ആദ്യത്തെ 192 വരികൾ.
Cobra Kai Season 01 Episode 02 "Strike First" Improved & Translated by Dincht
Jadi aku akan mendapatkan piyama karate, juga...
Diam!
Murid hanya menjawab ketika ditanya...
Apakah kau mengerti?
Uh baiklah.
Ya pak? / Kau akan selalu memanggil ku
dengan sebutan "Sensei," apakah kau mengerti?
Ya, Sensei.
Ini bukanlah piyama. Ini namanya gi.
Dan kau akan mendapatkannya ketika kau layak mengenakannya.
Baiklah, apakah kau siap untuk memulai pelatihan mu?
Ya, Sensei.
Apa-apaan... / Hyah!
Pelajaran pertama, serang lebih dulu.
Jangan menunggu musuh menyerang.
Kau bisa memberi ku, aba-aba sebelum menyerang.
Diam!
Kita tidak berlatih untuk mengasihani seseorang di sini.
Belas kasih hanya untuk orang lemah.
Di sini, di jalanan sana, dalam sebuah kompetisi,
seseorang akan melawan mu, dia adalah musuh.
Musuh tidak layak mendapatkan belas kasih. Ada apa dengan mu, Tn. Diaz?
Tidak apa-apa, Sensei.
Kau memukul ku, dan aku menderita asma, jadi...
Sekarang tidak.
Kita tidak di boleh menunjukkan kelemahan kita di dojo ini.
Jadi kau harus membuang penyakit asma dan alergi kacang mu
serta semua omong kosong lainnya di luar sana.
Apakah kau mengerti?
Ya, tapi ini masalah medis. Aku hanya...
Ya, Sensei, mengerti.
Cobra Kai bukanlah mengenai karate.
Ini tentang cara hidup.
Pahami pelajaran pertama ini.
Menyerang pertama adalah langkah awal menuju kemenangan.
Oke, seperti kau berada di sebuah pesta
dan kau melihat gadis cantik. / Ya.
Kau tidak menunggu pemuda lain mengajak nya ngobrol
lebih dulu, mengerti?
Tapi, aku belum pernah datang ke sebuah pesta, jadi...
Sudah ku duga. Baiklah, dengar...
Menyerang pertama adalah berusaha menjadi agresif, mengerti?
Jika kau tidak agresif, maka kau seorang pecundang,
dan kau tidak ingin di panggil dengan julukan nona.
Kau itu memiliki bola.
Apakah kau sadar kau telah mendiskriminasi jenis kelamin?
Apa? / Oh, uh, maaf.
Apakah kau sadar kau telah mendiskriminasi jenis kelamin, sensei?
Tidak, apa yang kau bicarakan?
Oh, uh, guru bimbingan konseling ku mengatakan beberapa kata
dapat memicu amarah pada beberapa orang di dunia...
Diam!
Mulai sekarang, kau tidak akan mendengarkan guru bimbingan konseling mu.
Kau hanya akan mendengarkan ku. Apakah kau mengerti?
Oh, ya, Sensei. / Bagus.
Sekarang berhenti mengoceh seperti gadis kecil
dan lakukan 50 kali push-up dengan kepalan tanganmu.
Uh, baiklah.
Ya.
Baiklah baik.
Baiklah, lakukan sit up terlebih dulu.
Memangnya kau tidak ikut kelas olah raga?
Ya.
Bagaimana kabar mu, Tuan, uh, Lawrence?
Panggil dia Sensei. / Miguel, diamlah.
Apa tujuanmu datang ke sini?
Ingin menurunkan berat badan dan menghajar beberapa orang?
Tidak.
Aku dari departemen kesehatan kota.
Ini adalah daftar persyaratan
yang diperlukan untuk membuka studio latihan.
Ini bukan studio latihan.
Ini dojo karate.
Ya, sama saja.
Wow.
Tempat ini membutuhkan banyak renovasi.
Kau tidak membuka tempat ini untuk bisnis, kan?
Kau, kau pelanggan di sini?
Tidak, dia hanya bocah yang aku rekrut pagi ini.
Dia membantu ku merenovasi.
Aku tidak membutuhkan infomasi macam itu.
Pekerjaan ku hanyalah memastikan tempat ini berjalan sesuai dengan aturan.
Aku tidak ingin wabah kudis
menyebar seperti di tempat yoga di Tujunga.
Tunggu, jadi aku harus melakukan semua omong kosong ini sebelum membuka dojo?
Tidak, kau harus melakukan semuanya untuk mendapatkan sertifikat
yang diperlukan untuk mendapatkan asuransi
untuk membuka dojo-nya.
Seharusnya kau sudah tahu aturannya ketika kau menyewa tempat ini.
Ya, aku tahu.
Aku akan mampir minggu depan untuk pemeriksaan lainnya.
Huh, ular derik yang keren.
Itu adalah seekor ular kobra.
Oh ya, ya.
Aku benar-benar bodoh.
