ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Tidak perlu bangun. Tidak apa-apa.
Aku harus bangun. - Tidak apa-apa.
Aku bisa keluar sendiri. - Tapi...
Pak Yook, tidak apa-apa. Beristirahatlah.
Aku mau ke kamar mandi.
Astaga. Baik, bangunlah.
Perhatikan langkahmu.
Apa-apaan ini?
Dia bertanya apa aku bisa meminjamkan uang dalam jumlah besar.
Tapi dia tampak gugup. Mungkin dia diperas.
"- Ada apa? Biar kubantu" "- Aku hendak memerasnya"
Di mana semua film dan poster filmnya?
Aku muak dengan semuanya.
Apa yang kamu pegang di belakang?
Bukan apa-apa.
Ada apa? Apa yang kamu sembunyikan?
Pak Yook, ada apa?
Ada apa?
Pak Yook.
Toiletku tersumbat.
Mungkin bau, jadi, kurasa sebaiknya kamu pergi.
Kalau begitu, aku akan membiarkanmu beristirahat.
Astaga.
"Episode 11"
Chil Sung.
Halo, Opsir Shim.
Kenapa kamu kemari?
Kamu datang untuk menemui bosku?
Benar.
Kudengar Pak Yook meminta banyak uang kepada orang-orang
seakan-akan dia diperas atau semacamnya. Kamu tahu sesuatu?
Tidak juga.
Benarkah?
Tahukah kamu apa yang dilakukan Pak Yook semalam?
Tidak, aku tidak tahu.
Kamu pernah mendengar pria bernama Park Moo Suk?
Siapa?
Aku belum pernah mendengarnya.
Tapi kenapa kamu bertanya?
Aku bertanya karena dia meninggal.
Aku akan pergi sekarang.
Semoga harimu menyenangkan.
Sampai jumpa. Hati-hati.
Astaga. Ayolah, Bos.
Dia sangat ceroboh.
Astaga, ini enak.
Aku yakin ini sangat mahal.
Jadi, katakanlah.
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Seorang siswi SMA dibunuh delapan tahun lalu
di Gwangju, Provinsi Gyeonggi.
Aku bergabung dalam penyelidikan saat itu sebagai pembuat profil.
Tersangkanya adalah mantan terpidana yang sudah mengenal korban.
Kenapa kamu memberitahuku ini?
Saat itu, ada seorang saksi.
Pria berusia 28 tahun yang tinggal di Gwangju bersama ayahnya
karena perusahaan mereka ingin membeli rumah sakit di sana.
Dan namanya Seo In Woo.
Dia pernah melihat tersangka dan korban bersama.
Bahkan jika putramu tidak memberitahuku itu,
aku cukup yakin bahwa tersangka adalah pelakunya.
Namun, aku masih ingin mempertanyakan saksi.
Tapi...
Setelah kamu mengunjungi komisaris kami,
Komisaris memberiku perintah
untuk segera menyelesaikan kasus.
Saat itu, kupikir itu hanya permainan kekuasaan.
Tapi...
Tapi?
Tapi ada sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Pembunuh sebenarnya dari insiden itu
mungkin orang yang melakukan
pembunuhan berantai baru-baru ini.
Belum lama ini,
dia bahkan membunuh mantan polisi yang ingin memberi kami informasi
tentang pembunuh predator.
Hanya masalah waktu sebelum kami mendapatkan DNA-nya.
Dan kenapa kamu memberitahuku semua ini?
Aku hanya merasa kamu perlu tahu.
Terima kasih atas tehnya.
"Direktur Tim Manajemen Aset, Seo In Woo"
Jangan beri tahu Yook Dong Sik bahwa aku membunuhmu.
Kamu pasti akan diam saja kali ini, bukan?
Itu jauh lebih baik.
Kapten Ryoo.
"Psychopath Diary"
Kamu sudah melunasinya?
Ya.
Bunganya. - Tidak apa-apa. Lupakan saja.
Tapi apakah kamu mengikuti saranku?
Kubilang aku akan memberimu uang
jika kamu memastikan dia tidak akan memerasmu lagi.
Entah bagaimana, masalah ini beres.
Syukurlah.
Lalu kenapa wajahmu murung?
Masalahnya sudah beres,
jadi, kembalilah bekerja
dan teruslah hidup sebagai Yook Dong Sik
yang berani dan baik.
