ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Diterjemahkan oleh: Bajingan, Toa Pek Yuna
Orang asing ini mendatangi saya di pasar.
Dia melukai tangannya begitu parah, dan dia meminta bantuan kita.
Tentu kita akan membantu.
Siggy, pergi dan ambilkan air panas.
Pergilah dengan para pelayan.
Helga, pergi dan ambil beberapa lembar kain untuk perban.
Kau bisa duduk di dekat api?
Terima kasih.
Kau sangat baik.
Bagaimana kau bisa terluka?
Aku tak tahu.
Aku sedang tidur di tempat kasar
dan mungkin terkena sabit besar atau mata bajak.
Siapa namamu?
Namaku Harbard.
Siapa nama kalian?
Aku Ratu Aslaug, istri dari Raja Ragnar Lothbrok.
Dan ini Siggy, janda dari Earl Haraldson.
Dan ini Helga, istri dari Floki si pembuat perahu.
Oh aku mendengar tentang Raja Ragnar.
Lagipula, semua orang telah mendengar namanya.
Dia terkenal di mana mana.
Kau seharusnya tidak melakukan ini,
Ratu Aslaug, karena aku tahu siapa kau.
Puteri dari Sigurd, yang membunuh si ular Fafnir.
Jangan khawatir, aku senang melakukannya.
Kau bilang kau tidur di tempat kasar
Mengapa?
Aku akan tidur dimanapun aku bisa membaringkan kepalaku.
Aku seorang pengembara,
dan kadang kadang
orang orang menawarkanku keramahan dan aku bisa tidur di ranjang jerami,
dan kadang kadang di tempat kasar dengan binatang ternak sebagai kehangatan.
Semua itu salahku.
Apa itu benar?
Tidak.
Tidak, aku lebih menyukai jerami.
Tapi jangan berpikir bahwa aku tak memberi apa apa sebagai imbalannya ya?
Aku bercerita.
Cerita tentang perjalananku sendiri.
Cerita tentang para dewa.
Atau keduanya.
Hmm?
Seperti yang mereka katakan, aku...
Aku bernyanyi untuk mendapatkan makan malam.
Kau mau makan malam dengan kami?
Jika itu bisa diterima oleh semua orang.
Dan Raja Ragnar, tentunya.
Ragnar tak ada di sini. Dia dan prajuritnya sedang pergi berperang.
Tapi kau diterima untuk makan bersama kami,
dan sebuah kasur dari jerami.
Kalian berbicara dibelakang punggungku!
Tolong berikan aku kehormatan dengan berbicara di depanku.
Kami tak bermaksud tidak menghormati Baginda, tapi bertanya tanya mengapa
jika kau siap membagikan rahasia pertanian kami dengan para pagan,
sebagai imbalannya, kau tidak meminta mereka membagi
rahasia membangun kapal mereka kepada kami?
Dan apa sebabnya, karena kami memberi mereka tanah untuk bertani,
kita tak meminta mereka untuk berpindah agama ke satu satunya Tuhan Asli?
Ya, aku memahami keprihatinan kalian,
tapi sebagaimana dikukuhkan, Orang orang Utara,
dalam kepemimpinan Ragnar Lothbrok,
saat ini bertempur di sisi kita
membantu kita mendapatkan takhta dari Mercia,
kerajaan besar itu,
untuk boneka kita, Princess Kwenthrith.
Sekarang, siapa di antara kalian yang memilih untuk tidak menerima beberapa petani di tanah kita,
melebihi dari mendapatkan, melalui persekutuan ini,
bagian yang lebih besar dari daratan Inggris?
Dan selain itu,
siapa yang tahu bagaimana perjanjian ini akan berjalan di masa depan?
Bicaralah sekarang.
Bilang padaku aku telah memilih kebijakan yang salah.
Bahwa untuk beberapa alasan, aku tak memikirkan kerajaan kita dan nasib kerajaan kita.
Katakan padaku sekarang, jika kalian berani,
bahwa aku tak pantas menjadi Raja Wessex.
Mengapa kita melakukan hal ini, Ragnar?
Mengapa kita bertempur untuk para Kristen ini?
Melakukan pekerjaan kotor untuk Raja Ecbert.
Hal ini bukan tentangmu, Floki.
Hal ini tentang anak anak kita, dan anak anak mereka.
Ini adalah untuk masa depan orang orang kita.
Dan aku tak menginginkan pertikaian tanpa akhir
antara kita dan para Kristen.
Kau gila, Ragnar. Tertipu.
Tak mungkin ada rekonsiliasi antara Tuhan Tuhan kita,
Tuhan Tuhan asli, dengan Tuhan yang mereka sembah.
Hanya ada satu yang berkuasa.
Dan kemenangan dari Tuhan Kristen
berarti kematian dan kehancuran dari kita semua.
Jika kau tak mau bertempur,
maka jangan bertempur.
