Parenthood

Parenthood

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 1

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Parenthood - First Season (2009) - Prime Video Retail Completed
കമന്ററി എഴുതിയത് Chesapeake_Ripper
Retail Amazon Prime Video

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-06-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 34
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

- Selamat pagi. - Selamat pagi, Adam.

Astaga.

Astaga.

- Halo? - Amber hilang.

- Apa? - Dia hilang.

Dia kabur, menyelinap dari jendela.

- Dengar, Sarah, lakukan ini. - Kau alami serangan jantung?

Tidak, aku berolahraga.

Kau terengah-engah seperti lansia.

- Hati-hati! - Kau harus menemukannya.

- Siapa? - Putrimu.

Itu nasihatmu?

Terima kasih, Kakak.

Di sinilah aku, sedang memindahkan segalanya

hanya agar hidupnya lebih baik.

Namun, aku dapat apa? Hei, Drew!

Tolong matikan itu!

- Bagaimana kabar Drew? - Dia baik.

- Ya? - Aku melakukan hal yang benar.

Benar, Adam? Pindah rumah.

- Sarah, kau melakukan hal yang benar. - Kau yakin?

Ini akan baik, 'kan? Katamu, ini akan baik,

itu alasanku melakukan ini, karena katamu akan baik.

Jika tak membaik, aku tak akan memaafkanmu.

Jika tak membaik, kau boleh menyalahkanku.

- Itu maksudku. - Baiklah, Sarah, aku harus pergi.

- Ada telepon masuk. - Tidak, Adam.

- Tunggu... - Baiklah. Ayah.

Ya, pipa ayah mampat.

- Ayah, aku sedang berolahraga. - Ya, bagus.

- Mengerti? - Ayah membutuhkanmu sekarang.

Ayah juga tak bisa beserdawa.

Astaga.

Amber!

Amber.

Amber. Kau harus masuk ke mobil sekarang.

Dengar.

Berkeley seperti neraka, Ibu.

Aku tak mau pindah ke sana.

Aku akan tinggal bersama Damien.

Kami sudah putuskan. Benar, Damien?

Damien, aku harus bicara dengan putriku.

Bisa beri kami waktu?

Mungkin sementara itu kau bisa pakai baju.

Tidak. Tetap di sana, Damien.

Jangan takut kepadanya.

Dia hanya menggertak.

Ini memalukan sekali.

Kenapa Ibu begini? Ibu menghancurkan hidupku!

Ibu sudah katakan, kita tak punya pilihan. Uang ibu habis.

Ibu juga ingin kalian berkesempatan

bersama keluarga, menjadi...

- Damien! - negara yang baik.

- Telepon aku! - Masuk ke mobil!

Hei.

Apa kabar cucu ayah?

Dia sedang bersiap untuk bertanding?

Ayah akan menyemangatinya.

Sebenarnya, Ayah, itu masalahnya.

Kurasa Ayah akan membuat Max agak gugup.

- Apa? - Karena Ayah sangat...

Sangat apa?

Bukan apa-apa, aku hanya...

Max anak yang sensitif, itu saja.

Kau juga dahulu sensitif. Ayah menyembuhkanmu.

Dengar, jika mau ke pertandingan,

Ayah harus tenang, mengerti?

Penting bagi Max untuk merasa tenang.

Tenang.

- Ya. - Hei, Sayang.

Dia tak mau pakai seragam.

Pertandingannya sejam lagi, Kristina.

- Dia harus pergi. Aku pelatihnya. - Baik.

Entah aku harus berkata apa.

Itu bukan untuk pemula. Maksudku...

Hanya...

Aku akan ke sana. Ya?

- Terima kasih. - Baik. Dah.

- Dia tak mau pergi? - Ya, dia tak mau.

Itu pertandingan bisbol. Dia harus pergi.

Dia tak mau pergi, tetapi harus, kami akan bujuk dia.

Bisa aku selesaikan ini?

Perbaiki itu dan pergilah ke sana, bujuk dia.

- Celaka. - Sial.

Hei. Ada apa?

Dia terus bermain Lego.

Baiklah.

Max.

Max.

Dengar, Max, kau tak perlu bermain bisbol,

tidak setelah musim ini.

Namun, ayah ingin kau mencobanya

karena ini sangat berarti saat ayah masih kecil.

Bagaimana, maukah kau coba?

Baik, setelah pertandingan,

bagaimana kalau kita makan es krim?

Dua sendok.

