ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Serial ini tidak terkait dengan tempat, orang, latar, atau peristiwa apa pun.
Adegan dengan hewan direkam mengikuti panduan kesejahteraan hewan.
Jung Hochul, tersangka pembunuhan berantai anggota keluarganya,
menembus pengepungan polisi dan berhasil melarikan diri.
Ini sudah kali keduanya.
Kim Hyunki akan melaporkan.
Jung Hochul akhirnya muncul setelah empat bulan bersembunyi.
Polisi menerima informasi dia berada di warnet di Naksun-dong,
tapi lagi-lagi gagal menangkapnya karena dia kabur sebelum mereka tiba.
Agustus lalu, pria yang membunuh istri dan putrinya
di rumahnya di Jongnam-gu…
Toserba Jongnam
Selamat datang.
- Kakek. - Astaga! Lihat siapa ini!
Kenapa kau kemari?
Aku membawakan kue beras kesukaan Kakek.
Kau tidak perlu repot-repot.
Tapi ini kesukaan Kakek.
Kue beras Baeknyeonhwapyeon
Kurasa Kakek tidak sibuk hari ini.
Pensiun Kehormatan AKBP Senior Park Yeonghan
- Duduklah. - Ya.
Kau sudah lihat berita?
Kakek.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Kami hampir menangkapnya.
Kami hampir berhasil, tapi dia lolos lagi.
Kau akan mendapat kesempatan lagi.
Entah kapan dia akan muncul lagi.
Dia akan muncul.
Dia juga manusia.
Dia pasti ingin keluar.
Bedebah itu bukan manusia.
Bedebah itu membunuh istri, anak, bahkan orang tuanya.
Astaga.
Aku akan menjaga ucapanku.
Anggap saja kami berhasil mengurungnya.
Apa lantas dia akan berubah?
Dunia dan orang-orang
sudah banyak berubah.
Kakek tahu,
memikirkannya seharian saja sudah membuatku gila.
Aku memikirkannya saat makan.
Aku memikirkannya saat di toilet.
Aku bahkan mengejarnya mati-matian dalam mimpiku
sampai aku rasanya ingin muntah.
Kakek
pernah merasa seperti ini?
Aku?
Empat truk bisa penuh dengan orang-orang yang membuatku merasa seperti itu.
Ayolah.
Kakek mengarang cerita karena saat itu aku belum lahir, 'kan?
Ada alasan aku menjadi kepala polisi.
Kalau begitu,
ceritakan cara Kakek menangkap mereka.
Seolah-olah hidupku bergantung pada itu.
Junseo.
Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan orang gigih
adalah orang yang lebih gigih.
Jangan lupakan itu.
Ya, Kakek.
Terima kasih.
Aku merasa hanya mempersulit hidupmu.
Jangan bilang begitu.
Aku bergabung dengan kepolisian karena mengikuti jejak Kakek.
Astaga.
Sidang pertama bagi 26 gangster politik
yang mengusik hak warga melalui kekerasan,
termasuk Kwak Youngju, Shin Dohwan, Lee Jungjae, Im Hwasoo, dan Yoo Jikwang,
diadakan pada tanggal 6 Juli di Pengadilan Negeri Seoul.
Berikut pernyataannya,
"Siapa yang menyuruhmu mengurung para gangster ini?"
Desember 1961
Episode 6
Saat tidak punya uang sepeser pun Aku akan pulang saja
Lalu melahap perkedel daging
Hanya pengemis tanpa tempat tujuan
Yang tidak tahu apa itu restoran
Yang tidak tahu apa itu rumah bordil
Kau bisa menjadi penyanyi, Yeonghan.
Astaga.
Cuacanya luar biasa hari ini.
Halo.
Hei, berhenti.
Ayolah.
Aku bukan mantan istrimu. Jangan cemberut begitu melihatku.
Kami membawa barangnya.
Siapa kau, Berandal?
Seharusnya kau bersikap lebih sopan.
Kita hidup di dunia yang berbeda sekarang!
Mari saling menghormati, ya?
Kim mengirimku ke sini, mengerti? Periksa barangnya.
Lihat dia mengangguk.
Lebih baik begitu.
Tepung jagung
Buka gerbangnya.
Kalian semua bekerja keras…
Kenapa ada banyak sekali?
Pasti cukup untuk memberi makan seluruh negeri.
Siapa berandal ini?
Lagi-lagi aku disebut berandal.
Mengumpati orang yang baru ditemui memang kebijakan di sini, ya?
Aku di sini menggantikan Kim membawa serbuk gergaji!
