ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Duduk Manis Dan Selamat Menikmati ^_^
"Kupang, 07 Maret 2013" -Aland Emmanuel-
Satu, dua, satu, dua...
Yuki.
Fuck you!
Sex!
Kepala Sekolah!
Kau tak mengerti apapun!
Dengarkanlah!
Memang benar, Anak-anak muda hari ini
Tak merasakan adanya patriotisme atau adanya hari kemerdekaan.
Mereka hanya segerombolan orang tolol yang mendalami ''Perdamaian''.
Bagaimanapun, kita berbeda.
Kita berdiri disini untuk mendirikan ulang Jepang yang busuk ini , dari awal.
Apa?!
Sejujurnya...ada bom di sekolah!
Hentikan hal konyol ini!
Pemberontak akan mengulur waktu, Kita sudah menyadarinya.
Jadi jelas, kami tidak akan menjadi anjing pemerintah!
Setidaknya Berperilaku baik di sekolah, Kami tak mau seperti itu!
Kita akan menciptakan Jepang yang baru.
Langkah pertamanya adalah...
Sebuah Festival Kebangkitan Kebudayaan!
Aaaawk...
Jadi karena ini, dia sangat ingin berpartisipasi...
Katanya, "Aku akan bergabung dengan sebuah band, dan aku akan terkenal, tapi dengan cara seperti ini, Aku tak mau kehilangan Keperjakaanku."
Ya, aku juga dengar cerita yang sama.
Katamu Festival kebudayaan akan di batalkan tahun ini?
Aku sudah berlatih keras bermain gitar karena itu, Aku bisa mendapatkan gadis kapanpun.
Sampai kapan kau mau menahan perjaka ku!?
Tanpa malu-malu dia mengatakan dengan sejujurnya.
5 menit lagi!
Ini dia, 5 menit lagi!
5 menit lagi?
Ngomong-ngomong,
Bom ini 10x lipat lebih besar Dari Bom yang ada di belakang sana.
10x Lipat?
Ap- Apa~?
Gedung sekolah ini, Sudah di dirikan sejak 57 tahun yang lalu,
Dan akan di "BOOM!"(DILEDAKAN) dengan instan.
-Kepala sekolah, ini gawat. -Aku penasaran dengan Bom ini, seberapa besar ledakannya...
Bu~Bukaaan... Bukan itu maksud ku!
Apa kau bercanda!
3 menit lagi.
Ya semuanya, 3 menit lagi! Kalian hampir kehabisan waktu.
Jika kalian beranjak sekarang Siapa tahu kalian bisa selamat?
Dasar sinting!
Kepala sekolah! Aku akan melindungimu!
Wakil Kepsek, turuti saja apa mau mereka.
-Dimengerti. -Ayo turuti.
Baik!
Sesuai dengan permintaanmu,
Kita sepakat untuk tidak membatalkan festival kebudayaan!
Wakil kepsek, apa kau yakin?
Orang-tua baik!
Orang-tua yang keren!
Kalian dapat mencapai keberhasilan dengan awal era baru.
Terima kasih!
Yuki, waktunya!
Ini menakjubkan!
-Kita berhasil! -Eh? Waktunya tak mau berhenti!
Apa? Apa maksudmu?
Tak ada bubuk mesiu di dalamnya, kan?
Aku menabur bubuknya. Aku menabur bubuknya.
Oi!
Untuk apa kau menaburnya!
Kenapa?
Aku cuma menaburnya sedikit.
Sudah kubilang jangan menabur bubuk mesiunya!
Setidaknya bisa berhenti jika aku memutuskan kabel ini!
Tunggu tunggu tunggu tungguuuu!
Baiklah, putuskan kabel biru ini.
-Bisa di putuskan? -Tidak
-Hei! Kazuo! -Biarkan aku pergi, Shuto!
Yuki, tenanglah.
Apa yang harus kita lakukan? apa yang harus kita lakukan? Tersisa 1 menit lagi!
Sudah kubilang, putuskan kabel biru!
-Kuberitahu kau, ini akan menghasilkan guncangan yang dahsyat! -Ini gawat, Takumi!
Diam kau, Perjaka!
Jadi ini...
Sama seperti yang ku alami dalam mimpiku.
Mimpi Kyohei bisa menjadi kenyataan.
Apa yang trjadi di mimpimu...
Ledakan.
Operation X.
-Apa itu? -Kita harus lari!
Call me a genius, call me a joker,
On the edge and good to go now,
La La La, La La La
Guilty Guilty,
I'm a reject, I'm a liar
But ain't gonna be your whippin' boy, no!
La La La, La La La,
Guilty Guilty.
I gotta know, gotta know.
Why you wanna pin my pride,
On your lapel.
Gimme kicks or gimme cover,
Beat me back I'm up again, yeah.
La La La, La La La.
You'll see someday.
Somewhere, someone's analyzing,
A way to make my future bright.
Carry on, super star
La La La La La La La...
Kyohei! Kyohei!
