Woh Lamhe

Woh Lamhe (वह लम्हे)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Woh Lamhe (2006) Hindi (DVDRip)
കമന്ററി എഴുതിയത് varisnova
Manual Lyrics..... please rate............. Dilarang resync, edit, ubah credit, menyontek, hardsub, streaming, memperjual belikan, upload ulang, untuk tujuan komersil dan dalam bentuk apapun.

ടാഗുകൾ

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2017-03-24
ഡൗൺലോഡുകൾ: 36
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Tu jo nahi hain toh "Tak ada yang berharga"

Kuch bhi nahi hain "Tanpamu"

Yeh maana ki mehfil "Kuakui pertemuan itu.."

Jawaan hain "Masih lugu.."

Haseen hain "Dan indah"

Tu jo nahi hain toh "Tak ada yang berharga"

Kuch bhi nahi hain "Tanpamu"

Yeh maana ki mehfil "Kuakui pertemuan itu.."

Jawaan hain "Masih lugu.."

Haseen hain "Dan indah"

Tu jo nahi hain toh "Tak ada yang berharga"

Kuch bhi nahi hain "Tanpamu"

- Permisi, pak. Selamat, pak. - Terima kasih.

Samajh mein na aaye "Aku tak mengerti"

Yeh kya maajara hain "Apa yang sedang terjadi ini"

Tujhe paake dil mein "Aku memilikimu"

Yeh khaalisa kya hain "Namun hatiku tersiksa"

Samajh mein na aaye "Aku tak mengerti"

Yeh kya maajara hain "Apa yang sedang terjadi ini"

Tujhe paake dil mein "Aku memilikimu"

Yeh khaalisa kya hain "Namun hatiku tersiksa"

Kyun har waqt dil mein "Mengapa hatiku"

Koi ve kali hain "Slalu gundah?"

Kyun har waqt seene mein "Mengapa perasaanku"

Rehti kami hain "Slalu merasa kehilangan"

Tu jo nahi hain toh "Tak ada yang berharga"

Kuch bhi nahi hain "Tanpamu"

Yeh maana ki mehfil "Kuakui pertemuan itu.."

Jawaan hain "Masih lugu.."

Haseen hain "Dan indah"

- Halo? - Halo, pak.

Ponsel anda tak nyambung. Meski sudah saya hubungi berkali-kali.

- Siapa ini? - Saya Yogi, dari City News.

- Mungkin ponsel anda dimatikan. - Yogi, apa ini waktunya menelpon?

- Ini jam 6 pagi. - Saya sungguh minta maaf, pak.

- Saya pikir anda belum dapat kabar. - Kabar apa?

- Pak, Sana Azim sudah ditemukan. - Apa?

Ya. Sana Azim. Dia tinggal di beberapa hotel di Churchgate.

Semalam dia mencoba bunuh diri.

Sekarang dia di rumah sakit.

Dia dalam perawatan intensif, pak.

Kami meminta pendapat anda. Akan saya sambungkan ke Shruti di studio.

Tunggu sebentar.

Kita akan segera terhubung dengan sutradara terkenal, Aditya Grewal.

Sana Azim, aktris nomor satu sejak tahun sembilan puluhan.

Yang punya jutaan penggemar..

..Yang tiba-tiba menghilang 3 tahun yang lalu.

Namun 3 hari lalu..

Dia ditemukan di kamar nomor 207 di hotel Qasim,

Dia mencoba bunuh diri.

Menurut pihak kepolisian,

Kini dia dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Tulsi Memorial.

Dengan kondisi yang sangat parah.

Sayangnya, belum ada kerabat yang menjeguknya.

- Kami meminta pendapat anda, pak. - Tolong nanti saja.

- Mengapa Sana Azim mencoba bunuh diri? - Nanti saja.

- Tolong mundur! - Sekarang kondisinya bagaimana, pak?

- Suruh mereka mundur! - Apa yang sudah anda bicarakan dengan dia?

- Apa dia akan selamat? - Aditya,

Benarkah kekasih Sana sudah mencampakkannya?

Pak Aditya! Anda menghindar dari media..

..Karena bertanggung jawab atas percobaan bunuh diri Sana Azim?

Jawablah! Mengapa diam saja?

Ayo. Lupakan. Ayo pergi.

Dia sedang kritis.

Dokter disini sedang memanggil dokter spesialis dari London.

Adi,

Dokter Shyam.

Pak Grewal, jika anda ingin tahu, saya sebut ini keajaiban.

Karena setelah kehilangan banyak darah,

Nyonya Azim masih bisa bernapas.

Dokter Shyam, saya kaya raya.

Lakukan pengobatan Sana semaksimal mungkin.

Untuk biayanya, bisa didapat darimanapun,

Carikan dokter spesialis terbaik di seluruh Dunia. Selamatkan nyawanya.

Dia harus selamat!

Lakukan yang terbaik demi keselamatannya.

Pak Aditya, akan saya usahakan yang terbaik untuknya.

Kita hanya bisa menunggu.

- Ayo selesaikan tugas ini, dokter. - Ya, tentu.

Anda menghindar dari media..

..Karena bertanggung jawab atas percobaan bunuh diri Sana Azim?

Benarkah kekasih Sana sudah mencampakkannya?

3 TAHUN LALU.

Cukup. Gaya yang bagus, Sana. Ayo berkemas.

Ayo pergi, kawan.

