ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ha? Kenapa kau di sini?
Kenapa kau tak di kamarmu?
Aku berlatih renang.
Bukan, maksudku menyelam.
Baik, teruskanlah, Ja-in.
Karena ada kolam renang di luar.
Ibu, ayo berenang.
- Ayo, Bu. - Kenapa kau selalu ingin berenang?
Ibu sudah bilang jangan pakai itu di rumah.
Kau jadi terlihat jelek.
Di luar, jangan di sini.
Ada kolam renang sungguhan.
Ayo pergi.
Bolos kerja saja hari ini. Ya?
Bangunlah. Kau harus berangkat ke sekolah.
Sekali menyelam lagi.
Menyelamlah denganku, Bu.
Kau saja. Ibu akan menghitung.
Hitung sampai 30.
Baiklah. Satu,
dua,
tiga,
empat,
lima,
enam,
tujuh…
Shin Ja-in. Kau tak bisa bernapas saat kau menyelam.
Tidak. Sejak tadi aku menahan napas.
Terus menghitung. Cepat.
Delapan,
sembilan…
Apa itu?
Shin Ja-in, minumlah obatmu setelah sarapan. Jangan lupa.
Ibu mungkin tak ingat.
Ibu. Tahu, 'kan, benda yang Ibu pakai untuk bekerja?
Boleh kugambar?
Kenapa kau menggambarinya? Kau punya banyak buku gambar.
Karena jika aku pakai buku gambar, Ibu tak melihatnya.
Apa maksudmu? Ibu lihat, kok.
Ada di tempat tidur. Ambillah.
- Ibu! - Ya.
Kata sandinya salah.
Jangan bilang…
Ja-in!
- Bagaimana dengan hujannya? - Aku bisa apa?
Aku harus cuti.
Apa di sana juga hujan?
Ya, hujan deras.
- Periksa lemari pembeku! - Nenek! Aku rindu!
- Ja-in, minggir. - Ada daging.
- Mampirlah! - Ja-in…
Pakai itu dan miyeok yang kutinggalkan untuk masak sup.
Aku tak sadar ada ini.
Miyeokguk enak.
Tambahkan air saat kau menggoreng miyeok .
Jangan makan junk food dan makan makanan yang sehat, oke?
Kau mungkin sehat sekarang, tapi kau akan rasakan saat sudah tua.
Ibu.
Aku tahu. Aku sedang membuat sarapan.
Akan kubawakan lauk pauk dan bahan sup minggu depan.
Jangan tidak makan, oke?
Makanmu tak sehat. Aku tinggal saja…
Ibu, baiklah.
Ada telepon masuk. Nanti kita bicara lagi.
Baiklah. Tunggu. An-na…
Shin Ja-in. Apa kau membiarkan keran kamar mandi menyala?
Aku tak ke kamar mandi. Kenapa?
- Tak apa. - Ibu, lihat gambarku.
Apa itu?
Ibu dan aku.
Ja-in.
Jika kau mau menggambar Ibu, apa tak bisa kau buat Ibu cantik?
Caranya?
Lihat, ini merah dan ini hijau.
Jangan pakai hitam saja… Aduh, dingin.
Bu, rumah kita seperti kolam renang!
- Ini kantor manajemen. - Kolam renang!
- Ja-in, diam. - Kolam!
Disebabkan curah hujan sangat lebat,
banjir telah mencapai lantai dua gedung 101 sampai 107,
dan lantai tiga gedung 108 sampai 110.
- Penghuni yang terdampak… - Ibu, berenang!
- Kita bisa berenang di rumah! - Ja-in, sebentar.
- Kenapa tidak? - …evakuasi ke lantai atas.
Ibu bilang akan bermain…
Shin Ja-in! Sudah kubilang diam!
Lift tidak berfungsi dan tidak bisa digunakan untuk evakuasi.
Ibu bilang kita akan berenang!
- Sekali lagi… - Kenapa kau tak mau menurut?
- Disebabkan curah hujan lebat… - Dan kubilang jangan pakai ini di rumah!
Diam di sini atau ini akan Ibu buang!
… dan lantai tiga gedung 108 sampai 110.
Penghuni yang terdampak…
Halo?
