ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Aku sudah tak ingat luka itu.
"Lukanya" sudah lama
sebelum aku lahir.
Aku ingat cerita yang ayah ceritakan pada kita.
Tentang legenda seorang wanita,
penyihir yang menyebabkan semuanya.
Dia, dengan sengaja mempelajari ilmu hitam,
menakuti orang-orang saat dia menyebarkan manteranya
dan membuat orang-orang sekarat sampai mati.
Mereka sangat ketakutan
hingga suatu hari orang-orang pada mencarinya
di rumahnya dan membunuhnya.
Penyihir,
Sorceress,
Harpy,
Bug, Meiga,
Viper.
The Spinner, aku baru tahu.
Disaat mereka menemukannya, massa mengejarnya
hampir saja membunuhnya.
Hampir.
Karena kondisi terpaksa,
dia mengabdikan dirinya pada sihir yang paling brutal,
yang datang akibat keputusasaan,
berhasil melarikan diri ke tempat terpencil dan tak pernah kembali,
bersumpah akan membalas dendam.
Jauh di kemudian hari,
kisah Spinner, hidup bersama denganku
dan anak gadis-gadis lain menghilang dari surga.
Sampai suatu hari,
Sesuatu terjadi.
Elena!
Kau dengar aku?
Ini aku.
Kau mengenaliku?
Tak kusangka aku menemukanmu.
Kami akan menyedot darahmu.
Untuk menyembuhkanmu.
Sekarang yang terpenting kau bisa sembuh.
Ayo bersihkan darahmu, oke?
Awalnya, kau akan merasa seperti terbakar.
Jangan takut.
Terima kasih.
Kau terinfeksi virus Elena.
Ayo kita mulai!
Kau sedang apa?
Dia berhak tinggal di sini.
Sangat berbahaya, dia tidak boleh pergi dengan virus itu,
dia bisa menularinya ke orang lain...
Aku akan merawatnya. Jangan khawatir.
Ini sangat berbahaya.
Kau mau bahayakan semua keluargamu?
Tidak, tidak, tenanglah!
Tenang, tenanglah, Elena tidak apa-apa.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kau harus membantuku.
Kau sendiri yang akan menyuntikan obatnya setiap hari.
Ini sangat penting, jadi kita bisa menjinakkan virusnya.
Istirahatlah sekarang. Kau akan baik-baik saja.
- Mereka datang! - Ya?
Mereka datang!, mereka datang!
OK, pergilah!
- Ayah! - Dia gadis Indian kecil!
Halo!
Sapalah bibi Elena.
Ema...
Ayahku pasti memberitahumu, kan?
Dan siapa dia?
Juliana...
Ya, kami memanggilnya Juli.
Kenapa tak kau biarkan dia bicara? Lagian dia tak bertanya padamu.
Karena bisa jadi kita seharian disini jika dia bicara.
Ayah meminta ibu mengeluarkan semua mainan dari kamar mainan itu
jadi kau bisa tidur di sana
dan sekarang aku tak bisa bermain apa-apa lagi karena semuanya ada didalam kotak itu!
Juli, kau tahu?
Itu kamar bibimu saat dia masih kecil.
Sebenarnya itu kamarnya, bukan tempat mainan.
Selamat datang.
Valeria, Elena.
Apa kabar?
Berapa lama kau tinggal di sini?
Dan pakaianmu? Kau tak bawa apa-apa?
Ok, emang kenapa, daripada kau banyak nanya,
lebih baik kau ajak bibimu ke kamarnya?
Akan kutunjukan padanya!
Jangan khawatir, mereka tidak menggigit.
Dengar, tunggu sebentar.
Apa itu di lehernya?
Tidak apa-apa.
Ada sesuatu dilehernya, anak gadis-gadismu akan bertanya.
Jangan khawatir.
Baiklah kalau begitu...
Kau bisa lihat taman
atau rumah keluarga Roca dari sini.
Terkadang kami bermain dengan mereka di sana
atau mereka yang kemari.
Elena,
ini pakaian bersih dan handukmu.
Itu sudah engga cocok sama dia.
