ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
FILING FOR LOVE
Halo.
Aku Park A-jeong, mantan sekretaris eksekutif.
Wakil Presdir Jeon Jae-yeol.
Sekretarismu? Apa-apaan ini...
Apa ini?
Trik apa lagi yang kau lakukan?
Ini bukan trik, Ayah.
Dia membuat keputusan berani untuk membela perusahaan kita.
Apa semua rapat pemegang saham Haemu kacau dan tak terencana begini?
Kau membiarkan sembarang orang maju dan bicara?
Aku di sini karena para pemegang saham berhak tahu.
Hanya pemegang saham yang boleh bicara...
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Menurut laporan di tanganku ini
saat Wakil Presdir Jeon Jae-yeol menjadi CEO Farmasi Haemu
dia mentransfer miliaran won tanpa izin
ke yayasan medis yang dia dirikan.
Namun, audit tak pernah dilakukan.
Yang mana hampir mustahil.
Itu karena.
Joo In-a, Kepala Audit, sebagai penanggung jawab penyelidikan
menutupi transfer itu.
Kau mengakuinya, Nona Joo?
Memang benar Farmasi Haemu menyumbang ke Yayasan Medis Jei.
Tapi kusimpulkan tak ada masalah dengan proses hukumnya.
Hanya karena kau menyimpulkan tidak ada masalah
apa itu berarti kau tidak perlu melakukan audit?
Audit itu manajemen risiko.
Aku menilai risiko melakukan audit
lebih besar daripada risiko tidak melakukannya.
OH HYUN-YOUNG JEON JAE-YEOL
Di dalam Haemu ada faksi politik dan kelompok kubu terkait suksesi.
Kupikir penyelidikan itu akan menjadi tuduhan politik
dan membuat Haemu makin kacau.
Maksudku
siapa yang memberimu hak untuk memutuskan itu?
Tugasku adalah membuat keputusan seperti itu.
Bagaimana kita bisa memercayai keputusan Bu Joo?
Wakil Presdir Jeon Jae-yeol dan Kepala Audit Joo In-a
menjalin hubungan romantis.
Apa keputusan Bu Joo hanya berdasarkan kepentingan perusahaan?
Bagaimana jika dia mengambil keputusan itu
demi Wakil Presdir Jeon Jae-yeol?
Astaga, keributan macam apa ini?
Kenapa kau diam saja?
Apa yang kalian lakukan sampai perusahaan jadi seperti ini?
- Ayah. - Pak.
- Ayah. - Ayah.
Ayah baik-baik saja?
- Astaga. - Ayah!
Pada rapat pemegang saham Grup Haemu yang diadakan hari ini
muncul tuduhan bahwa Kepala Audit menutupi
kesalahan Wakil eon Jae-yeol, kemudian memicu kontroversi besar.
Presdir Grup Haemu, Jeon Moo-tae, pingsan saat rapat
dan rapat pun dihentikan seketika.
Grup Haemu mengadakan rapat dewan darurat
untuk membuka penyelidikan skala besar atas tuduhan itu.
Dengan kecemasan atas kesehatan Presdir
dan etika manajemen yang makin memburuk
pertarungan suksesi Grup Haemu kembali dilanda kekacauan.
HOT ISSUE
GRUP HAEMU.
Astaga, saking kacaunya perusahaan ini
aku sampai kesulitan menelan makananku.
Kau menghabiskan makananmu hari ini.
Astaga.
Kudengar ruang pers basemen penuh setelah berita itu keluar.
Sepertinya semua jurnalis ada di sini.
Kurasa itu makin menarik perhatian karena skandal Wakil Presdir.
Informasi pribadi Bu Joo sudah tersebar di internet.
Astaga. Hei.
Mari jaga ucapan kita di depan umum.
Jika istri atau pacarmu bertanya, katakan saja kau tidak tahu apa-apa.
- Entah bagaimana informasi tersebar. - Baik.
Memang benar kita tidak tahu apa-apa.
Soal laporan Bu Park...
Sejauh mana kebenarannya?
Jika orang seperti Bu Joo menutupinya
bukankah artinya masih ada sesuatu antara dia dan Wakil Presdir?
Tidak ada.
Bagaimana kau tahu, Bu Yoon?
Aku tahu Bu Joo berkencan dengan siapa sekarang.
- Apa? - Bukan Wakil Presdir.
- Siapa? - Siapa?
Kita semua kenal orangnya.
- Kita kenal? Siapa? - Aku tidak kenal siapa pun.
- Apa? - Siapa?
- Siapa? - Siapa?
- Siapa? - Ya, siapa? Beri tahu kami.
- Lihatlah sekeliling. - Apa?
- Ayolah. - Jangan pergi begitu saja.
- Kau harus memberi tahu kami. - Kau tahu apa?
- Katakan. - Bicaralah pada kami.
