ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
- Pak Rambut Keriting. - Ya.
EPISODE 5
Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?
Pernah, ya?
Apa? Iya.
- Di mana? - Itu..
Aku sering melihat kamu di TV, di iklan dan juga drama.
Banyak yang bilang wajahku pasaran, mungkin karena itu.
Benarkah?
Hampir saja aku terjebak masalah.
Sesaat hampir saja aku mau mengatakan, "Ini aku Go Dae Chung".
Aku merasa ada yang mengganjal kalau terus pura-pura tidak tahu begini.
Apa aku katakan saja sekarang? Tidak, lebih baik dia tidak tahu.
Tapi apa Park Do Ra masih mengingat diriku yang dulu?
- Kenapa kamu bilang begitu? - Memang kenapa? Ayo minumlah ini dulu.
Lagi pula, apa yang kamu bisa pelajari dari ibumu?
Semua orang di sini tahu kalau ibumu ke sana-kemari...
...menemui orang untuk menuangkan alkohol mereka!
Cho Bi Bi, karena kamu sudah menusuk belati di dadaku...
...rasakan juga sakit di dada ini.
Tunggulah Cho Bi Bi.
- Bong Soo. - Ya?
- Mau segelas? - Go Pil Seung, sini.
Ya.
Minuman ini...
Hei, Park Do Ra.
Setelah aku melihatmu dari dekat hari ini, matamu indah sekali.
Pupil matamu hitam pekat.
Kalau terjatuh di dalam mata hitam pekatmu bagaimana jadinya?
Apa ada jalan keluarnya?
Terima kasih atas pujianmu.
Aku juga seperti berdebar saat melihatmu dari dekat begini.
Berdebar?
Memangnya wanita mana yang tidak berdebar di depanmu?
Sebenarnya aku menerima drama ini karenamu.
- Karena aku? - Iya.
Aku berencana istirahat, tapi katanya pemeran utama prianya adalah kamu.
Makanya aku menerimanya.
Karena kamu adalah tipe idealku.
Ya ampun.
Dia sedang apa?
Aku tipe idealmu?
Aku sudah mengatakannya.
Aku bertemu denganmu sebagai pasangan dalam drama ini,
benar-benar seperti mimpi.
Benarkah?
Sebenarnya, dari dulu aku juga sudah memperhatikanmu.
Kalau begitu..
- Mau coba kencan denganku? - Apa?
Bukankah kamu tidak boleh begini? Katanya kamu sudah ada pacar.
Bong Soo, kamu tahu apa yang paling aku benci di dunia?
Selingkuh.
Kamu bukan tipe yang berselingkuh, 'kan?
Tidak! Aku juga menganggap selingkuh itu hina.
Baiklah, Do Ra.
Aku sangat mengerti dengan apa yang kamu katakan.
- Karena itu, bersulang? - Bersulang.
Wah, Park Do Ra benar-benar lihai.
Bukankah dia bilang benci Cha Bong Soo pada kita?
Mereka ke depannya harus beradegan romansa, bagus kalau mereka dekat.
Kamu yang memaksa mereka supaya dekat.
Park Do Ra memang profesional.
Ternyata ada alasannya, kenapa semua mencari Park Do Ra.
Kita tidak perlu mengkhawatirkan dramanya, karena di hari pertama sudah begini.
Benar-benar pemandangan indah.
Park Do Ra kenapa? Apa dia sudah hilang akal? Seleranya aneh.
Dia bukan Park Do Ra yang kukenal dulu.
Biarlah, dia juga bukan adikku.
Mau dia minum atau makan ceri dengan Cha Bong Soo, apa hubungannya denganku?
Astaga.
- Enak, 'kan? - Enak sekali.
- Makan yang banyak. - Ini manis.
Aku pulang.
- Astaga. - Selamat datang!
Kebetulan sekali Pil Seung datang.
Duduk, makan bubur kacang merah manis ini.
Bubur kacang merah manis? Ini hari apa?
- Ya ampun. - Ini, makanlah.
Makan pelan-pelan karena ini panas.
Sudah lama sekali tidak makan ini.
Karena sudah lama tidak makan jadi enak. Benar, 'kan, Pil Seung?
Ya, Bibi.
Setelah makan ini, langsung hilang semua rasa lelahku.
Siapa menelepon di jam segini?
Oh, ini temanku.
Halo, Hye Suk.
Ya. Aduh, bagaimana, ya?
Sepertinya Pil Seung masih belum ada pikiran untuk berkencan.
Mungkin karena dia sedang sibuk, jadi dia hanya ingin bekerja saja.
Iya, memang disayangkan. Tapi mau bagaimana lagi?
Terima kasih atas perhatianmu. Ya, sampai nanti.
Ada tawaran kencan buta untuk Pil Seung?
Wanita seperti apa? Kamu sudah menolaknya tanpa bicara dengan Pil Seung.
Anak sepupu temanku itu seorang pegawai bank.
Karena Pil Seung bekerja di stasiun TV, dia minta dipertemukan. Tapi aku menolak.
Astaga, bukankah pegawai bank itu adalah calon istri terbaik?
Nenek, aku belum berpikir untuk kencan. Dan juga tidak ada waktu untuk itu.
Benar, Pil Seung. Sekarang kamu bekerja keras sajalah.
Nanti kalau kamu sudah jadi sutradara,
Bibi Soo Yeon akan mengenalkan wanita baik.
Ibu, itu apa lagi?
Apa maksudmu itu temanmu yang konglomerat?
Iya, dia janji kelingking denganku untuk mencarikan wanita...
