ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
MY ROYAL NEMESIS
Mari bekerja sama, Nona Shin Seo-ri.
Kesepakatan disahkan.
Sial.
Pak.
Apa yang terjadi di sini?
Artinya aku membeli perusahaanmu dengan uang sakuku.
Pak Son, waktunya tepat.
Kau bereskan ini.
Aku memberi tawaran yang tak bisa mereka tolak.
- Pak, jangan bilang… - Ya, itu benar.
Tepat seperti yang kau pikirkan.
Pak Son, kau urus mereka.
Mari ikuti aku.
Nona Shin, ke sini.
Ke mana?
Ke sini.
Ke arahku.
Kenapa dia terus tersenyum?
Pria tak boleh sembrono.
DILAHIRKAN DARI ALAM, DISEMPURNAKAN OLEH BIOJEI
EPISODE 4 MELAMPAUI PEMAHAMAN
Aku tak tahan melihat wajah merahmu.
Lakukan sesuatu.
Apa? Tidak. Bukan untuk diminum.
Cha Se-gye, jangan bertele-tele.
Apa tipuanmu?
Apa lagi sekarang? Kenapa denganmu?
Melihat situasi ini, kontrak bisnis ini sepertinya
tidak sederhana.
Aku tidak bodoh.
Kau tak bodoh, tetapi tak punya malu.
Harusnya kau berlutut dan berterima kasih.
Tak seharusnya bicara kepadaku seperti ini.
Menunduk padamu? Tidak masuk akal.
Aku tak pernah menunduk pada siapa pun seumur hidup.
Pantas kau tetap jadi aktris tak terkenal.
Kukatakan ini sekali, dengarlah.
Hukum pertama investasi.
Beli saat takut, jual saat ramai.
Aku membeli saat kau di bawah, hampir hilang,
agar bisa menjualmu saat di puncak.
Menjualku? Kau memperdagangkan aku?
Bukan perdagangan. Investasi.
Investasi, katamu?
Dengan kata lain, kau bertaruh besar akan potensiku.
Itu maksudmu?
Kurang lebih.
Harusnya bilang saja begitu.
Kenapa berputar-putar?
Akhirnya aku paham kenapa kau keras kepala.
Kau menutup matahari. Pantas kau sinis dan menyimpang.
Lihat pemandangan luas itu. Bukankah menyegarkan?
Apa yang kau lakukan? Bisa ada yang lihat.
"Langit luas, bumi berharga."
Jiwamu dingin karena kau berbalik dari cahaya.
Ada yang tak punya jendela dan menatap dinding seharian.
Kau tidak bersyukur.
Kau tak punya jendela?
Punya, tetapi jendela cuma nama. Itu masalahnya.
Cukup soal jendela. Kita selesai.
Bukankah seharusnya kau pergi?
Aku memang akan pergi.
Pria itu kadang hangat, kadang dingin.
Dia memintaku ikut,
lalu mengusirku saat dia selesai.
Tidak.
Kenapa ini bengkak sekali?
Aku tak tahan melihat wajah merahmu. Lakukan sesuatu.
Dia tak memberi ini untuk diminum.
Ini untuk mengusap wajahku.
Cha Se-gye. Kelembutan yang tak berguna.
Kenapa kulakukan itu?
Kenapa aku ceroboh dan bertindak tanpa rencana?
Apa mimpi aneh itu merusak otakku?
Orang seteliti dirimu memang tidak akan keluar jalur.
Kecuali kau sedang jatuh cinta.
Aku? Dengan wanita gila itu?
Hanya jika aku mati dan terkubur debu.
- Matamu terkena debu? - Sial.
Mau kuambilkan tetes mata?
Apa? Kapan kau masuk?
Aku di sini sejak Nona Shin pergi.
Kau pembunuh bayaran atau apa? Aku bahkan tak mendengar napasmu.
Katamu napasku mengganggumu,
jadi aku berlatih napas tanpa gravitasi.
Jadi?
Kau dengar apa?
"Apa otakku rusak?"
"Dengan wanita gila itu?"
"Hanya jika aku mati…."
Cukup.
Situasi ini bisa mudah disalahartikan.
Kau harus memahami konteks.
Aku tak membiarkan
belas kasihan atau iba menggoyahkanku.
Aku tak manusiawi soal bisnis.
Ya, aku sudah paham itu.
Setelah tabrakan tahun lalu,
aku tetap lembur dengan gips di kakiku.
