ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Sejak aku masih kecil,
aku punya impian.
Suatu hari aku akan menjadi superhero
dalam dongengku sendiri.
Aku bisa terbang, tak terlihat,
dan akhirnya,
menyelamatkan dunia.
Lucunya,
terkadang kau harus berhati-hati dengan apa yang kau inginkan,
karena suatu hari nanti mungkin akan menjadi kenyataan.
Cepatlah!
Hei!
Aku tidak ingat penerbangannya,
hanya merasakan.
Rasanya seperti melakukan perjalanan paling menakutkan di taman hiburan.
Mengira kau akan mati.
Aku harus bantu mereka.
Aku harus lakukan dengan cepat.
Halo?
Dean, ambil tiketmu dan pulang sekarang.
Sampai jumpa.
Panggil Dr. Stateman, Dr. Stateman, tolong.
Syukurlah dia tak apa2.
Segenggam luka kecil dan memar
terasa seperti kemenangan terbesar di dunia.
Kami mengalahkan hal yang mustahil.
Dan aku,
aku hampir kehilangan teman baikku.
Apa yang kupikirkan di jalan itu?
Bagaimana kita bisa keluar dari dunia ini?
Aku rasakan hal aneh dalam diriku.
Rasanya seperti aku diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan.
Lalu tiba-tiba, aku tersadar.
Bagaimana jika...
ini kesempatanku?
Kesempatanku menjadi superhero
yang selalu kuimpikan.
Yang harus kulakukan
mencari cara menyelamatkan dunia.
Baiklah, sekarang, terima kasih sudah datang, Terry.
- Terry. - Sylvia.
Senang bertemu denganmu.
Ini anak kami Dean.
Terry Knight. / Dean Goodwin.
Bisa ambilkan aku secangkir kopi, apa saja?
Tidak, tidak, tidak, tak usah, aku hanya sebentar aja kok.
Oke.
Ah...
Maaf, kami...
belum punya informasi baru.
Tapi kami akan usahakan.
Sudah bicara dengan teman-temannya?
Tentu saja, tapi kami
belum menemukannya.
Kami butuh sesuatu, Terry.
Tolonglah, kami butuh sesuatu.
Penyelidikan semacam ini bisa memakan waktu.
Memang...
engga mudah...
menemukan sesuatu.
Macam apa itu?
- Tanda-tanda kehidupan. - Oh.
- Oh, Tuhan. - Ya, kita akan...
Kita akan menemukannya, kita akan menemukannya, kan?
Biarkan saja.
Tanda2 kehidupan?
Akan kutunjukkan tanda kehidupan.
Ayah?
Yah, mhm, yah.
Tidak, tidak, aku mau ikut.
Aku mau ngomong ama mereka karena kurasa...
Ayah.
- Ayah, kau sudah pulang? - Aku sedang menelepon.
Tunggu sebentar.
Danni?
Itu kau?
Ya...
Hei, punya waktu sebentar?
Tidak hari ini, sobat.
Langsung berangkat naik pesawat,,
besok pagi-pagi sekali harus di New York.
Ny. Lee dalam perjalanan kemari.
Kau tak sedang berada dalam masalah, kan, Danni?
Ya.
Ya apa?
Sumpah, jika kau sendirian.
Kau dengar aku?
Danni!
Aku mendengarmu.
Bisa buka pintunya?
Maaf tentang itu, tidak, jangan khawatir.
- Tidak ada, hanya anakku. - Aku juga.
Dia bilang apa?
Tidak ada.
Oh, dia bisa bertanya tapi aku tidak bisa?
Sarah, aku perlu bicara padamu.
Kumohon, kau mau pergi ke suatu tempat?
Tidak, aku tidak mau ke mana2.
Oke, maukah kau ceritakan padaku?
Entahlah, kami berbelok, mobil terbang nyungsep ke sungai.
Aku tak mau membahasnya.
Andre menyuruhmu dan Angie melakukan ini?
Saat aku melihat anak ini, aku tahu dia tak berguna.
Kau tak boleh mengencani pria seperti itu...
- Pergilah sekarang? - Berikan saja teleponnya.
- Ayahmu bilang apa tadi? - Tidak ada!
Dia bilang karena pacarku, kita semua jadi tersangka sekarang!
Sarah!
Seberapa cepat mereka melaju?
Melebihi kecepatan maksimum.
Kapan terakhir kali kau bicara dengannya?
Dua bulan yang lalu.
Dia datang berkunjung.
Benarkah?
Tidak.
Sejak itu, belum pernah?
Tidak.
Tidak ada surat, email, SMS?
Rahasia yang begitu mendalam?
Tidak, kami hanya...
saling menghormati.
Apa maksudnya?
Kami tidak begitu dekat.
Hm.
Lihat, aku ada masalah di sini.
Ini kecelakaan tiga orang
dan hanya dua yang dilaporkan.
Kami punya tim pencari di hutan sekitar sini
seandainya dia bisa selamat
dari kecelakaan itu, pingsan.
Ada tim penyelam di sungai, tapi,
belum ditemukan.
Jadi, untuk saat ini,
ini kasus orang hilang.
Situasi yang mencurigakan.
Kau tahu kenapa aku mengatakan ini?
Apa, aku yang tersangka?
Tidak, putriku ada di mobilmu.
Oh.
Dia tak apa-apa?
Kau sudah bicara dengannya, bertanya yang terjadi?
- Sudah. - Dan?
Hubungan kami hampir sama denganmu.
Kami,
saling menghormati.
Hei, Terry.
Bisa kau kemari sebentar?
Kau tahu apa yang akan dia bilang padaku?
Aku tidak seharusnya berada di sini.
Aku yakin kau mengerti alasannya.
NO RESYNC YOYONG MASAMBA
Angie?
Selena.
Ya?
Setelah aku menolaknya, diam-diam,
kau masih kirim permohonannya.
Ayah, berapa banyak anak-anak yang punya kesempatan
- semacam ini? - Tidak!
Aku tak mau putriku menyia-nyiakan 4 tahun hidupnya
untuk hal bodoh yang tidak membuahkan hasil.
Bodoh, siapa yang bilang?
Luis.
Kau tidka boleh ikut wawancara ini.
Aku tak mau dengar soal sekolah lagi di rumah ini.
Sudah jelas?
Dasar monster, kau tahu itu?
Selena.
Kemarilah.
Selesaikan makanmu.
Ayah, ayah!
Kau tidak bisa menjalani kehidupanku, oke?
Hei, selama aku memberimu tempat berteduh,
makanan di mejamu, dan pakaian di tubuhmu,
kau tidak berhak bilang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Sudah jelas?
Sangat jelas.
Permisi.
Luis.
Sonia, aku tahu apa yang terbaik untuknya.
Kau dengar, kenapa dia?
Selena.
Kita tidak boleh banting pintu di rumah ini.
- Pintunya terbuka lebar. - Lalu siapa yang melakukannya?
Mana kutahu siapa yang melakukannya, oke?
Hantu yang melakukannya.
Jangan bicara padaku seperti itu.
Karena kau tidak percaya apapun yang kubilang.
Itu pintu belakang.
Pasti angin yang menutupnya.
Tidak, pasti aku.
Selena por favor, ya.
Luis, cukup, kumohon.
Kau pernah dengar kata "hormat?"
Ya.
Cocok sekali dengan kata "saling."
Selamat malam.
Ayahmu selalu bilang ini obat terbaik untuk insomnia.
Mau?
Tidak, terima kasih.
Rasanya seperti deja vu.
No comments yet. Be the first to leave one.