...dari keluarga bagus dan menikahkannya dengan Pil Seung.
Astaga, kalau sampai janji kelingking dengan menantu konglomerat...
Ya ampun.
Jangan-jangan nanti Pil Seung jadi menantu orang kaya?
Kenapa kalian berekspektasi begitu?
Dan kenapa Bibi Soo Yeon yang mencarikan jodohku?
Aku akan mengurus pasanganku sendiri. Jadi kalian jangan khawatir.
Bagaimana tidak khawatir? Kamu pikir sedikit pria yang salah bertemu wanita?
Sadar maupun tidak, hati-hati pada wanita. Ingatlah kata Ibu.
Ibu, jangan khawatir sedikit pun.
Untuk saat ini, di prioritas hidupku tidak ada wanita.
Walau sudah hati-hati, kalau salah bertemu wanita tidak akan ada jalan keluar.
Ya ampun.
Di lingkungan temannya temanku, ada wanita yang mengaku dihamili putra rumah kaya.
Dan mau tidak mau mereka dinikahkan, tapi bagaimanapun juga ini aneh.
Astaga, kenapa?
- Bukan dia yang menghamili? - Tidak begitu.
Ibunya sudah benar-benar mendidik anaknya supaya hati-hati dalam berhubungan.
Jadi ibunya penasaran bagaimana bisa hamil. Ternyata setelah dicari tahu.
Ternyata wanita itu berencana menjadi menantu...
...di keluarga itu, jadi dia melubangi kondom supaya hamil.
Astaga! Benar-benar!
- Astaga, Ibu! - Astaga, Sun Young!
Apa? Katanya ini benar-benar terjadi!
- Ya ampun. - Tidak bisa dipercaya.
- Raise ! - Astaga, Mi Ja.
Kamu tidak ada peluru, kenapa raise ? All in saja dengan itu.
Hei, kenapa aku tidak ada peluru?
Kamu tahu ini berapa nilainya? All in .
Baiklah, setuju!
Buka, hei!
Sebentar, Mi Ja.
Astaga, Mi Ja.
Itu menyenangkan!
Hei!
Bawakan aku uang tunai!
Aku minta dibawakan uang tunai.
Apa-apaan itu? Mimpi itu lagi.
Astaga, apa-apaan ini?
Kenapa pria tua itu terus muncul dan mengejutkanku saja?
Kapan itu akan hilang?
Kapan ini akan berakhir? Yang benar saja!
Aku harus membayar bunga uang tunai sampai bulan depan.
Jika aku kehilangan gedung Cheongdam-dong atau rumah ini...
Do Ra tidak akan memaafkanku. Aku harus bagaimana?
Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
Gong Jin Dan.
Memangnya kamu seluang itu untuk melakukan olahraga sekarang?
Ayo bicara denganku.
Apa lagi? Nanti saja. Aku harus mandi dan berangkat kerja.
Apa benar kamu bilang pada putri keluarga Jeil Steel...
...kalau kamu bertemu wanita takdirmu?
Kalau tidak, jujur saja. Untuk apa kamu bohong begitu?
Apa itu kata yang pantas diucapkan saat kencan buta?
Sekarang mau bagaimana kamu?
Kamu harus punya wanita hebat agar bisa bilang...
...pada kakakmu untuk memberikan Angel Investment.
Ibu, tunggulah. Aku bertemu dengan wanita yang baik.
Dia tidak bisa dibandingkan dengan putri keluarga Jeil Steel.
Apa? Benarkah? Sungguhan?
Dia putri siapa? Peringkat ke berapa? Lebih depan?
Tidak sekarang, nanti akan aku beri tahu semuanya.
Nanti kapan? Tidak bisa sekarang? Ibu sangat penasaran.
Aku bilang tunggu sedikit lagi. Aku mandi dulu.
Astaga.
Benar juga. Jin Dan bukan anak yang tidak punya selera.
Omong-omong, Jin Dan harus segera mendapat Angel Investment...
...supaya tidak diremehkan di keluarga wanita nanti.
Astaga! Aku terkejut!
Ma Ri, apa yang kamu lakukan di belakang diam-diam?
Apa kamu menguping?
Ibu! Nenek Kedua bilang akan mengambil Angel Investment!
Jin Dan, apa benar kamu berinvestasi di produksi drama?
Benar.
Astaga, Jin Dan. Kenapa kamu lakukan itu?
Kenapa apanya? Sekarang banyak yang berinvestasi di konten.
Kamu harus melihat gambaran besar dan berinvestasi pada yang menguntungkan.
Jangan sia-siakan di hal seperti itu.
Jin Taek, memang benar aku selama ini hanya mengecewakanmu.
Sementara ini, tolong percaya padaku. Aku akan mengusahakannya.
Aku berangkat kerja dulu.
Jin Taek. Maksudku, Presdir Gong.
Sekarang Korean Wave sangat meledak.
Drama, film, dan musik negara kita sedang mendunia.
Jin Dan juga pasti memutuskan dengan berpikir.
Ayah, Ibu. Apa Angel Investment itu milik Paman?
Itu...
Ma Ri.
Kenapa bertanya itu? Kamu tidak perlu tahu.
Ibu, aku tahu semuanya. Jangan anggap aku bodoh.
Ayah bilang kalau semua yang ada di rumah ini milik Ayah. Dan aku...
...penerus Ayah. Jadi aku harus tahu semua.
Benar, 'kan, Ayah?
Benar, benar.
Ayah akan menjelaskan pelan-pelan dan bertahap.
Setelah sekian lama, mau ke perusahaan bersama Ayah?
No comments yet. Be the first to leave one.