My Name Is Mo'Nique

My Name Is Mo'Nique

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

My Name Is MoNique 2023 1080p WEB H264-CUPCAKES
കമന്ററി എഴുതിയത് edoe
Retail Netflix

ടാഗുകൾ

web
1080
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2023-04-04
ഡൗൺലോഡുകൾ: 61
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

- Mo'Nique gila. - Uang melampaui integritas.

Mo'Nique legenda.

- Dia merusak banyak hubungan. - Dia profesional!

- Dia kawanku. - Keledai Hari Ini!

Dia rumit.

Mo'Nique legenda?

Dia merusak banyak hubungan.

- Dia tak stabil. - Keledai Hari Ini.

Kariernya berakhir.

Terima kasih atas dukungannya.

Ayo.

Sayangku!

Ayo, Sayang!

Sayangku!

Atlanta, Georgia!

Sayang!

Aku merasakan kegembiraan di sini.

Sayangku!

Kita bertemu, Sayang!

Kita bertemu!

Mo'Nique!

Apa aku sungguh berdiri di panggung ini?

Apa aku sungguh berdiri di panggung ini?

Asal kalian tahu, sangat sulit bagiku

untuk tidak terharu dan menangis sekarang.

Asal kalian tahu, aku sangat bersyukur.

Aku sangat bersyukur.

Terima kasih pada semua orang

yang mendukungku!

Terima kasih pada semua penggemarku!

Terima kasih pada hadirin malam ini. Termasuk kau, Pria Kulit Putih.

Aku ingin berterima kasih pada semua orang!

Malam ini,

saat kalian pulang,

kalian akan memahami siapa aku.

Malam ini, saat kalian pulang,

kalian akan memahami kenapa sikapku seperti yang kalian tahu.

Malam ini, saat kalian semua pulang,

kalian akan bilang, "Kini, aku paham!"

Begitu juga apa yang orang tidak pahami tentang aku,

apa yang orang tidak ketahui tentang aku saat mereka terus menghinaku,

menyebutku dengan segala umpatan.

Mereka menyebut kekuranganku dan omong kosong lainnya.

Mereka juga bilang, "Mo'Nique,

bagaimana kau bisa bersabar dengan ucapan orang terhadap dirimu?

Tampaknya, semua itu tak memengaruhimu."

Ini yang orang tak ketahui tentang aku.

Kukira aku tak akan pernah mengatakan ini di TV,

di panggung sama sekali karena stigma yang menyertainya.

Ini yang orang tak ketahui tentang aku.

Aku wanita dari pendidikan luar biasa.

Lihatlah seperti apa aku.

Lihatlah seperti apa pendidikan luar biasa, Kawan!

Lihatlah seperi apa murid pendidikan luar biasa!

Aku mau kalian mengerti. "Uh."

Kawan, itulah aku!

Kawan, itulah aku!

Mereka biasa menghinaku dengan segala macam umpatan

dari berbagai tingkatan.

Wanita ini mengikuti pendidikan luar biasa.

Kalian dengar aku?

Luar biasa, Kawan.

Pendidikan, Kawan.

Aku girang sekali. Luar biasa, Kawan!

Pendidikan, Kawan!

Pendidikan luar biasa.

Saat kalian ingin menghakimi orang, pahamilah siapa orang itu.

Kalian menghakimi aku yang saat SMP,

dari kelas tujuh sampai sembilan,

aku mengikuti kelas pendidikan luar biasa.

Biar kuberi tahu sesuatu

agar kalian tak perlu meriset.

Aku sangat percaya itu kesalahan.

Aku percaya itu kesalahan karena tak ada kiriman surat ke rumah.

Tak ada pertemuan orang tua dan guru.

Tak ada pembicaraan dengan komite sekolah.

Tepat saat aku datang...

untuk belajar di SMP...

Aku datang dengan pakaian baru.

Aku tampil keren dengan celana jin Chic, Sayang.

Kaus putih dan sepatu putih yang serasi.

Aku siap untuk kelas tujuh.

Lalu aku menyadari

aku tak dapat informasi dari sekolah...

tentang kelas yang akan kuikuti.

Jadi, aku berpikir, "Tahun ini pasti luar biasa.

Surat tak dikirim ke rumahku. Aku harus mengambilnya di sekolah.

Ini luar biasa!"

Di sana, nama-nama kami dipampang.

Di papan pengumuman.

Serta kelas kami.

Ada nama-nama. Semua anak berkata, "Aku masuk kelas ini, kelas itu!"

Lalu aku memeriksa papan itu.

"Kawan, coba kulihat papanmu. Apa tulisannya?"

Namaku ada di amplop.

Mengerti, Kawan? Namaku ada di amplop.

Aku sudah menduga ada yang tidak beres,

tapi aku selalu optimis.

