ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Katanya bunga sakura...
dikenal karena musim mekarnya nan indah dan sangat singkat.
Itu sebagai pengingat bahwa hidup ini...
begitu tragis... tapi indah untuk dijalani.
Waktu mereka di dunia ini...
cepat berlalu.
Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu.
Aku mengimpikan bertarung denganmu.
Kau petinju hebat.
Ditempat ini belum ada yang pernah bilang begitu.
Perjuangan kita tergantung...
pada kemampuan kita.
Kebencian...
atau kemarahan...
haruslah diabaikan.
Aku yakin...
setiap petinju...
menempuh jalannya sendiri-sendiri.
Menurutmu kau akan menang?
Ya.
Kami sangat bangga Jepang jadi tuan rumah dalam pertarungan ini...
dan pembukaan ini untuk menghormati kepada dunia Barat,
di mana tinju lahir di antara orang Jepang...
dan para pelaut Amerika.
Sering mengadakan kejuaraan tinju,
yang bisa menghubungkan antara kedua negara ini.
Sekarang, kami akan buka ruang untuk pertanyaan.
Kau, di belakang sana.
Aju Koyama, dari surat kabar "Nippon Keizai Shinbun".
Aku ada pertanyaan buat orang Amerika.
Yang ini untukmu.
Setelah mengalami kekalahan berturut-turut dalam pertarungannya baru-baru ini,
sekarang kau mau melawan petinju tak terkalahkan.
Mengalami kekalahan pada catatan terakhirmu,
mana mungkin kau akan menghadapi petinju yang tak terkalahkan?
Apa pendapatmu soal itu?
Masahiro petinju hebat.
Dan semua orang berharap dia menang.
Tapi kita tunggu saja dan lihat.
Ya, silahkan.
Naito, dari "Abashiri Shinbun".
Apa saja latihanmu di musim dingin dihutan bersama Tokugawa...
yang legendaris, membantumu mempersiapkan pertarungan ini?
Dan juga...
Bagaimana kau menemukannya?
Cuma di dunia yang kejam,
master sehebat dia...
mengasingkan kedalam hutan.
Tidur dimusin dingin, menunggu musim semi.
Menunggu es dunia...
mencair.
Hei... bagaimana kondisimu, kawan?
Oh, entahlah.
Kurasa, kepalaku mau pecah.
Orang ini... akan mengalahkan Masahiro.
Clint tahu itu.
- Kau tahu kan? - Ya. Ya, aku tahu, Silas.
Hei, dengar... ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan.
Mereka datang.
Senang kalian kemari untuk menemui kami.
Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini.
Clint. Ini Satoshi-San, saudaranya Shichiro-San.
Merekalah yang mengundangmu melawan Masahiro.
Sepertinya mereka bukan orang pemerintah.
Di Jepang hal sepert ini dilakukan agak berbeda.
Tundukkan saja kepalamu, Clint.
Akhirnya kita bertemu.
Shichiro,
setuju dengan penawaranku.
Kau yakin mau lakukan ini, saudara?
Mereka beritikad baik.
Sayang sekali...
jika menolak penawaran itu.
Lagipula, itu perlu.
Kita harusnya bangga,...
negara berada di pundak kita
Dan jangan bergantung cuma...
pada satu petinju Amerika.
Dengar, kau dengar...
suara dari stadion?
Itu suara...
harapan...
dan mimpi...
dari para patriot...
bersorak...
agar Jepang...
semakin hebat!
Kita harus berlaku adil untuk Jepang!
Tapi bukankah setiap petinju harus diberlakukan secara adil?
Itulah bagian dari kode etik para petinju!
Kode etik para petinju...
tak menarik bagi kami saat ini.
Maaf, saudara.
Akan sumpaikan pesanmu.
Silas,
Kuharap kau mengerti.
Jepang sangat mengantisipasi tontonan Romawi malam ini.
Satoshi,
pimpinan perusahaan kami, berkewajiban...
membuat tawaran untuk petinju berhargamu.
Gak perlu bersembunyi di balik sopan santun di dunia yang tua ini, Shichiro-San.
Katakan saja apa maumu.
Satoshi sudah menawarkan petinjunya.
Satoshi mau berikan tawarkan pada petinjumu....
7 kali lipat gaji untuk pertarungan malam ini sebagai gantinya.
