ആദ്യത്തെ 148 വരികൾ.
Jodha Bai adalah nama terkenal Harka Bai dan Heer Kumar.
Seri ini tak mewakili budaya sosial atau tradisional yang dilakukan oleh keluarga/orang
di masa lalu. Tujuan kami bukan untuk menyakiti bagian apapun masyarakat.
Aku tak bermaksud menyakitimu.
Jika aku menyakitimu aku minta maaf padamu.
Lagipula aku tak mau memperdebatkan keputusanmu untuk mengundurkan diri.
Aku menerima pengunduran dirimu.
Aku sudah memberitahumu ratu Ruqaiya adalah ketua terbaik yang dimilik Harem.
Aku mau membuat pengumuman jika ada yang mengira
dia bisa menangani harem dia bisa memberikan namanya padaku.
Ketika aku menugaskan ratu Ruqaiya untuk manajemen harem
aku takkan merubah administrasi atau ikut campur dalam masalah harem.
Dan kemudian keputusan ratu Ruqaiya akan menjadi final.
Dan siapapun harus mengikuti perintahnya.
Maafkan aku Yang Mulia.
Aku tak mau menerima jabatan ketua harem.
Setelah aku berhenti mengurus harem.
Aku sadar waktu yang hilang setelah mengurus harem
Tidak Yang Mulia.
Ratu Jodha harus mengurus harem.
Ini mengejutkan.
Beberapa hari lalu semua orang mau mengurus harem.
tapi sekarang ceritanya sangat berbeda.
Ratu Ruqaiya.
Kau sudah mengurus harem dengan brilian.
Kau sadar hukum dan aturan harem.
Itu sebabnya aku memintamu
untuk menerima tanggung jawab mengurus harem.
Kau memasukkan aku dalam posisi sulit
dengan memohon padaku.
Aku akan mematuhi setiap perintahmu.
Aku akan lakukan seperti yang kau mau.
Aku takkan pernah bisa menolakmu.
Aku dengan ini membuat pengumuman untuk menyatakan
ratu Ruqaiya adalah ketua harem.
- Ratu Ruqaiya. - Ya, Yang Mulia.
Terima kasih Yang Mulia.
Selamat ratu Ruqaiya.
Ratu Jodha sudah menerima kekalahannya.
Kau sudah menang.
Dan raja memintamu mengurus harem.
Itu bagus.
Aku sudah katakan akan datang hari
ketika aku kembali ke harem bersama Jalal.
Dan hari ini hari yang dinantikan itu sudah tiba.
Hari ini, aku mendapatkan harem kembali.
Dan aku sudah membuktikan diri aku diatas Ratu Jodha di depan mata Jalal.
Itu bagus.
Maafkan aku karena salah mengerti pandangan jauhmu.
Kenapa Jodha mengundurkan diri dari jabatannya?
Aku pikir kau sudah lelah mengurus harem.
Atau mungkin kau takut.
Lagipula, tidak apa-apa.
Jika kau punya masalah mengenai harem
jangan berpikir aku takkan mendengar keluhanmu untuk membalas dendam.
Kau bisa datang padaku dengan masalah apapun.
Percayalah, aku akan membantumu menemukan solusi.
Aku harus pergi.
Sampai jllmPa-
Ratu Jodha.
Ya Ratu Salima.
Aku senang kau mengerti maksudku
dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari harem.
Aku tak meragukan kemampuanmu.
Aku tahu kau bisa mengurus harem lebih baik dari ratu Ruqaiya.
Tapi kau tidak seharusnya terlibat dalam politik.
Kau punya banyak hal penting untuk dilakukan.
Aku berterima kasih padamu atas saran berharga-mu.
Saranmu membuatku menyadari aku tak mau menjadi bagian dari ini.
Kau benar aku punya banyak hal yang harus diurus.
Aku senang aku mengikuti saranmu.
Jika kau senang dengan pengunduran dirimu
kenapa kau terlihat kesal?
