ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
15 TAHUN LALU
EPISODE 3
Semangat!
Hei, hentikan.
Hei, Chow Yun Fat.
Kau bukan anggota Sekte Hwasan.
Dalam pertarungan para senior
kenapa kau ikut campur dan mengamuk seperti ini?
- Sudah cukup, pergilah. - Justru kalian
yang seharusnya pergi selagi aku bicara baik-baik.
- Apa? - Dia pikir dia Chow Yun Fat.
Hei, apa yang kalian lakukan? Ayo kita akhiri ini.
Baik, Bos.
Sepertinya ada sekitar belasan orang.
Jangan khawatir. Apa maksudmu satu jam?
Tiga puluh menit.
Aku akan menyelesaikannya dalam 30 menit.
Apa lagi ini? Sial.
Hei.
- Kau juga penggemar Chow Yun Fat? - Ya.
Siapa namamu?
Ma Gong-bok!
Ma Gong-bok. Nama yang bagus.
Kau suka sasyimi, bukan?
Ya!
Ayo kita selesaikan ini dengan cepat.
Aku akan mentraktirmu makan sasyimi segar sampai kenyang.
Ya.
Bos!
Ayo cepat selesaikan dan pergi.
Apa yang kau lakukan? Adang dia!
Sial!
Lama tak bertemu.
Bos!
Astaga.
Pukulan Beom-ryong masih sehebat dahulu.
- Namun, sepertinya kau lelah. - Aku sedikit mengantuk.
Kau tak boleh lelah secepat ini.
Kita harus langsung lanjut ke ronde kedua!
Tangkap mereka!
RESTORAN TIONGKOK ORAN
Siapa orang-orang yang sedang berkelahi itu?
Tunggu, orang itu...
Pelanggan tetap "Oldboy" di restoranku.
Kenapa dia ada di sini?
Pria muda itu pemilik sepeda motor. Satunya lagi...
Itu Bulgae.
Injak dia!
Hentikan.
Hentikan!
Aku yang bersalah.
Gong-bok. Dasar bajingan licik.
Sekarang setelah bosmu dihajar, kau akhirnya mau bicara?
Baiklah, coba katakan. Rencana apa yang kalian buat?
Pimpinan Hwang Hwa-san yang menyuruhmu?
Sudah kubilang, aku tak tahu siapa mereka!
In-gu, apa kau tak melihatnya?
- Beom-ryong sudah tak waras! - Ma Gong-bok!
Dia dedikasikan hidupnya pada toserba
dan tak pernah cari masalah, bahkan dengan preman setempat.
Bagaimana mungkin Gang Beom-ryong
bisa melawan seorang bos besar seperti kau, Yoo In-gu?
Demi masa lalu kita
tolong maafkan kami sekali ini saja.
Lihat bajingan tak tahu malu ini.
Aku ingin sekali menghabisimu, dan kau bicara tentang masa lalu?
- Aku tak akan membiarkanmu lolos. - Jangan!
Yoo In-gu, jangan!
Hei, kau hanya butuh satu lengan untuk memindai kode batang.
Tidak, jangan!
- Pegang dia. - Tidak. Aku butuh dua lengan!
In-gu! Bukan.
Bos In-gu! Pak!
Semuanya kesalahanku. Aku tak tahu diri
dan terlalu lancang. Semuanya salahku. Aku minta maaf.
Karena itu
beri kami satu kesempatan lagi. Maka
aku akan lakukan apa pun yang kau perintahkan.
Apa pun?
Lantas, menggonggonglah seperti anjing.
- Guk, guk, guk! - Bos!
Guk, guk!
Guk, guk!
Biar aku yang menggonggong! Guk, guk, guk, guk!
Guk, guk, guk, guk, guk!
Guk, guk, guk!
Hentikan!
Guk, guk, guk!
Guk, guk, guk!
Guk, guk, guk!
Guk, guk!
Diam!
Guk, guk, guk.
Mengharukan sekali sampai aku mau menangis.
Sebelum hatiku melunak, habisi mereka. Tangkap mereka.
Kami sudah menggonggong!
- Tidak! - Aku sudah menggonggong!
Kami sudah menggonggong!
Tunggu.
Tunggu sebentar.
- Sersan Kim, ada apa? Aku sibuk. - Direktur, kau di Pangan Yeongseon?
Ada laporan kasus penyerangan anonim di Pangan Yeongseon.
Kami akan tiba dalam sepuluh menit.
Laporan? Bajingan mana yang melapor?
- Sudahi saja untuk hari ini. - Apa kau tak bisa menangani hal ini?
Kau harus sepadan dengan bayaranmu, Sialan.
Laporannya sudah diterima, jadi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Sebaiknya kau pergi dari sana dahulu.
Aku akan mencoba menunda keberangkatan petugas selama mungkin.
