ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Diadaptasi dari 'Tokyo Love Story' oleh Fumi Saimon"
Halo!
Apa ini Nona Akana?
Namaku Kanji Nagao.
Aku baru sampai di Bandara Haneda.
Tolong telepon aku kembali saat kamu menerima pesan ini.
Aku akan menunggu jawabanmu. Maaf sudah merepotkan.
Maaf mengganggu.
Rika, ada apa?
Mari akhiri hubungan kita.
Aku tidak berhasrat lagi saat berada di dekatmu.
Gedung-gedung ini tinggi sekali!
Jadi, ini Tokyo.
"Episode 1"
Ini proyek besar yang berlangsung selama setahun.
Kuharap semua orang bisa bertahan hingga akhir
sampai kita meraih kesuksesan.
Baik. - Baik.
Ada hal lain.
Nagao.
Ya.
Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengarnya.
Mulai hari ini, Pak Nagao
akan bergabung dengan Departemen Penjualan.
Sapalah semua orang.
Baik.
Aku dipindahkan ke sini dari cabang Ehime.
Namaku Kanji Nagao.
Aku menyadari kekuranganku.
Aku menantikan belajar dari kalian semua.
Aku tidak sabar bekerja denganmu. - Aku tidak sabar bekerja denganmu.
Sekian rapatnya. Aku menantikan bekerja bersama.
Aku tidak sabar bekerja denganmu. - Aku tidak sabar bekerja denganmu.
Nagao, kemarilah.
Baik.
Kenapa kamu terlihat sangat serius?
Aku agak gugup.
Untuk apa kamu gugup?
Akana.
Ya. - Sampai nanti.
Serahkan tugas-tugas awal ke Nagao.
Tolong bimbing dia.
Jangan merundung anak baru.
Apa?
Namaku Kanji Nagao.
Aku tidak sabar bekerja denganmu.
Namaku Rika Akana.
Aku tidak sabar bekerja denganmu.
Omong-omong,
maaf mengganggu tempo hari.
Apa?
Aku meneleponmu berkali-kali.
Itu kamu rupanya.
Ya.
Kepala Departemen menyuruhku menghubungimu saat tiba di Tokyo.
Ada apa?
Kamu.
Ada yang pernah bilang bahwa kamu mirip nasi putih?
Apa?
Apa kamu berdiri dan menunggu
saat memanaskan kembali makananmu di oven?
Bagaimanapun, aku tidak sabar bekerja denganmu.
Halo.
Aku Mikami.
Begitu rupanya. Lama tidak bertemu.
Kapan kamu tiba di Tokyo?
Dua hari lalu. - Ken, apa kabar?
Aku sedang menelepon. Tolong tunggu aku di sana.
Cepatlah kembali. - Baiklah.
Maafkan aku.
Ayo kita minum dalam waktu dekat.
Kapan kamu senggang?
Biar kuperiksa jadwalku.
Aku senggang setiap malam kecuali Rabu dan Jumat.
Bagaimana kalau besok?
Tentu.
Aku akan meneleponmu setelah menemukan tempat.
Omong-omong...
Kenapa?
Begini...
Sekiguchi juga di Tokyo, bukan?
Kurasa begitu.
Mari kita undang dia juga.
Kita harus bertemu dengan teman-teman SMA kita.
Tentu.
Aku akan mencoba meneleponnya.
Tentu, maaf sudah merepotkanmu.
Sampai nanti.
Dah.
Dah.
Kamu dan Sekiguchi...
Kalian masih berhubungan dengan teman-teman lama kita?
Kali terakhir aku melihat mereka adalah 1,5 tahun lalu.
Aku belum melihatnya sejak Hari Kedewasaan.
Sudah lima tahun.
Kamu tahu apa pekerjaannya?
Kalau tidak salah, dia bekerja sebagai guru TK.
Begitu rupanya.
Kamu.
Kamu sangat terobsesi dengan Sekiguchi.
Ini tidak seperti pikiranmu.
Sekiguchi.
Lama tidak bertemu.
Kenapa kamu berdiri di sana?
Lama tidak bertemu, Nagao.
Ya, lama tidak bertemu.
Apa semuanya lancar?
Ya.
Sepertinya semua berjalan lancar bagimu.
Ya.
Kamu sudah pesan?
Belum.
Mari kita pesan sekarang.
Biar kuperiksa menunya.
Bagaimana dengan bir?
Ya.
Apa maumu?
Coba kupikir.
Apa yang harus kupesan?
Kalau begitu, kamu tidak pernah kembali ke kampung halaman kita.
Benar.
Ibuku juga bilang
ibumu cukup kesepian.
Kamu harus mengunjunginya sesekali.
Dia bisa datang menemuiku jika merindukanku.
Kamu tidak berubah sedikit pun.
Wanita selalu mendekatiku sendiri.
Jangan bandingkan ibumu dengan wanita lain.
Ya.
Ini telepon dari kantorku.
Apa?
Semua baik-baik saja?
Ya. Aku harus mengangkat teleponnya.
Halo, ini Nagao.
Sekiguchi, mudah sekali membaca pikiranmu.
Kamu berhenti bicara setelah Nagao pergi.
Tidak.
Kamu membenciku sejak kita kecil.
Jangan diam saja. Aku akan merasa kesal.
Aku tidak membencimu.
Itu hanya karena...
Aku merasa gugup saat bersamamu.
Kenapa?
Apa karena aku tampan?
Namun, aku memang membenci sikapmu sejak kecil.
Itu artinya kamu membenciku.
Dompetku tertinggal di kantor.
Tamat riwayatmu, bukan?
Rekanku akan mengirimkan dompetku.
Kamu tidak berubah sedikit pun.
Apa?
Kamu selalu meninggalkan barangmu,
tapi seseorang selalu datang menyelamatkanmu.
Itu belum berubah sedikit pun.
Rambutnya makin panjang.
Rambutmu masih keriting!
Rambutku keriting alami.
Itu rambut keriting alami?
Kamu tidak tahu itu?
Kamu tidak mengeriting rambutmu?
Aku tidak mengeriting rambutku. Ini alami.
Aku punya rambut keriting alami. Siapa yang mengeriting rambut?
Begitu rupanya.
Aku iri dengan rambut keritingmu.
Benarkah?
Maaf membuat menunggu. Ini dia pangsit panggangnya.
Kelihatannya lezat.
Pangsit ini lezat.
Lezat?
Selamat datang di... - Maafkan aku.
Aku ada janji dengan seseorang di restoran ini.
Meja yang mana?
Nona Akana.
Itu dia.
Maaf sudah merepotkanmu.
Tidak apa-apa.
Rumahku dekat.
Ambillah.
Terima kasih.
Aku akan mentraktirmu minum sebagai ucapan terima kasih.
Dia akan membayarnya.
Apa?
Mau apa? - Apa?
Tunggu. - Silakan duduk.
Kalau begitu...
Aku mabuk.
Aku harus pulang naik taksi.
Kamu kaya.
Apa?
Bagaimana dengan Rika?
Rumahku dekat. Aku bisa berjalan pulang.
Baiklah.
Kanji, tolong antar aku pulang.
Apa?
Antar saja dia pulang.
Aku akan mengantar Sekiguchi ke stasiun kereta.
Tidak apa-apa. Aku akan pulang naik taksi.
Tidak apa-apa. - Mari berkumpul bersama lagi.
Baiklah, sampai jumpa.
Ayo.
No comments yet. Be the first to leave one.