ആദ്യത്തെ 194 വരികൾ.
Kau adalah pengantinku.
Seluruh hidupmu menjadi milikku.
Reiya.
Aku bisa merasakan kesungguhan hatinya yang begitu kuat.
Seolah ingin merebut dan memiliki seluruh diriku.
Sepasang mata merah menyala yang menderu nafsu itu
menatapku lekat-lekat tanpa henti.
Aku paham kita baru saja kenal dan kau tidak mungkin percaya padaku sepenuhnya.
Namun, aku juga tidak berniat membiarkanmu pergi.
Tidak apa-apa meski kau ada keraguan,
tetaplah berada di sisiku.
Namun, kalau kau juga seperti Yamato,
yang berubah pikiran semaunya…
Sudah kubilang, itu tidak akan pernah terjadi.
Aku berbeda dari kedua orang tuamu dan pria itu, aku tidak akan semudah itu meninggalkanmu.
Sekadar tahu kau pernah dimiliki pria lain saja sudah membuatku gusar,
apalagi saat kau membandingkanku dengan sampah seperti itu, sungguh makin menyebalkan.
Bukannya marah, ini lebih mirip sedang merajuk.
Kalau hatimu merasa gelisah,
katakan saja secara langsung seperti ini.
Tidak peduli berapa kali pun, aku akan menghapus semua kegelisahanmu,
sampai kau bersedia memercayaiku sepenuh hati.
Reiya.
Kalau kau ingin bekerja paruh waktu,
datanglah untuk membantu pekerjaanku.
Pekerjaanmu?
Ya.
Anggap saja ini untuk membayar uang sekolahmu,
dengan begitu hatimu akan terasa jauh lebih tenang.
Dia berkata begitu demi mempertimbangkan perasaanku.
Terima kasih, Reiya.
Suatu hari nanti,
mungkinkah aku juga bisa memercayainya tanpa syarat?
Hanya dikelilingi oleh cinta dari pria di hadapanku ini,
lalu memercayai cinta itu tanpa sedikit pun keraguan.
Andai hari seperti itu benar-benar datang.
(Episode 5: Sainganku adalah Sekretaris yang Berbakat)
Nona Yuzu, hati-hati di jalan.
Baik.
Yuzu.
Reiya.
Aku akan menjemputmu setelah pulang sekolah.
Apa aku harus naik mobil juga hanya untuk pergi ke sekolah?
Tentu saja.
Tuan Reiya, sudah waktunya berangkat.
Nona Pengantin juga.
Ba-Baiklah.
Apa Tuan Takamichi tidak menyukaiku?
Meski belum terbiasa diantar jemput,
Nyankichi pernah mengingatkanku
bahwa sebagai pengantin aku bisa saja menemui bahaya.
Lalu itu keren sekali.
Itu Yuzu.
Yuzu.
Sudah beberapa hari tidak masuk kelas,
padahal tidak ada yang berubah sedikit pun,
tetapi entah kenapa rasanya sungguh rindu.
Ada sedikit masalah di rumah.
Begitu, ya.
Hanya aku yang mengalami begitu banyak kejadian.
Pagi.
Selamat pagi, Toko, Nyankichi.
Teman-teman sekelas sangat segan dan hormat pada mereka berdua.
Namun, itu sama sekali bukan karena niat buruk.
Nyankichi, si ayakashi berparas tampan,
dan Toko yang sangat disayanginya
adalah sosok yang dikagumi semua orang.
Karena itulah tidak ada yang berani menyapa mereka sembarangan.
Kau bisa datang ke sekolah,
berarti kalian sudah berdiskusi dan sepakat, 'kan?
Pada akhirnya aku dipastikan bekerja paruh waktu di bawah bimbingan Reiya.
Waktu itu yang menghubungi toko dan bilang aku mengundurkan diri juga Reiya.
Bagaimanapun, sifat posesif ayakashi itu sangat kuat, 'kan?
Aku sudah sangat bersyukur masih bisa lanjut bekerja paruh waktu.
Namun, tidak kusangka Tuan Reiya izinkan pengantinnya bekerja paruh waktu.
Pasti karena dia ingin terus bersama Yuzu.
Aku ingin tanya,
kalian tadi sepertinya menyinggung soal pengantin.
Ah, sebenarnya…
Yuzu terpilih jadi pengantin kaum Oni.
Toko, kenapa kau harus mengatakannya?
Memangnya tidak boleh?
Yuzu, serius? Yang benar saja?
Apa benar? Apa lagi itu kaum Oni.
-Orangnya tampan tidak? Tampan, tidak? -Hebat sekali! Bagus!
Bagaimana, Yuzu?
Apa ada fotonya?
A-Aku aku tidak punya.
Aku justru punya.
Siapa pria super tampan ini?
Apa dia sungguh ada?
Luar biasa sekali.
Bagaimana kau bisa jadi pengantinnya?
Tunggu, kenapa kau punya foto seperti itu?
Kemarin, saat mereka pulang, aku memotretnya diam-diam.
Aku menukar foto Yuzu sebagai syarat, dia langsung mengizinkanku memotretnya.
Kapan kau membuat kesepakatan seperti itu?
Sekarang jam pelajaran,
cepat kembali ke tempat duduk masing-masing.
Oni Kecil? Sejak kapan mereka mengikutiku?
