ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
I'm a Pet at Dali Temple
~ Episode 4 ~
Kalau sedang berjalan, jalan terus.
Kenapa tiba-tiba berhenti?
Sejak kamu muncul,
banyak peristiwa misterius terjadi.
Lebih lagi, aku sendiri melihatmu...
berubah menjadi kucing.
Itu sebabnya aku tidak bisa menghilangkan kecurigaan bahwa kamu mugkin menggunakan sihir untuk melakukan kejahatan.
Kakekku mengajarkanku kekuatan Yin dan Yang agar bisa membantu orang lain.
Juga, bukankah kamu begitu ketat mengawasiku,
kapan aku punya kesempatan untuk membunuh orang lain?
Sebelum aku bisa memastikan,
tentang kemungkinan...
bahwa kamu dan monster yang berada di istana itu tidak bekerja sama,
kamu tidak boleh pergi dari sisiku.
Kamu mencurigaiku, kan?
Baik.
Kalau begitu aku akan pergi menemui Putra Mahkota,
aku akan memasuki istana.
Masuk istana, itu terserah kamu.
Semuanya harus dalam pengawasanku.
Karena kamu adalah...
hewan peliharaanku.
Aku bilang padamu,
aku bukan hewan peliharaan.
Aku ini manusia.
- Penjahat yang sebenarnya, - Siapa?
Katakan.
Bukannya kamu curiga padaku?
Aku tidak mau bilang padamu.
Kuberi tahu padamu,
kesabaranku ada batasnya.
Kalau kamu tidak memberitahuku,
berada di penjara itu benar-benar sangat nyaman.
Mengenai perburuan besok,
kamu harus menyiapkannya dengan baik.
Tidak boleh ada kesalahan.
Baik.
Aku tadi lihat pada Putra Mahkota ada benang laba-laba yang sama dengan yang ada di penjara.
Aku yakin,
Zhie Er bisa berubah wujud menjadi laba-laba,
dengan cara itu dia melarikan diri dari penjara,
dan membunuh orang dengan racunnya.
A Ran.
Katakan padaku,
kenapa kamu melakukannya?
Jangan tanya,
aku memiliki alasanku sendiri.
Tapi kamu,
aku tidak mengerti apa alasanmu terus datang mencariku.
Karena kamu terus melakukan hal yang salah.
Aku tidak bisa membiarkanmu terus melakukannya.
Kenapa aku tidak memikirkan itu, Ru Xiao Lan,
kamu lumayan cerdas juga.
Kamu bilang Zhi Er itu laba-laba?
Apa kamu ada bukti?
Aku yakin, A Ran akan menjadi target berikutnya.
Karena waktu itu,
A Ran melaporkannya.
Jika Zhi Er melarikan diri, dia pasti akan menyerang A Ran.
Apa yang kamu inginkan?
Tolong.
Tolong.
Tolong.
- Tolong - Berhenti.
Kamu benar-benar seorang kriminal.
Kamu berani menyakiti orang lain di depan mataku.
Dia bukan orang seperti yang kalian pikirkan.
Kalau ada yang ingin kamu katakan,
maka lakukan itu di Kuil Dali.
Tidak.
Aku tidak akan kembali.
Jika Anda tetap memaksa, maafkan aku karena bertindak kasar.
Berhenti.
Bagaimana tanganmu?
Tidak apa-apa?
Ada benang laba-laba juga di kepalamu.
Bagaimana kalau aku balut dulu lukamu?
Tidak perlu.
Biar Zhang Hen yang melakukannya.
Kita harus bawa kembali dulu penjahat ini.
Bukan aku pembunuhnya!
Kalau begitu, kenapa ketika para pengawal itu terbunuh,
bertepatan dengan kamu melarikan diri dari penjara.
Aku memiliki alasan.
Tolong bebaskan aku dulu.
Situasinya semakin buruk.
Aku harus segera menghentikan semuanya.
Kalau begitu, katakan padaku yang sebenarnya.
Putra Mahkota sedang dalam bahaya.
Jika Anda tidak melepaskanku,
maka semuanya akan terlambat.
Ini sudah larut, kenapa Qing Mo Yan belum pulang juga? Si gila ini.
Ya Tuhan, bodohnya aku, mana ada jam di jaman begini. Hiish.
Aku hanya khawatir lukanya Qing Mo Yan apakah sudah sembuh.
Sudah larut begini dan kamu masih di tempatku?
Apa ada masalah?
Aku datang mau melihatmu,
sekalian mau bertanya padamu,
karena tadi aku membantumu menangkap penjahat,
bisakah kamu memberikanku batu lima warnamu itu?