Hei.

Hai.

Cukup untuk hari ini, Hamid.

Terima kasih Tuhan. Aku hampir mau pingsan.

Kataku..

Hei Hamid.

- Siapa dia? - Simpan ini.

Cepat suruh Hanuman ke mobil.

Oke, aku pergi dulu. Hati-hati.

Dah.

Kenapa ponselmu dimatikan?

Rani, wanita gila itu mencoba menelpon lagi.

Entah darimana dia bisa dapat nomorku?

Sepertinya aku harus ganti nomor lagi.

Dia teman seperjuanganmu.

2 bulan ini nomormu sudah ganti 25 kali.

Tak ada nomor yang bagus.

Inilah dampak dari ketenaranmu.

Apa itu?

- Apa yang kau kenakan itu? - Kenapa?

Ini.

Dari desainer.

Pihak Agensi mau kau memakai ini di Fashion Show. Oke?

Cepat berkemas. Kita tak punya waktu lagi.

Fashion Show yang mana?

Fashion Show Aura. Kan sudah kubilang.

Nikhil,

Aku tak bisa melakukannya.

Aku sudah lelah.

Nikhil, ayo pulang. Aku mau memasak untukmu.

Nikhil, dengar tidak perkataanku?

Aku dengar semuanya, Sana Azim. Tak perlu terlalu emosional.

Kau harus ke fashion show.

Kau sudah menandatangani kontrak kampanye itu.

Ini menguntungkan bagi kita. Kenapa kau mau merusaknya?

Seluruh media pasti sedang menunggu kita.

Dan malam ini pakailah semua perhiasan dari sponsor.

Kau benar, Nikhil.

Hidupku, napasku, semuanya disponsori.

Aku tak punya apapun.

Ayo. Mau kemana kita?

Para hadirin, mari kita sambut..

Aura Diamond Club.

Aura Diamond, perusahaan internasional..

..Yang tersebar di 15 negara, sejak tahun 1888.

Aura Diamond Aura telah meluncurkan kelas eksklusif..

..Di India.

Dan malam ini, kami mengundang tamu istimewa.

Nyonya Sana Azim dan Pak Nikhil Rai.

Mari kita sambut tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua.

Wow.

Menakjubkan. Inilah yang kau sebut sebagai bintang.

Dan kita tak memilikinya.

Tuhan menulis takdir Sana Azim dengan pulpen emas.

Dan takdir kita ditulis dengan pensil yang menghancurkan nasib kita.

Cepat lakukan sesuatu sebelum kita kehilangan produser.

Atau kita harus makan makanan sumbangan di luar kuil.

Tenang, kawan.

Aku sudah menanam benih pekerjaan untuk Sana Azim.

Cukup dia melirik saja,

Lalu lihat saja nasib kita akan berubah.

Kau sudah banyak minum.

- Bersulang. - Bersulang, kawan.

- Sialan! - Siapa?

Orang yang mengaku jenius.

Sutradara ambisius, Aditya Grewal.

Banyak gadis!

Dia bilang di majalah, jika mau nonton film India yang jelek..

Tontonlah Sana Azim.

Menurutku, dia juga bilang, Sana bekerja untukku jika tanpa dibayar,

..Aku takkan bekerjasama denganmu.

Abaikan saja mereka. Lupakan.

- Hai Nikhil. Apa kabar? - Apa kabar, kawan?

Sayang, aku segera kembali.

Bagus, kawan. Berapa bayaranmu?

Tak dibayar? Gratis?

Pesta yang keren! Semuanya gratis disini. Bersulang.

Dia menatap kita. Katakan halo dan cepat bicarakan rencananya.

Kau gila? Jangan tatap dia.

Palingkan muka.

Palingkan muka? Apa katamu?

Aku bukan orang yang berbicara dan berjabat tangan.

Dia sendiri yang akan kesini dan berbicara dengan kita.

- Cari pulpen dan kertas. - Pulpen dan kertas?

- Tulis saja. - Baik.

Saat impian terancam, penting untuk dilawan.

Jika kau masih hidup, kau harus memandang kehidupan.

Hebat!

Impian ini slalu kudekatkan dengan kehidupanku.

Tak peduli jika kau seorang bintang.

- Sayang sekali jika kau bermasalah denganku. - Hai.

Aku Sana Azim.

Kau aslinya terlihat jelek.

Kau begitu kurang ajar.

- Siapa namamu? - Tak apa. Ayo.

Kau nampak bijak dan berpendidikan.

Dengan meremehkan orang lain, kau merasa ada di atas.

Perkataanmu tak baik.

Kenapa berbicara sampah tentangku di majalah?

Demi ketenaran murahan?

Nyonya, kau menggunakan trik lama agar lari dari kebenaran.

Kau lebih suka pecahkan cermin untuk lari dari kejelekanmu.

Kau tahu..

Yang kau sebut sampah itu sebenarnya adalah kebenarannya.

Apa kebenarannya? Jika aku jelek?

Kau pikir aku jelek?

Apa aku jelek?

Tidak.

Lihat?

Temanmu tak sependapat denganmu.

Aku pun tak mau membuang waktuku disini.

- Apa-apaan kau ini? - Inilah masalahnya, nyonya.

Dalam sandiwara dunia ini, orang jujur slalu sendiri.

Aku memang bodoh, mencoba jual cermin di kota orang buta.

Woh Lamhe subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left