Wah.
Orang dengan kemanusiaan tak melakukan itu.
- Aku paham saat itu. - Baik, pergilah.
Hanya tamparan di wajah,
lalu tingkahku seperti kesepian di tengah hujan.
Bodoh sekali.
Pergilah.
Pergi.
Pergilah.
Pergi ke pemilikmu.
Pergi.
Tampaknya kau tak punya rumah.
Aku juga.
Mengikutiku tak ada gunanya.
Hei, Anjing.
Berhenti mengikutiku.
Kau tak diterima.
Astaga.
Pergi!
Itu bukan untuk ditangkap.
Kenapa menempel terus?
ASRAMA DAEBAK
Angin keberuntungan tidak ada dalam takdirku.
Aku mungkin berbakat dan berpenampilan mencolok,
tetapi angin terlalu pilih kasih.
Ya, angin yang berembus tanpa usaha
akan terpental kembali.
Dia menyebutnya "investasi",
tetapi pria keras kepala itu pasti ingin sesuatu dariku.
Jika tidak, kenapa mudah tertipu?
Astaga, kau kebanyakan menonton drama.
Jika kau manfaatkan semangat itu, kau akan dapat kerja.
Kenapa kau mengomeliku? Ibuku saja tidak begitu.
Pencari kerja juga perlu bernapas.
Aku tak pernah melihatmu belajar.
Kau penggemar Yoon Ji-hyo?
Kau penggemar Yoon Ji-hyo juga?
Penggemar?
Diam-diam mendukung itu penggemar.
Mendoakan mereka, mengkhawatirkan mereka, dan mengirim hadiah.
Tentu. Dia pasti penggemarku.
Jadi, daging adalah hadiah penghormatan.
Pria Baik.
Apa penggemar-penggemar ini
seperti malaikat penjaga?
Selalu mengkhawatirkan hal sepele,
mendoakan, dan membelamu?
Malaikat penjaga?
Pada dasarnya begitu.
Kalau begitu, harus bagaimana dengan penggemar ini?
Untuk apa? Keberadaanmu saja sudah hadiah bagi mereka.
Mereka berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan?
Bukan begitu. Sekarang ini,
para bintang juga memberi.
Sebutannya "hadiah balasan".
- Hadiah… - Hadiah balasan.
Hadiah balasan.
Memang, bahkan Nona Ji-hyo
membelikan penggemar barang mewah
dan menulis surat dengan tangan.
Barang mewah?
Surat tulisan tangan…
Jadi, "hadiah balasan" ini.
Mencakup apa lagi?
Menggunakan peluncuran Dynaestie sebagai batu loncatan,
Biojei mengakuisisi agensi bakat Shin Seo-ri.
Jajak pendapat anonim tentang citra Nona Shin Seo-ri
menunjukkan respons positif.
Jadi, tak ada penolakan besar,
tetapi perlu pendanaan.
Masalah Kaiserman juga belum terselesaikan.
Jangan khawatir. Aku akan mencari cara menanganinya.
Kenapa kemari? Kau tak pernah ke tempat memancingku.
Itu agak kasar kepada cucu laki-laki satu-satunya.
Datang ke sini sendiri, tanpa bilang,
artinya ada maksud tersembunyi. Benar?
Baiklah, aku jujur saja, Kakek.
Aku butuh pinjaman dengan jaminan dana perwalian.
Mudah sekali minta uang, seolah kau pemberi utang?
Kau pikir uang itu mudah?
Jika mudah, aku tak akan tampak sekalah ini.
Aku memikirkannya dengan matang.
Ya, Pengacara Choi bilang kau meminjam uang investasi
dari Mun-do.
Kau butuh tunai cepat jika memulai bisnis baru.
Soal menolong, tak ada yang lebih baik dari Bank Kakek.
Tak gratis, Anak Nakal.
Pernahkah melihatku rugi, bahkan dengan keluarga?
Apa mau Kakek kali ini?
Ayo, kubelikan makanan enak.
Kau pikir bisa merayuku dengan makanan?
Lupakan.
Ada tempat yang kumau.
SUP TULANG BABI JINMI JANGSUGOL
Astaga, ramai sekali.
Penuh, Pak Cha. Tunggu di luar.
Tak ada tempat untuk pelanggan 40 tahun?
Aku sudah membeli supmu sejak kau di tempat kumuh.
Tak peduli pelanggan 40 tahun atau CEO.
Ada satu aturan di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.