ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
FILING FOR LOVE
Apa dia masih menunggu di UGD?
Tidak perlu. Aku akan meneleponmu kembali.
Aku akan turun di sini.
Masih cukup jauh dari sini. Setelah persimpangan...
In-a!
Permisi. Perawat?
Bukankah dia harus segera dioperasi?
Kenapa ditunda?
Biar kucari tahu. Tunggu sebentar.
Masih belum ada ruang operasi tersedia?
Semua penuh. Yang tersisa sedang disiapkan untuk pasien VIP.
- Kenapa? - Kalau begitu...
Bisakah kau atur pemindahan atau ruang operasi sementara?
Lakukan sesuatu! Jangan biarkan dia di sini saja!
In-a.
Kau bisa membantu, Jae-yeol, 'kan?
Hubungi seseorang di Rumah Sakit Haemu.
Kumohon. Bantu dia.
WAKTU OPERASI
DURASI ANESTESI, WAKTU SAAT INI
Dari semua dokter bedah trauma, Dokter Yoon yang terbaik.
Jangan khawatir.
Aku juga akan mengawasi pasien.
- Terima kasih, Direktur. - Aku permisi.
RUANG OPERASI
Pak Noh, kau sudah sadar?
Pak Noh.
DESIRE & HOPE
RUMAH SAKIT UMUM HAEMU.
Kukejar kau!
- Berhenti! - Tidak!
Tangkap aku kalau bisa!
Kalian pikir ini taman bermain anak-anak?
Aku ini sedang dirawat, paham?
Aku butuh ketenangan dan suasana sepi untuk istirahat.
Hei, kami membawakanmu makanan mahal, jadi, makanlah!
Tidak, terima kasih. Aku tak selera. Makanlah semua.
Kasihan sekali. Kau tidak berselera?
Beri tahu aku jika ada yang kau mau. Akan kubuatkan.
Omong-omong...
Aku sudah lama tidak melihat wanita itu.
Kepala departemenmu.
Kau benar.
Saat kau tidak sadarkan diri, dia selalu datang
dan tidak berhenti menatapmu dengan tatapan sedih.
Aku belum melihatnya sejak kau bangun.
Apa kau akan merasa lebih baik jika dia menjengukmu?
Kau siuman saat dia bersamamu.
Hei.
Ada apa di antara kalian berdua?
Sepertinya dia bukan sekadar rekan kerja.
Kalian ada hubungan lebih, ya?
Dia bukan sekadar bosmu.
Dia kekasihmu yang manis, 'kan?
Bisakah kalian tak ikut campur urusanku?
Adikku malu?
Kau manis sekali.
Ada apa denganmu?
Aromanya luar biasa.
Kau memperlakukanku seperti pesuruhmu.
Siapa yang menginginkan roti lapis panggang saat subuh?
Itu membuatmu datang menemuiku.
Aku datang karena takut.
Siapa yang mengirim lebih dari 20 pesan meminta roti panggang?
Apa yang begitu kau takutkan saat aku tidak sadarkan diri
hingga membuatmu menjagaku sepanjang waktu berhari-hari?
Kakak-kakakku memberitahuku semuanya.
Mereka bilang mereka terharu sampai menangis.
Aku takut.
Sungguh.
Selain itu...
Sebagai atasanmu, aku harus menjagamu.
Aku hanya memeriksa kau masih hidup atau tidak.
Tentu, aku yakin kau hanya menjaga seorang staf.
Tapi karena kau menjagaku
bisakah kau mengurus kepulanganku dan mengantarku pulang?
- Aku? - Ya.
Angkat kotak itu dengan hati-hati.
Ada beberapa yang mudah pecah.
Kenapa ada banyak koper padahal kau terjebak di bangsal?
Mereka mengirim berbagai barang ke rumah sakit belakangan ini.
Apa yang kulakukan sebenarnya?
Kenapa aku mengurus kepulanganmu dan mengantarmu pulang juga?
Masih ada jahitan di perutku
dan aku bawa banyak barang tanpa seorang pun yang membantu.
Setidaknya, kau bisa melakukan ini untuk stafmu, 'kan?
Tunggu dan lihat saja.
Begitu jahitan itu dilepas
akan kubuat kau bekerja lebih keras untuk menebus waktu yang terbuang.
Baiklah.
Itu yang sebenarnya.
Wilayah itu kurang dihargai.
Kau pikir pembangunan ulang adalah berita lama
tapi nilai tanah selalu bertahan.
Benar.
Lakukan sesuatu! Jangan biarkan dia di sini saja!
Kumohon. Bantu dia.
