ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
✾✿❀ ADIK ❀✿✾
50 liter ke Coimbatore, dan 50 liter ke Mettupalayam.
Cabut dini hari saja.
–Pos jaganya longgar. –Oke.
Aku minta dua karung dikirimnya satu.
Terakhir kali bawanya banyak kendala.
Terima saja yang ada.
Suari berisik apa itu?
Anak gondrong itu, Bang.
Usir dia.
Bisa ribet kalau polisi datang. Usir saja!
Bocah, matikan musiknya!
Matikan lalu turun!
Sini berikan!
Turun kataku!
Temanmu bikin ribut, bawa dia pergi.
Sialan!
Saravanan, jangan pukul dia.
Ayo kita pergi!
Saravanan!
Manimaran...
Apa itu?
Polisi kemari, ayo pergi!
15 Tahun Kemudian...
–Saravanan, dengarkan aku. –Lepaskan aku, Bu.
–Berikan itu. –Hentikan, Saravanan.
–Halo? –Ada apa, Padma?
Itu, Saravanan.
Dia marah dan kabur dari rumah.
–Dia belum kembali. –Jangan khawatir, Padma.
Akan kucari dia.
Inspektur ini aku, Gnanamoorthy.
Anakku ribut di rumah lalu kabur.
Tolong cari dia.
Kakak!
Kakak!
Kita mungkin kalah di sidang selanjutnya.
Kenapa kamu bisa berpikir begitu?
Mereka memalsukan barang bukti.
Menyuap banyak orang juga, Pak
Kok bisa bicara seperti itu?
Jika mengusir orang yang hidupnya bergantung dengan hutan demi restoran dan perumahan...
Kemana mereka mau pergi?
Pak, mungkin benar mereka sudah tinggal turun-menurun disana.
Tapi mereka tidak punya sertipikat.
Persetan dengan itu!
Mereka tidak tanya sertipikat sama binatang, bukan?
Pak, jangan marah.
Anda benar, tapi pengadilan butuh bukti.
Pak, pemimpin oposisi Manimaran juga dibelakang mereka.
Jadi kemungkinan kita menang sidang sangat tipis.
Sejak dari pohon pertama,
dan bunga pertama bermekaran...
kami hidup di hutan ini.
Tiba-tiba kami disuruh pergi.
Kemana kami akan pergi?
Tidak seorangpun akan pergi.
Tidak ada yang berhak.
Percaya padaku, kalian akan tetap disana.
Kita akan menangkan kasus ini.
Jangan takut.
–Terimakasih banyak, Pak. –Kami pamit, Pak.
Salam, Nona.
Ada apa, Bos?
Ini hari ulang tahun Saravanan.
Tepat 15 tahun sejak dia minggat.
Parvathy.
Adikmu akan kembali.
Dia pasti kembali.
Minggir!
Kamu kan tahu kasusnya masih disidangkan.
Apa yang kamu...
–Kenapa kalian sudah mulai proyeknya? –Pak, dengar...
Kasusnya sudah pasti kami menangkan.
Kami harus mulai kontruksi sekarang, agar tahun depan bisa selesai.
Hei, kuhajar kamu!
Pergi! Bawa serta alat beratnya!
Jangan bikin ribut.
Atau apa?
Kamu kira cuma kamu yang didukung orang?
Aku juga bawa dukungan, lihat belakangku!
Apa semua ini?
Maaf, pak.
Kami selalu dalam ketakutan jika rumah kami tiba-tiba dihancurkan.
Kami lebih memilih ganti rugi berapapun yang di kasih.
Azhagu, kenapa terburu-buru?
Bos dan aku coba bantu atasi masalah ini siang dan malam.
Kami tidak akan menyerah.
Percayalah pada kami.
Aku bertanggung jawab kembalikan tanah ini pada kalian.
–Dramamu percuma disini... –Hei!
Coba bicara lagi, aku bantai kamu!
Aku harusnya sudah membunuhmu atas perbuatanmu pada anakku.
Hei!
Hei! bubar!
Kenapa kalian kemari?
Siapa yang memberi izin?
–Pak, sebentar... –Pergi!
