Doctor Slump

Doctor Slump (닥터 슬럼프)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

닥터슬럼프-Doctor-Slump-E12-NEXT-NF
കമന്ററി എഴുതിയത് Anangkaswandi

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2024-03-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 63
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

- Hei, Dae-yeong. - Hei, ada masalah?

Tidak juga.

Aku melihat gajiku sudah dibayar.

Kenapa? Gajimu kurang? Aku yakin jumlahnya benar.

Bukan itu alasanku menelepon.

Aku hanya ingin mentraktir minuman dengan gaji pertamaku.

Ayo pergi. Kita minum.

Hei, maafkan aku.

Aku baru makan dan masih kenyang.

Aku di rumah orang tuaku, semur iganya sangat lezat.

Jadi, aku makan dua mangkuk nasi.

Kau tak bisa pergi sekarang?

Tidak, ada yang harus kubaca.

Aku agak sibuk saat ini.

Aku tak sabar menghamburkan gajiku setelah sekian lama.

- Teganya kau. - Hei, aku lebih sedih.

Waktumu luang akhir pekan ini?

Ibuku dan Jin-woo akan mengunjungi bibiku di Pulau Geoje.

Aku bebas akhir pekan. Kita minum semalaman?

Aku tak yakin. Kurasa aku akan bertemu Jeong-woo.

Namun, kalian bertemu di rumah dan bersama di tempat kerja.

Kami saling menghindar saat kerja.

Kolega kami tak tahu kami berpacaran.

Astaga. Kalian berpacaran diam-diam?

Sungguh menyenangkan.

Bukan menyenangkan, aku hanya merasa bahagia.

Aku tak ingin pergi dari sisinya.

Kami bertemu di kantor dan ruang operasi.

Kami berangkat dan pulang kerja bersama. Pasti ini alasan orang berkencan.

Aku punya alasan hidup. Aku sangat bersemangat.

Bayarlah tagihan gas dan airku jika kau akan membuatku bosan.

Benar.

Apa aku harus berpura-pura tak tahu kalian berpacaran?

Ha-neul ingin seperti itu.

Benarkah?

Kenapa?

Kau membuatnya malu?

Aku hanya berhati-hati.

Mereka bisa merasa tak nyaman karena kami.

Benar. Lebih baik hati-hati.

Semoga hubungan rahasiamu sukses.

Kau pasti senang.

Berkencanlah jika kau iri.

- Dengan siapa? - Itu urusanmu.

Sudahlah. Ayo minum akhir pekan ini.

- Aku akan kupikirkan. - Sampai jumpa besok di klinik.

Aku mengobrol sangat lama sampai tehnya dingin.

Tidak apa-apa.

Aku suka.

Maksudku, aku suka teh dingin.

Baiklah. Aku tak mengatakan apa pun.

Kenapa kau gemetaran?

Biar kutuangkan secangkir.

Baiklah.

DOCTOR SLUMP

Kau sedang apa?

Aku sedang pulang dari mengambil uang.

Ya. Aku ingin beri uang saku untuk ibumu.

Apa? Kenapa kau beri dia uang?

Aku menerima banyak darinya.

Aku selalu ingin mengembalikannya dengan gaji pertamaku.

Namun, kau tahu?

Rasanya agak aneh.

- Apa? - Aku selalu menghasilkan uang.

Namun, kali ini terasa istimewa.

Benar. Aku pun merasa sama.

Omong-omong, kau punya sesuatu untukku?

Kalau kau…

- Aku ingin kau memberiku sesuatu. - Apa?

Gajimu pasti juga sudah dibayar. Traktir aku.

Hei, gajiku tak banyak karena aku dibayar per operasi.

Gajimu lebih besar dariku. Jadi, kau yang traktir.

Tidak, traktir aku dahulu.

Kenapa…

Baiklah.

Kita suit dan tentukan besok.

Baiklah.

Baik. Tidurlah dan sampai besok.

Sampai jumpa.

Sialan!

Kalian membuatku terkejut. Kukira…

Kau baru tutup? Kau membantunya?

Itu bukan urusanmu. Kau harus ikut kami.

Ke mana?

- Lihat saja nanti. - Tunggu, ada apa?

Ada masalah apa?

Aku ingin pulang!

Tunggu! Apa?

Kenapa kalian mengajakku ke sini?

Ada hal penting untuk dibahas.

Jeong-woo, kudengar kau dan Ha-neul sudah resmi.

Ya. Itu benar, Paman Tae-seon.