Aku selalu percaya ungkapan "gelas setengah penuh".

Jadi, saat kulihat namaku di amplop, aku begitu saja berkata,

"Wah, Kawan! Ini pasti luar biasa, Kawan!"

"Mereka menaruh namamu di amplop, Kawan."

Jadi, saat kubuka amplopku...

temanku berkata, "Apa tulisannya, Kawan?"

"Aku akan memberitahumu."

Tulisannya, "B... 217."

Benar, 'kan?

Jadi, aku bilang, "B singkatan dari 'Brilian'.

Aku gadis yang brilian di sini.

Aku akan ke kelas 217, Kawan.

Aku akan ada di lantai dua gedung SMP ini.

Kawan, murid yang ada di lantai dua

hanya murid yang luar biasa.

Aku di B217."

Jadi, saat aku pergi ke kelas 217,

aku tak melihat huruf B, tapi kupikir tak masalah.

"Ini tetap kelas 217!"

Jadi, aku masuk dengan bangga.

Dengan pakaian baruku.

Aku memberikan dokumenku pada guru di sana.

Dia bertanya, "Siapa kau?"

Aku bilang, "Monique Imes."

Dia bilang, "Tak ada namamu di dokumenku."

Aku bilang, "Ini dokumenku."

Saat dia mengambil dokumenku,

dia cekikikan.

Aku tak mengerti cekikikan itu,

tapi kupikir, "Persetan dengannya. Aku brilian."

"Persetan dengannya!" Benar, 'kan?

Jadi, dia cekikikan. Dia berkata, "Tidak.

Bukan di 217 yang ini.

Kelasmu di lantai pertama, di belakang."

B singkatan dari "Belakang".

Belakang. Kembali ke belakang, Kawan.

Jadi, saat aku pergi ke kelas B217,

dan aku masuk ke kelas itu,

aku melihat murid yang memakai helm

dan pengikat dagu.

Aku berpikir, "Astaga!"

Lalu aku berpikir, dengan optimis,

"Baiklah, itu mungkin gaya modenya.

Kami murid SMP.

Dia mungkin berpikir, 'Aku akan memukau siapa pun dengan helm ini.'"

Begitulah gayanya.

Lalu saat aku duduk,

aku melihat anak laki-laki kulit putih

sedang mengoleskan lem

di tangannya.

Aku suka dihibur, Kawan.

Aku sangat suka dihibur.

Aku mendukung anak itu.

Aku mengamati dia mengoleskan semua lem.

Lalu dia memutar-mutar lem di tangannya.

Timmy tahu aku sedang melihatnya,

jadi dia berlagak seperti pesulap.

Dia seperti ini...

Lalu dia begini...

Aku berpikir, "Astaga, aku mengikuti pendidikan luar biasa!"

"Aku mengikuti pendidikan luar biasa, sialan!"

Tapi apa kalian pikir aku menderita?

Aku menyadari hikmahnya karena saat aku melihat papan

yang berisi daftar mata pelajarannya,

aku bilang, "Akan kukalahkan mereka.

Warna primer, warna sekunder.

Pasti jadi murid terbaik!"

Di sinilah aku menyadari

bahwa ibuku buta huruf.

Kalian sangat kejam.

Kalian sangat kejam karena mentertawakan

ibuku yang tak bisa membaca.

Kalian berengsek!

Aku tahu itu bukan lewat percakapan.

Bukan diskusi.

Aku tahu dengan mengamatinya.

Aku mungkin bukan yang terpintar secara akademis di sini

karena aku murid kelas luar biasa.

Tapi itu tak masalah, Kawan.

Aku bisa tahu

saat situasinya berbeda.

Karena aku sangat jeli. Aku mengamati situasi. Mengerti?

Aku mengeluarkan surat dari guru.

Dia mengirimkan catatan untuk wali murid yang berisi, "Monique

terlalu berisik."

Jadi, itu bukan hal baru bagiku!

Aku sudah begini selama hidupku!

"Dia terlalu berisik dan mengganggu.

Sekali lagi, kita harus mengadakan pertemuan orang tua dan guru."

Aku sudah membaca catatan itu.

Jadi, kubawa catatan itu pulang.

Satu hal tentangku, aku jujur.

Aku jujur, Kawan.

Jika aku bersalah, aku jujur. Aku akan berkata, "Aku bersalah."

Jadi, sepanjang jalan pulang, aku gugup

karena aku harus memberi ibuku surat

berisi pernyataan pria kulit putih bahwa aku berisik.

Dia bukan satu-satunya. Ibuku juga pernah bilang begitu.

Itu sebabnya keluargaku tak menyukaiku.

Benar, 'kan?

Jadi, di rumah, aku memberi ibuku surat itu.

Dia membuka surat itu.

My Name Is Mo'Nique subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left