ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DRAMA INI HANYA FIKSI
AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI
Aku baru rilis album debut di usia 30-an.
Sudah terlambat,
bukan?
ALBUM PERDANA BAND GA-EUL
Yang kupikirkan cuma satu.
Aku ingin melamarmu lebih dulu
dengan penuh percaya diri.
Aku akan dikontrak label rekaman
dan aku bisa membeli rumah dengan halaman impianmu.
- Jadi, kita harus… - Ga-eul.
Apa kau benar-benar ingin menikah?
Aku tak mau kehilanganmu.
Setelah kita menikah?
Terus, apa?
Kau mau memaksakan diri hidup sesuai masa depan yang kumau?
Memendam semua keinginanmu?
Aku mau.
Kalau kau mau, aku akan sering merilis album,
dan takkan ke mana-mana.
Dasar bodoh.
Itu bukan sosok yang kucintai dulu.
Aku tak mau kau
berubah karena aku.
Aku terdengar sangat egois.
Aku yang membangun semua harapan itu, tapi kini aku pula yang menarik diri.
Aku…
Sudah terlambat, ya?
Kau tahu sifatku.
Bagiku, merilis album debut
di atas usia 30 itu sudah terlambat.
Tapi kau bukan pria 30-an biasa.
Kau belajar bermain alat musik,
terus menulis lirik,
dan sering kerja serabutan
dengan alasan bepergian.
Kau tahu soal itu?
Kau benar.
Album ini harus dirilis sekarang,
bukan dulu.
Jadi, begini saja?
Ini akhir kisah kita?
Ya.
Ji-yoon.
Kau keren hari ini.
Seperti sosok yang pertama kali membuatku jatuh cinta.
Ga-eul,
jangan pernah berhenti
menjadi dirimu sendiri.
Jangan paksa dirimu mengikuti jalan hidupku.
Aku pun bakal begitu.
Terima kasih…
Aku bisa melihatmu bersinar…
Untuk terakhir kalinya.
Ujung-ujungnya, aku tak sanggup membuka albumnya.
Membukanya seolah melepaskan kembali perasaanku
yang susah payah kutepis.
EPISODE 4 KEMARIN PUTUS, TETAP MASUK KERJA!
Seberapa lama kau menangis?
Sampai semua penyesalanku habis.
Kalian pacaran saja lagi.
Akhirnya dia sukses. Sayang sekali.
Terus, kami akan putus lagi,
dan mataku sembap seperti ini lagi.
Jadi tokoh yang perlu diselamatkan di kisah sendiri,
yang dianggap orang biasa saja. Itu baru hubungan sejati.
Halo, Nn. Cha!
Aku Shin Na-ri dari Pemasaran.
Hai, Na-ri!
- Kami seangkatan. - Aku tahu.
Ada perlu apa?
Kudengar kau bisa membantu acara kami akhir pekan ini.
Apa?
Kalau begitu, kau pasti kosong akhir pekan ini.
Dia lembur nonstop. Masih mau ganggu akhir pekannya juga?
Tak apa. Aku mau, kok.
Baiklah.
Kami berkolaborasi dengan merek highball untuk mempromosikan es batu bulat.
Apa? Stadion bisbol?
Pertandingan kandang SAEUM akhir pekan ini.
Semua 20.000 kursi sudah ludes terjual.
Ini momen yang pas untuk buat gebrakan, 'kan?
Luar biasa.
Na-ri hebat, lo.
Sebenarnya, Pak Kang sendiri yang mengusulkan rencana ini.
Sudah kuduga. Dia memang selalu teliti.
Omong-omong,
apa dia penyebab matamu
tampak sembap begitu?
Gosipnya gila-gilaan.
Bukan gosip, memang fakta.
Dia juga sangat ketus.
Serius?
Dia tak banyak omong,
tak selalu ketus, kok.
Dia justru lumayan perhatian.
Ji-yoon,
kau membela Pak Kang sekarang?
Bukan membelanya, aku hanya…
Apa kalian berdua…
Apa kalian menjalin hubungan?
"Hubungan"? Enak saja!
Semua orang tahu mulutnya bisa sangat menyebalkan.
Begitu menemukan satu kekurangan, habis sudah.
Isinya cuma kritik pedas dan komentar tajam!
Kita harus kembali bekerja.
Nanti kuhubungi lagi.
Pak Kang.
Tadi kau dengar, ya?
Dengar apa?
Tadi aku bilang…
Aku menyebalkan?
Maafkan aku.
Kalau kau yang bilang,
pasti benar.
Kalau kau yang bilang, pasti benar.
Kalau kau yang bilang, pasti benar.
Kalau kau yang bilang.
Bagaimana persiapan presentasi produk baru?
Jangan-jangan kau juga yang mau presentasi
setelah merampas hasil kerja orang lain.
Tidak, kok.
Setidaknya kau tahu diri.
Nn. Cha,
siapkan draf presentasinya.
Aku harus revisi beberapa kali, jadi tolong secepatnya.
Presentasinya
akan dibawakan oleh Nn. Cha.
Aku?
Ya.
Cuma kau yang terlibat dalam proyek ini
dari perencanaan awal hingga pengembangan.
Yang benar saja.
Itu keterlaluan.
Mana mungkin Staf Senior biasa melakukan presentasi produk baru?
Nn. Cha, beri tahu dia.
Menurutmu ini wajar?
Kalau Pak Kang yang bilang,
pasti wajar.
Apa?
Dia mampu menanganinya.
Dia cuma perlu kembali meyakinkanku dan Tim Pengembangan.
Kau pikir naik ke panggung sebesar itu
perkara mudah?
Jangan sampai angan-anganmu merusak semuanya!
Baiklah.
Aku bersedia.
Apa? Nn. Cha!
Baiklah.
Aku akan membantumu.
Baik, Pak Kang.
Serius?
Aku? Presentasi produk baru?
Presentasi produk baru?
Kenapa aku tak diam saja? Kenapa cari masalah terus? Kenapa?
Atau ini justru bagus?
Aku jadi bisa menyibukkan diri dalam pekerjaan.
Hei, Pekerjaan.
Terima kasih banyak
sudah ubah kesedihanku dengan rasa sakit.
TERIMA KASIH SUDAH UBAH KESEDIHANKU DENGAN RASA SAKIT!
Kehidupan model No-ah.
DELF A2, tunggu aku!
Bisa tulis nomormu di sini?
Aku punya pacar.
Masa?
Apa?
Aku mengumpulkan nomor mahasiswa.
Aku asdos di kelas ini.
Maaf. Aku benar-benar salah paham.
Sebentar.
Ini.
YOON NO-AH 010-0705-8005
"Yoon No-ah".
- Aku akan menghubungi nomor ini. - Baik.
Kembalikan topiku saat kita ketemu lagi.
Apa?
Topi itu sangat penting bagiku.
Hapus air matamu.
Tidak.
Kenapa? Paman tinggi.
Tapi tak setinggi pohon.
Pakai ini saja.
Tak mungkin.
Terus, aku harus bagaimana?
Aku tak bisa kehilangan bola itu.
Pegang itu erat-erat.
Terima kasih, Paman.
Bukan Paman. Kau sendiri yang ambil.
Baiklah.
Ini.
Itu hadiah untuk Paman?
Ayo!
Kau tak suka cokelat?
Aku suka, kok.
Terus, kenapa kau cemberut?
Jika memang berniat membantu,
kenapa awalnya kau menolak?
Kau sudah lihat aku tak bisa ambil sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.