Suzzanna: Witchcraft

Suzzanna: Witchcraft (Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗦𝗨𝗭𝗭𝗔𝗡𝗔 - 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗲𝘁 𝗗𝗼𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀 𝗗𝗼𝘀𝗮 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟏𝟖:𝟒𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-07-23
ഡൗൺലോഡുകൾ: 367
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No
FPS: 25

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

UNTUK MENGENANG DENGAN PENUH KASIH 13 OCTOBER 1942 - 15 OCTOBER 2008

Siapa ini?

Namanya Suroso.

Lurah Karang Setan.

Mau diapakan orang ini?

Aku mau dia cepat mati.

Kenapa harus mati?

Supaya aku

bisa menggantikan dia menjadi lurah Karang Setan.

Kamu siap menanggung dosa?

Kalau tidak siap,

aku tidak akan ke sini menemuimu.

Pardi.

Potong separuh buat bayar utang.

Daliman.

Buat apa kamu ikut antre?

Upahmu sudah habis kepotong utang!

Tolong, Pak Banteng. Cicilannya separuh dulu.

Saya ada perlu.

Terima kasih.

Ampun.

Makan nih bensin.

- Siram dia. - Tolong!

- Ampun, Pak. - Terus.

Jangan bohong kamu.

Saya berani sumpah

kalau saya sudah tidak punya apa-apa lagi buat bayar utang.

Juragan.

Saya mohon, Juragan.

Saya mau menerima permintaan Pak Kawi.

Biar anak perempuan saya bekerja di sini

untuk membayar utang saya.

Iya.

Saya ke sini, kau ke sana.

Saya Lawu.

- Sini. - Pak…

Udah, udah.

Pak. Jangan, Pak.

Pak. Jangan, Pak.

Tolong! Tolong, Pak!

Pak, tolong!

- Nak? - Pak!

- Nak? Nak! - Pak. Jangan, Pak.

Nak!

Nak!

Mogok?

Iya, Mas.

Boleh saya bantu?

Boleh, Mas.

Jarang dipakai, ya?

Jarang sekali.

Biasanya Bapak yang suka pakai motornya.

Alhamdulillah.

- Terima kasih, Mas. - Sama-sama.

Maaf sudah merepotkan.

Tidak merepotkan.

Kalau harus bongkar mesin baru repot.

Uh, ini kantor

buka atau tutup, kok sepi?

Buka, kok.

Cuma Pak Lurahnya tidak ada.

Dua minggu yang lalu baru meninggal dunia.

Innalillahi.

Makasih.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Saya mau mencari orang yang dulu pernah tinggal di sini.

- Siapa, Mas? - Namanya Kasman Wironegoro.

Kasman?

Gun, tau?

Ya, kejadiannya sudah cukup lama. Waktu itu saya masih kecil.

Gini aja. Kita bantu cari di kabupaten, Mas.

Nanti datang lagi aja.

Maaf. Nama siapa?

Saya Pramuja.

Tolong diisi.

Maaf sudah merepotkan.

Tidak merepotkan.

Kalau harus bongkar mesin baru repot.

- Suzzanna? - Iya?

- Iya? - Dari siapa ini?

Dari Juragan Bisman?

Bu?

Lo…

Bu!

Kenapa diterima?

Lama-lama engga enak, Pak, kalau kita menolak pemberian Bisman.

Memang itu maunya.

Nunggu kita engga enak, sungkan.

Lama-lama, kita menerima lamaran dia.

Apa Bapak engga kasian sama anak perempuan kita, jadi perawan tua?

Bapak juga pengen Suzzanna itu cepat dapat suami, Bu.

Tapi bukan dengan lelaki yang sudah punya istri.

Apalagi yang namanya Bisman itu.

Aduh, Pak.

Suzzanna tidak akan sengsara.

Biarpun menjadi istri kedua.

Karena Bisman hartanya engga habis tujuh turunan.

Astaghfirullahaladzim, Bu.

Apa Ibu engga mikir, harta itu dia dapat dari mana?

Dengan cara apa?

Ya kita engga usah ngurusin kehidupan orang lain.

Yang penting, kita engga jahat, anak kita selamat.

Jadi begitu pendapat kamu?

Nduk, kamu mau? Menerima lamaran si Bisman itu?

Engga, Pak.

Lo, kenapa?

Ibu kamu bilang

harta si Bisman itu engga bakal habis lo, sampai tujuh turunan.

Aku bukannya tidak mau cepat-cepat menikah, Bu.

Tapi aku mau cari suami yang baik-baik saja.

Nah, betul itu.

