ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Diterjemahkan oleh
Ayo, ayo, cepat pergi!
- Dia menembak bannya? - Tidak, dia menembakku! Cepat!
Nyalakan mobilnya!
Cepat, cepat!
Mobilnya tak menyala. Dorong mobilnya.
Bertahanlah...kita jalan!
Apa yang terjadi? Siapa dia? Siapa kau?
Aku hanya orang biasa. Tolong selamatkan aku!
- Lalu kenapa dia menembakmu? - Aku tak tahu.
Kawan, apa ini tentang mafia? Aku juga akan kena masalah!
Lihat mobil jip di belakang? Kumohon naiklah ke mobil itu!
Apa itu dia?
Oh, Tuhan!
"Ya, Tuhanku!" Hey, kau tahu doa Hanuman?
- Mantra Gayatri? - Tidak.
Nyanyikanlah lagu rohani yang kau tahu!
"Kini aku mau berbaring tidur..."
Kita akan mati!
"Jika aku mati sebelum terbangun, semoga Tuhan mengambil jiwaku..."
Diam! Diam! Diam!
Pergilah! Jangan ikuti aku! Kau akan membuatku terbunuh.
- Pergilah! - Berhenti!
- Husss! Pergi! - Kumohon, kawan!
- Aku tak mau terlibat! - Kumohon, pak!
Aduh! Kau lagi! Pergi sana!
Kumohon, taksi! Jangan tinggalkan aku, taksi!
Cepat, telpon polisi!
Selamat pagi, pak.
Selamat datang. Mau teh?
Ini...
Apa kabar, Ghanshyam?
Kau? Ada disini?
Telpon istrimu, bilang kau diculik.
Dua juta, tunai. Paham?
Tapi...
Kau pinjam uang, Kau tak kembalikan tepat waktu.
Circuit, kubilang "acungkan pistol", bukannya "menembak seluruh Mumbai!"
Tenanglah, bos!
Pelurunya palsu. Hanya membuat perih!
Hei, dalam jarak ini bahkan peluru palsu bisa membunuhmu!
Siapa kalian?
Kami pekerja sosial. Spesialis Pencegahan Kelalaian Membayar Pinjaman.
Kau berhutang 2 juta padanya. Kau bayar. Kau pulang.
Tapi Manilal, aku sudah bayar pada saudaramu tepat waktu.
Saudaraku menipu setengah kota dan kabur ke Dubai.
Masa bodoh dengan kesepakatan antara kalian, aku ingin uangku.
Tapi kau yang memintaku membayar padanya!
Aku tak peduli! Aku mau uangku kembali.
Tunggu, kau sudah bayar pada saudaranya?
- Ya. Tanya saja padanya. - Apa pedulinya dia?
Ssh!
Kawan, kau sudah buat kesalahan besar.
Ghanshyam, pulanglah.
- Dan kau, telpon istrimu. - Tapi...kenapa?
Hei, jangan main-main denganku atau...
kau akan pulang ke rumah dalam 3 tas berbeda!
Suruh istrimu bawa 1 juta, karena kau sedang diculik.
Kenapa 1 juta?
Karena kau berbohong.
Ayahku berkata, "Jangan berbohong dan jangan menolerir kebohongan."
Sekarang telpon istrimu!
- Pegang dia. - Baik.
Diam!
- Surat untuk Murli Prasad Sharma! - Cepat, buka!
Kapan?
- Kereta sore, bos. - Sial! Mati kita!
Aalam, panggil Banwari! Cepat!
Ayah bos akan kemari jam 5 sore naik kereta.
- Apa? - Tapi biasanya dia datang bulan Juli.
Bodoh! Dia bukan angin musim. Dia bisa datang kapan saja.
Ayah bos mau datang! Jam 5 sore!
Ayo, cepat! Bergerak! Tak ada waktu lagi!
Kau masih pemula, nak.
Maaf...maafkan aku... Tadi dompetnya ada di lantai...
aku mencoba mengembalikannya. Aku bukan pencopet.
Pencuri brengsek! Pencopet! Ayo hajar dia!
Lihatlah bagaimana mereka memukul orang yang malang.
Sedang apa kalian? Minggir!
Apa-apaan kalian? Bebaskan dia! Mengapa kalian memukulnya?
Dia mencuri dariku, mengapa malah kalian yang semangat?
Akan kuhajar dia sendiri. Ikut denganku!
- Kau tak kenal keparat ini, pak. - Biar kami yang menghajarnya!
- Kau mau? - Tidak.
Kau tahu siapa mereka?
Mereka rakyat negeri kita. Lihat wajah mereka.
Orang yang bertengkar dengan istrinya. Anaknya tak mau mendengarkannya.
Orang yang cemburu akan kesuksesan tetangganya,
dan orang yang berhutang pada pemilik tanah.
Dari korupsi di pemerintahan sampai kekalahan tim Kriket...
mereka marah akan segala hal.
Tapi mereka menahannya dalam hati. Mereka curahkan amarahnya padamu.
Mau kuserahkan dirimu pada mereka? Mereka bisa menghancurkan kepalamu!
Tidak! Maafkan aku, pak! Aku sudah bersalah!
- Mereka tak terlihat, bos. - Terus cari.
Baiklah semuanya, dia telah akui kesalahannya.
Terima kasih atas bantuannya.
