Laal Kaptaan

Laal Kaptaan (लाल कप्तान)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Laal Kaptaan (2019)NDI 720p WEB-DL x264 YOYONGMSB
കമന്ററി എഴുതിയത് comelmuewa
COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2019-12-16
ഡൗൺലോഡുകൾ: 22
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Alih Bahasa By : Yoyong Masamba

Learn to No Instant Way for A Result

COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU By : Yoyong Masamba

Alih Bahasa By : Yoyong Masamba Learn to No Instant Way for A Result COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU GROUP FACEBOOK

Setelah kekalahan tahun 1707 pembubaran Kerajaan Maaratha dimulai beberapa dekade, Awadh, Bengal, dan banyak negara bagian telah merdeka.

India Utara adalah tempat pertempuran antara tiga kekuatan besar Maratha, Afghanistan, dan pasukan asing, Inggris.

Hingga 1764, setelah pertempuran Wasi dan Pasukan Inggris, mengambil kendali atas Bengal dan Awadh.

Saat manusia dilahirkan.

Kematian sudah ditetapkan kepada siapapun.

Manusia bisa hidup selama ajal itu belum datang.

Dunia belum pernah melihat situasi seperti ini.

Kematian dan kehancuran sudah ditetapkan.

Pasukan demi pasukan.

Dan kemanapun ajal itu ada.

Kau dinyatakan bersalah atas konspirasi terhadap Kerajaan Bahadur.

Semuanya akan mati.

Surga, neraka, para dewa, dan alam semesta itu sendiri.

Hanya untuk dilahirkan kembali, dan mati lagi.

Perputaran yang tiada akhir antara kelahiran dan kematian.

Manusia tiada henti-hentinya dihancurkan oleh perputaran roda waktu itu sendiri.

Ingat pohon ini, Rehmat Khan!

Suatu hari nanti, Aku akan menggantungmu juga disini.

Ini adalah kisahmu.

Seperti itu.

Seperti itulah yang terjadi.

Bundlehead - 25 tahun kemudian

Berhenti!

Apa yang kau inginkan?

Apa yang pertapa inginkan?

Hanya api kecil buat pipaku.

Aku sangat penasaran, tuan.

Aku punya pertanyaan, jika kau tidak keberatan.

Berapa harga kepala Sangram Singh?

Delapan keping emas.

Sayang sekali, dia menugaskanku.

Nawab Banda memiliki 100 keping emas untuknya itu enam tahun yang lalu.

Alakh Niranjan.

Maafkan Aku, Gossain (Warrior-Monk).

Tuhan yang memutuskan hidup dan mati.

Dan Maha Pengampun.

Apa itu suara tembakan?

Ada Serangan! Sembunyi!

Aku akan lihat di sini.

Coba kau lihat ditempat lain!

Di mana bajingan itu bersembunyi?

Hanya ada satu, ketua.

Naga Sadhu!

Naga Sadhu?

Ketua!

Ambil kudanya!

Cepat, mari kita pergi.

Delapan keping emas, Sangram?

Delapan?

Kau seharusnya mati karena malu, bukan karena peluruku.

Ada kabar dari Rehmat Khan?

Komandan Banda itu.

Itu kau!

Kau ingat aku?

Maka kau harus ingat janjiku.

Aku bilang aku akan datang untuk ini.

Siapa kau?

Kematian.

Ketua! Bandit Sangram Singh sudah mati.

Bodoh!

Turun dari kudamu!

Perjalananku masih panjang, berikan hadiahnya dan aku pergi.

Sepertinya kau telah kehilangan kawananmu, Gossain.

Dari mana asalmu?

Aku tidak punya kawanan ataupun tuan.

Aku tidak tertarik pada pekerjaan Raja dan Pangeran.

Aku hanya tertarik pada uang yang kau hadiahkan pada orang yang sudah kubunuh.

Kau?

Kau bilang kau sudah membunuh si perampok Sangram yang ditakuti itu?

Dan semua anak buahnya juga?

Berikan upahku, Ketua.

Delapan keping emas.

Delapan?

Hadiahnya hanya empat!

Empat saja, kalau begitu.

Aku pasti salah dengar.

Tapi hadiah itu bagi orang yang betul-betul membunuhnya.

Kurasa kau hanya menemukan mayatnya.

dan kau mencuri medalinya juga.

Sebaiknya kau pergi, Gossain.

Pergilah selagi kau bisa.

Orang bijak mengukur kata-katanya dengan hati-hati.

Seperti hujan dan matahari.

Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Semuanya bisa terbuang sia-sia.

Baiklah, Gossain.

Tidak ada hamba Tuhan yang pernah pergi dari sini dengan tangan kosong.

Petugas!

Ambil koin ini dan pergi dari sini.

Kau masih tidak mengerti, ya?

