ആദ്യത്തെ 130 വരികൾ.
Ya, aku mulai manajemen kemarahan minggu ini.
Bagaimana hasilnya?
Ya, bagus.
Ada masalah kecil dengan seseorang.
Ya, ada seorang pria menatapku di bar,
tapi aku menjadi sangat kesal lalu gunakan teknik berhenti
yang kita bicarakan.
Jadi, ya, aku cukup baik dengan itu. Tak ada masalah.
Baguslah.
- Ray, bagaimana kabarmu? - Ya, baik.
- Ya? - Ya.
Ada yang ingin kau bicarakan?
Tidak ada.
Kau yakin? Tak ada sama sekali?
Aku memukul adik pacarku saat Natal.
Baiklah.
Apa yang terjadi?
Aku datang ke rumah orang tuanya dan...
lalu kami bermain Rahasia Sinterklas.
Anakku mendapat lilin unicorn
dan dia sangat senang tapi adik pacarku memutuskan
ingin memilikinya, saat giliran dia, lilin itu dia ambil.
Jadi, kau menyerang dia?
Karena dia menyebalkan, jadinya...
- Kau menyerang dia? - Begitulah.
Bagaimana perasaan pacarmu soal ini?
Dia bukan pacarku lagi, jadi...
Astaga. Maaf, Sobat.
Tanpa perlu dijelaskan lagi,
bisakah kau melihat jika kekerasan mungkin bukan jalan terbaik
untuk menyelesaikan masalah?
Tidak, aku pikir secara umum bisa,
hanya saja jangan dilakukan di depan pacarmu.
Apa bagusnya dari itu?
Tampaknya kali ini tak berhasil.
Kadang berhasil, kadang tidak.
Bisa beri satu contoh kalau kekerasan itu berhasil?
Perang Dunia II.
Perang Dunia II.
Kita mengalahkan Nazi bukan dengan bicara
tapi dengan kekerasan.
Tentu, sesekali kekerasan diperlukan sebagai upaya terakhir,
tapi bagi kau,
dengan adik pacarmu,
apakah itu contoh dari berhasilnya kekerasan?
Aku seharusnya tak lakukan itu.
Aku tak membuat alasan, tapi kau tak boleh mengatakan jika
semua kekerasan itu buruk. Maksudku...
Aku pikir ada kekerasan baik dan yang buruk.
Apa kekerasan baik?
Perang Dunia II.
Terima kasih, Vince.
Ya.
Baiklah, waktunya mengakhiri sesi ini.
Terima kasih semuanya.
Pasukan Jerman sudah bergerak masuk.
Dan sekarang menguasai reruntuhan biara dengan paksa.
Kau boleh makan bagian ini.
Kau bahkan tak mengunyahnya.
Batalion Maori ke-28 berhasil menguasai
kasino di stasiun kereta, tapi kemudian terjebak
terputus dari pasukan dukungan di seberang sungai.
Bersulang, Sayang.
- Hei. - Apa kabar?
Baik. Apa yang baru?
Biasa saja. Bagaimana denganmu?
Tak ada. Kau baik-baik saja?
Ya.
Baiklah.
Halo?
Ray, ini Vinnie.
Apa kabar?
Baik. Bagaimana denganmu?
Ya, baik. Apa yang baru?
Masih sama.
Aku hanya menelepon dan mungkin kita bisa bertemu
untuk minum bir?
Ya, itu terdengar bagus.
Ya.
Aku sangat sibuk minggu ini.
Kalau akhir pekan depan?
Tentu, akhir pekan. Sial. Tidak.
Aku harus temui orang tuaku.
Mereka punya peternakan di Dorrigo. Jadi, aku ke sana.
Baiklah. Akhir pekan selanjutnya?
Ya, itu bisa. Kita bertemu.
Ya. Aku juga bisa.
Baiklah, jaga dirimu.
Kau juga. Sampai nanti.
- Baiklah. - Sampai jumpa.
Kau akan biarkan saja di sana?
Maaf?
Anjingmu baru buang air. Mau dibersihkan atau...
Terus?
Kau biarkan di sana dan diinjak orang?
Jika kau tak suka, kau saja yang bersihkan.
Kenapa tak kau ambil?
Bagus. Ya.
Keadaan baik, ini masih awal hari.
Sial, tadi malam,
kami di tempat tidur lalu dia berkata,
"Siapa pasangan bercintamu yang paling hebat?"
Aku berbaring sambil berpikir, "Bagaimana aku menjawabnya?"
Kau tahu, karena,
bukan hanya dengan dia aku bercinta dengan hebat,
tapi aku tak bisa bilang padanya
itu adalah dengan pelacur 52 tahun di sebuah gang sempit.
Jadi, aku menjawab dengan cepat,
"Kau!"
Karena jika aku ragu,
dia akan tanya, "Kenapa kau harus berpikir?"
Aku jawab, "Entahlah,
pertanyaan itu membuatku terkejut."
Wanita bisa menanyakan pertanyaan yang
membuatmu ketakutan.
Benar.
- Siapa pria itu? - Siapa?
- Orang ini. - Simon Gillespie.
Tahu keluarga Gillespie?
- Keluarga penambang? Baiklah. - Ya.
Apa masalah dia?
Dia mengalami masalah wanita.
Baiklah.
Hei, Simon ada di sini. Mau menemui dia?
Ya, suruh dia masuk. Terima kasih, Mandy.
- Tak masalah. - Terima kasih, Mandy.
- Apa kabar? - Hei, Freddy.
Wajah yang kukenal. Apa kabar?
- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.
- Sudah sangat lama. - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.