ആദ്യത്തെ 186 വരികൾ.
Yang samar-samar kuingat,
sepertinya saat itu aku mengamuk.
Mungkin seperti kepribadian lain yang bukan diriku.
Karena itu, kalau saatnya tiba...
Bukan masalah.
Serahkan saja padaku.
Saat itu tiba, aku berjanji
akan menyegel kalian dengan kekuatanku.
Tidak lama kemudian, sosok itu menghilang dari panggung sejarah.
Sejak itu, sudah ratusan tahun
sejak Raja Iblis Luminus menyegel dan menyembunyikannya.
Caranya bertarung waktu itu
pantas disebut sebagai senjata pemungkas ultima,
sosok yang benar-benar tidak tertandingi.
Harta karun Raja Iblis Luminus.
Kalau memang disembunyikan, kemungkinan besar...
Masuk.
Saya sudah datang, Nona Luminus.
Hinata, bagaimana keadaan Tempest?
Maksudnya tentang apa?
Ruberios dan negara itu menandatangani perjanjian non-agresi,
bahkan menjanjikan pertukaran budaya.
Tetapi...
Kelihatannya belum terjadi pertukaran apa-apa.
Ya...
Onsen di sana nyaman sekali.
Sukiyaki... Tempura...
Penampilan orkestra pada Festival Pendirian juga luar biasa.
Jadi, kamu paham maksudku, kan?
Terkait para iblis yang dibawa Diablo,
kuserahkan pada ketiga gadis kenalan lamanya untuk menggordinasi mereka.
Testarossa.
Ultima.
Carrera.
Karena kalian akan bekerja di negeri ini,
aku akan memberi kalian masing-masing jabatan.
Testarossa, kamu akan bergabung di Dewan sebagai pejabat diplomatik militer,
dan mengoordinasi Negara-Negara Barat.
Saya terima dengan hormat.
Mungkin akan ada hal yang membuat kesal di Dewan,
tapi jangan lupa kamu membawa nama negara ini.
Serahkan saja pada saya.
Sekalipun terjadi sesuatu,
saya tidak akan meninggalkan bukti bahwa sayalah pelakunya.
Ultima, kamu akan jadi Jaksa Agung di Kejaksaan yang menyelidiki kejahatan di dalam negeri.
Kamu akan bekerja sama dengan keamanan, jadi mohon bantuannya.
Aku cuma perlu cari kejahatan yang lebih besar dariku?
Sepertinya seru juga!
Maksudku bukan begitu, sih.
Carrera, kamu jadi Ketua Mahkamah Agung di lembaga yudikatif.
Patuhi hukum, dan adili semua perkara dengan adil.
Keputusanku selalu adil.
Aku akan berusaha sekuat tenaga memenuhi harapan Tuanku.
Mungkin saja kamu kena dendam dari pihak yang kamu adili,
atau ada yang coba menyuap...
Siapa pun yang mencobanya, akan kuberikan hukuman mati lewat keadilanku!
Kemampuan mereka memang terbukti, tapi apa akan baik-baik saja?
Intip.
Mereka pasti akan memenuhi harapan Anda.
Lah, kamu sendiri cuma mau kabur dari tanggung jawab, kan?
Kalau mereka sampai mengacau, aku lempar saja pada Diablo.
Oke, mohon bantuan kalian, ya!
Serahkan pada kami.
Masalah yang membuatku pusing beberapa bulan terakhir akhirnya selesai
dan Tempest bisa melangkah sebagai negara hukum.
Masih banyak yang harus dikerjakan,
tapi untuk sementara hari-hariku bisa lebih tenang.
Panas!
Aku juga tidak boleh sampai tertangkap.
Bagaimana, Bu Tiss?
Tentang gedung sekolah yang baru ini.
Para guru dan semuanya terlihat senang.
Selain itu, para murid juga terlihat semangat belajar.
Bagi orang dewasa, hal ini berhubungan langsung dengan pekerjaan.
Kami masih kekurangan guru,
tapi masih bisa diatasi berkat bantuan para pedagang
dan Crusaders.
Buruan!
Aku tangkap, nih!
Wah, tunggu, dong!
Bagaimana dengan anak-anak?
Mereka belajar bersama dengan akrab.
Meski masih nakal seperti biasanya.
Tuan Rimuru!
Lama tidak berjumpa!
Ah!
Jangan-jangan, kamu Kumara, ya?
Benar!
Ternyata bisa berubah wujud jadi manusia!
Betul!
Jadi, kami juga mau ikut bersekolah!
Begitu, ya!
- Semangat! - Pak Guru!
Chloe, ya?
