ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Semua orang, insiden, dan latar belakang hanyalah fiksi."
"Aktor cilik dan hewan syuting sesuai pedoman."
Kamu benar-benar akan menutup tempat ini?
Aku tidak punya pilihan lain.
Hasil banding atas tindakan disipliner
baru akan keluar setidaknya setelah tiga bulan.
Lalu, apa yang akan kamu lakukan selama itu?
Jalan-jalan? Belajar?
Pekerjaan sampingan.
Apa?
Kamu tahu, bukan?
Zaman sekarang, punya banyak pekerjaan sedang tren.
Pekerjaan sampingan seperti apa yang akan kamu lakukan?
Manajer.
Apa?
Surat kontraknya mengikuti surat kontrak standar manajer.
Karena ini kasus khusus, kutambahkan beberapa ketentuan khusus.
Silakan kamu periksa.
"Surat Kontrak Kerja Manajemen Eksklusif."
Ini adalah tindakan yang benar,
jadi kamu tidak perlu merasa begitu resah.
Kamu sudah merasakan perasaanku lagi?
Aku dengar bayarannya adalah yang tertinggi di industri ini.
Aku juga dengar kamu punya cukup banyak uang.
Meskipun tidak sebanyak dirimu, aku jelas menambahkan premis itu.
Sayangnya, kamu pasti tahu
saat ini asetku sedang disita sementara.
Jangka waktu kontraknya tepat tiga bulan.
Baiklah. Saat itu,
aku juga pasti sudah berhasil kembali
dan takkan menahanmu jika kamu ingin pergi.
Namun, apa kamu ingin menambahkan sesuatu?
Hanya satu.
Rahasiakan ini dari keluargaku.
Terutama kakakku.
Itu tidak sulit,
tapi kenapa kamu begitu muram?
Membuat orang yang menerima Transferensi Emosi takut saja.
Begitulah.
Ini.
Apa ini?
Kamu tidak membaca ketentuan khususnya?
Selain tugas dasar seorang manajer,
kamu juga harus menunjang aktingku melalui Transferensi Emosi.
Bukankah aku hanya perlu membaca naskah
dan menyampaikan perasaanku? Apa aku salah paham?
Apa orang ini pikir akting hanya membutuhkan perasaan?
Ada perasaan, olah vokal, dan ekspresi tubuh.
Duduklah di sini.
Baiklah.
Sekalipun aku menerima perasaan darimu,
agar aku bisa berakting dengan sepenuh hati
penting bagi kita untuk menyelaraskan diri, bukan?
Ya.
Jika kamu membuatku merasakan perasaannya,
aku akan mencoba mencocokkan olah vokal dan ekspresi tubuhku.
"Kenapa aku harus melakukan hal semacam ini?"
Jangan berpikir seperti itu.
Itu picik.
Jangan mengungkapkan perasaanku sembarangan seperti itu.
Itu adalah milikku
dan hak ciptanya ada padaku.
Mau bagaimana lagi kalau terdengar?
Kita akan melakukan adegan 19, di dalam studio tari.
Setelah membereskan barang-barang Hee Joo.
Yeon Ji masih bertahan dan tidak mau berganti pakaian.
Untuk menyembunyikan perasaannya, dia tersenyum...
Dia membereskan barang-barang Hee Joo.
Sekarang, sambil tersenyum...
Jika aku tersenyum karena suasana hatiku sedang baik...
Di sini tertulis sambil tersenyum, tersenyum karena senang.
- Tersenyum karena senang... - Kalau begitu...
Aku? Kenapa?
Aku tidak bisa menari, aku payah.
Itu...
Jadi, perasaan tokoh utama pria di sini
bukanlah permusuhan, melainkan ketakutan.
- Kamu mengerti? - Ya.
Baiklah, kalau begitu.
Karakter tokoh utama prianya sudah dimengerti.
Namun...
Berapa jangkauan Transferensi Emosi?
Maksudku, jika kita berada di ujung dunia yang berbeda,
apa Transferensi Emosi bisa terjadi dengan baik?
Kita harus tahu jangkauan yang memungkinkan
agar kalau ada urusan mendesak di lokasi syuting,
kita tidak keluar dari jangkauan itu.
Lantas, mari kita tes jangkauan Transferensi Emosi di sini.
Kalau begitu, kita mulai dari satu kotak,
- sepuluh meter dulu, bagaimana? - Ya.
"Sepuluh meter."
Dua.
"Transferensi sepuluh meter memungkinkan."
"Dua puluh meter."
"Tiga puluh meter."
"Empat puluh meter."
"Transferensi 40 meter memungkinkan."
"Enam puluh meter."
Aku di sini.
"Enam puluh meter."
Tidak terdengar.