Apakah ini Dr. Gu An-na dari Tim Pengembang Mesin Emosi 3?
Ini Son Hee-jo dari Tim Keamanan 1.
- Apa unit Anda kebanjiran? - Ya.
Saya hampir sampai di lokasi untuk menjemput Anda.
- Saya? - Lantai tiga sebentar lagi kebanjiran.
Evakuasi ke lantai atas segera.
Jika Anda berkemas, tinggalkan saja. Jangan takut.
Naik lewat tangga bersama Ja-in. Saya…
Halo?
Halo?
SHIN JA-IN (JULI, MINGGU KE-2)
Ja-in!
Ja-in!
Kita harus pergi sekarang. Keluar!
Ja-in, ayo pergi!
Kita harus pergi sekarang.
Ja-in, Ibu minta maaf. Ibu tadi kewalahan.
Ibu tidak marah.
Mau Ibu gendong di punggung?
Cepat, Sayang!
Gyu-na, jangan menangis. Kita harus cepat.
- Hai. - Hai.
Permisi, bisakah kami lewat?
Kau tak bisa membawa semua itu dan menjaga anak-anak!
Ayo cepat.
Permisi.
Permisi.
Maaf. Kenapa kita tak bisa naik?
Apa?
Saya tak tahu.
Jalan ke atas terhalang sesuatu.
Sepertinya ada yang pingsan.
Permisi. Bisa aku lewat?
Tuhan, kasihanilah kami. Bebaskanlah kami dari…
Cepat!
Sayang, hati-hati! Nanti kau jatuh.
HARI INI, SEOUL
Ja-in, kau takut?
Kupikir itu hanya air,
tapi kurasa aku tak bisa berenang di airnya.
Mau bernyanyi bersama Ibu selagi naik tangga?
Kita, 'kan, memang akan bermain bersama hari ini.
Sepanjang hari.
"Memang"?
Apa artinya "memang"?
Artinya…
Bu, lihat!
- Tolong! - Tolong kami!
Tolong!
Tolong!
Sepanjang Bima Sakti di langit biru
Sebuah perahu putih kecil terapung-apung
Dengan sebuah pohon dafnah
Ada seekor kelinci kecil
Tidak ada tiang di atas kapal
Tak ada dayung untuk tetap mengapung
Namun ia tetap terapung-apung
Ha?
Ja-in.
Tetap di sini, oke?
Ibu mau ke mana?
Ibu takkan ke mana-mana. Hanya memeriksa.
Kami dari 407.
Boleh kami menumpang ke kamar mandi?
- Anak-anakku butuh buang air. Tolong! - Apa ada orang?
Kami hanya butuh air untuk mencampur susu formula!
Tolong beri jalan.
Jika kau butuh kamar mandi atau air, silakan masuk.
- Terima kasih. - Ya, masuklah.
- Terima kasih. - Pelan-pelan.
- Dr. Gu An-na! - Lewat sini.
Kau di sini, Dr. Gu?
Dr. Gu An-na!
Di sini!
Aku di sini!
Ja-in, ayo.
Ja-in.
Permisi.
Ja-in.
Permisi.
Maaf.
Shin Ja-in!
An-na, kau baik-baik saja?
- Ja-in! - Berikan dia padaku!
Dia tak bernapas.
Ja-in.
Ibu!
Kau pasti sangat ketakutan.
Tidak apa-apa.
Terima kasih banyak.
Aku Son Hee-jo. Kita bicara tadi.
Aku hanya perlu merekam ini.
7 Juli, 07.55 pagi.
Saya sudah memastikan selamatnya Peneliti Utama Gu dan Shin Ja-in.
Kami akan keluar sekarang.
Selesai. Ayo pergi.
Ayo.
- Ibu! - Biar kugendong dia.
Biar kugendong dia.
- Kau bisa menaiki tangga? - Bisa.
Ayo naik.
Ja-in, kau tak apa? Sudah selesai menangis?
Kukira Ibu pergi dan masuk ke apartemen itu.
Ibu mau ke mana tanpamu?
Lalu begitu banyak air masuk,
dan aku ketakutan, dan aku teringat tenang kejadian dulu itu.
No comments yet. Be the first to leave one.