Nak, lebih mudah hidup jujur. Mengerti?
- Namaste. - Tuhan memberkati.
- Namaste. - Tuhan memberkati.
- Kenapa kau disini? - Kau mengenalnya?
Dia...tidak.
Buruh!
Kau terluka. Ayo...anakku seorang dokter.
Dia datang!
Ayo! Cepat! Cepat!
Hei...hati-hati! Tangganya!
Hei...aku masih tergantung! Bawa kembali tangganya! Tolong!
Wow! Papan nama baru?
Ya. Baru saja dipasang setelah mendapat surat anda. Mari, nyonya.
Ayo, bacalah.
Cepat baca. Aku mau bertemu anakku. Baik. Biar kubacakan.
"Yayasan Rumah Sakit Hari Prasad Sharma."
Itu namanya. Kau senang?
Namamu disana? Ayo masuk.
Anakku lari dari rumah.
Tapi tak sepertimu, dia bekerja keras dan menjadi dokter. Ayo.
Inilah yang kita takutkan. Kanker limforma dalam usus.
Dok, apa aku bisa sembuh?
Ya, karena hanya Dr. Murli Prasad Sharma yang bisa menyembuhkan penyakit ini.
Sungguh?
Ayah, kau datang!
Tuhan memberkatimu, nak.
- Apa kabar bu? - Baik. Kau?
Aku? Sangat baik!
Baik? Dia kerja siang malam. Tak mempedulikan kesehatannya.
Itu baru anakku! Ketak egoisan adalah jalan masuk menuju surga.
Trims, ayah.
Oh, lihat bocah ini, dia berdarah.
Dokter akan menyembuhkanmu.
Kau...? Dokter?
Dr. Lohanna, lukanya dalam. Darurat, cepat tangani!
Tapi...
Tenang. Dr. Lohanna akan menanganinya.
Kalian pasti lelah. Istirahatlah dulu.
Melihatmu membuat kami segar kembali.
Shhh...diam!
- Ada apa? - Mereka sedang memukul...
Sedang menjahit...lukanya. Sangat perih.
Aku bawa uangnya! Ini!
Satu juta! Bebaskan suamiku, kumohon!
Diam! Ingat, bos adalah seorang dokter!
Maaf, nyonya, jika uang bisa menyelamatkan orang sakit, orang kaya takkan pernah mati.
- Circuit, bantu nyonya ini. - Ha? Baik, dokter.
Nyonya...
- Tapi aku... - Ayo, ikutlah denganku.
Jangan khawatir. Semuanya akan baik saja.
Suaminya obesitas. Penyedotan lemak butuh waktu seminggu.
- Sudah semuanya? - Ya.
Tenang, nyonya! Masuklah ke mobil. Dia akan segera keluar.
- Segera? - Tak usah cemas!
Dasar brengsek! Hajar dia!
Teruskan pekerjaanmu, nak.
Hei, bukankah kita sudah bertemu waktu lalu?
- Kau baik saja? - Tidak. Aku...
Aku...aku...
Dr. Monty, antar orang tuaku ke dalam, cepat.
Suster, ambil kloroform.
Apa?
Sandiwaramu itu terlalu berlebihan...
Lihat dia, begitu tenang!
Dia telah bersandiwara selama 3 tahun, tapi ayahku tak pernah mengenalinya.
Bangunlah, keparat! Kau sembuh. Sekarang, keluar!
Apa yang sedang terjadi?
Ceritanya panjang! Pergilah!
Bos, jika ini terlalu menyulitkanmu...
mengapa tak katakan saja yang sebenarnya pada ayahmu?
Bilang padanya, di kota ini mafia lebih dihormati daripada dokter.
Dia akan mati bila dia tahu.
Kita hanya perlu bersandiwara 7 hari, Circuit. Jalani saja.
Bu, ingat saat aku melihat hantu dekat kuburan?
Dan ternyata itu Chandu yang sedang berjalan tidur.
Lalu ayah mengangkat tongkatnya...
"Bodoh! Mengapa kau pergi ke kuburan?"
Aku sangat ketakutan saat itu.
Takut? Kau gemetaran!
Lalu ibu memelukku... dan rasa takutku hilang.
- Ibu biasa menyebutnya... - Pelukan Ajaib!
Pelukan Ajaib!
- Berdirilah. - Apa?
Ayo, cepat.
Kemari.
Nah, beritahu ibu, apa yang mengganggumu?
Bu, andai aku bukanlah dokter...
Sedang apa kalian?
Bukan apa-apa, ayah. Hanya bernostalgia tentang kampung.
Maka pulanglah. Sekarang kau sangat terkenal di kampung.
Bocah nakal yang menjadi dokter hebat di kota!
- Dia tak nakal. - Ah, benar.
Akulah yang mencuri buah, bakar celana orang, benar?
- Pagi, pak! - Pagi. Apa itu?
Oh, bukan apa-apa. Hanya orang gila. Bagaimana kabar dokter?
Baik-baik saja. Berapa harga satu kelapa?
Apa aku harus menerima uang darimu?
Anda mau yang berair, atau yang padat?
Tak usah...jika harganya gratis.
- Jangan begitu! - Oke, aku pergi dulu!
Tunggu, pak! Aku hanya bercanda.
Beri aku satu kelapa.
15 rupee yang padat dan 10 rupee yang berair!
No comments yet. Be the first to leave one.