I'm the Most Beautiful Count

I'm the Most Beautiful Count (ฉันนี่แหละท่านขุนที่สวยที่สุด)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 1

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Im the Most Beautiful Count S01 THAI WEB-DL NF
കമന്ററി എഴുതിയത് tedi
Retail NF (13 eps)

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-06-07
ഡൗൺലോഡുകൾ: 52
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

SERIAL INI ADALAH KARYA FIKSI

DIPRODUKSI SEMATA-MATA UNTUK TUJUAN HIBURAN.

Selamat datang di pertunjukan paling glamor

di Negeri Sanya,

Sanya Tonight!

Malam ini,

kau akan bertemu penyanyi yang dipuja oleh separuh negeri,

namun dibenci oleh sisanya.

Ke mana pun dia pergi,

acara apa pun yang dia hadiri,

polisi ada di depan rumahnya keesokan paginya.

Tapi dia tak peduli.

Dan sekarang, saatnya telah tiba.

Silakan sambut Prince dan singel terbarunya,

"Ini Aku".

SANYA TONIGHT

Hidupku luar biasa!

CINTA PRINCE

Sekarang, pilih foto di mana kita tak berkedip.

- Simpan. - Keren!

Simpan.

- Keren. - Cantik.

- Hei. - Nat.

Ambil fotoku sebentar. Akan kukirim ke pacarku.

Ya, baiklah.

Tunjukkan pose terbaikmu.

Baiklah.

Satu, dua, tiga.

Luar biasa.

- Hasilnya bagus? - Coba lihat.

Biar kukirim dulu ini padanya.

Prince sudah siap!

Ini seperti prasmanan lengkap pria!

Di sini juga banyak orang.

Apa mereka penggemar?

Mereka para pembenci. Kau siap?

MENJADI GAY ADALAH KEJAHATAN

- Keluar. - Pergi.

- Angkat kaki. - Keluar.

- Enyah. - Keluar.

- Keluar. - Berhenti saja.

- Pergi. - Keluar.

- Menyingkirlah. - Pergi.

DASAR BANCI! MEMALUKAN!

Keluar.

- Berhenti saja. - Pergi.

- Keluar. - Pergi sekarang.

- Pergi. - Keluar.

Demi kepercayaan diriku.

Ini toilet wanita.

Kapan dunia ini akan berhenti bedakan kita atas dasar pria dan wanita?

Selamat datang di surga, Prince.

Di mana ini?

Apa ini rumah seorang pria?

Dengan siapa aku pulang tadi malam?

Itu pria yang tidur denganku?

Hantu?

Tunggu aku!

Ayo lari!

Hantu apa yang menakjubkan seperti ini?

Kau.

Ada apa dengan orang-orang itu?

Mereka hanya takut padamu, Tuan.

Tunggu… Tuan, kau tak sungguh mati?

Aku? Mati?

Queens tak mudah mati, Sayang.

Di mana tepatnya tempat ini?

Ini rumahmu?

Jadi, itu artinya…

Tadi malam…

Apakah terjadi "something" di antara kita?

"Something"?

"Something" itu apa, Tuan?

Ini kamarmu, Tuan.

Kamarku?

Apa ini semacam spa?

Tapi…

Aku tak membuat reservasi spa.

Aku ada latihan sepanjang hari ini.

Apa? Rambutku!

Poniku berantakan!

Siapa yang mendandaniku dengan pakaian ini?

Aku mengerti!

Ini pasti semacam acara realitas.

Tapi apakah mereka bertindak sejauh ini sekarang?

Membiusku? Mengenakan pakaian tradisional padaku?

Mengubah seluruh penampilanku?

Itu artinya…

Kamera!

Di mana kameranya? Di mana itu?

Di mana itu?

Luar biasa, tersembunyi dengan baik.

Apa yang kau katakan, Tuan?

Aku tak mengerti.

Jadi, kau memerankan pelayan, bukan?

Baiklah. Kau ingin bermain? Ayo kita bermain.

Asal kau tahu saja.

Jika acara ini memperlakukanku seburuk ini,

aku akan mengenakan biaya premium, Sayang.