Hebat juga kamu bisa tidak terdeteksi olehku!
Apa sekolahnya menyenangkan?
Iya!
Eh?
Pak Rimuru!
Ternyata Pak Guru sedang berkunjung!
Aku juga mau diperhatikan seperti Kumara dan Chloe!
Bilang, dong, kalau mau berkunjung!
Dengar, tuh!
- Ah, maaf, maaf! - Pak Guru juga sibuk, tahu.
Itu tidak bisa jadi alasan!
Raja Iblis Leon Cromwell,
kami datang untuk memohon penghentian sementara
transaksi "barang rahasia khusus".
Apa?
Se-Seperti yang Anda ketahui, Raja Iblis Rimuru sedang naik daun di Negara-Negara Barat.
Beliau menolak dan melarang keras pemanggilan orang dari dunia lain.
Karena itu, kami jadi kesulitan mendapatkan
pasokan anak-anak "calon pahlawan gagal".
Rimuru, ya?
Soal itu memang tidak bisa dihindari.
Tapi, bukannya masih ada wilayah Timur?
Soal itu, biar saya jelaskan.
Sebenarnya, wilayah Timur juga mulai mencurigakan.
Sepertinya mereka diam-diam bersiap perang,
jadi sulit mengamankan orang untuk ritual pemanggilan.
Tapi bukan berarti transaksi berhenti.
Kalau ritualnya bisa dilaksanakan lagi, saya akan kabari.
Kenapa kamu tidak jujur saja sekalian?
Gawat, apa aku salah bicara?
Ceritakan semua yang kamu sembunyikan.
Anda memang tajam, Raja Iblis Leon.
Sebenarnya, masih ada anak-anak yang dulu dilindungi Shizue Izawa.
Shizu...
Hanya saja, soal lokasinya ini yang jadi masalah...
Tempest, ya?
Tebakan Anda tepat sekali.
Jadi, kami tidak bisa berbua-
Anak-anak itu...
Ya?
Siapa nama mereka?
Ken Mizaru, Ryozeki, Gale Gibus, Alison, dan Kurobe Hoeru.
Benar, itulah nama-namanya!
Yah, sepertinya Anda tidak akan tertarik dengan nama produk yang tidak bisa didapat.
Apa nama itu sudah benar?
Eh?
Bukan Chloe, tapi benar Kurobe, kan?
Kenapa dia terlihat begitu tertarik?
Mohon maaf, semuanya kurang akurat.
Begitu rupanya.
Ka-Kalau begitu, Raja Iblis Leon, kami izin undur diri.
Bagaimana kalau kami lenyapkan mereka?
Biarkan saja, daripada itu, perang yang jadi masalah.
Kalau banyak orang yang mati,
itu bisa memanggil iblis yang merepotkan.
Jaune saja sudah sangat merepotkan kita.
Jadi, soal Tempest...
Baik, Blue Knight yang akan menyelidikinya.
Kuserahkan padamu.
Sebenarnya kamu ada di mana?
Chloe.
Sudah cukup!
Kenapa? Bawel, ah!
Eh, para cowok! Bantu piket di kelas, dong!
Hah? Kenapa kami harus melakukan hal merepotkan itu?
Ken, jangan membuat Alice marah.
Berisik!
Hari ini aku akan mengalahkan Alice dan menjadi bos baru!
Berani juga kamu, akan kutunjukkan kengerianku!
Dasar Kenya, sejak kapan dia jadi ketua geng di kelas?
Lalu Alice yang jadi ketua kelasnya, ya?
Menurutmu, siapa yang akan menang hari ini?
Tentu saja maharani kita, Alice.
Soalnya Kenya naksir sama Alice.
Mana mungkin menang.
Eh? Masa, sih?
Gale! Jangan bicara seenaknya!
Benar itu, masa Kenya naksir sama aku? Kalian sudah gila, ya?
- Hah? Apa-apaan kamu? - Percintaan masih terlalu cepat buat mereka.
- Siapa juga yang naksir? - Daripada itu...
Anak-anak, sudah waktunya...
Mereka tidak boleh merepotkan guru.
Nah, sudah cukup!
Terima kasih, Pak Rimuru.
Bu Tiss juga, terima kasih sudah mengajar dengan baik.
Oh, Yang Mulia Rimuru ada di sini.
Oh, Fritz dan Bacchus.
Terima kasih telah membantu di sini.
Tidak perlu berterima kasih.
Dibandingkan latihan Crusaders, misi ini seperti di surga dunia.
Bahkan kami sampai rebutan.
Sudah dapat makan, dihormati anak-anak pula.
No comments yet. Be the first to leave one.