Manimaran, kamu anak sekolahan.
Kamu tahu kasusnya masih disidangkan.
Kenapa kalian berkumpul disini?
Bubar!
Jika bikin gaduh, aku tangkap kalian!
Paman, biar aku yang urus.
Kalian dengar tidak? Bubar!
Bos, biar dia yang urus. Kita pulang saja.
Ayo pergi.
Yang terakhir,
Jika sesuatu terjadi dengan orang-orangku...
Aku tidak akan tinggal diam.
Halo? Anda pikir dirimu ayah mereka?
Ya!
Aku ayah mereka!
Bukan sekedar pemimpin.
Saya ada pertanyaan.
Anak anda saja bandel, bagaimana anda bisa jadi ayah bagi mereka?
Dengar semua!
Dimana anaknya?
Dia kabur!
Baik.
Dan putrinya sudah sangat dewasa.
Apa dia sudah menikah?
Belum!
Kenapa?
Apa katamu?
Lepaskan tanganmu!
Benahi rumah dulu, baru benahi negara.
Kamu yang hancurkan hidup anakku.
Sekarang gantian hidup mereka mau kamu hancurkan?
Tidak akan kubiarkan.
Paman, sudah kubilang akan kutangani.
–Tidak berguna bicara dengan mereka. –Ayo pergi.
Kalian mengusir kami dari rumah sendiri?
–Hari ini mau belajar apa? –Bercerita saja.
Baik, aku akan bercerita.
Duduklah dengan tenang.
Cerita apa?
–Tentang manusia dan lebah. –Manusia dan lebah.
Lebah itu apa?
-Tawon! -Duduklah.
Ada laki-laki berjalan di hutan.
Kemudian ada anjing datang dan menatapnya.
Dia melemparinya batu dan anjing itupun lari.
Lalu dia berjalan lagi.
Setelah agak jauh...
...dia merasa lapar.
Saat itu, dia melihat...
...ada sarang lebah.
Kemudian melemparinya dengan batu.
Semua lebah kemudian berhamburan mengejarnya.
Dia lalu berlari sekuat tenaga.
Perhatikan!
Lebah lebih kecil daripada anjing.
Cuman segini!
Tapi kenapa orang itu lari?
Kenapa?
Karena semua lebah bersatu memburu dia.
Baiklah.
Apa pelajaran dari kisah tadi?
Orang itu bego banget!
Kenapa juga ada orang yang nglemparin sarang lebah.
Pake asap kan bisa.
Maksudku, dia salah.
Setiap hal ada caranya sendiri.
Ambil kapur sana!
–Cepat!. –Pegang ini.
Nggak ada orang yang mau dibenerin.
Dalam situasi apapun, persatuan itu penting.
Jika tetap bersatu...
...kita bisa atasi bahaya apapun.
–Ceritakan ke orang tua kalian ya? –Baik, Bu.
Bu, orang tuaku pasti nyuruh ngasapin sarang lebahnya.
Minggat sana!
Pamit, Pak!
Ya.
Kakak!
Saravanan!
–Sini tanganmu. –Kakak!
Saravanan, jangan!
Saravanan!
☎ Halo?
☎ Ya.
☎ Apa?
☎ Dimana?
✈ Bandara Dabolim, Goa.
–Halo, Pak. –Halo.
Mari, Pak.
Aku hubungi anda...
...setelah membaca data yang anda kirim tentang anak anda yang hilang.
Mungkin sudah tujuh tahun sejak terakhir kali kita bertemu.
Pada penyelidikan yang kulakukan...
...ada titik terang tentang anakmu.
Anda bilang dia hilang sejak 15 tahun lalu.
Benar.
Dimana dia sekarang.
Nanti saya katakan.
Tapi sebelum itu, anda harus tahu banyak tentang dia.
Selamat pagi para hadirin, saya Vicky dan saya pemandu anda hari ini...
Kita sekarang berada di benteng yang dibangun Portugis pada tahun 16.654.
Di sebelah kanan ada sungai Mandawi dan Laut Arab ada di belakang kita.
No comments yet. Be the first to leave one.