ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL™ SubsCrew
Aku pasti selalu merindukanmu. / Ya. Aku juga.
Lihat apa yang kubawa.
Masih ingat? / Ya.
Agar kau tak melupakanku.
Baiklah.
Kemarilah.
Sampai ketemu, Bu.
Bagaimana? Sudah siap?
Ya.
Permisi, aku mencari Marcel.
Kau terlambat! Sangat terlambat. / Maaf.
Tidak apa². Ayo. Tinggalkan barang² anehmu di sana.
Aku tak mau melihatnya. Ayo ikut aku.
Ini bagus, keren, aku suka.
Ini juga keren, sangat keren.
Kita tidak usah pakai sampul yang ini, kita pakai yang ini sebagai gantinya. / Ya.
Kau ke ruang ganti dulu, kita lakukan pengukuran...
...kemudian ambil beberapa gambar, lalu selesai. Siap? / Baiklah.
Siap untuk besok?
Dia fotografer luar biasa, jika dia menyukaimu...
...artinya kau dapat keberuntungan, harus dimanfaatkan dengan baik, paham?
Halo?
Hai.
Ini rupanya si Nona yang tak datang tepat waktu.
Kau terlambat. / Ya aku tahu.
Aku harus pergi, jadi kutunjukkan dengan cepat.
Ini kamarnya.
Ada gadis lain yang tinggal di sini. Namanya Zofia.
Dia dari Milan. Entah kapan pulangnya.
Dia benar² baik. Kau takkan bermasalah dengannya.
Itu tempat tidurmu. Ini kuncinya. / Terima kasih.
Kau harus bayar sewa tiap tanggal 1 dan 15, paham?
Bienvenue. / Maaf?
Itu artinya "Selamat Datang".
Bagaimana kabarmu? / Baik² saja.
Duduklah bersamanya di sofa itu, Sayang.
Baiklah, kalian berdua. Hari ini kita coba lima kostum.
Sangat seksi, lekuk²nya terlihat jelas. Bahkan kita kerjakan lebih dari itu.
Kita coba dulu di sofa, lalu kita coba juga di tempat tidur.
Maksudku, kita bisa rasakan...
...bahwa kita sedang bersenang². Ini tentang dirimu, kau harus bebas.
Dan aku lihat "soul" yang kau miliki dalam hal ini. Baiklah kalau begitu.
Coba kau bergeser sedikit lebih dekat. Nah, begitu.
Nak, kau bergeser juga. Kau tetap di sana, Sayang. Bagus.
Bagus. Rileks sejenak.
Baiklah, sekarang kau bergeser ke samping dengan satu kaki di atas sofa.
Begini? /Ya. coba angkat lututmu lebih tinggi.
Ya. Turunkan kakimu yang lain ke lantai.
Bukan, kaki yang lainnya. Terima kasih. Baiklah, satu tangan di atas lutut.
Coba kau cium lehernya.
Bisa kau cium lehernya dengan sungguhan?
Kau perlu rileks, Sayang.
Baiklah.
Emma, aku perlu bicara denganmu.
Ada apa? / Entahlah.
Kau punya lima menit untuk lakukan lebih baik lagi, kau paham?
Dia tiba² kacau sekali. / Terlihat kaku seperti zombie.
Baiklah, sudah cukup. Kita selesai.
Selesai, Shane? / Emma, kau selesai untuk hari ini. Pergilah.
Kau bisa pergi sekarang.
Kau tak dengar yang kubilang? Pergilah.
Kau mendekatlah kemari. /Siap
Ambillah.
Kau tak boleh sentuh barang²ku. / Barang²mu ada di tempat tidurku.
Tidak, siapa bilang.
Aku hanya tak suka orang lain menyentuh barang²ku.
Hei. Aku Zofia. / Emma.
Kau akan menetap lama? Beberapa bulan dulu disini dan...
...dan nanti kulihat kedepannya.
Agency mana? / BGA.
Keren. Apa mereka bilang padamu untuk melangsingkan badan?
Tidak, mereka bilang aku sempurna. Aku tak perlu mengubah apa².
Hei.
Ya. Aku baru saja kembali.
Dari Milan. Aku tahu.
Hei, Bu.
Hei. Tidak, semua baik² saja.
Semua baik² saja. Mereka sangat ramah, begitulah.
Tidak apa². Aku tinggal dengan gadis bernama Zofia, dia benar² baik.
Bu, aku sedang agak letih sekarang. Bagaimana kalau aku saja nanti yang telpon?
Nanti kita ngobrol lagi.
Ya, Sampai ketemu.
Entahlah, Sayang.
Mungkin kau ke sini terlalu awal, atau job ini mungkin bukan untukmu.
Kau paham maksudku? / Tidak. / - Tidak?
Aku hanya mau bilang jika kau mau pulang, tak apa².
Nanti satu atau dua tahun lagi, kau bisa kemari dan coba lagi.
Kau mau mengirimku pulang? / Bukan begitu, Sayang, tapi...
Kau benar² mengacaukannya.
Tidak mau, dia mengerikan.
Apa? Benarkah?
Hanya pekerjaan "blowjob"?
Oke. Nanti disambung lagi.
Kami mau keluar dan sedikit berpesta. Kau mau ikut?
Terima kasih, tapi hari ini aku sedang tak enak badan. / Kenapa tidak?
Cara terbaik untuk menghidupkan kembali hal² di kota ini adalah...
...pergi keluar dan bertemu orang².
