ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
A.Mussoullini Bandung, 23 September 2018
Astaga!
Aku harus memperbaikinya.
Jangan mengotori lantai.
Aku menemukan beberapa...
...perapian marmer.
Kaca jendela berwarna yang bagus, kau tahu. Bagus sekali.
Astaga, lampu gantung itu... lampu gantung yang indah sekali.
Akhir tahun 20an, awal 30an, kau tahu. Sedikit dekorasi.
Mungkin aku bisa mendapatkannya. Aku berhak atas barang-barang itu.
Oh, astaga, tubuhku sakit.
Berapa?
Tawar saja.
Sebutkan nominalnya, Vince.
Itu sama saja dengan modalku.
Aku harus mencari nafkah.
Barangnya bagus, Vince.
Sebentar.
Biarkan, Sayang, biar aku saja.
400 pound, Vince.
Harga barunya 1.200 pound.
Kita bisa sama-sama dapat untung.
Bu?
Lihat dulu saja barangnya.
Bayari 400 pound saja.
Duduklah, Tom.
Duduklah dan tutup atapnya.
Kau bersenang-senang?/ Ya.
Ini dingin sekali.
Kau mau berhenti? Kau mau aku berhenti?
Kau tidak mau aku berhenti?
Jangan berhenti, terus saja.
Kalian berdua, duduklah!
Oh, sial!
Baiklah, kau harus... kau harus mencoba keluar.
Keluarkan aku!
Bertahanlah.
Tolong aku! Keluarkan aku dari sini!
Bertahanlah, Sayang. Kau baik-baik saja.
Kemarilah.
Masuklah.
Aku akan mengajak anak-anak minum teh.
Baiklah.
Biarkan Ibu istirahat.
Boleh aku di sini saja?/ Ya, ya.
Tidak apa-apa?
Bawakanlah sesuatu untuknya, ya?/ Baik.
Menurutmu bagaimana dia?
Baunya aneh.
Bagaimana keadaanmu?
Rasanya buruk sekali.
Kau ingin dipeluk?
Ya.
Ibu baik-baik saja, kurasa. Mungkin juga sedikit lelah.
Cantik sekali.
Manis sekali... sebentar.
Jangan memakai telepon lama-lama, Jess.
Kau mau roti panggang, Tom?
Roti panggang yang enak.
Dia manis sekali, sungguh.
Bayi mungil yang lucu sekali.
Maksudku, seperti Sammy saat dia masih kecil.
Entahlah. Ibu bilang begitu, tapi... lebih mirip Ibu.
Di dapur.
Ya, aku tahu. Aku sudah tak sabar.
Baiklah, kalau begitu.
Aku juga merindukanmu.
Cobalah.
Baiklah, dah.
Apa Ayah merasa lebih tua atau berbeda memiliki putri baru? Ini sudah cukup lama.
Entahlah, Ayah merasa sedikit... takut, kau tahu.
Turunkan kakimu.
Di saat yang sama, Ayah juga merasa sangat senang.
Kepo!
Apa Ayah merasakan hal yang sama saat kami bayi?
Saat kalian bayi? Um...
Tidak, kau merubah segalanya, kau tahu?
Maksud Ayah, Ayah menjadi pria seutuhnya.
Kalau dia... dia dulu seperti tang.
Dia memiliki kepala yang panjang. Wajahnya seperti pantat.
Dari dulu Ayah tahu kalau dia adalah masalah.
Dengan adanya kami, apakah lebih sulit jika seandainya salah seorang dari kalian ingin pergi?
Siapa? Ayah atau Ibu?
Siapa saja.
Kau mau jawaban yang jujur?
Ya.
Itu tergantung seberapa egoisnya dirimu.
Kau takkan sanggup hidup tanpa kami, Yah.
Oh, rupanya dia sudah bangun.
Saat Ayah masih kecil,...
...Ayah duduk di atas sebuah tembok menunggu Kakek.
Ayah melihat sebuah mobil melaju ke arah Ayah,...
...lalu mobil itu mengelak, dan saat mengelak, mobil itu keluar jalur.
Pintu bagasinya terbuka dan ban cadangan terlempar keluar.
Lalu mobil itu menabrak tembok. Saat menabrak tembok,...
...pintu penumpang terbuka.
Seorang wanita terlempar keluar.
Tangannya ada di belakang punggungnya, terjebak di mantelnya, saat dia terlempar itu.
Lalu dia menghantam tanah.
Kejadian ini seperti terjadi dalam gerak lambat...