KEPALA AUDIT
Mereka menahannya seharian.
KOMITE INVESTIGASI KHUSUS
Sebutkan hubunganmu dengan Wakil Dirut Jeon
saat kau meninjau kasus Yayasan Medis Jei.
Kami tak punya hubungan apa pun.
Kalian berdua pernah berkencan.
Saat itu tidak.
Tidak ada pasangan yang kembali menjadi orang asing.
Apa ada hubungan yang lebih buruk daripada pasangan yang putus?
Itu lebih buruk daripada menjadi asing.
Wakil Presdir Jeon bilang dia masih menyukaimu.
Aku tidak.
Bahkan saat kau meninjau kasus yayasan medis?
Bahkan saat itu.
Ini catatan kepemilikan saham Yayasan Medis Jei
notulen rapat pengambilan keputusan di Farmasi Haemu
persetujuan sponsor, dan catatan penggunaan dana.
Kau akan tahu jika membacanya.
Sebagai CEO saat itu, aku tidak mengelola yayasan
atau memengaruhi proses pengambilan keputusan Farmasi Haemu.
Semua dana digunakan
sebagaimana semestinya.
Jika tidak ada masalah dalam prosesnya
maka tidak ada salahnya Bu Joo memutuskan
untuk tidak menyelidikinya.
Entah dia bersalah atau tidak akan ditentukan di pengadilan.
Jelas ada alasan untuk berargumen.
Kurasa kita harus mencari tahu alasan dia tidak menyelidikinya.
Bukankah begitu?
Ini akan lebih rumit dari yang kita kira.
Apa kata Joo In-a?
Dia bersikeras sudah membuat keputusan resmi.
Kenapa dia masih bersikeras padahal kita sudah sampai sejauh ini?
Entah Jae-yeol bersalah atau tidak
itu tidak penting begitu berita skandal tersebar.
Hancurkan Joo In-a dengan segala cara.
- Baik, Pak. - Baik.
Aku dari Harian Haesin. Bisa kita bicara?
Halo, ini XTM.
Kau bisa diwawancarai?
Wanita simpanan Wakil Presdir
- harus membusuk di jurang selamanya. - Astaga, menjijikkan.
Halo, Bu Joo.
Astaga.
Kau cantik.
Aku Park Dae-geun dari Harian Hansung.
Tidak ada komentar. Maaf.
Kau besar di Mipo, 'kan?
Kau juga lumayan populer di sana.
Kudengar gadis pintar dan cantik itu
tumbuh dalam keluarga berantakan.
Harian Hansung?
Kau mungkin tidak tahu karena kau bekerja untuk media
yang hanya menyalin unggahan media sosial
dan menulis artikel umpan klik tanpa benar-benar melaporkan berita.
Area ini terbatas untuk reporter.
Keamanan?
Orang luar masuk.
- Silakan keluar. - Maaf.
Aku salah.
Ayo naik.
Bukankah itu terasa seperti syuting film laga?
Aku lebih setuju romansa daripada laga
karena aku muncul di saat yang tepat.
Anggap saja ini film laga romantis.
Bagaimana perasaanmu?
Pasti sulit diinterogasi seharian.
Itu bukan apa-apa.
Aku sudah lama menjadi model telanjang.
Itu sama sekali tidak sulit.
Dia bilang tidak lelah sedikit pun.
Astaga. Aku tertidur.
Aku tidak mendengkur, 'kan?
Kau mendengkur.
Benarkah?
Apa aku mendengkur?
Kau bohong, 'kan?
Kau serius?
Apa aku benar-benar mendengkur?
Benarkah? Jujur? Tidak, 'kan?
Apa aku benar-benar mendengkur? Sungguh?
- Benarkah... - Tidak.
Kau tidak mendengkur. Aku bercanda.
Tapi kau tertidur lelap.
Begitu sampai di rumah, mandilah, lalu langsung tidur.
Kau cerewet sekali.
Aku akan melakukannya.
Turunkan aku di sana.
Terima kasih tumpangannya.
Jangan keluar. Pulanglah.
Tidak, aku akan mengantarmu masuk.
Kau sudah mengantarku. Sekarang biarkan aku melihatmu pergi.
Aku akan pergi setelah melihatmu masuk.
Aku ingin melihatmu pergi.
Kalau begitu, begini saja. Kita akan melambai.
Sampai jumpa. Jaga dirimu.
Bukankah aku pandai berjalan mundur?
Ada reporter di luar gedungmu.
Dingin sekali.
Aku akan mengirimkan foto.
Selidiki seseorang untukku.
- Jika sudah selesai, ayo makan. - Baik.
Agak kebesaran, tapi lumayan. Bagaimana penampilanku?
Sama sekali tidak terlalu besar. Kau terlihat cantik.
Astaga. Apa ini? Ini jamuan besar.
No comments yet. Be the first to leave one.