Beritahukan saudaramu...
aku menolak tawarannya.
Berhenti!
Jangan maju lagi!
Hei...
Terima penawarannya.
Pergi, pergi!
- Apa yang kau lakukan? - Aku akan membunuhmu!
Shichiro-san,
kau bilang akan berlaku adil pada orang Amerika dalam pertarungan ini!
Kau bilang aman.
Ternyata itu cuma bohong belaka.
Siapa yang menyuruhmu menyerang petinju itu?
Tuan, dia menolak tawarannya!
Tak usah pedulikan! Selama aku tak perintahkan!
Maaf, tuan.
Gak masalah bagaimana menurutmu!
Pergi. Keluar dari sini!
Kau sebut ini kehormatan?
Kau sudah menyimpang sangat jauh dari jalan orang-orangmu, Tn. Satoshi.
Dan ketidakyakinanmu pada Masahiro...
Itu menjijikkan.
Karena dia petarung sejati.
Mereka bilang dia terlahir kembali dari abu Tokugawa...
dibesarkan di padang belantara...
di salju...
dan juga dalam es.
Sekarang, entah apa aku bisa menang.
Persetan, ini mungkin pandangan bodoh.
Tapi dengarkan dulu ini:
Akan kukalahkan Masahiro, walaupun nyawa taruhannya.
Saudara...
Kau tahu apa yang diakuti binatang buas dalam bayangan?
Apa itu?
Semangat.
Tak bakal bisa membunuh semangat,
karena kehadirannya akan berusaha melawan.
Baik...
Kita akan selesaikan ini nanti.
- Ayo pergi. - Ya tuan.
Ayo pergi.
Kita akan selesaikan ini nanti.
Bagus sekali, Silas.
Siapa sangka kalau Shichiro punya hati?
Kau tahu mereka akan memenangkan ini?
Mereka bilang ini pertarungan yang adil dan bagus.
Jadi, orang-orang itu kemari seolah itu teman baikmu,
dan kau berdiri di sini dan memberi tahuku...
kau tidak tahu apa-apa?
Mereka mengendalikan semuanya.
Kasino, olahraga, perusahaan, saham,
dan yang terpenting, tinju sialan ini.
Kuyakin kaulah yang memintaku...
mengikutkanmu dalam pertarungan ini, karena kau mengalami masa-masa yang sulit dan...
Yah, tentu saja semuanya berputar mengitarimu.
Karena kau bajingan yang egois.
Aku menjalin hubungan untuk mendaftarkanmu dalam pertarungan ini.
Aku akan membawamu ketempat yang mau kau kunjungi...
dan memastikan kau merasa nyaman, di kamar hotel kecilmu.
Sekarang, aku harus memperbaiki hubungan dengan orang-orang ini.
Karena mereka bisa kembali dan menyebabkan banyak masalah bagi kita.
Petinju Jepang tampaknya tertarik pada pertarungan sengit.
Jadi, kuharap ini pertarungan yang adil.
Akhirnya kau sadar.
Apa kau Tokugawa yang hebat itu?
Ini cuma masalah waktu untuk memamerkannya.
Kutemukan kau pingsan...
dekat sungai.
Kau beruntung aku menemukanmu.
Ada banyak yang harus kita lakukan...
jika kau mau mengalahkan petinju Amerika itu.
Silahkan...
Silakan duduk.
Orang Amerika...
seperti anjing.
Mereka cuma menggonggong dan gak menggigit.
Tidak, tidak...
Orang Amerika punya sesuatu...
yang tidak kau miliki.
Aku tahu.
Aku harus hadirkan sesuatu yang berbeda, untuk pertarungan ini.
Kumohon latihlah aku?
Dasar bodoh?
Aku baru saja bilang masih banyak yang harus kita lakukan.
Ayo kita latihan sekarang, Nak.
Teknik latihan ini...
akan mengajarimu menghadapi musuh tanpa mundur ke sudut ring.
Akan mengajarimu untuk menghindar...
pukulan segala arah.
Kau bisa pulang tanpa rasa sakit,
orang aneh.
Kesombongan akan menyakitimu.
Berhenti menamparku.
Satu-satunya cara menghancurkan harga diri seorang petarung...
dengan tamparan wajah yang bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.