ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bagaimana ?
Apa ?
Yang kau makan.
Asin sekali.
Kusarankan lebih baik, kau yang masak.
Jika aku yang masak, apa yang kau kerjakan ?
Aku mau nonton TV seharian... seperti yang kau lakukan.
Halo...
sanju...
Ya, Bu ?
Sudah makan malam ?
Sekarang aku lagi makan.
Sekarang ?
Dia tanya makanan atau mau mengajakmu pergi ?
Percayalah, dia bukan orang baik.
Bu, nanti kutelpon lagi.
Kenapa nanti ?
Apa si sundal itu duduk denganmu ?
Sang ibu telpon lagi.
Bu, sudah kubilang, nanti kutelpon lagi !
Sanju...
Ya ?
Ini Pandit.
Pandit siapa ?
Ingat Babu ?
Babu Fruit ?
Ya.
Bagaimana kabarnya ?
Dia naik ke surga.
Mana mungkin ?
Dia gantung diri dari jendela penjara dengan kolornya !
Kenapa kau menelepon ?
Babu sangat memujimu.
Dia bilang kau yang terbaik.
Sampai jumpa.
Ada sesuatu...
Apa ?
Akan kuceritakan saat kita bertemu.
Aku tak mau ketemu.
100 juta.
Apa itu ?
Populasi penduduk Bihar !
Itu bagianmu.
Aku tak menginginkannya.
Santai, cari waktu luang.
Pekerjaan cepat, risiko rendah, jackpot besar.
Pikirkan itu...
ini nomorku.
Apa yang dinginkannya ?
Aku tak tahu.
Kau tak tahu ?
Kita sudah putuskan, takkan melakukannya lagi.
Bukan begitu ?
Kita bisa mengerjakannya tapi ...
kau minta jaminan kita takkan masuk penjara !
100 juta nilai yang besar !
Kau mau uang ?
Siapa yang tak mau uang ?
Kita punya simpanan yang cukup untuk hidup selama beberapa tahun.
Lalu apa ?
Jalani kehidupan yang baik selama beberapa tahun, lalu ...
mati kelaparan ?
Kau mau aku mengambilnya, 'kan ?
Aku tak bilang itu.
Ini bukan tentang perkataanmu.
Akan kulakukan, jika itu kemauanmu.
Seumur hidupmu kau akan berlangganan...
Vogue.
Kau mau Femina juga ?
Kau dan ibumu ... Percuma bicara baik-baik...
Kenapa kau ...
memakai pakaian aneh seperti itu ?
Aneh ?
Aneh ?
Inilah gaya.
Kau bisa tahu gaya kalau kau sering baca majalah.
Kau seperti orang tua.
Kau tak pakai otakmu gara-gara seharian dirumah.
Kapan kita bisa ketemu ?
Cepat sekali.
Kapan...
Besok malam, pukul 12.30 ...
Stasiun kereta api Andheri, stasiun nomor satu.
Pakailah kaos merah.
Malam sekali ?
Dan aku tak mau pakai kaos merah.
Kaos merah, Andheri, stasiun nomor satu.
Jangan lupa.
Halo ?
Sanju...
Aku Pandit.
Dia Idris.
Kereta akan segera datang. Santai saja.
Kemana kita pergi ?
Surga !
Kau harus masuk.
Kau punya tiket ?
Tak apa, begitu juga kami !
Saat kau membawa ini ... tak ada yang menanyakan tiket.
Kemana kita pergi ?
Sekarang di sini.
Inilah tempat konferensi kami, di mana kita melakukan pertemuan.
Di kereta api?
Disinilah Idris..
dilahirkan di kereta api ...
tumbuh dewasa disini...
dia sensitif dengan kereta api.
Bukan sembarang kereta.
Hanya Virar Fast.
Apa pekerjaannya ?
Kenapa terburu-buru ?
Ayo kenalan dulu.
Aku tak mau.
Lebih baik kau bicara atau aku turun di stasiun berikutnya.
Bung !
Kendalikan emosimu !
Atau aku akan melemparkanmu keluar sebelum sampai ke stasiun berikutnya.
Diam kau.
Pekerjaannya mudah jika kita mngerjakannya dengan benar.
Saat tanggal 5 setiap bulannya ...
Pandit...
Sebentar.
Aku beli tiket... kelas satu.
Ada lagi ?
Sayuran.
Kau punya wortel ?
Tidak.
Apa yang kau punya ?
Terong.
Astaga.
Kau mau menyuruh istrimu masak terong jam segini ?
Aku pegang tiket kelas satu...
Dan aku punya ini ...
Kau mau masuk ?
Dengar...
Terong ?
Apa ?
Enyahlah !
Saat tanggal 5 setiap bulannya ...
200 juta didepositkan di ABI Bank untuk membayar gaji.
Kali ini jadi 300 juta.
Saat Diwali...
festival bonus.
Sekitar 40-50 juta dijadikan kas biasa.
Kita dapat dengan mudah mengambilnya.
Kita bisa dengan mudah menonaktifkan alarm dan CCTV.
Brankas di bank sangat canggih.
Tak mudah untuk membobolnya.
Itulah tugasmu.
Itu tidak mudah.
Kalau mudah, bank takkan menyimpan uangnya di situ.
Berapa bagianku ?
Kita bertiga dapat bagian yang sama.
Aku butuh waktu untuk memikirkannya.
Baiklah, Berapa lama ?
Seminggu.
Tentu.
Maksudku...
kita rencanakan dulu cara merusak brankasnya...
bukan mencuri buah-buahan dikebun tetangga.
Jadi, seminggu tak masalah.
Dan kau juga bahas hal ini dengan istrimu ...
Aku tak ingat namanya meskipun ...
Neetu...
Neetu!
Benar, Neetu.
Neetu...
Kau harus tanya pada istrimu.
Bagaimana kalian tahu namanya ?
Sama seperti yang kita tahu tentang 350 juta.
Neetu...
Femina ?
Cosmo !
Dan simpan komen gaya kampungan itu untuk dirimu sendiri.
Baik, terserah selamatkan kulitku.
Kenapa kau ?
Kau makan terong mentah.
Pergi dan lakukan hobimu ... nonton TV.
Aku nonton TV ?
Tentu saja, aku yakin ada film bagus di salah satu chanel.
Maksudku...
the bank job.
Akan ku tonton ?
Jika aku bilang 'ya', kau akan berpikir bahwa ...
Aku bajingan rakus, yang hanya memikirkan uang.
Dan jika aku bilang 'tidak' dan memberikan ide ...
Aku bertanya-tanya, apa yang bisa kita lakukan dengan 100 juta.
Membeli apartemen besar, mobil mewah ...
keliling Eropa.
Kita bisa membeli TV LED besar untukmu.
Bukankah kau menginginkannya ?
Berapa haraga TV yang sangat besar ?
Murah...
mungkin 300.000 - 400.000.
Ini besar !
Cukup !
Penjual manisan besok akan kembali.
Yang lain dimana ?
Aku tidak tahu.
Periksa.
No comments yet. Be the first to leave one.