Di mana Kim?
Jangan memancingku. Dia berkelahi di tempat judi
dan kepalanya kena banting.
Seperti ada sari kimchi yang mengalir di wajahnya.
Dia membilas wajahnya dengan itu
dan menghajar semua orang di sana.
Kim tidak berjudi.
Seluruh keluarganya bangkrut karena judi ayahnya,
jadi, dia sangat membencinya.
Darah yang sama mengalir dalam dirinya.
Darah lebih kental daripada air.
Lagi pula, kebiasaan berjudi sulit hilang.
Omong-omong, berapa rasio di sini? Enam banding empat?
Jangan coba-coba mencuri rasio emas kami.
Berhenti bicara omong kosong,
bawa masuk saja serbuk gergajinya, ya?
Bukan masalah. Akan segera kukerjakan.
Kawan-Kawan! Antarkan barangnya!
Berandal aneh.
Aku membawa serbuk gergaji kalian, Berandal Berdebu!
Apa-apaan kalian?
Katamu serbuk gergajinya harus segera dibawa masuk.
Aku membuatnya cepat.
Tunggu, itu…
Aku tidak bisa bernapas di sini.
Boleh bernapas sekarang, Gyeonghwan!
Kenapa kita harus seperti ini? Kita terus begini!
Kita juga akan melakukan ini sampai pensiun.
Apa? Kalian polisi?
Hei, kau, diam dan ikut kami.
Baiklah.
Akan kuberi tahu rasio emasnya.
Berhenti mengganggu kami! Enyahlah!
Lihat dirimu.
Gyeonghwan.
Baiklah.
- Apa? - Mau ke mana?
Aku menangkap yang besar!
Astaga, padahal ini baju baru.
Kau mau ke mana?
Jangan bergerak!
Kau mau ke mana?
Lihat dirimu.
Ayo, bangun.
Hei!
Jangan ganggu aku!
Sial.
Ini hadiah untukmu.
Dasar berandal. Beraninya kalian bermain-main dengan makanan?
Dasar bedebah tidak beradab.
Kalian memberi makan keluarga kalian tepung jagung dicampur serbuk gergaji?
Untuk apa aku melakukan itu?
Kau memang ayah yang hebat!
Dasar para bedebah busuk.
Kenapa menjual tepung jagung yang dicampur serbuk gergaji
ke orang-orang yang makan saja sulit?
Orang-orang ini hidup pas-pasan!
Kalian sebut diri kalian manusia?
Tak sepadan mengeluarkan energi untuk menunjuk kalian.
Kuharap kalian mati kelaparan di penjara, Berengsek!
Kelaparan saja, Berengsek!
Jika tidak bisa menjadi orang baik,
setidaknya jangan berbuat kriminal.
Kerja bagus hari ini, Serangga Besar.
- Kau hebat. - Tidak sama sekali, Detektif.
Kami matamu di jalanan.
Hubungi kami kapan saja.
Kau harus memberi makan yang lain.
Mereka terlalu kurus.
Ya, Detektif. Terima kasih.
- Kalian sudah bekerja keras. - Hei! Ucapkan terima kasih!
- Terima kasih! - Aku dengar.
- Terima kasih banyak! - Baik, sudah cukup!
Kalian akan makin lapar jika bicara terus. Pergilah.
Ada surat anonim lagi kemarin.
Kenapa masalahnya belum ditangani?
Siapa pun yang mengirim ini
menodai reputasi Perkumpulan Sinkwang.
Maafkan aku.
Aku takut tindakan gegabah bisa menyebabkan masalah.
Aku berusaha mencari solusi.
Apa pun yang kau lakukan, tangani masalahnya sekarang.
Jika kau gagal melakukannya,
aku mungkin akan mempertimbangkan kembali promosimu menjadi wakil direktur.
Kau juga bisa saja dikeluarkan
dari Perkumpulan Sinkwang.
Tolong maafkan kesombonganku.
Aku akan berusaha semampuku untuk memperbaiki masalah ini
secepat dan semulus mungkin. Maaf atas keterlambatannya.
Kebijakan pertama revolusi adalah membuat
- antikomunisme nasional… - Astaga, aku bosan mendengarnya.
Lihat betapa dunia telah berubah,
tapi kita seperti terjebak. Tidak ada yang berubah.
Apa maksudmu? Kita semua sudah berubah.
Dada Detektif Jo lebih bidang dari sebelumnya.
Lalu lihatlah Hojeong.
Dia pria yang perlente. Dia pria sejati sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.