Now... Yuki! Dimana Yuki?
-Hey! Yuki! -Takumi! Kau bodoh!
I gotta get away Takumi! Kau bodoh!
Jump on a train,
You're gonna know my name
Yuki!
Yukii!
Yukiii!
Guilty...
I'm so guilty...
Yukiiii! I'm so guilty...
I'm so guilty...
S URELY
S OMEDAY
S URELY S OMEDAY
Wajah jorok...seperti ini.
Aku benci melihatnya.
Kau juga!
Membuat wajah jorok waktu terjadi ledakan.
Jangan beritahu siapapun bahwa siapa yang membasahi celana mereka.
Tidak. Akulah yang merasa bersalah.
Menjadi angkuh tak akan merubah keadaan.
Aku terlalu buru-buru sehingga melupakan Yuki.
Sejujurnya, Aku kira dia sudah mati.
Walaupun dia tidak mati. Tapi dia kehilangan tangannya.
Itu cuma rumor belaka. Hanya karena kita tak pernah bertemu lagi sejak kejadian itu,
jangan biarkan imajinasimu menjadi berlebihan.
Ketika dia mencoba mengurangi rasa keras kepala, Aku tak bisa membantu, tapi membiarkannya menjadi berlebihan.
Itu... itu betul, tapi...
Berpikir tentang Yuki, bukan saja lelucon masturbasi!
Berbicara tentangnya membuat ku depresi, jadi hentikanlah.
Kau yang memulainya, tahu.
Sejak saat itu, sudah 3 tahun. Kau meninggalkan kehidupan tanpa motivasi.
Aku bisa membawakan cerita 3 tahun yang lalu tentangmu, hanya dalam 10 detik.
Kau di keluarkan saat kau kelas 3 SMA.
Kau membuat ayahmu di pecat dari detektif.
Kau dicampakan gadis yang kau kencani selama 152 hari.
Setelah itu, kau bekerja di BAR yang baru dibangun orang tuamu! Apa apaan ini?!
-Jangan bilang kau tak tahu, bodoh! -Diam, kau mempublukasi bahwa kau masih perjaka.
Apa! Apa-apaan dengan nada bicara itu Perjaka katamu, sama sekali tidak berperikewarganegaraan.
Perjaka tidak di boleh beropini tentang keperjakaannya? Hah?
Tidak boleh, Hah?
Betul sekali.
Eeeeh?
Jika 3 tahunku bisa diringkaskan sengan 10 detik. 3 Tahun sialmu bisa kuceritakan dalam 8 detik.
Kau di keluarkan saat kau kelas 3 SMA.
Kau tak punya pacar yang bisa kau kencani. Jadi, kau bercinta dengan Boneka karet tiap hari.
Semenjak itu kau membutuhkan seorang pacar sungguhan, Lalu kau mengikuti ujian masuk Universitas,
dan dengan ajaib kau rangking 3 dan diterima di universitas .
Bagaimanapun, kau masih tetap perjaka.
Tu- tu- tu- tung...
Tunggu!
Bukankah kau tak tau apa-apa tentang Ujian masuk?
Berapa banyak aku mengeluarkan spermaku saat aku sedang ejakulasi di pertengahan pelajaran?
Lihat, siapa yang sedang membahas berapa kali kau ejakulasi.
Diamlah!
Ah...
Aku berharap saat ini ada gadis yang jatuh terguling...
Seorang gadis...jatuh terguling...
Eh tidak mungkin! Aku tak bisa bahasa inggris!
(Catatan: Kyohei beranggapan dia orang Amerika Karna warna rambutnya pirang, sifat alami orang jepang)
Maka telpon saja ambulans dari jepang!
Oh, betul juga.
Takumi! Sekarang, telpon 129!
Bukan 117, 119!
(Catatan: 119 117 adalah nomor darurat Pemadam dan Ambulans di Jepang)
Ah, baiklah!
Ah... Apa kau baik saja?
Hei! Hei!
Hei, kau baik saja? Apa kau terluka?
Kau baik saja? Apa kau... Bicaralah, bicaralah.
Aku akan membawamu ke rumah sakit, ya?
Tunggu sebentar... tunggu sebentar!
Apa-apaan ini?!
Ini tidak mungkin.
Apa kau mencoba bercanda...
Baiklah...
Hei, hei tunggu!
Apa-apaan ini? Sebuah drama? Ber-akting? Hah disana ada kamera? Dimana kameranya?
Hey! Kalian!
Kita tak melihat apapun!
Jadi kami tak bisa menolong, berdua!
-Jadi kami takkan melapor polisi. -Takumi dan Kyohei...?
Kazuo.
Tidak mungkin!
Ka... Kalian, melihat...!
Ah... Oh, bukan apa-apa.
Maaf, sampai jumpa!
Sial...
Hey!
Tak mungkin...
Dengar, dengarlah.
Sangat mengejutkan. Si gadis pirang mencuri mobil itu!
Seperti skema film yang mengejutkan!
No comments yet. Be the first to leave one.