"Transferensi 60 meter tidak bisa, jarak maksimumnya 50 meter."
Sepertinya di sana batasnya.
Benar, di sana tidak sampai 60 meter.
Sepertinya hanya sampai 50 meter saja.
Jadi, di lokasi syuting pun,
sepertinya kita tidak boleh berjauhan
- lebih dari 50 meter. - Kamu saja yang jangan menjauh.
Apa ketenangan jiwa dan ragaku
tersampaikan padamu?
- Silakan masuk, Yu Ji An. - Ya.
Aku tidak begitu menyukainya,
tapi penulis dan sutradara kita terus merekomendasikannya.
Aktingnya lebih bagus dari perkiraan.
Coba percaya pada penilaianku sekali ini saja, ya?
Apa aktingnya cukup bagus untuk menutupi kontroversinya
akan aku lihat.
Aku lulus. Kubilang aku lulus.
Lulus. Aku terpilih.
Lulus? Lulus?
Bagus sekali. Selamat.
Astaga.
Untuk mulai berkegiatan secara penuh,
sepertinya kita harus membeli van, bukan?
Bukan, apa aku harus merekrut penata gaya dulu?
Salonnya di mana ya?
Kenapa terburu-buru?
Kamu baru dipastikan terpilih untuk satu drama.
Pelan-pelan saja.
Kamu tidak tahu apa-apa.
Sebentar lagi akan ada pemotretan dan kontrak iklan
hingga tawaran tampil di drama akan membanjir.
Apa?
Memangnya mudah menemukan artis dengan potensi bintang sepertiku?
Mereka mungkin sempat ragu
karena mengkhawatirkan pendapat publik,
tapi karena jalan untuk kembali sudah terbuka, sekarang
"010-0123-5678 Mode Privasi."
Ya, aku Cha Eun Hwan.
Apa kamu yang bertanggung jawab atas Yu Ji An?
Ya, aku manajer Yu Ji An.
Aku menelepon terkait pemotretan.
Ya?
Pemotretan?
Ya, bagus, posenya bagus.
Baik, bagus, pertahankan seperti itu.
Cantik. Bagus. Tetap seperti itu.
Bagus.
Ya. Ayo, sekarang coba lihat ke arah sebaliknya.
"Bola Mata Warna Abu-Abu Yang Nyaman Dan Lembap Selama 24 Jam."
Aku benar-benar tidak habis pikir.
Kamu kira aku masih sama seperti dulu?
Kamu salah besar. Aku tidak apa-apa.
Justru tingkahmu yang lebih aneh.
Harga diriku terluka karenamu.
Bukan, aku tidak tahu kenapa aku begini...
Tidak perlu begitu.
Haruskah aku sampai keluar di tengah cuaca dingin ini
hanya untuk memberitahumu itu?
"Oh Jin Hee, Lee Dong Myeong Bergabung Dalam 'Musim Para Dewa'."
Jadi, karakter seperti Hee Joo
yang selalu memprioritaskan perasaan orang lain,
tidak akan bisa langsung marah dalam situasi ini.
Karena itu, dalam situasi tersebut, tanpa sadar
dia hanya bisa tersenyum canggung.
- Kamu mengerti? - Ya.
Ya.
Namun bagaimana kamu bisa begitu memahami semua perasaan orang lain?
Walau begini, pekerjaanku adalah konselor psikologis.
Kemampuan berempati seperti itu bawaan lahir?
Atau dipelajari?
Ada yang bawaan lahir, ada juga yang dipelajari.
Ayahku
adalah orang yang seperti itu.
Selalu mendahulukan orang lain.
Beliau sudah meninggal?
Aku bisa merasakan
kesedihanmu.
Ya.
Karena kecelakaan saat sekolah dasar.
Pasti berat sekali bagimu.
Aku bahkan tidak berhak merasakannya.
Karena semuanya salahku.
Itu hanya karena rasa ingin tahu.
Aku bermain dengannya karena penasaran dan lupa.
Kamu jangan membuat masalah saat Ayah bekerja.
- Berikan respiratornya dan pulang. - Aku mengerti.
Dia bilang tidak ada masalah, jadi ayo lanjutkan saja.
Sudah kubilang ini berbahaya.
Tempatnya sempit dan ventilasinya buruk.
- Bagaimana jika nanti hujan? - Aku tahu, aku tahu.
Menghentikan syuting di sini juga bukan hal yang mudah.
Sutradara. Su...
Eun Hwan, Song Hwan.
Sedang apa kalian di sini?
- Ayah. - Hei, lomba melukismu bagaimana?
Tidak bisa pergi karena dia.
Apa yang kamu lakukan? Cepat berikan.
Apa itu?
Eun Hwan sedang mencari mainan di kamar Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.