Bukan begitu, Jae-yeol?
- Entahlah. - Astaga...
Waktunya tidak pernah tepat.
Sepertinya kau menentang ide merombak tempat itu.
Banyak orang akan kehilangan rumah dan mata pencaharian mereka.
Mereka diberi kompensasi untuk itu.
Kita tak mengusir mereka dengan tangan kosong.
Kakakku sangat berhati lembut.
Dia tidak pernah bisa mengabaikan orang yang membutuhkan sejak kecil.
Dia selalu berkorban atau merelakan miliknya.
Keluarga Jeon dikenal kejam. Kau tahu ayahku seperti apa.
Dia pebisnis paling kejam di negara ini.
Aku tidak mengerti Kak Jae-yeol mirip siapa.
Yang kutahu
dia tidak seperti ayah kami.
Dia pasti seperti ibunya.
GALA AMAL
Maaf. Aku minta maaf mewakilinya.
Dia terlalu banyak minum.
Aku sudah menghubungi Tim Humas. Ambil mobilnya.
Aku akan membawa Wakil Presdir turun sekarang.
Halo, A-jeong.
Kenapa sikapmu aneh?
Kau tidak bisa mengamuk seperti ini sementara rapat dewan sebentar lagi.
Bisakah kau membiarkanku hari ini?
Joo In-a...
Apa arti dia bagimu?
Aku rela mati dengannya.
Kenapa kau tak bawa payung di mobilmu untuk keadaan darurat?
Aku harus membelikannya untukmu lain kali.
Jika A-jeong di rumah, kenapa kau tak minta dia bawakan?
Kenapa kita harus mengganggunya?
Hujannya hanya lewat. Lebih baik kutunggu sampai berhenti.
Kenapa kau dan A-jeong putus?
Aku tak tahu persis alasannya.
Dia tiba-tiba mengabaikanku.
Kau tidak menanyakan alasannya?
Kau bertemu dengannya di kantor.
Aku tidak bertanya.
Aku berasumsi ada alasan dia tak memberitahuku.
Kenapa kau bertanya?
Apa kau akan bertanya jika berada di posisiku?
Jika itu aku...
Jika aku menjadi A-jeong
aku pasti ingin kau bertanya.
Anehnya, aku punya kebiasaan menyembunyikan kebenaran
saat itu dibutuhkan.
Sementara itu, di dalam hati
aku berharap seseorang akan mengorek kebenaran dariku.
Aku berharap seseorang takkan menyerah denganku.
Aku menjadi egois dan kontradiktif.
Bukankah lebih mudah untuk jujur?
Kau serius?
Lalu kenapa?
- Kau ingin aku menikah? - Ya, aku serius.
Haruskah kita kawin lari?
Lalu tidak diakui sebagai anak dan kehilangan segalanya?
- Aku tidak mau hidup seperti itu. - In-a.
Bagaimanapun juga
aku tidak cukup naif untuk berpikir hubungan kita
akan bertahan selamanya.
Kau bebas menikah. Tak perlu merasa bersalah.
Aku
sungguh tidak keberatan.
Kurasa itu karena aku tidak tahu cara bahagia.
Saat kupikir aku bahagia, aku merasa gelisah dan cemas.
Aku bertanya pada diriku, "Apa aku pantas untuk ini?"
Aku merasa takut.
Aku bersembunyi dan melarikan diri.
Aku lebih terbiasa tidak bahagia.
Tutup matamu.
- Untuk apa? - Ayolah.
Aku tidak akan melakukan hal aneh. Tenang dan tutup matamu.
Baiklah.
Apa yang kau dengar?
Aku mendengar hujan. Apa lagi?
Tenangkan dirimu dan fokuslah pada suara di sekitarmu.
Suara rintik hujan mengenai kaca mobil.
Lalu?
"Lalu"?
- Mesin mobil. - Lalu?
Sepeda motor yang lewat.
Apa lagi?
Anak-anak tertawa
di kejauhan.
Lalu?
Suara napasmu.
Lalu?
Detak jantungku.
Begitulah caramu merasakannya.
Jika kau mau melihat ke dalam dirimu, dan berusaha cukup keras
dengan segenap hatimu
kebahagiaan itu ada tepat di sana.
Itu selalu ada di sana.
Kapan pun kau ingin menemukannya
lakukan yang baru saja kau lakukan.
GRUP HAEMU
Selamat datang kembali!
- Syukurlah kau baik-baik saja. - Terima kasih.
Kau hebat, Pak Noh.
Tapi kau tampak
lebih baik daripada sebelumnya.
No comments yet. Be the first to leave one.