ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Hei, bocah.
Kemari.
Aduh. Aku ada di sini, aku ada di sini.
Kau adalah iblis kera, Sun Wukong yang dikurung oleh Buddha?
Iblis apaan?
Kau tidak salah?
Tidak sopan.
Maaf telah mengganggu.
Hei! Hei!
Kemari, kemari.
Jangan pergi.
Kemari, kemari.
Aku mencari Sun Wukong. Kau bilang bukan kau.
Apa-apaan? Aku adalah Sun Wukong.
Kau bilang kau bukan.
Kapan aku bilang aku bukan?
Tadi kau bilang kau bukan.
Kau tak salah?
Nah, ucapan inilah.
Akulah.
Kemari.
Aku adalah Sun Wukong.
Tapi aku bukan dikurung oleh Buddha.
Lima ratus tahun yang lalu,
Buddha menyuruhku menunggu di sini.
Buddha mau aku menunggu kehadiran seseorang.
Kemudian,
Buddha mau aku menemani orang ini
pergi mengambil kitab suci.
Orang itu adalah aku.
Bisakah jangan merusak suasana?
Maaf. Kau teruskan.
Demi janji ini,
aku di sini
sungguh telah menunggu sangat lama.
Tapi aku mempercayainya.
Dia juga sangat mempercayaiku.
Jika di dalam hatimu memiliki Buddha,
aku memutuskan
untuk mengeluarkanmu dari sini.
[Dalam , Sun Wukong yang menemani Biksu Tang mengambil kitab suci ke Barat. ]
[Melewati 9981 kesulitan, pada akhirnya diberi gelar Buddha yang dinobatkan]
[Yang disebut sebagai “Buddha” maksudnya adalah “Orang yang mendapat pencerahan sempurna”]
Sun Wukong, kau kerasukan iblis. Cepat hentikan!
Siapa yang masih berani menghentikanku?
Tears of No Regret
Wukong.
Kenapa matamu mengeluarkan asap hitam?
Kau tak mengenali guru, kah?
Kau sekarang sangat menakutkan.
Setelah kau dapatkan kitab suci, tak ada yang dilakukan setiap hari.
Dunia ini tetap sama, tidak berubah.
Polusi di mana-mana dan berantakan.
Dasar penipu, kupukul kau hingga mati.
Tunggu.
Kau sudah dikendalikan iblis, tenanglah.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Wukong.
Kenapa kau mau membunuhku?
Kenapa mau membunuhmu?
Kau sadarlah.
Yang mau kubunuh adalah kau.
Tak disangka masih ada cara ini.
Iblis mau memanfaatkan Wukong untuk membunuhku.
Bagaimanapun juga aku adalah gurunya.
Dia pasti tidak akan sungguh membunuhku.
Tunggu dia tenang dulu akan sadar.
Untung aku memahami kera busuk ini.
Guru tidak akan menyalahkanmu.
Wukong, selamatkan aku.
Wukong, selamatkan aku.
Kaburlah. Kau kabur lagi saja.
Anggap kau hebat.
Hal kita bicarakan nanti.
Apa bisa mengatasinya terlebih dahulu?
Ada bau iblis.
Bau iblis yang sangat menyengat.
Tubuhmu sendiri juga ada.
Kau tak menciumnya?
Mana ada?
Datang lagi.
Wukong, selamatkan aku.
Selamatkan dirimu?
Aku sama sekali tak bisa melihat. Bagaimana aku menyelamatkanmu?
Kenapa tempat ini begitu akrab?
Apa lagi yang sedang kau lakukan?
Kau merasa tempat ini akrab ya?
Masih ada yang lebih akrab bagimu.
Raja iblis banteng.
Siluman laba-laba.
Siluman tengkorak putih.
Sudah mengingatnya, kan?
Sun Wukong,
perjalanan ke Barat
justru karena kau, kami tak bisa menangkap Tang Sanzang.
