ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Maksudmu, Grup Babel dan Kejaksaan berkolusi?
- Apa yang mereka perbuat? - Tolong jelaskan.
Silakan tanya melalui surat resmi.
Jika masih ada yang bertanya lagi, aku anggap kalian menyerang dia.
Biarkan kami lewat. Ayo pergi.
Pak Han.
Bos.
Kenapa kau selalu diam saja? Kita bisa singkirkan mereka dengan mudah.
- Aku bukannya diam. - Apa?
Aku tak mengalah selama ini.
Mereka hanya sangat cerdas sampai kita kalah.
Lantas…
bukankah jika begitu mereka harus dibereskan lebih cepat?
Kenapa kita harus hancurkan rekan sehebat mereka?
"Rekan"?
Rekan bertarung yang membuatku semakin kuat.
Aku akan menghancurkan Vincenzo
saat sudah bisa mengalahkannya seutuhnya.
Kita sia-siakan peluang bagus.
EPISODE 9
Perjanjian investasinya hampir saja batal.
Kita berhasil balaskan dendam Bu Oh. Puaslah dengan itu.
Kini kita seri. Itu lumayan.
Tepat sasaran!
Besok aku mau menemui Bu Oh. Mau pergi bersama?
Biar kulihat jadwalku.
Astaga. Satu poin. Kenapa tak bisa dari tadi?
Ada satu hal lagi yang harus kita cari tahu.
Maksudmu, Bos Babel sesungguhnya?
Kupikir dia akan tunjukkan dirinya jika Babel goyah,
tetapi mereka bangkit lagi.
Biasanya penjahat lebih cepat pulih daripada jagoannya.
Dan setelah pulih, mereka menjadi lebih kuat.
Kita harus pakai umpan apa agar bisa menyingkap bos sesungguhnya?
Mereka pasti tinggalkan jejak meski tak terlihat.
Itu kesempatan kita.
Mulai sekarang, ayo kita panggil Bos Babel dengan sebutan "Babo."
Baiklah. Babo.
Jika memang ada, keluarganya harus segera diberi tahu.
Harusnya dia lebih hati-hati karena ada riwayat kanker.
Sayang sekali.
Dia pernah terkena kanker juga sebelum ini?
Ya. Dia pernah terkena kanker paru-paru.
Kapankah itu?
Dia didiagnosis kanker pada bulan Januari 1993.
Waktu itu kanker stadium tiga,
dan dinyatakan sembuh total setelah empat tahun tanpa dioperasi.
Bisa sembuh total tanpa operasi padahal stadium tiga
adalah sebuah keajaiban.
Dia didiagnosis kanker paru-paru pada bulan Januari 1993,
dan menitipkanku di panti asuhan pada bulan Mei 1993.
Apa dia sungguh membuangku karena terkena kanker?
Karena mengira akan mati meninggalkanku?
Tak ada siapa pun hari ini.
Benar.
Mereka mudah menyerah.
Menurutku, sepertinya ada di situ.
Itu tempat paling terbengkalai di gedung kita ini.
Kau benar.
Kau juga mencari emas?
Lalu, kenapa bawa stetoskop?
Agar ada yang aku bawa saja.
Ide bagus, bukan?
Pertama, ayo kita temukan emasnya dahulu.
Mereka sungguh berusaha keras.
Namun, para biksu tetap tak mencari emas.
Penganut Buddha yang taat memang berbeda.
BACA TAROT DAN RAMALAN
Biksu.
Apa kita bisa menemukan emas dengan tongkat itu?
Sama seperti air, emas juga punya kekuatan spiritual.
Jadi, tongkat ini juga bisa merasakan kekuatan emas itu.
Baiklah.
Namun, apa kita boleh mengejar barang duniawi seperti ini?
"Mengejar barang duniawi"?
Kita tak akan mengambil emas itu meski sudah menemukannya.
Bukankah kau tahu itu?
Ya. Kita sudah sepakat menyumbangkannya untuk anak yang terkena penyakit langka.
Kita bukan mengejar barang duniawi,
tetapi berusaha mengamalkan welas asih Buddha.
Baik, Biksu.
Biksu!
Ada apa?
Aku menginjak kartu kematian.
Enyahlah kau, Maguni Barat!
MAGUNI , INKARNASI JAHAT DALAM BUDDHISME
Astaga!
Lagi-lagi!
Pergilah.
Pergi.
Kubilang pergi!
Kumohon.
Kumohon, pergilah.
Pergi kau! Enyahlah!
Kau keras kepala, ya?
Kau suka berada di sini?
Baiklah, aku paham.