Yang baik-baik itu kapan ketemunya?

Sebentar lagi pasti ketemu.

Aku bisa merasakan kalau jodohku sudah dekat.

Sok tahu kamu.

Ada apa ini?

Keadaan makin gawat, Pak Guru.

Masuk, masuk.

Maaf.

Saya ajak teman-teman ke sini,

berharap Bapak bisa cari jalan keluarnya.

Sebetulnya kalian 'kan tahu saya ini bukan siapa-siapa.

Saya cuma guru.

Tapi kalau menurut saya, Pak Satrio lebih dari sekadar guru.

Karena hanya Pak Satrio yang berani melawan anak buah Bisman.

Kalau waktu itu Pak Satrio tidak muncul,

mungkin saya sudah mati.

Pak Guru. Mau cari mati?

Kalian yang cari mati.

Kalau masih nekat mengganggu pedagang di sini.

Bangsat ini orang.

Lihat.

Lihat semua. Mereka cuma berempat.

Tidak ada alasan untuk takut melawan.

Siapa pun bisa melakukan tindakan seperti yang saya lakukan

kalau menghadapi situasi seperti itu.

Tapi banyak juga yang malah lari, Pak.

Pak Guru Satrio,

sekarang bukan saatnya berendah hati.

Para warga di sini ingin Bapak memimpin perlawanan

terhadap Juragan Bisman.

Bukan dengan kekerasan,

tetapi lewat cara-cara yang tidak melanggar aturan.

Maksudnya?

Bapak harus mau mencalonkan diri pada pemilihan lurah bulan depan,

menggantikan almarhum Lurah Suroso.

Sebab kalau tidak,

Juragan Bisman akan maju sendirian sebagai calon tunggal.

Karena memang itu yang dia mau.

Pokoknya, Bapak tidak boleh berlagak mau jadi pahlawan, Pak.

Memang tidak.

Sekarang ini siapa pun harus mau jadi pahlawan.

Kelakuan Bisman dan anak buahnya sudah betul-betul biadab.

Dan tidak bisa dibiarkan oleh siapa pun. Termasuk Bapak.

Tapi orang-orang berharap Bapak yang maju untuk memimpin perlawanan.

Itu sedang Bapak pikirkan.

Pak, tidak usah ikut campur urusan orang lain, Pak.

Kalau perlu, kita saja yang pindah dari kampung ini, ya?

Nak.

Melawan kezaliman itu wajib hukumnya.

Coba, bagaimana kalau hal itu terjadi pada keluarga kita?

Apa kamu tidak akan minta bantuan?

Tapi harus Bapak yang maju untuk memimpin?

Siapa pun yang nanti jadi pemimpin,

semua harus siap menerima kenyataan bahwa setiap perubahan itu

akan menuntut pengorbanan.

Paham?

Betul, Pak.

Tapi jangan sampai Bapak menzalimi keluarga sendiri.

Ya engga lah.

Secara langsung memang engga lah.

Tapi akibat perbuatan Bapak, Bisman marah.

Dan membuat keluarga kita sengsara. Apa bedanya?

Alah.

Kalian yakin Satrio berani memimpin orang-orang buat melawan saya?

Yang saya dengar, pembicaraan mereka mengarah ke sana, Juragan.

Apa hebatnya? Memang dia jagoan?

Mungkin karena dia punya nyali buat melawan.

Melawan siapa?

- Saya sama anak-anak. - Dia bisa mengalahkan kalian?

Waktu itu engga jadi kelahi, tapi dia punya wibawa.

Membangkitkan kemarahan orang-orang buat melawan.

Si bangsat satu itu memang sumber masalah.

Dari semua warga Karang Setan,

cuma dia satu-satunya yang tidak mau jual tanahnya ke kita.

Masih ada satu lagi, Juragan,

tindakan yang akan dilakukan oleh Satrio

yang menurut saya sangat berbahaya.

Mencegah Juragan Bisman jadi lurah memang perlu.

Tapi kalau dia sudah melakukan kezoliman kepada kalian,

dan menyuruh anak buahnya melakukan tindak kekerasan terhadap kalian,

kenapa sampai saat ini tidak pernah ada yang melapor kepada polisi?

Itu sudah pernah kita lakukan, Pak Guru.

Tapi tidak ditanggapi.

Apa mungkin karena yang datang orang kecil seperti saya?

Kalau begitu sekalian kita minta tolong kepada Pak Guru.

Pergi ke kota buat lapor ke polisi.

Dia yakin

kalau polisi akan menutup tempat ini untuk selama-lamanya.

Suzzanna: Witchcraft subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left