Sudah 300 tahun,
kulihat apa kali ini apa kau bisa melindunginya atau tidak?
Kau tak bisa bunuh mereka.
Lihat siapa aku.
Kau sudah tak bisa mengingatku.
Dialah orangnya.
Kau meninggalkanku begitu saja.
Bunuh dia!
Semua hutangmu padaku sudah bisa dihapus.
Bunuh dia!
Kau baru bisa membebaskan diri dariku.
Bunuh!
Bunuhlah.
Membunuh tanpa penyesalan.
Wukong.
Kau harus bertahan.
Keluarlah.
Menunggumu
sudah tiga ratus tahun.
Ucapan yang pernah kau katakan,
sudah kau lupakan.
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa memaksaku membunuh Tang Sanzang?
Kau menipu orang,
harus membayar hutang.
Menyuruhmu membunuh dia,
tidak bisa menjadi Buddha.
Aku adalah Buddha.
Buddha yang dinobatkan.
Kau mengajariku
jalan menuju ketenaran, semuanya adalah debu belaka.
Kau sungguh melakukannya.
Aku sudah tahu siapa dirimu.
Heng!
Tahu.
Apa yang bisa diubah?
Aku tahu tidak bisa mengubah sekarang ini.
Kalau begitu aku akan mengubah masa lalu.
Jangan harap mau melarikan diri.
Guru, kau harus bertahan.
Aku akan kembali ke 300 tahun yang lalu sekarang.
Hei!
Pisang ini milikku.
Di sini sungguh adalah 300 tahun yang lalu?
Kau kelaparan hingga bodoh?
Jangan bergerak.
Apa yang sedang kau lakukan? Tenanglah.
Aku mencarimu ada urusan darurat.
Kau ini,
hanya berjalan lambat beberapa langkah.
Tadi masih baik-baik saja.
Tiba-tiba begitu buru-buru. Ada apa sebenarnya yang mau kau lakukan?
Kalau begitu aku katakan padamu.
Aku baru kemballi dari 300 tahun mendatang
untuk menyelamatkanmu.
Jangan menakutiku.
Belum berjalan tiga langkah,
tiga ratus tahun dari mana?
Kau lihatlah jika tak percaya.
Bunuh dia!
Bunuh dia!
Kau baru bisa membebaskan diri dariku.
Bunuh!
Wukong, kau harus bertahan.
Aku kembali ke sini dari 300 tahun mendatang
adalah untuk mencarimu.
Mencariku?
Sungguh?
Iya.
Hei!
Cepat pergi.
Bukankah tadi kau bilang pelan-pelan?
Dialah orangnya.
Bunuh Tang Sanzang.
Ah, kau mengenalnya?
Dia adalah iblis roh kebencian
yang mau membunuhmu setelah 300 tahun mendatang.
Ternyata adalah perangkap jahat.
mau aku masuk ke dalam perangkap.
Aku masih mau meneruskan perjalanan mengambil kitab suci.
Hei...! Hei!
Tidak disangka tempat ini ada jalan masuk tidak ada jalan keluar.
Tampaknya harus memikirkan cara lain.
Jika tidak bisa keluar, hanya bisa bertarung.
Bertarung saja.
Hei! Kau bisa kungfu?
Apa bisa menang darinya?
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku tadi itu dinamakan kesalahan sesaat.
Penampilannya sama, tapi aku merasa
malah seperti dua orang.
Pasti bermasalah. Dia sedang berpura-pura.
Hei! Sadarlah.
Hei! Sadarlah.
Siapa kau?
Kau sudah sadar?
Kera?
Kau mengenaliku?
Beraninya masuk ke tempat dewa bungaku, dasar kera!
Lihat bagaimana aku mengatasimu.
Jangan, jangan, jangan, jangan.
Siapa kau?
Sedang apa kau di sini?
Datang dari mana?
Kau sedang apa?
No comments yet. Be the first to leave one.