Aku sarankan kamu simpan pikiranmu itu,
dan berhenti berhayal.
Hei.
Aku adalah bawahanmu,
dan kamu adalah atasanku.
Kamu harus menghargai usahaku,
atau aku akan merasa sangat kecewa.
Kalau seperti itu,
maka aku harus menanyakan sesuatu padamu.
Sihir apa lagi yang kamu punya?
Kalau bicara tolong hati-hati ya.
Ini adalah sihir untuk menekan roh jahat yang di ciptakan kakekku.
Aku hanya pernah melihat dulu dia menggunakannya,
dan sekarang adalah pertama kalinya aku menggunakannya.
Tapi ternyata,
hari ini aku menggunakannya dengan sangat baik.
Aku benar-benar adalah Guru Yin dan Yang yang hebat, juga menarik, bukan?
Ini lebih tepatnya, 'kucing buta menabrak tikus mati'.
Kamu itu yang kucing buta.
Kamu tidak ingin memberikanku batu lima warna itu, kan?
Baik,
aku akan pergi mencari Zhi Er.
Tidak boleh.
Sebelum aku bisa memastikan pelaku yang sebenarnya,
tidak boleh ada yang mendekatinya.
Apa maksudmu?
Tuan.
Seperti yang Anda perintahkan, aku telah melakukan penyelidikan menyeluruh.
Tahun ini Putra Mahkota menyerang ke arah timur laut, menghancurkan banyak kelompok etnis.
Di antaranya adalah sekelompok suku yang kejam.
- Namanya... - Sai Er La.
Betul.
Sai Er La.
Pembantaian massal, mereka telah di musnahkan.
Lalu apakah mungkin, meskipun mereka telah dimusnahkan,
tapi masih ada anggotanya yang bertahan hidup, dan menyusup ke istana mencari kesempatan untuk balas dendam?
Qing Mo Yan.
Qing Mo Yan,
tentang yang aku bilang padamu semalam,
aku benar-benar telah memikirkannya.
Kamu harus mendengarkanku.
Apa yang kamu maksud?
Aku sangat yakin bisa membujuk Zhi Er mengatakan yang sebenarnya.
Biarkan aku bertemu dia.
Kalau kamu yakin,
ya sudah sana.
Tapi aku ingatkan kamu,
ini satu-satunya kesempatanmu untuk membuktikannya padaku,
kamu bersama dengan monster jahat itu,
tidak ada kesempatan lagi.
Mengerti?
Monster jahat.
Terserah apa anggapanmu.
Tapi aku bukannya akan membuat dia kabur diam-diam.
Tunggu.
Berhati-hatilah.
Lepaskan aku.
Aku bukan pembunuh.
Sudah tidak banyak waktu lagi.
Yang di lehermu itu,
batu lima warna kah?
Kamu tahu tentang batu ini?
Aku tahu, karena menurutku batu ini yang menyebabkan aku datang ke sini.
Kamu siapa?
Dari mana kamu berasal?
Aku tidak tahu.
Tapi,
di mata orang lain,
aku adalah monster sepertimu.
Kamu ingin merampas batuku?
Aku bukan berandalan.
Kalau kamu mau beri aku, beri saja.
Kalau tidak mau, aku tidak akan memaksamu.
Bagaimana,
kalau kamu memberitahuku dari mana kamu mendapatkannya?
Atau setidaknya beri aku petunjuk.
Aku ingin coba cari, mungkin saja aku bisa kembali.
Batu ini, aku menemukannya 20 tahun yang lalu,
di sungai di kaki gunung Xian Yang.
Karena kekuatan dari batu ini,
aku bisa berubah wujud.
Gunung Xian Yang?
Kamu tidak akan menemukannya.
Setelah itu,
aku bertahan di sana selama lebih dari 10 tahun.
Tapi tidak pernah menemukan batu yang sama lagi.
Aku bisa memberikannya padamu.
Benarkah?
Tapi kamu harus menyetujui satu syarat.
Qing Mo Yan memberitahuku,
aku tidak boleh membiarkanmu pergi dari sini.
Bukan itu.
Aku ingin meminta padamu,
agar secepatnya menyelamatkan Putra Mahkota.
Putra Mahkota sedang berada dalam bahaya.
Kamu sudah di tahan di sini,
- bagaimana bisa Putra Mahkota sedang dalam bahaya? - Apa kamu masih tidak mengerti?
Bukan aku pembunuhnya. Pelakunya orang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.