Kalian berdua, simpan napas kalian.
Kita harus memanjat sebuah gunung.
Beberapa dari kita tak akan melihat fajar seperti ini lagi.
Tidak di sini di Midgard, bagaimanapun.
Jadi mari kita mencoba dan berbicara dengan baik satu sama lain.
Dan mengingat berapa banyak sudah yang kita lalui bersama.
Kata kata yang bagus, Saudara.
Kau sudah selesai?
Kumohon.
Jangan bunuh saudaraku.
Rollo! Rollo!
Kau bajingan malang.
Sampai jumpa nanti.
Jika Tuhan mengijinkan.
- Mereka tak akan membiarkan itu. - Bawa aku bersamamu.
Aku harus bertempur.
Kau tak bisa bertempur. Kau terlalu lemah.
Apa yang sedang kau katakan?
Seperti bisa kaulihat, kau bajingan.
Aku bisa bertempur dengan sempurna.
Tak pernah lebih baik.
Lalu apa yang sedang kau tunggu?
Jadi kau bisa bicara bahasa kami sekarang?
Aku bicara lebih dari sebelumnya.
Bukan hanya karena Athelstan,
tapi karena orang orang dari Wessex ini,
yang telah...
- Membantu kami. - Yang telah membantu kami dengan berkat anda.
Aku bersyukur dan senang.
Seperti aku yakin Raja Ragnar akan senang juga.
Aku membawa beberapa bangsawanku
untuk menunjukkan mereka kemajuan yang kalian buat di sini.
Rakyat kami, sebanyak seperti rakyatmu,
akan diuntungkan dari panen yang bagus.
Dan untuk membantumu mempersiapkannya, aku telah membawakan sesuatu untukmu.
Ini adalah bajak jenis baru.
Ini tidak hanya menggaruk permukaan tanah,
tapi ia menggali lebih dalam, dan karena sudut dari pisaunya,
ia membalikkan tanahnya.
Sekarang, kami telah membuat beberapa percobaan,
dan ketika kotoran pupuk juga tergali ke
tanah tergali dan terbuka
tanamannya, dan panennya, jadi meningkat.
Kau tinggalkan bajak ini buat kami? Ya.
Lihat bagaimana kalian menyesuaikan diri.
Aku suka mencoba antara kebudayaan kami.
Membajak, memupuk, dan menaburkan benih,
adalah dasar utama dari kehidupan.
Memang benar.
Nah, berikan bajak ini kepada orangmu.
Biar mereka melihat jika ia bisa bekerja.
Atau tidak.
Kau dan Athelstan diundang kembali ke villaku,
kapan saja kau memilih untuk datang.
Untuk sekarang, aku pamit dulu.
Tak kulihat ada orang.
Mereka di atas sana.
Tunggu!
Aku akan pergi duluan.
Terima kasih.
Apa ini?
Porunn!
Porunn.
Porunn!
Lindungi sang Pangeran! Berkumpul!
Lepaskan panah!
Angkat perisaimu!
Maju!
Tahan formasi kalian!
Tarik! Lepaskan panah!
Sudah berakhir!
Tempat apa ini?
Ini rumah mandi Romawi.
Cantik.
Agung.
Siapa wanita ini?
Dia adalah Dewi. Dewa Romawi.
Dewa Pagan.
Seperti para dewamu, Lagertha.
Dia tidak seperti para dewa kami.
Dewa dewaku
adalah senyata seperti kau dan aku.
Mereka tertawa. Mereka berdarah.
Mereka berlari di sekitar langit.
Hmm...
Aku telah menjadi pengembara hampir seumur hidupku.
Aku mau memberitahu kalian waktu aku bepergian ke Utgard.
Kau pernah pergi ke Utgard?
Mmm. Sudah bertahun tahun lalu.
Aku berjalan ke arah timur sampai aku sampai ke sepanjang air
yang membelah dunia manusia dari Jotunheim.
Aku mendayung dan terus mendayung
sampai aku mencapai pantai Utgard
yang terletak di antara air dan pegunungan.
Ya, kami sudah mendengar semua tentang Utgard.
Tempat di mana Raksasa tidur.
Aku berjalan bermil mil tanpa melihat satu makhluk hidup pun.
Tetapi kemudian, akhirnya,
Aku mencapai Aula yang besar.
Begitu banyak Raksasa di sana,
mereka semua duduk di bangku,
dan mereka menyeringai ketika mereka melihatku.
Satu Raksasa, yang menurutku adalah raja nya,
dia duduk sendiri di sebuah kursi di ujung akhir dari aula itu.
Dia bertanya padaku jika aku memiliki keahlian.
Hmm. Karena dia tak mengijinkan siapapun berada dekat dengannya
pasti dia adalah penguasa dari kaumnya atau leluhur.
No comments yet. Be the first to leave one.