Ini.
Nona Shim datang untuk menemuimu, bukan?
Semua orang mengkhawatirkanmu.
Mereka hanya akan lebih khawatir jika kamu terus bersikap aneh.
"Daehan Securities"
"Deputi, Yook Dong Sik"
"Deputi, Park Jae Ho"
"Tim Manajemen Aset Tiga"
"Aku khawatir, jadi, tolong telepon aku kembali"
Haruskah aku mampir ke rumahnya?
Tidak, aku saja yang pergi.
Tidak, tunggu.
Aku temannya, jadi... - Teman-teman, itu Pak Gong.
Apa yang kalian lakukan?
Aku bertanya apa yang kalian lakukan.
Bagaimana kalian bisa fokus
pada pekerjaan kalian sekarang?
Dong Sik sudah benar-benar menghilang.
Kita bahkan tidak tahu dia masih hidup atau tidak.
Bagaimana kalian bisa fokus bekerja pada saat seperti ini?
Dasar monster tidak berperasaan.
Walau sudah akhir tahun, tidak berarti kita bisa berhemat.
Kita harus mempertahankan penjualan sampai hari terakhir. Mengerti?
Baik, Pak. - Baik, Pak.
Jangan pernah datang bekerja setelat ini lagi.
Sulit dipercaya.
Dan jawab teleponnya saat orang meneleponmu.
Lanjutkan saja.
Kamu mau secangkir kopi?
Akan kubuatkan secangkir kopi kesukaanmu.
Bagus.
Dengarkan aku. Aku buang air di sini
saat dia
tiba-tiba mengunci pintu.
Lalu... Ini. Lihat ini?
Tutup tangki toiletnya?
Lepaskan aku!
Apa? - Hentikan dia.
Semalam, dia...
Apa katamu?
Dia pembunuh
psikopat.
Bo Kyung, kamu tidak menemui Pak Yook hari ini?
Taek Soo, apa pendapatmu
tentang Pak Yook?
Apa?
Sudah jelas
dia pria yang baik.
Berikan padaku.
Apa?
Aku akan melakukan ini sambil mengerjakan milikku.
Dahulu kamu selalu menerima beban kerjaku, ingat?
Berapa salinan yang kamu butuhkan?
Masing-masing dua. - Baik.
Benar.
Siapa pun akan mengatakan dia pria yang baik.
Begini,
aku sudah menyusun berkas
prediksi pasar untuk tahun depan, jadi, gunakanlah sebagai rujukan.
Benar.
Pak Yook, jika kamu butuh
untuk memenuhi kuota penjualanmu,
aku bisa berbagi kiat yang kudapat dari beberapa saham.
Kamu harus lebih mengkhawatirkan dirimu.
Selain itu, sebagai temannya, aku sudah menyusun portofolionya.
Ada apa dengan kalian?
Apa? - Kenapa...
Kenapa kalian bersikap baik kepadaku?
Itu karena... - Kamu pria yang baik.
Apa yang baru, bukan?
Benar sekali. - Benar.
Aku akan membeli minuman hari ini.
Kenapa? Itu untuk Dong Sik.
Untuk Dong Sik. Ya, ayo minum!
Untuk Dong Sik! - Dong Sik!
Bagus. - Astaga.
Kenapa kamu tidak minum?
Minum, minum. - Minum, minum.
Minum. - Minum.
Minum! - Minum, minum.
Minum, minum.
Bukankah dia yang terbaik?
Dia seperti semangkuk sup hangat.
Aku tidak sebaik
yang kalian pikirkan.
Begitulah keadaannya di tempat kerja.
Saat kinerjamu tidak bagus, orang lain meremehkanmu
dan memanfaatkanmu. Tapi saat kinerjamu meningkat,
mereka tiba-tiba mengatakan kamu pria terbaik
meskipun kamu tetap orang yang sama. Benar, bukan?
Bukan begitu... - Kami semua mengerti.
Aku yakin kamu merasa dikhianati.
Aku ditekan oleh para atasan
untuk memperlakukanmu seperti itu.
Aku tahu itu tidak begitu berarti sekarang,
tapi maafkan aku.
Aku menyebut diriku sebagai temanmu
tapi malah menusukmu dari belakang.
Kami semua sama.
Alih-alih berjuang bersamamu,
No comments yet. Be the first to leave one.