ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Halo?
3 KONDOM LATEKS
CORINIUM DAN VENTURER BEREBUT SLOT TV
PERANG WARALABA DUEL LANGSUNG
Dari "RUTSHIRE CHRONICLES" Dame Jilly Cooper.
Hai.
Lumayan berangin.
Kau gugup, ya?
Tidak?
Ya. Sedikit. Kau juga?
Ya, sedikit.
Bukannya aku tak senang…
Tapi tak perlu buru-buru.
Apa kegiatanmu tengah semester?
Kebanyakan memotret.
Kau memotret apa?
Burung.
Burung kelas Cheltenham Ladies' College?
Wah.
Aku mencetak filmku sendiri. Ada kamar gelap di sana.
Kau penggila kamera?
Yah…
- Kenapa burung? - Ada di mana-mana.
Begitu mulai melihat dan mendengar mereka,
kita sadar mereka di sekitar kita.
Karakter yang tak kita sadari ada di sana.
Lihatlah pola bulu ini. Ini namanya vermikulasi.
Keren, bukan?
Dan itu mallard. Cuma bebek biasa.
Menawan.
Apa lagi? Burung favorit.
Firecrest.
Tak kelihatan.
Ya. Burung itu terbang saat kupotret.
"Berhenti membahas burung"?
Jangan. Aku suka.
Kau yakin soal ini?
Ya.
Maaf.
Tak apa-apa?
Enak sekali.
Itu kau?
Kurasa begitu.
Mau sekarang?
Ya.
Aku tak percaya. Kau hebat.
Kau mengasuh sekaligus memasak makanan yang layak.
Penyuntingan bukumu sudah banyak selesai?
Baru beberapa.
Jujur, aku seperti jalan di tempat
saat memulai buku baru,
tapi inspirasinya belum juga datang.
Bagaimana di Priory?
Ibu dan Ayah tampak akur.
Ayah masih depresi soal The Golden Gauntlet.
Mereka mungkin rugi besar jika tak memenangkan waralaba.
Patrick suka Paris, entah sudah berapa banyak tulisannya.
Aku sibuk. Ada empat makan malam besar sebelum akhir bulan
dan pesanan kue Natal sudah masuk.
Kau sendiri? Sedang menjalin hubungan?
Tidak. Aku terlalu sibuk. Tak ada waktu.
Kau bilang "tak ada waktu", kubilang "sekarang waktu yang tepat".
Saat orang yang tepat datang,
jangan terlalu sibuk untuk buka pintu.
Tapi aku belum terbayang.
Itu akan terjadi.
Saat kau tak menduganya, dia datang.
Tersenyum padamu seolah kau membuat harinya cerah.
Kau baik-baik saja?
Aku?
Ya.
Aku tak menyangka memberimu keperawananku.
Kuharap kau akan menjaganya.
Aku janji.
- Sial. - Kenapa?
Sial.
Ayo. Tenanglah, Siegfried.
Kau kenapa hari ini?
Archie?
Archie?
Di mana celana dalamku?
Apa?
Cepat.
- Halo, Sayang, kau sudah pulang! - Hai.
Ibu kira kau pulang besok.
Tidak, hari ini.
Jujur, masa sekolahmu makin singkat.
Entah untuk apa kita bayar.
Kau sedang apa?
Aku baru sampai, jadi aku ganti baju.
Kausmu terbalik.
Ya, ini gaya punk.
Masa? The Telegraph bilang punk sudah tamat.
Aku selalu terlambat memulai.
Ayo turun minum teh.
Pakailah celana panjang.
Kejutan yang menyenangkan!
Dia sudah pergi.
Archie, kenapa kau punya foto telanjang ibuku?
Apa?
Bukan aku yang potret, sumpah.
Aku meminjam kamera baru ayahku. Mungkin itu ada di awal film?
Kenapa ibuku pakai kamera ayahmu?
Tolong, tunggu.
Itu bukan urusan kita, Caitlin.
Dua orang tua kita dibodohi,
tapi kau mau diam saja?
Atau kau takut pada ayahmu?
Tidak.