Cobra "Kay."
Hei, nak, hei.
Mengapa kau tidak pergi menonton sulap di sebelah sana?
Dia melakukan beberapa trik yang luar biasa.
Aku sedang di level 10. / Ayolah, nak.
Ayolah, kau bisa memainkan game itu di mana saja.
Bagaimana kalau kita main tembak-tembakan? Ayah akan memenangkan hadiahnya.
Aku haus.
Syukurlah, ada bar di sana.
Ayo kita jalan-jalan, dan kita minum beberapa soda.
Gak ah, aku lebih baik di sini.
Kau tahu, aku akan melakukan apa pun
untuk datang ke tempat seperti ini ketika aku se usianya.
Kau tahu tempat nongkrong ku di musim panas?
Di jalanan yang kotor di Newark...
Dengan pipa hydrant rusak / Di samping Bibi Tessie.
Ya.
Yang ingin kau katakan, adalah kita biarkan saja Anthony bermain game.
Dan kita berdua akan menikmati beberapa minuman?
Dirty Martini? / Ya, es, es dingin.
Sempurna.
LaRussos! / Hei.
Hei, kau masih menendang kompetitor mu?
Kau tahu benar moto ku, Isaiah.
Bagaimana Q5 memperlakukan mu? / Kau tidak akan menyangka nya
Anakku yang satu ini sudah mengemudi seorang diri
sebulan penuh, mondar-mandir ke kamp robot.
Ayah, itu kursus untuk persiapan fisika AP.
Mm-hmm. / Hei, dimana Samantha?
Sepertinya aku tidak melihatnya sepanjang musim panas ini.
Oh, di-dia... / Dia bersama dengan neneknya.
Aku akan memberi tahunya kau mencarinya.
Baiklah. / Dah, LaRussos.
Dah.
Ini minuman mu.
Dengan neneknya? Ya benar saja.
Belakangan ini aku tidak bisa mengajaknya,
berkunjung ke rumah ibuku. / Apa yang harus aku katakan?
kalau dia sedang main dengan teman-teman barunya?
Yang ku tahu seharusnya dia berada di sini.
Kita menghadiri pesta ini setahun sekali.
Dia bisa bertemu teman-teman bodohnya setiap hari.
Sepertinya mood mu sedang buruk.
Apa yang terjadi denganmu?
Tak apa, aku baik-baik saja.
Baiklah baiklah. kau ingat...
pemuda teman SMA ku yang mobilnya aku perbaiki secara gratis?
Ya, pemuda pirang tampan
yang kau kalahkan di turnamen itu.
Sebenarnya, aku tidak pernah ingat memanggilnya dengan sebutan "tampan."
Oh. / Tetap saja...
Ketika dalam perjalanan ku pulang dari kerja kemarin,
dan aku berhenti di lampu merah, dan aku melihat,
dan di sebuah mal ini, aku melihat...
Ayah, dimana minuman ku?
Cepatlah.
Kau tahu? aku akan melempar dia ke kolam di belakang sana.
Baik.
Kerja bagus.
Bersihkan ke dua sisinya..
Dan setelah kau selesai dengan itu,
kau bisa mengurus kabel-kabel yang terbuka ini.
Banyak sekali pekerjaan yang harus di lakukan.
Ya, tapi apa semua ini
ada hubungannya dengan karate, Sensei?
Jangan mempertanyakan metode ku.
Bersyukurlah kau bukan pegulat sumo.
Mereka harus membersihkan pantat Sensei mereka.
Jadi, aku, uh, aku lihat di sini kau seorang juara karate, Sensei.
Kau tidak perlu memanggil ku "Sensei" setiap saat.
Maafkan aku, Sensei.
Aku, um, maaf, maafkan aku.
Eh, aku memenangkan beberapa turnamen All Valley.
Tidak pernah kehilangan satu poin pun ketika SMP.
Baiklah. lalu apa yang terjadi ketika kau masuk SMA?
Ini bukanlah sesi tanya jawab. Cepat bersihkan lagi.
Ya.
Dari mana datangnya musik sampah itu?
Itu nada teleponku, maaf, ya. / Kau mendengarnya?
Hei.
Ya, eh, debat nya memakan waktu..
Uh, baiklah.
Aku juga menyayangi mu.
Kau sudah punya pacar?
Sebenarnya, Itu ibuku
Um, aku bilang padanya aku bergabung dengan tim debat
karena dia tidak menyukai kekerasan, jadi...
Ya, bagaimana dengan ayahmu?
Apakah dia tidak apa-apa jika tubuhmu harus bangkit dan jatuh
seperti jalan di Reseda Boulevard?
Oh, aku tidak pernah, uh, mengenal ayahku, jadi...
Baiklah, berhenti berdiri di sana.
Kembali latihan sana.
Oke, ya, maaf. Baik.
Dan ubah nada dering nya.
Dengan Guns N 'Roses atau semacamnya.
No comments yet. Be the first to leave one.