Bukan itu, ratu Salima.
Aku baru saja melepaskan beban dari bahuku.
jadi aku butuh waktu untuk kembali normal.
Aku akan pergi, sampai jumpa.
Sampai jllmPa-
Ratu Jodha mencemaskan sesuatu.
Yang tidak aku mengerti adalah masalah ini tak terkait dengan harem.
Raja akan bahagia mengetahui
tentang kemenangan kita di Malwa atas Baaj bahadur.
Adham Khan, kau sudah bertarung dengan berani.
Baaj Bahadur sangat bangga dengan dirinya.
Tapi cara dia melarikan diri setelah kalah akan selalu diingatnya.
Dia bicara seolah kami takkan menang dalam perang Malwa tanpa dia.
Terima kasih, kau pantas dipuji atas kemenangan ini.
Kau memimpin kami dengan baik.
Tidak, Adham Khan. Kita menang perang ini bersama-sama.
Itu sebabnya aku mau kau memberi tahu raja tentang kemenangan kita.
Aku mau kau memberitahu dia bagaimana Baaj Bahadur
melarikan diri ke Gujarat setelah kekalahannya.
Bahkan pasukan pangeran Pratap Singh
sudah kembali setelah kekalahan itu.
Aku mau mengumumkan perayaan untuk kemenangan kita.
Mari kita atur perayaan besar.
Ya, Tuanku.
Beraninya dia memerintahku.
Apakah dia sudah lupa dulu dia membantuku sebelum naik jabatan?
Waktu sudah berubah.
Aku sudah menjadi komandan Malwa tapi aku harus mengikuti perintahnya.
Aku akan pergi.
Apakah kau melihat bagaimana Peer Muhammad memerintahmu?
Menurutnya dia siapa?
Apakah dia tak ingat kau sudah menjadi komandan Malwa sebelum dia?
Dia mencoba bertindak cerdas.
Dia mau mengingatkanku bahwa dia komandan Malwa.
Tapi dia tak tahu Malwa akan selalu menjadi milikku.
Dan aku akan selalu menjadi orang yang memerintah Malwa.
Peer Muhammad datang kemari.
Ada apa Adham Khan?
Tidak ada, aku mau mengatur perayaan besar untuk kemenangan kita.
Menurutku, perayaan ini takkan lengkap.
Apa maksudmu?
Berburu di Malwa itu menegangkan.
Jadi bagaimana kalau kita pergi berburu besok?
Itu ide bagus, tapi kita punya banyak urusan.
Berburu akan membutuhkan waktu seharian.
Itu hanya masalah satu hari.
Kita bahkan memulihkan diri dari lelah setelah perang.
Tidak bisakah kau meluangkan waktu sehari dengan Adham Khan?
Dia sudah memenangkan wilayah Malwa untukmu.
Baiklah. Aku takkan menolak demi Malwa.
Kita akan pergi berburu besok.
- Atur segalanya. - Baiklah tuanku.
Aku akan pergi berburu besok.
Tapi aku bukan memburu hewan liar.
Ada apa Yang Mulia?
Aku tak ingat
menyuruhmu duduk Ratu Jodha.
Aku hanya bercanda.
Kenapa aku merasa seolah
Ratu Jodha berbohong padaku?
Aku tahu dia tak bisa mengkhianatiku.
Lalu kenapa aku kesal padanya?
Yang Mulia.
Aku mau mengatakan sesuatu.
Aku mulai menikmati musiknya.
Lagipula.
Aku akan mencoba meluangkan waktu besok untuk mendengarkan musik.
Privasi!
Ratu Jodha apa yang mau kau katakan padaku?
Aku tak memintamu untuk duduk.
Aku bercanda. Ratu Jodha silahkan duduk.
Aku kemari untuk mengatakan sesuatu.
Aku merasa ada sesuatu yang mengganggumu.
Apa maksudmu?
Aku sangat mengenalmu.
No comments yet. Be the first to leave one.