Baiklah, karena kita melakukan ini,

sekalian saja aku bersikap layaknya diva padamu.

Satu, dua, tiga…

Action!

Tuan? Tuan, kau mau ke mana?

Hei, acara ini bertema zaman dahulu atau bagaimana?

Lalu, apa nama karakterku?

Ubon? Lady Karakade?

Atau Nang Wanthong?

Worradej.

Nama siapa itu? Sungguh norak.

Kau benar-benar belum mati.

Halo, Paman.

Peran apa yang kau mainkan?

Begitu sadar kau langsung jadi gila?

Seharusnya mati saja agar kami selamat.

Kini kau hanya menjadi kutukan bagi keluarga ini.

Energi yang begitu kuat.

Tapi serius, peran apa yang kau mainkan?

Jadi, aku bisa berakting dengan benar.

Hei, kau.

Peran apa yang dia mainkan, agar aku bisa menyesuaikan?

Dia ayah bangsawan tuan muda, Tuan.

Baiklah.

Ayah tegas yang membenci kaum gay, kiasan klasik.

Baiklah kalau begitu.

Mari kutunjukkan caranya padamu.

Ayah yang mulia!

Anakmu belum binasa sampai mimpiku terwujud.

Pada hari aku memenangkan tujuh Grammy Awards,

seluruhnya tanpa kecuali,

saat itulah pesonaku akan mematikan, Ayah.

Apa? Tak percaya padaku?

Kalau begitu, Ayah yang mulia, dengarkan singel terbaruku.

Lihat apakah ini bisa memenangkan penghargaan untukku.

Apakah penampilanku luar biasa?

Tepuk tangan! Ayo, tepuk tangan!

Tepuk tangan untukku sekarang!

Jadi, bagaimana menurutmu, Ayah yang mulia? Itu hebat?

Tuan!

Hei, Paman!

Akting macam apa itu?

Kau bahkan tak melindungi rekan mainmu!

Pernah dengar tentang sudut pengambilan kamera?

Kau pasti dirasuki roh jahat.

Ayah akan memukulmu sampai roh itu keluar.

Kau mau keluar atau tidak?

Mau atau tidak? Jade, minggir!

Kau mau keluar atau tidak?

- Keluar atau tidak? - Cukup!

Hentikan sekarang juga.

Matikan kamera. Berikan tongkat sialan itu.

Berhenti main-main sekarang juga.

Berhenti main-main, ya?

Tuan!

Tuan!

Kurung dia di dalam rumah.

Jangan biarkan dia keluar dan mempermalukan kita di depan warga.

Punya anak laki-laki gila itu aib.

Ya, Tuan.

Tuan?

Tuan.

Tuanku.

Siapa kau?

Dan di mana aku?

Beri tahu aku, kumohon.

Kau adalah aku.

Dan kau sekarang berada di tempatku.

Dan kau harus membantu memenuhi hasrat terdalamku.

Hasrat apa?

Apa yang kau inginkan?

Hasratku sama dengan hasratmu.

Hasratku adalah hasratmu.

Hasratku adalah hasratmu.

Hasratku adalah hasratmu.

Tunggu.

Dia menghilang ke mana?

Tunggu.

Kembali ke sini.

Kita belum selesai bicara.

Hei, kembali.

Kita belum selesai bicara.

Kau hantu kuno.

Kembali ke sini!

Aku sudah menyiapkan obatnya, Tuan.

Bagaimana keadaanmu, Tuan?

Hei, kau.

Izinkan aku bertanya dengan serius.

Jangan main-main. Tak ada lagi lelucon.

Sebenarnya ini tempat apa?

Ini kediaman Chao Phraya Singhanakhon,

Tuan Aksakhet Prawetdao Damrongburirat.

Itu nama seseorang?

Itu nama lengkap ayahmu, Tuan.

Dia Penguasa Singhanakhon.

Kau tak ingat apa pun, Tuan?

Singhanakhon…

Dan di mana Singhanakhon ini di Sanya?

Negeri Sanya?

Aku belum pernah dengar tempat seperti itu, Tuan.

Singhanakhon ada di Kerajaan Thanapura, Tuan.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left