Anakmu bukan orang bodoh.

Kau adalah, Ketua.

Turunkan aku! Kumohon!

Uangnya! Beri dia uangnya!

Jemput dia di luar desa.

Howdodoo?

Howdodoo?

Howdodoo?

Ada apa?

Bahaya.

Bahaya besar.

Ke arah mana dia pergi?

Pikirkan lagi.

Ada empat belas dari mereka.

Dia sendirian.

Mereka semua mati.

Kalian hanya berenam.

Mereka hanyalah bandit. Kami seorang prajurit!

Benar sekali!

Dia pergi ke arah sana. Pergi seperti seekor ular.

Ayo, prajurit!

Ini benar-benar cocok untukmu.

Kapan terakhir kali kau mandi, Gossain?

Aku mencari Noor Bai.

Noor...

Orang itu sedang menunggu seseorang.

Mohon maaf, Gossain.

Kami sudah mengirim pesan lebih dari sebulan yang lalu.

Wanita itu sudah menunggu lama.

Kuharap secepatnya kau berada di sini.

Prajurit Shiva tidak patuh pada perintah siapa pun.

Aku ada di daerah itu.

Tepat hari ini.

Shiva tidak memiliki prajurit, hanya hantu.

Ada yang bilang, kau memang hantu.

Kau membawa beban kehidupan masa lalumu.

Yang lain bilang, tak ada buruan yang bisa lolos begitu kau melihatnya.

Katakan apa maumu, Noor Bai.

Kenapa kau memanggilku?

Aku mencari kepala seseorang.

Seorang kepala suku Rohilla.

Selama dua tahun terakhir...

Dia telah melayani Raja Hukum Singh, sebagai penjaga istana Munergarh.

Kau tidak mampu membayarku untuk tugas sebesar ini.

Aku tidak berniat membayar sepeser pun.

Kecantikanmu jauh dari reputasimu.

Tapi itu tidak memikat seorang pertapa.

Kau telah berburu selama dua puluh tahun....

...tapi ia masih bisa lolos darimu.

Siapa yang akan membayar wajah ini?

Kesalahanku ketika dia mendekat aku tersentak sesaat.

Kau tahu penjaga istana yang kubicarakan ini.

Rehmat Khan.

Siapa di sana?

Kenapa kau bersembunyi, nak?

Kau takut sama prajurit?

Aku di sini. Kau tidak perlu takut.

Kau tahu apa yang baru saja kau lihat?

Kau melihat rasa maluku.

Jangan keluar sampai semua orang pergi.

Mengerti?

Pergilah!

Kau harus menyelesaikan ramalan itu

Aku tidak akan pergi ke mana pun sampai masa depan anakku bisa ditulis.

Konvoi sudah siap, Khan.

Cepat jalan. Teruslah jalan.

Apa yang kau lihat? Tundukkan kepalamu?

Lepaskan aku! Biarkan aku pergi!

Begum saiba, Aku membunuhnya sesuai perintahmu.

Begum saiba, biarkan aku pergi.

Kau wanita jahat, tak tahu malu!

Kau tidak akan pernah bahagia.

Aku mengutukmu!

Kau tidak akan pernah bahagia. Aku mengutukmu!

Lakukan sekarang!

Apa bijaksana mempercayai Inggris lagi, Khan?

Aku hanya percaya pada angin, Adham Khan dan bisikan angin...

Kerajaan Inggris akan menelan semuanya, seperti yang mereka lakukan di Bengal.

Mughals. Awadh. Maratha. Semuanya.

Kau tahu penjaga istana yang kubicarakan.

Luka apa yang dia berikan padamu sampai kau mencarinya selama bertahun-tahun.

Bekas luka yang paling dalam yang tidak bisa dilihat mata.

Ketemu!

Keharuman dari kotoran kuda.

Begitu hangat, sangat basah.

Begitu segar.

Dia ada di sini.

Satu jam yang lalu... mungkin dua jam...

Hati-hati. Dia berbahaya.

Aku hanya tertawa dalam menghadapi bahaya.

Kau sudah dua hari mengikutiku, Afghan

Sudah lebih lama dari itu, Gossain.

Tidakkah kau ingin tahu siapa aku?

Aku ingin tahu. Tapi aku punya banyak masalah sendiri.

Apa yang akan dialami orang mati?

Seorang bijak pernah mengatakan kepadaku.

Hidup tidak lain hanyalah persiapan menuju kematian.

Mazuk Khan.

Kau ingat namanya?

Dia Tuanku.

Dia pemberani, berjuang dengan baik.

Mati sebagai prajurit.

Katakan padanya sendiri saat kau bertemu dengannya di neraka.

Aku hanyalah sebuah alat.

Pembunuh tuanmu yang sebenarnya orang yang memberikan hadiah atas kepalanya.

Orang itu sudah lama mati.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left