Duduk² saja takkan bisa membawamu kemana².
Apa yang kau lihat? / Tidak ada.
Ini Emma, teman sekamarku.
Bersulang, semuanya.
Kau teman Zofias? / Ya, kami tinggal serumah.
Aku baru datang ke Paris.
Apa yang kau suka sejauh ini? / Semuanya keren.
Aku punya banyak properti di kota Paris. / Mantap.
Apa? / Mantap!
Bersulang.
Hei.
Kau Emma, 'kan?
Bagaimana kabarmu? / Ya, baik² saja.
Di toilet pria saja, tak ada siapa². / Tidak... tak apa².
Kau baik² saja? Ya.
Kau kenal dia? Shane White? / Hanya sedikit.
Aku suka pekerjaannya.
Ya? / Emma? Ini aku, Zofia.
Apa? / Emma? Ini aku, Zofia.
Baiklah, tunggu sebentar.
Ada apa? / Apa yang sudah kau perbuat? / - Apa?
Bukan apa². Yang kemarin itu... / Bukan, ponselmu. Kenapa dimatikan?
Agensi itu mencarimu, lalu mereka meneleponku.
Duduklah.
Entah apa yang kau lakukan. Masih ingatkah...
...dengan fotografer tempatmu bekerja di hari pertama?
Ya.
Dia mau memberimu pekerjaan di tempat editorial L'Officiel.
Apa? / Kau tahu majalah L'Officiel 'kan?
Tentu saja. Itu sangat besar.
Entah apa yang kau lakukan, tapi kau melakukannya dengan benar.
Hei, kerjamu bagus.
Aku butuh nama dan tanda tanganmu.
Hai! Aku tak menyangka kita ketemu lagi.
Aku juga.
Wow. Bukankah ini keren? / Ya aku tahu.
Ini Emma. / Halo.
Senang bertemu denganmu. / Kau siapkan gadis ini, ya? Terima kasih.
Kau mau minum? Kopi? / Ya, tentu.
Baiklah semua, Nona². tolong perhatikan.
Hari ini kita ada job yang benar² sudah ditentukan,
sangat vintage, sangat old school.
Klasik, paham? Aku perlu kemampuan "nakal" yang nyata.
Nyata, nakal, krusial. Jangan kalah para model pria di sana.
Baiklah, kalian paham? / Ya.
Dan Emma? Kau paham? / Apa?
Kau paham yang kumaksud?
Persetan.
Itu dia. Itulah yang kumaksud.
Sikap seperti itu. Baiklah. Sampai ketemu di sana, Nona².
Lihat semua kemari dengan bergairah.
Baiklah, cantik sekali.
Emma, keluarkan kemampuanmu. Bagus. Cantik sekali.
Satu lagi! Ya.
Tetap seperti itu, ya.
Baiklah, cakep.
Apa? / Tak apa².
Hanya tak biasanya melihat model makan seperti itu.
Apa pun bisa kumakan. / Orang² pasti membencimu.
Ada beberapa. / Ceritakan tentang dirimu.
Apa yang ingin kau ketahui? / Semuanya. Dari mana kau berasal?
Apa kau ini gadis desa atau kota, musik keuskaanmu, warna favoritmu.
Apa pun yang kau impikan. Tujuanmu di di negeri orang. Ingn diberi julukan apa.
Kau punya pacar di tempat asalmu?
Jangan lakukan itu. / Apa? / Kau sembunyikan mulut saat kau tersenyum.
Kau memang cantik. Tak perlu lakukan seperti tadi.
Dan kau juga harus belajar untuk menerima pujian.
Jadi jika kubilang kau cantik...
...apa yang harus kau lakukan?
Bersikaplah seperti ini. Lalu ucapkan terima kasih.
Baiklah, terima kasih.
Gadis desa atau kota? / Hanya kota kecil.
Dan... warna favoritku, merah.
Benarkah? / Ya.
Apa impian terbesarmu? / Mudah saja.
Menjadi gadis pertama di pekan mode di Paris.
Untuk acara? / Chanel.
Itu bisa terjadi.
Apa impianmu? / Aku tak tahu apa² tentang mimpi.
Matamu benar² gila keren sekali. Kau tahu itu?
Aku ingin bertemu lagi denganmu.
Hei. / Hei.
Kau bisa melihatku? / Ya. Kau juga bisa?
Ya.
Ya? Bagaimana pekerjaanmu?
Semua baik² saja. Aku sedang ada pekerjaan...
..dan sudah di ambang pintu karir, jadi aku tak punya banyak waktu.
Kau baik² saja? / Ya, aku hanya lelah.
Aku sangat merindukanmu. / Ya. Aku juga.
Aku mau pesan tiket untuk liburan musim gugur.
Ternyata tak semahal seperti yang kukira.
Jadi bolehkah aku mengunjungimu minggu ini atau minggu depannya?
Aku hanya... Aku sedang sangat sibuk.
Aku sedang sibuk. Lagi pula aku tinggal...
...di sebuah kamar yang kecil dengan gadis lain, dan...
...ukurannya memang kecil, dan kau takkan nyaman.
Kau tak serius. / Aku serius. Maafkan aku, tapi...
Kita ketemu lain waktu saja.
Nanti mungkin aku bisa cari tempat yang lebih luas.
Sekarang waktunya tidak tepat.
Hei. Maaf aku terlambat. / Tak apa².
Ini Emma. / Hai.
No comments yet. Be the first to leave one.