - Berangkat jam 9 pagi.
"Oh Sinar Rembulanku"
"Kau bersemayam di mimpiku"
- Halo. - Halo.
Ini Amudha, Kak Sepupu.
- Amudha, kau sudah sampai? - Ya.
Mendadak ku antar ayah mertuaku ke Rumah Sakit.
Aku di Kanchipuram.
Semalam tak mengabarimu karena tak punya ponsel.
Maaf. Aku balik ke Chennai sore ini.
Telpon aku setelah wawancara.
Kak, aku mau menangis. Aku tak tahu jalan.
Aku pulang saja naik bus.
Jangan cemas.
- Kau di Terminal Swasta? - Ya.
Ke kiri, ada pom bensin. Lurus, ada lampu merah.
Di sebrangnya ada belokan. Naik bus nomor 15B.
Beli tiket, turun di halte KMC.
KMC itu halte ke-7 dari Koyambedu.
Lalu ke penyebrangan bawah tanah.
Di kiri, ada papan info bus. Naik bus nomor 37G.
Turun di jalan Kampus.
- Kak? / - Naik bajai tak aman. Naiklah angkot.
Turun di halte DPI.
Cari gedung ke-4.
Gedung kaca depan jembatan penyebrangan.
Disitu tempatmu wawancara.
Kak, alamatnya susah. Tak bisa pergi sendiri.
Berikan telpon ke orang di dekatmu.
Aku pulang saja.
- Cari orang. - Sebentar.
- Nenek, bicaralah dengan kakakku. / - Untuk apa?
- Cari alamat. - Aku orang baru. Tak tahu.
Diapun orang baru di kota ini.
Cari orang lain.
Sebentar, Kak.
- Oke. Bukan begitu. - Permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.