ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ini adalah cerita yang hanya diketahui oleh kami berdua.
Cerita tentang rahasia dunia ini.
Itu terlihat seperti lautan cahaya.
Tiba-tiba, dia keluar dari rumah sakit.
Dia berdoa dengan sepenuh hati
dan dia menyeberangi gerbang kuil.
Ikan?
Pemandangan itu...
Akankah pemandangan itu hanya sekedar mimpi?
Aku masih memikirkannya.
Tapi, itu bukan mimpi.
Saat musim panas itu, di atas langit itu, kami...
Kami telah mengubah bentuk dunia.
Sebentar lagi, hujan yang deras akan segera turun.
Katanya mau hujan. / Padahal cuacanya mulai cerah.
Ada sebuah topan di pulau. / Ah, benar.
Permisi. Permisi.
Demi keselamatan anda sekalian, tolong kembali ke dalam.
Ayo makan siang.
Datang.
Hebat.
Terima kasih.
Hujannya lebat sekali.
Ya, ini lumayan enak.
Apa kau tidak mau? / Ya, aku tak lapar.
Begitu, ya. Maaf, ya.
Kau mentraktirku. / Jangan sungkan.
Kau sudah menyelamatkanku. / Serius.
Tadi itu hampir saja, ya.
Benar juga.
Baru kali ini aku menyelamatkan seseorang.
Ya. / Ngomong-ngomong...
Apa di sini ada bir?
Mau kubelikan?
Mahal...
Aku dimanfaatin orang dewasa...
Tokyo memang serem.
Hujan lagi.
Anak muda, kenapa kau datang ke Tokyo?
Em, mengunjungi kerabat.
Ah, liburan musim panas di sekolahku mulai lebih awal.
Hmm?
Ya, kalau kau butuh bantuan, hubungi aku.
Sampai jumpa, anak muda.
Aku takkan melakukannya.
Mandi 280 yen untuk 20 menit. / Ini.
Mendadak, hujannya turun lebat. / Mikir dikit, dong.
Bersih-bersih itu repot, lo.
Maaf.
Jika dilihat dari catatan berkala hujan yang turun tiba-tiba
di tahun ini meningkat drastis...
Bagus.
Seriusan?
Hah?
Kau benar-benar mahasiswa? / Mana ID-mu?
Tidak. / Mana mungkin bisa?
Apa kau meremehkan kerjaan?
Kemungkinan turunnya hujan...
Tokyo memang serem.
Aku harus mulai hemat.
Jangan duduk di sini. / Maaf.
Minum sepuasnya, 1.800 yen. / Tuan.
Hei, Kakak. Tunggu sebentar.
Kata-kata calo itu tak bisa dipercaya.
Uang yang kalian berikan kepada mereka
takkan bisa kembali.
Hei. Bisa bicara sebentar?
Apa yang kau lakukan di sini? / Apa kau murid SMA?
Hei! Tunggu!
Jangan bercanda!
Tokyo memang serem.
Tapi...
Aku tidak ingin pulang.
Tidak akan.
Astaga, siapa anak ini?
Apa dia tertidur?
Di tempat seperti ini?
Hei. Ada urusan? / Maaf.
Hei... Apa dia baik-baik saja?
Sudahlah.
Mengganggu saja. / Maaf.
Pasti mainan.
Anu... Apa ini? / Untukmu.
Rahasia, ya. / Eh? Tapi, kenapa?
Kau tidak makan selama tiga hari, kan?
Dalam 16 tahun kehidupanku
itu adalah makanan terenak yang pernah kumakan.
Hei, hei. Kapan kita bertemu lagi?
Bagaimana kalau lusa? Aku ada waktu.
Bagus! Aku menemukan kafe bagus. Aku akan pesan tempat.
Sampai jumpa lagi, Nagi-kun. / Sampai jumpa lagi, Ayane.
Anak SD...
Wah, aku beruntung. Aku ingin menemuimu.
Hai, Kana. / Nagi-kun.
Populer, cuy.
Rambutmu dibuat ikal? / Kau tahu?
Bagaimana? / Cocok sekali. Terlihat imut.
Tokyo memang luar biasa.
Seharusnya di sini, kan?
Apa ini rusak?
Permisi.
Aku Morishima yang menelepon tadi. Suga-san, apa kau ada di sini?
Suga-san?
Suga-san?
Ya, ini tidak boleh.
Pagi.
Maaf, aku...
Kei-chan sudah bilang. Katanya ada asisten baru.
Eh? Tidak, aku belum... / Aku Natsumi.
Salam kenal.
Ah, akhirnya aku terbebas dari kerjaan rutinku.
Hei, anak muda. / Ya?
