ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ayo makan pagi.
MARKAS PERKASA PENDEKAR KEADILAN SOSIAL
Cek, cek, satu, satu.
Dicoba, satu, dicoba.
Dicoba.
Cek, cek.
Oke, mohon perhatiannya semua.
Nama saya Bang Bang.
Atas nama Perkasa saya instruksikan kepada bapak-bapak, ibu-ibu.
Hari ini hari terakhir untuk mengosongkan Kampung Cipaloh.
Jadi silakan angkut barang Anda, jangan sampai ada yang tertinggal!
Langsung sekarang!
Jawir, bantu, Wir!
Ayo, Wir!
Sekarang juga!
Ayo, Pak!
Alah kesuwen!
Ayo, ayo, ayo!
Mas, Mas, Mas!
Burung...
Burung tinggal.
Burung tinggal!
Saya suka burung. Tinggal. Tinggal.
- Keluar! - Ayo langsung!
Ayo. Aduh, dikrewangi to Bu, Bu.
Ayo, ayo keluar!
Bu, Bu!
Aduh, Bu. Anak'e, Bu, ketinggalan!
Anak jangan ditinggal, ngga payu, Bu!
BATAS DESA CIPALOH
Ini lagi!
Cepetan!
Pergi!
Pergi!
Tuli kamu, ya?
Sandi.
Ngapain kamu?
Pergi!
Pergi gak lu!
- Pergi! - Aduh!
Saya tidak suka diusir seperti ini.
Apalagi setelah si berengsek itu menggantikan posisi saya.
Hei.
Sandi.
Sebaiknya kamu berhenti jadi preman.
Jaga anak kamu.
Jaga.
SD SMP CIPALOH
Rasain lo!
Gara-gara bapak lo nih, kita semua digusur.
Gapapa, lo boleh nangis.
Bapak lo juga ga bakalan denger.
Namanya juga orang tuli.
Bapak tuli, anak tolol.
Jangan...
Selamat siang, Pak.
Maaf, Pak.
Pulang.
Ya, Pak.
Anda tidak apa-apa, Nak?
Kenapa Pak Guru biarin mereka pergi begitu aja?
Heh...
Nak,
dunia ini tidak semua hitam dan putih.
Pada saat pandangan pertama
Kupikir
I know I want you
Pada saat pandangan kedua
Kupikir
I know you want me too
Pada saat pandangan terakhir
Kupikir
Jadilah milikku
Tapi kenyataannya tak seindah di dalam mimpi-mimpiku
Eh.
Sandi.
Pak Haji gimana?
Pak Guru pasti emosi deh.
Aduh, Sandi.
Gue uda ngga sabar buat pergi dari sini.
Orang-orang di sini tuh,
semuanya binatang.
Anyway,
Pak Guru minta lo anter ini ke Komandan.
Gila, ya? Duit segitu.
Gue kalo punya duit segitu,
gue bikin musikal.
Peran utamanya gue.
Gue yang nari, nyanyi, joget di atas panggung.
PENDEKAR KEADILAN SOSIAL PERKASA
Ya, ya, ya, cuekin aja gue.
Udah biasa.
Bagaimana hasil survey atasan Anda, Pak Hanoeng?
Saya yakin beliau pasti akan jadi Presiden kita berikutnya.
Pak Hanoeng tenang saja.
Urusan pembebasan tanah berjalan dengan lancar.
KIB LAW FIRM PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH
Haji memang sedikit keras kepala.
Tapi...
Tapi semua warga desa sudah pindah, Pak Hanoeng.
Saya mengerti.
Saya pastikan Haji akan tanda tangan besok pagi.
Oke,
langsung aja, ya.
Sandi, kamu pergi ke tempat Haji, dan sampaikan supaya bertemu dengan saya.
Dani Tejo,
Mandragora,
Sandi.
Siap, Pak!
Bang Bang tinggal di sini,
Paul yang ikut.
Sek to, Pak. Lah gini,
biasanya kan Paul yang ada di kantor terus saya ikut, ya toh?
Lah terus kalo saya di kantor trus saya ngapain?
Ini satu biasa bikin kopi lho, Pak.
Bang Bang.
Cuk.
Jancuk, jancuk, matane.
Iki opo, sih!
Siapa yang pukul kamu?
Kenapa Ayah gak mau ajarin Pandu pakai Monkey Fist?
Hei.
Pandu, kamu ngapain?
Ngapain?
Bapak, ya?
Kalau kamu nanti sudah besar, jangan seperti bapak kamu.
Heh...
Dengar, dengar...
Bapak kamu itu sebetulnya orangnya baik.
Cuma salah bergaul.
Nah.
Kamu perhatikan.
Pak Haji akan luruskan.
Selamat malam, Pak Haji.
Silakan duduk.
Silakan duduk, Pak.
Saya lebih suka berdiri.
Orang bilang duduk sama jahatnya dengan merokok.
Paul.
Ucapan terima kasih dari kami
atas kepemimpinan Pak Haji yang luar biasa di Perkasa.
Saya kira Pak Haji pun juga akan melakukan hal yang sama dengan...
Apa kamu lupa siapa yang pertama kali membawa kamu masuk ke dalam Perkasa?
Perkasa itu dibuat untuk melindungi orang-orang.
Bukan menjual mereka.
Kamu sudah bikin saya malu.
Semua keluar.
Ya...
Ini mungkin juga salah saya.
Saya kira saya akan kembali memimpin Perkasa.
Sampai kamu mampu memimpin Perkasa.
Paul.
Kubur dia di belakang.
Paul.
Tidak ada yang boleh tahu...
tentang ini.
Kalian semua mengerti?
Kejar!
Kejar!
Cepat kejar!
Kejar!
Kejar!
Kejar!
Ke sana!
Pak Guru!
Enggak!
Anda lihat Haji.
Kamu mau ayahmu seperti dia?
Setan!
POLMAL
Nyusahin banget kamu jadi cowok!
Saya gak bisa bantu you.
Tapi Komandan kan polisi.
Bocah.
Preman, polisi.
Apa bedanya?
Saya gak takut sama Pak Guru.
Tapi you minta bantu saya itu, sama saja you suruh saya bunuh diri.
Harusnya kamu bantu Sandi.
Halah.
Dasar, perempuan! Baperan!
Cepat atau lambat, kamu harus lakuin hal yang bener.
Melakukan hal yang benar dan melakukan hal dengan benar itu beda, Baby. Beda.
Coba, kali ini lakukan dengan benar.
Di mana mereka, Komandan?
Saya ngga tau mereka di mana.
Baiklah,
kalau begitu,
saya minta Anda hubungi Tukang Cukur.
Tapi ada alasannya kenapa saya ngga pernah mau pakai dia lagi.
Saya suruh dia habisin satu orang.
Tapi semua orang dihabisin sama dia, Pak Guru.
Pekerjaannya terlalu kotor, Pak Guru.
- Terlalu kotor! - Komandan...
Keadilan itu memang kotor.
Bonjour, Komandan.
Apa kabar?
Ramon sakit hati loh, Komandan udah lama gak telepon Ramon.
Mon Dieu, langsung ke bisnis?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.