Bisa tolong tunggu sebentar?
Saat dia menghantam tanah, mobilnya juga menghantam tanah...
...dan berguling sehingga menimpa wanita itu.
Lelaki yang mengemudikan mobil itu menjerit.
Ayah ingin menolong, tapi umur Ayah saat itu hanya 7 tahun.
Ayah duduk di sana, terguncang.
Lalu lelaki itu berjalan memutar dan berhasil mengangkat mobil yang menindih si wanita.
Kekuatannya... Itu luar biasa, bukan?
Halo?
Halo, Vince.
Tidak, aku hanya sedang membuatkan teh untuk anak-anak.
Ayam.
Ya, aku punya pai ayam yang enak.
Kau takkan kelaparan jika tinggal di desa.
Mereka sudah sampai!
Jessie, bantu Ibu./ Baik.
Sudah cukup hangat?
Ya, terima kasih, Sayang.
Ah, dia mudah sekali tertidur, bayi mungil.
Dia banyak mengingatkan Ibu padamu.
Oh, Bu.
Dia cantik sekali.
Kenapa kepalanya benyot begitu?
Bayi baru lahir memang begitu.
Memang selalu begitu?/ Ya.
Halo, Tom.
Hai, Lucy.
Kalian terlihat seperti lukisan.
Hai, Lucy.
Jangan merokok di sekitar bayi.
Terima kasih banyak, Lucy.
Maaf.
Ah, bukankah dia mirip denganmu?
Kupikir kau pergi ke luar negeri.
Lucy, kau basah kuyup, lepas jaketmu.
Gendong dia, Sayang.
Rusak total.
Kau mengasuransikannya!
Kalau begitu, bisakah aku bicara dengan manajernya?
Dia tak ada di tempat?
Aku tidak mau menunggu 6 bulan untuk mendapat ganti rugi.
Aku mengeringkan diri dulu.
Di premi asuransiku tertulis mobil sewaan.
Kau juga, Tom.
Kau membuatku tak bisa berangkat kerja.
Tidak, kau yang dengar.
Kau membuatku tak bisa berangkat kerja.
Ada yang sedang berpikiran kotor.
Rambutmu masih basah.
Kau harus mengangkatnya.
Biarkan saja.
Kau harus mengangkatnya,...
...itu akan membangunkan bayi kita, satu jam lagi aku harus bangun.
Kumohon, Sayang.
Katakan pada mereka untuk menelepon lagi besok.
Awas.
Baiklah.
Tom.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Tak bisakah kau mengangkatnya?
Orang itu tak tahu diri.
Aku membiarkan gagang teleponnya.
Tidurlah.
Telepon dari siapa?
Kau harus membeli korset.
Aku harus memakai korset.
Aku merindukanmu.
Ya, aku juga.
Aku sangat merindukanmu. Kau enak untuk dipeluk.
Ini tak begitu buruk.
Apa?
Devon.
Mereka lupa bagaimana caranya bicara bahasa Inggris saat para pelancong pergi.
Semuanya akan lebih baik setelah paskah, setelah kau mulai masuk sekolah baru.
Mungkin kali ini kau akan menyukainya.
Aku merindukan teman-temanku.
Kau akan berjumpa lagi dengan mereka. Kau akan mendapat teman-teman baru.
Orang-orang di sini memiliki jidat yang lebar...
...dan jari-jari yang tumbuh dari pundak mereka.
Itu adalah perkataan yang gila.
Ini dunia yang gila.
Tidak, dia hanya serakah.
Tidak, aku tidak...
Aku takkan mengambil resiko jauh-jauh datang ke London, Francesca.
Kau tahu apa yang terjadi, aku akan ke sana...
...dan dia akan menawariku... Ya, pasti.
Bagaimana dia, Jess?/ Tidak rewel.
Tidak. Sekarang aku mengerti perasaan pelanggan lain.
Berikan teleponnya padanya, aku ingin bicara dengannya.
Kalau begitu, panggil dia.
Airnya habis. Sulit dipercaya.
Kenapa dia tak bisa mengangkat telepon?
Aku harus menjualnya. Ini kulakukan demi kesehatanku.
Kenapa aku harus pergi ke London jika aku bisa menjualnya di sini?
Itu tak masuk akal.
Tidak, berikan teleponnya padanya.
Dia pasti sedang menghitung uangnya, benar 'kan?
Akan kutunggu.
Berikan teleponnya padanya.
No comments yet. Be the first to leave one.