Kau melihat dadaku, kan? / Tidak.
Anak muda, siapa namamu? / Morishima Hodaka.
Hodaka-kun, ya. Nama yang bagus.
Apa Natsumi-san karyawan di sini?
Eh? Hubunganku dan Kei-chan? / Ya.
Lucu sekali.
Seperti yang kau bayangkan. / Eh?
Serius?
Baru kali ini aku melihat cewek simpanan.
Lama tidak bertemu, anak muda. Apa kau lebih kurus?
Hei. Apa kau ke pachinko lagi?
Lalu, anak muda.
Kau mencari kerjaan, kan?
Inilah kerjaan kita.
Kita menulis majalah prestisius yang bersejarah.
Artikel selanjutnya adalah legenda urban.
Cari dan wawancarai orang-orang yang pernah menyaksikan atau mengalaminya.
Eh? Tapi, aku... / Topiknya bebas.
Diculik dewa, ramalan, dagang manusia. Anak-anak suka sama hal itu, kan?
Bagaimana kalau ini?
Cerita yang lagi viral di internet, gadis cerah 100%.
Gadis cerah? / Aku ini gadis cerah, lo.
Tahun ini hujan sering turun.
Aku diabaikan? / Pasti laku.
Ah...
Apa-apaan kau ini? Tidak punya inisiatif, ya.
Setelah ini, dia ada sesi wawancara. Ikutlah dan dengarkan dia.
Eh? Aku? Sekarang?
Anak magang, ya. / Magang.
Ya, aku benar-benar tidak bisa.
Tentu saja, gadis cerah itu ada.
Sudah kuduga.
Lalu, gadis hujan juga ada.
Gadis cerah dirasuki oleh dewa rubah. Gadis hujan dirasuki oleh dewa naga.
Eh? Apa?
Dewa naga itu banyak minum. Mereka merindukan air.
Tekadnya kuat dan kompetitif. Tapi ceroboh dan tak bisa diandalkan.
Eh? Apa itu aku?
Dewa rubah itu pekerja keras. Tapi hatinya terlalu lemah untuk memimpin.
Kebanyakan orangnya cantik.
Pasti itu aku.
Saat ini, cuaca kehilangan keseimbangannya.
Jadi gadis cerah dan gadis hujan mudah terlahir.
Itu homeostasis teori Gaia.
Begitu, ya.
Tapi, kita harus berhati-hati.
Mengacaukan alam memiliki harga yang besar.
Siapa pun yang terlalu banyak memakai kekuatan cuaca, dia akan disembunyikan dewa.
Maksudnya...
Aku akan berhati-hati.
Jadi, bagaimana?
Paranormal wanita itu
membahas cerita fantasi yang cuma ada di light novel.
Bisa hilang kalau sering menggunakan kekuatan?
Ternyata memang begitu, ya.
Lagian, cuaca bukan seperti itu, kan? Cuaca itu fenomena alam yang biasa, kan?
Hei. Kami sudah tahu itu, tapi kami ingin menyediakan hiburan.
Baru segini tulisanmu? Lamban banget.
Maaf. / Ah, tapi ini tidak buruk.
Baiklah, kau diterima. / Tunggu dulu!
Aku belum bilang... / Tempat ini menyediakan semuanya.
Termasuk makan. / Serius?
Aku mau. Izinkan aku bergabung. / Begitu, ya.
Siapa namamu?
Lucu banget. Hodaka-kun, kan?
Begitu, ya.
Sudah siap.
Nih.
Aku masih di bawah umur.
Baiklah, mari kita rayakan perekrutan Hodaka.
Bersulang!
Hari itu adalah momen makan pertamaku bersama seseorang di Tokyo.
Kemudian, kehidupan baruku dimulai.
Perusahaan editing ini hanya perusahaan kecil yang dijalankan Suga-san dan Natsumi-san.
Kerjaanku adalah kerjaan serabutan.
Mulai dari mengurus Suga-san
menjawab telepon, mengisi tanda terima, dan mengatur wawancara.
Kau baru bisa menulis segini?
Ini bukan punyaku.
Dia sedang keluar kantor...
Kadang-kadang, aku menaiki motor dengan Natsumi-san
untuk melakukan wawancara di kota.
Mereka sedang mencari gadis cerah. / Apa itu? Lucu banget.
Teman adikku adalah gadis cerah. Dia meneleponnya sehari sebelum kencan...
Itu bukan keahlian kami.
Saat itu, di dalam video balon cuaca ada sesuatu yang aneh.
Ada kawanan obyek yang bergerak di sekitar awan.
Kau baru bisa nulis segini?
No comments yet. Be the first to leave one.