-Itu apa? -Lucu sekali.
Padahal aku sudah meninggalkan mereka di rumah.
Tidak boleh.
Dilarang membawa hewan peliharaan ke sekolah.
Pak Guru, mereka bukan hewan peliharaan.
Baiklah.
Lagi pula sudah terlanjur dibawa, mau bagaimana lagi.
Kalian harus tenang, mengerti?
Kalau begitu, mari kita mulai pelajarannya.
Sepertinya Pak Guru tetaplah manusia biasa.
Dia tidak sanggup menahan keimutan Oni Kecil itu.
A-Aku hampir kelelahan.
Setiap kali waktu istirahat tiba, semua orang terus mengerumuni dengan berbagai pertanyaan.
Kau sudah bekerja keras.
Coba pikir dulu siapa penyebabnya.
Sudahlah.
Makan siang yang banyak, ya, pulihkan energimu.
Bekalnya mewah sekali.
Bekal ini dibuat oleh koki khusus di kediaman untukku.
Enak sekali.
Apa orang-orang di Keluarga Kiryuin baik padamu?
Semua orang sangat menjagaku.
Syukurlah kalau begitu, sebenarnya aku terus merasa cemas.
Bagaimanapun juga, tuan muda itu
sudah memiliki tunangan.
Bukan hanya wanita berparas sangat cantik, tetapi juga berbakat dan berpengetahuan luas,
sangat populer di kalangan kaum Oni,
namanya Sakurako Kiyama.
Tunangan?
Tunangan Reiya?
Benar, apa kau tidak tahu?
Reiya punya tunangan?
Sama sekali tidak ada yang pernah membahas hal ini.
Lalu aku ini sebenarnya dianggap apa?
Semua orang memanggilku pengantin,
tetapi karena dia sudah punya tunangan,
harusnya dia tidak membutuhkanku lagi, 'kan?
Toko.
Ini karena penjelasanmu yang kurang tepat hingga membuat dia salah paham.
Maafkan aku.
Salah paham?
Pertama, pada dasarnya ayakashi hanya menikah dengan sesama ayakashi.
Kau tahu soal ini, 'kan?
Karena dia adalah calon kepala keluarga berikutnya,
maka pasangan untuknya akan didiskusikan oleh seluruh kaum.
Dan calon tunangan yang diputuskan hasil diskusi kaum itu
adalah Nona Sakurako Kiyama.
Dia adalah putri dari Keluarga Kiyama, pemimpin keluarga cabang.
Kudengar, di antara para wanita kaum Oni yang seumuran dengannya,
kekuatan spiritualnya adalah yang terkuat, makanya dia terpilih.
Namun, kalau sudah muncul pengantin,
berarti pengantinlah yang akan diprioritaskan.
Benarkah?
Aku dulu juga punya tunangan.
Namun, begitu Toko muncul, pertunangan itu langsung batal.
Menyuruhku menggantikan sosok yang begitu luar biasa
untuk menjadi tunangannya.
Reiya tidak menceritakan apa pun padaku.
Kemarin dia juga dipanggil pulang oleh keluarga utama.
Hanya aku yang tidak tahu-menahu soal urusan pengantin ini.
Omong-omong, Nyankichi.
Apa hanya wanita yang bisa jadi pengantin?
Apa pria manusia tidak bisa terpilih?
Mengenai hal itu,
wanita ayakashi itu jauh lebih realistis daripada pria.
Yang paling mereka utamakan adalah kekuatan spiritual dahsyat dan kekayaan.
Pria manusia tanpa kekuatan spiritual sama sekali tidak akan dilirik mereka.
Teguh sekali, ya.
Lagi pula keberadaan pengantin ini dari awal memang penuh misteri.
Contohnya kenapa meski tidak punya kekuatan spiritual bisa melahirkan ayakashi yang kuat,
dan kenapa bisa meningkatkan kekuatan spiritual pasangannya.
Terlebih lagi, kenapa ayakashi hanya dengan sekali pandang bisa mengenali pengantin takdirnya.
Karena ayakashi itu sendiri tidak paham,
apalagi aku, makin tidak mengerti.
Semua orang hanya menerima kenyataan bahwa "pengantin memang demikian adanya",
sedangkan alasannya tidak ada yang tahu.
Andai aku juga bisa mengenali pasangan takdirku sendiri.
Dengan begitu, aku tidak akan merasa segelisah ini.
Mungkin aku pun bisa berkata dengan penuh percaya diri,
"Akulah pengantin Reiya."
Ngomong-ngomong, aku juga belum begitu memahami apa itu cinta.
Dulu aku mulai berpacaran dengan Yamato,
hanya karena aku senang ada seseorang yang menyukaiku.
Saat mendengar pernyataan cintanya, aku langsung kehilangan akal sehat.
Kalau kupikir-pikir lagi,
ternyata aku juga tidak sungguh-sungguh menjalani hubungan itu.
Sejak dulu aku hanya mendambakan seseorang yang mau mencintaiku.
Lalu, aku bertemu dengan Reiya.
Ada suara di dalam hatiku yang berkata,
"Cukup tenggelam saja dalam cintanya."
Namun, kalau memungkinkan,
aku juga ingin mencintai Reiya dengan segenap hatiku.
Terima kasih, semuanya.
Baiklah, dengan begini seharusnya tidak ada masalah lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.