Namun, jangan bersuara saat aku tidur. Paham?
Jangan, ya.
Mulai sekarang, namamu…
Inzaghi.
Hei, Inzaghi. Jangan bersuara lagi. Ya?
Selamat datang.
Direktur Gil Jong-moon?
Ya. Dia minta perlindungan Kejaksaan
setelah memutus kontrak dengan kita.
Apa rencananya dengan Kantor Kejaksaan?
Kami belum dapat informasi tentang itu.
Siapa jaksanya?
Jaksa Jung In-kuk dari Kantor Kejaksaan Namdongbu.
- Kau akan dilindungi di sini. - Jung In-kuk?
Namanya terdengar tak asing.
Saat ayahmu masih menjadi direktur, dia jaksa yang mengincar Babel.
Jadi, dia merugikan kita?
Benar. Dia tak menuruti perintah Kepala Jaksa,
Kepala Bagian, atau siapa pun.
Kedua telinganya seperti dari besi. Jadi, dia dipanggil Telinga Besi.
Dia dipindahkan ke Mokpo, tetapi kembali pekan lalu.
Sial.
Ya, aku Jang Joon-woo.
Aku Gil Jong-moon.
Pak Gil.
Ada apa denganmu?
Aku punya permintaan kepadamu.
Katakanlah. Semua akan kukabulkan.
Pertama, jangan bunuh aku.
Kenapa aku harus membunuhmu?
Kau pasti akan coba membunuhku
karena hanya aku yang tahu siapa dirimu.
Baiklah.
Aku hanya perlu janji tak membunuhmu, bukan?
Kirimkan aku 30 juta dollar ke rekening pilihanku.
Aku akan bungkam dan pergi setelah dapat uang itu.
Jika tak kau berikan,
akan kubongkar identitasmu dan perbuatanmu ke ayahmu…
kepada jaksa.
Baiklah, aku paham.
Sebutkan nomor rekening…
Tak perlu. Kirim nomornya melalui pesan.
Perlu beberapa hari untuk mencuci uang dan kirim 30 juta dollar.
- Tiga puluh juta… - Kau tahu, bukan?
Ya, Pak Gil. Aku akan menghubungimu.
Dia minta 30 juta dollar?
Dasar berengsek.
PLAZA GEUMGA
Kau tak mau?
Kenapa makan makanan gosong begitu? Tak bagus untuk kesehatanmu.
Tidak apa.
Ini.
Makanlah yang tak gosong.
Enak, bukan?
Selama bukan bagian yang kosong, sepertinya tak masalah.
Ini berkas yang kucetak.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Ini berkas dari kepolisian tentang Jang Han-seok,
kakak dari Direktur Jang Han-seo.
Nama Amerikanya Henry Jang.
"Babo."
Apa katamu?
Jadi, kakak Jang Han-seo adalah bos sesungguhnya?
Belum tentu.
Kita harus selidiki keluarganya dahulu.
Sejak ke Ameriksa 15 tahun lalu,
dia tak kembali ke Korea?
Dia lulus dari sekolah seni, dan menjadi seniman.
Keberadaannya tak diketahui.
Hidupnya tanpa beban.
Dia pasti tak tertarik pada perusahaan.
Kapan Direktur Jang Guk-han meninggal?
Dua tahun lalu.
Artinya dia juga tak datang ke pemakaman ayahnya.
Harusnya dia datang!
Dasar anak durhaka.
Gawat! Kita tak boleh makan ubi saat mengerjakan kasus penting.
Urusan kita pasti akan terhambat.
Bukankah itu takhayul?
Aku tak pernah makan sup rumput laut sebelum ujian penting.
Berkat itu, aku lulus ujian.
Namun, bukankah Babel dan Wusang
yang urusannya akan terhambat dan gagal?
Aku tak peduli soal mereka.
Namun, ini terasa buruk. Aku tak makan lagi.
Aku mau menjenguk Bu Oh dahulu.
Nanti malam, kita punya janji dengan keluarga korban Babel.
Baik, aku baru ingat. Sampai nanti.
Benar juga.
Tentang Bu Oh…
Aku sudah mencari tahu,
tetapi tak ada keluarga yang bisa dihubungi.
Padahal akan lebih baik jika dia punya anak.
Namun, tidak. Banyak anak tak berbakti tetap tak datang meski tahu.
Sungguh tak ada gunanya memiliki anak, tetapi tak berguna.
Mereka layak dihukum.
Kau tak mau makan?
Bagus! Biar aku makan semuanya.
- Pak Nam. - Ya?
Makanlah tanpa memberantakkan.
Lap mulutmu.
Terima kasih banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.