Saat ayah katakan dua sendok, maksudnya tiga sendok.

Kurasa biarkan saja dia.

Memangnya kita peduli tentang bisbol?

Ayahmu peduli.

Kenapa?

Karena pria merasa butuh mengekspresikan rasa cintanya

dengan memukul bola,

memukul bokong, dan mendiskusikan statistik tak bermakna.

Ibu rasa ayahmu berpikir jika Max tak lakukan itu,

dia akan tumbuh sedih dan kesepian.

Itu tak masuk akal.

Waktu kita hanya 12 menit.

- Ayo berangkat. - Baik.

Sayang, bagaimana kau melakukannya?

Aku katakan hal menyenangkan tentang bisbol

dan ini kegiatan dengan ayahnya selamanya.

- Dua sendok. - Tiga.

- Pola asuh yang bagus. - Setelah pukulan pertamanya,

semua akan berubah untuknya.

- Ini akan menyenangkan! - Baiklah.

Baiklah, ayo!

- Kenapa meneleponku? - Semangat, Max!

Crosby, kau asisten pelatih.

Ini babak ketiga.

Di mana kau?

- Ayah hilang kendali. - Tekuk lututmu sedikit lagi.

Ini bukan waktu yang tepat. Aku harus...

- Aku tak bisa bicara sekarang. - Apa maksudmu? Kau bersama seseorang?

Akan kutelepon balik.

Kau bersama Katie lagi?

Berbaikan dengan seks?

Ayolah, itu menyedihkan.

Baik, kemarilah, mengerti?

Kita sedang kalah.

- Adik macam apa kau? - Aku segera ke sana.

Bagus!

Baiklah, ayo, semangat!

Jaga bidai kedua, Max.

Kau pintasannya, Nak!

STANFORD HECHT SPERMA

Tidak, aku punya buktinya.

- Ya, akan kutemukan celahnya. - Hei.

- Tentu cepat, besok pagi... - Sayang, ini di zona bebas ponsel.

Ya, baiklah.

Hudgens sedang panik.

Dia kira Leon akan melepasnya

- dari kasus Tibli. - Baik, bisa kau matikan?

Kualihkan ke mode getar.

- Jaga ucapanmu di Fairyland. - Diam.

Hanya saja Sydney sudah menantikan ini

- sepanjang pekan. - Baiklah.

- Hei! - Hei!

- Terima kasih sudah menunggu. - Terima kasih banyak. Baik, mari berfoto.

Sebentar.

Bertahanlah.

- Ini akan cepat. - Ayolah.

Kau pasti bisa.

Baiklah.

- Ya! - Ya!

- Baiklah! - Senyum!

- Ayo, Nak, kau pasti bisa! - Bola keempat.

- Ke bidaimu. - Bagus.

Bagus.

Baik, Semuanya, kita hanya tertinggal tujuh angka.

Kita bisa.

- Kau siap, Max? Ayo. - Ini babak penentuan kita. Ayo.

- Gawat. - Giliran Max?

- Astaga, giliran Max. - Hei, jangan begitu.

Baik, Max, dengarkan ayah.

Ayah memang bilang ayunkan saja.

Namun, di situasi ini, Kau harus tahu

berjalan sama bagusnya dengan memukul, paham?

Bisa anak lain yang memukul?

Kumohon. Aku payah.

Aku akan gagal. Semua akan membenciku.

Apa yang dia bicarakan?

Max. Dengarkan ayah.

Max, dengarkan.

Baik. Tidak penting bolanya kena atau tidak.

Ini permainan, yang penting senang.

Aku tak senang.

Giliran siapa? Ayo.

Baik, begini. Berusaha saja yang terbaik, Kawan.

Ayo!

Permainan bagus, ayo. Bersenang-senang.

Pukul yang keras, Max. Pukul keluar lapangan.

Ayo, Maxie.

Baiklah. Tekuk lututmu.

Ambil tongkatnya. Angkat siku. Ayo.

Kalahkan mereka, Maxo, ayo.

Kalahkan mereka, Max.

Zeek.

- Apa? - Tenang.

Strike satu.

Tidak mungkin dia delapan tahun.

- Lihat lemparan itu? - Ya, aku lihat.

Apa dia diselundupkan

dari Republik Dominika?

Kau tahu? Kalau kau bisa diam akan bagus.

Baik, Max, ayo.

Kau harus berdiri di plate-nya, paham?

Jaga plate-nya, kau hanya...

Pukul yang mendekat.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left