Hei, Gang Beom-ryong.
Jika kau hanya anjing kampung, pakai kalung dan jaga rumah saja.
Jangan berkeliaran dan buat masalah, kecuali kau mau mati.
Namun
kita sudah lama tak bertemu, sayang jika berpisah begini, bukan?
Bos, kau baik-baik saja?
PANGAN YEONGSEON
KEBANGGAAN KOREA, DENDENG PREMIUM PANGAN YEONGSEON
PANGAN YEONGSEON
- Bos, kau baik-baik saja? - Lepaskan ini.
Astaga, kenapa ini tak mau lepas? Kau baik-baik saja?
Kuberi kalian waktu tiga hari.
Jika tidak, ada penggusuran paksa.
Penggusuran paksa, Pak?
Jika ingin melapor, laporkan saja.
Namun, siapa yang lebih cepat? Polisi atau kami?
Kalau penasaran, coba saja.
Kau mengerti maksudku, Anak SMA?
- Nam-il. - Ayo.
Nam-il.
Nam-il.
Nam-il, kau baik-baik saja? Nam-il.
- Nam-il, kau baik-baik saja? - Paman.
Mereka sudah pergi.
- Paman. - Mereka sudah pergi.
Bos, jika kau benar-benar khawatir
haruskah kubawa orang hebat untuk melumpuhkan mereka?
Orang-orang hebat?
Lagi pula, Gang Beom-ryong tak bertaring lagi
bagaimana jika kita menyingkirkannya diam-diam?
SATU PESAN BELUM DIBACA
KIM BANG-GON AKU BARU TIBA DI KASINO PIMPINAN DO
Lupakan saja. Untuk sementara, kita harus lebih berhati-hati.
- Katanya dia di kasino Pimpinan Do. - Pimpinan Do?
Bukankah dia sedang dalam perjalanan bisnis di Amerika?
Entahlah. Apa yang direncanakan si licik itu dengan datang kemari?
Kita harus mengawasi Pimpinan Do. Kau mengerti?
Mengerti, Bos.
Si berengsek Gang Beom-ryong itu, keberuntungannya bagus sekali.
Sudah kubilang, kalau lelah, masuk dan istirahatlah lebih dahulu.
Tidak apa-apa. Kau juga pasti lelah.
Lelah?
Apa aku orang yang akan goyah hanya karena beberapa pukulan lemah?
Aku tak bisa tidur semalam, jadi kondisiku kurang baik. Itu saja.
Kalau tak terpaku, aku pasti menghabisi para bajingan itu. Sial.
Aku minta maaf, Bos.
Tidak biasanya kau minta maaf.
Karena mengikuti Jeong Ho-myeong
aku malah melibatkan Yoo In-gu.
Mulai sekarang, aku akan berhenti mengejar Jeong Ho-myeong
dan membalaskan dendam Pimpinan.
Aku akan hentikan semuanya.
Apa?
- Kenapa? - Orang yang menghancurkan Capital
ternyata bukan Jeong Ho-myeong.
Astaga, sungguh. Karena kesalahpahaman bodohku
aku jadi ketahuan oleh Yoo In-gu.
Namun, memang benar
bahwa melupakan semua masa lalu adalah jalan yang terbaik.
Kau benar-benar akan melupakan semua dan melanjutkan hidup?
Benar. Sesuai ucapanmu, untuk ke depannya
aku akan hidup biasa sebagai pegawai toserba.
Aku akan coba hidup seperti itu.
Astaga.
Baiklah, semoga waktumu menyenangkan.
Jangan pergi. Hei, kau mau ke mana?
Gong-bok.
Apa...
- Apa toserbanya dirampok? - Apa?
- Tidak. Wajahmu! - Bukan.
Ini? Ini bukan apa-apa.
Apa para gangster yang melakukan ini?
Gangster?
- Bukan. - Aku melihat ada gangster di kasino.
Kau ada masalah dengan mereka, bukan?
- Akan kuhajar mereka! - Tidak, bukan begitu. Maaf.
Bukan gangster. Para pembuat onar yang mabuk yang melakukannya
tapi aku sudah menasihati mereka dengan baik
jadi kau tak perlu melaporkannya.
- Bagaimanapun... - Hampir lupa.
Kau datang untuk membeli nasi kotak, bukan?
Apa masih ada yang utuh?
Lukanya bisa terinfeksi jika tak ditangani dengan benar.
Walaupun tak melaporkannya, kau tetap harus mengobatinya.
Mengobatinya.
Pokoknya
entah itu pemabuk atau preman, orang yang mengandalkan kekuatan
dan menyakiti orang lain harus diberantas.
Jika hal seperti ini terjadi lagi, kau harus langsung melaporkannya.
- Baik. - Lalu...
Jika kau merasa tak enak untuk melaporkannya
No comments yet. Be the first to leave one.