Diamlah. Ayo.
- Ayo kita pergi. Ayo. - Aku tidak mau!
Apa maksudmu tidak mau?
Mari kita tinggalkan bibi sebentar.
Kau sudah dengar ayah, biarkan dia sendiri.
- Turunlah. - Tidak!
Ayo, atau mau kupanggilkan penyihir kemari dan memakanmu!
Tidak, ayah, tidak!
Ya, cukup. Kau Ema, kau sudah besar.
- Biarkan bibimu istirahat! - Ayo!
Dan kita keluar!
Akan kubawa kau ke penyihir!
Da-dah bibi!
Kau akan terbiasa.
Tidak, kumohon! Bawa aku!
Kumohon! Jangan putriku!
Kumohon! Bawa aku sebagai gantinya!
Jangan putriku!
Elena! Tidak!
Facu!
Facu, dengar! Facu!
Itu ibu...
Kumohon! Jangan ambil putriku!
Kumohon! Jangan putriku!
Elena, lari!
Tidak! Elena, lari!
Facu!
Aku lapar!
Makanan sudah siap!
Kelihatannya lezat!
Ini dia...
Juli, duduk yang benar.
Satu lagi di sini...
Kita semua akan makan masakan ibu
dan makan saja selagi ada, ok?
Biar kulihat...
- Potong dagingnya untuk Juli, sayang. - Ok.
Ini! Lezat!
Menteganya banyak sesuai keinginan Juli.
Kenapa ada bercak itu?
Ibu bilang itulah yang terjadi saat kau berbuat jahat.
Ema!
Maafkan dia!
Ayah pernah bilang kau sudah mati.
Ema!
Jika kau mau makanan penutup, kau harus makan semua dagingnya.
Aku makan!
Bagus, tapi dengan mulut tertutup...
Makan!
Elena!
Ayo, tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Tidak apa-apa!
Dia terinfeksi virus atau tidak?
Tidak.
Kau tidak pikirkan putri kita,
itu berbahaya.
Jika dia terluka karena sesuatu...
Harusnya kau ikut bahagia karena aku. Aku menemukan adikku.
Ini rumahnya juga
Dan aku bahagia,
tapi aku juga takut.
Tidak apa-apa jika kau mau merawatnya,
tapi sebaiknya kau bawa ke rumah sakit,
atau ke kota,
dan jangan libatkan keluarga.
Aku seorang dokter, aku tahu apa yang kulakukan.
Ya...
tapi kita punya anak perempuan.
Mereka akan baik-baik saja.
Maksudmu mereka akan baik2 saja, dengan Elena?
Kenapa dia terluka di hutan?
Bagaimana dia bisa bertahan selama ini?
Kenapa dia tidak datang sebelumnya?
Semuanya kau tak perhitungkan
dan kau mau kami semua menghadapinya.
Kau tahu bagaimana dia diculik dari sini?
Ya, sayangku, aku tahu,
Sembari kubayangkan mungkin ada hal yang mengerikan
yang mungkin terjadi padanya,
tapi kenyataannya kau tidak tahu
apa yang dia lakukan selama ini, dia belum memberitahumu.
Putri-putri kita adalah prioritas kita, kau setuju dengan itu, kan?
Aku tahu kau agak sulit menanyakannya,
tapi kita perlu tahu di mana dia,
apa yang terjadi padanya.
Aku khawatir.
Atau kau lupa anak gadis itu masih menghilang?
OK Vale, jika kau atau anak gadismu merasa ketakutan
seperti yang kau alami hari ini,
akan kubawa adikku keluar dari rumah ini.
Berjanjilah padaku.
Aku janji.
- Dimana Elena? - Komisinya!
Dimana Elena?
Ayo, Tarugo, kita sudah sepakat dengan komisi sebelumnya.
Ayo! lihatlah "satu buat Drowned".
Aku sudah bawakan kau hari ini!
Beri aku sesuatu!
Kau tidak bisa membawanya seperti itu!
Ayo Tarugo! berikan komisiku!
No comments yet. Be the first to leave one.