Kalau begitu, ayo ikut.
Jangan konyol…
Baiklah. Aku akan pulang dan menunjukkan ini pada ibuku.
Caitlin, jangan gegabah.
Halo, Caitlin. Kau juga pulang cepat?
Oh, begitu.
Sebaiknya kita mengobrol.
Ayo ke ruang tamu. Ada teh.
Pakai susu dan gula, Caitlin?
Ya.
Makanlah biskuit.
Terima kasih.
Harus kuakui, aku sangat kecewa.
Kau tahu Ibu sangat menghargai kejujuran, Archie.
Ada penjelasan yang layak untuk orang dewasa
atau Ibu berpikir yang terburuk saja?
- Dia membantuku. - Menarik.
Dalam proyek fotografi.
Kau memotret apa?
Burung. Kebanyakan.
Apa ada banyak burung di kamar Archie?
Dari…
- Jendela. - …jendela.
Burung jenis apa?
Firecrest.
Wah. Kau punya fotonya, ya?
Burungnya terbang.
Jadi, itu bukan fotonya?
Bukan.
Foto apa itu?
Itu bukan foto.
- Bukan foto? - Bukan, cuma lembar kontak.
Kau buru-buru keluar rumah dengan itu.
Sepertinya berlebihan cuma untuk lembar kontak. Coba lihat.
Archie mungkin tak mau tunjukkan sebelum memutuskan…
Ibu tak bisa lihat sebelum dicetak…
Kesabaran Ibu sudah habis, Archie.
Berikan, Caitlin, sebelum aku menelepon ibumu.
Tidak.
Caitlin!
Tolong ambilkan kacamata bacaku.
Apa ini, Archie?
Ayah akan segera pulang.
Kau ikut makan malam, Caitlin?
Menutup malam ini, mari kita lihat ramalan cuaca.
Ke James di papan cuaca.
Terima kasih, Sarah.
Setelah awal hari yang mendung,
bisa terlihat cuaca masih belum stabil
sepanjang malam ini.
Akan ada hujan sesekali
yang tersebar di selatan wilayah kita nanti.
Namun, besok cuaca tampak lebih baik dengan beberapa interval cerah.
Kami baru menerima telepon dari Bu Oates di Bisley
yang berkata bahwa dia mendengar ada badai besar yang akan datang.
Jangan khawatir, sama sekali tak ada.
Lezat, Sayang.
Terima kasih.
Bukan Ibu yang buat.
- Archie. - Apa?
Ayah tak tahu Ibu minta Taggie mengisi kulkas sebulan sekali?
- Kita makan menu Venturer. - Ayah tak perlu khawatir.
Ibumu punya kegiatan lain selain memasak.
Kau tak pantas mengkritik soal makan dari menu Venturer.
Mau bahas soal kalian yang cabut sehari lebih awal?
Mungkin nanti.
Bagaimana harimu?
Luar biasa. Sangat sibuk.
Aku yakin ayahmu juga, Caitlin.
Terutama setelah masalah Golden Gauntlet -nya.
Kudengar itu menarik. Sayang orang tak bisa tonton di TV.
Kalau mau, kau boleh sampaikan rating Master Dog yang tinggi itu.
Tujuh juta di babak awal.
Ya. Siapa yang butuh Barbara Woodhouse jika ada James Vereker?
Ada aktris hebat untuk serial baru Four Men Went to Mow.
Maud O'Hara. Calon bintang sejati.
- Dia fotogenik. - Tony.
Aku serius. Dia luar biasa!
Sampaikan ke ayahmu kami senang dia melepasnya ke tempat lain.
Bagus, bukan? Melepasnya…
Astaga, Ibu!
Ibu tak peduli?
Ibumu yang mengusulkan untuk merekrutnya.
Astaga.
Ya, kurasa dia tak menyuruh Ayah menidurinya.
Apa?
Aku mencetak film di kamera Ayah.
Kami sudah lihat fotonya.
Pemotretan untuk acara ini.
Tanpa busana?
Ayah terlihat di cermin.
No comments yet. Be the first to leave one.