Aku bukan cuma paman.

Setelah iparku wafat, saudariku satu-satunya

menjual pabriknya dan pindah ke Seoul.

Tanpa ragu aku menutup restoranku dan ikut dengannya.

Kau tahu kenapa?

Aku tahu kota ini sangat berbahaya.

Jadi, tak akan kubiarkan mereka ke sini sendirian.

- Baiklah. - Sungguh?

Bukankah karena di sini milmyeon lebih istimewa dari di Busan…

Aku sangat menyayangi keluargaku.

Aku mungkin pamannya, tetapi aku juga sosok ayah bagi Ha-neul.

Aku tahu itu.

Boleh aku bertanya beberapa hal sebagai sosok ayahnya?

Tentu saja.

- Berapa tinggi dan beratmu? - Tinggiku 183 sentimeter dan 68 kilogram.

Kita hampir sama.

Kau tak mengidap penyakit apa pun?

- Tidak ada. - Apa pekerjaan ayahmu?

Dia ahli bedah kardiotoraks, begitu juga ibuku.

- Mereka berdua dokter? - Ya.

Jangan sampai kau merendahkan Ha-neul karena itu.

Itu tak akan pernah terjadi.

- Lalu… - Utangmu sudah lunas?

Ba-da, pertanyaanmu lancang.

Cuma orang sebodoh aku yang bisa tanyakan itu.

Aku tahu kau penasaran.

Jeong-woo, kami memang menyukaimu.

Namun, aku menanyakan ini karena tak ingin Ha-neul menderita.

Apa dia perlu membantumu melunasi utangmu?

Tidak.

Itu tak akan terjadi.

Masih ada sedikit, tetapi jika bekerja, bisa kulunasi tahun depan.

Baiklah.

Benar.

Tak bisakah uangmu kembali setelah terbukti tak bersalah?

Aku baru akan tahu setelah mengajukan gugatan.

Aku terlalu lelah untuk itu.

Aku mengerti. Pasti melelahkan mengajukan gugatan dan menghadiri sidang.

Silakan.

Kami bawa kau kemari

untuk memintamu menjaga Ha-neul.

Kalian harus akur dan menemukan ketenangan lagi.

Terima kasih.

Bersulang.

Minumlah.

Jangan berhenti minum. Bersulang!

Astaga, lantainya seperti jeli. Aku sekarat.

Kau tak apa-apa, Jeong-woo?

Aku tak apa-apa.

Jeong-woo.

Perlakukanlah Ha-neul dengan baik.

Tentu. Akan kuperlakukan baik!

Jangan cuma baik.

Namun, perlakukan dia sangat baik.

Baiklah. Aku akan perlakukan sangat baik.

Kalau begitu,

bisakah kau belikan dia boneka tupai?

Apa?

Dia benar.

Dia punya boneka yang kepalanya sobek. Warnanya cokelat.

- Terlihat seperti ini. - Seperti ini?

Kau bisa belikan sesuatu yang mirip?

Tentu saja!

Aku akan belikan sekarang.

Baiklah.

Astaga.

Astaga, kau gerak cepat.

Kau langsung membelinya.

Aku tak pernah menunda.

Kalau begitu,

bisa belikan Ha-neul hotteok?

Jangan suruh dia beli sesuatu.

Ha-neul suka hotteok.

Hei.

Aku punya cukup uang untuk membelinya.

Astaga.

Tiga ribu won. Tidak.

Aku bisa menghabiskan 5.000 won.

Baiklah.

Halo.

Halo, Bu.

- Aku pesan sebanyak 5.000 won. - Baiklah.

Kalau kalian?

Kalian mau?

- Tentu. - Mau.

Baiklah.

Kami pesan masing-masing satu.

Baiklah. Kau bisa pakai gelas itu.

Baiklah.

Ini enak dan hangat.

Paling nikmat ketika masih panas.

Astaga, panas.

- Kau juga, Ba-da. - Panas.

Nikmati selagi hangat.

Terima kasih.

Omong-omong, bagaimana jika Ha-neul marah karena aku sangat mabuk?

Kurasa dia akan memarahiku.

Sudahlah.

Wajar jika pria mabuk sesekali.

Jangan takut kepadanya.

Dia tak boleh memarahimu.

Aku tak akan diam saja.

Sudah kuduga.

Jeong-woo.

Kita bertiga itu satu.

- Satu! - Ya.

Ini makananmu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

More Indonesian subtitles for Doctor Slump

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left