ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Itu barang bagus.
Terima kasih.
Apa kabar?
Hei!
Apa?
Kau terlihat keren! Kau dari mana?
- Tidak dari mana-mana. - Tentu saja.
- Berikan. - Tidak "halo" dulu?
Dasar pecandu.
Bagaimana bahasa Italiamu bisa bagus?
Aku tinggal di Roma selama 5 tahun.
Kau dari mana?
Aku orang Amerika,
Prancis, Italia,
Senegal, Aljazair, Venezuela.
Kau dapat teman baru?
Akhirnya, orang yang berbahasa Italia.
- Sof, Gabriela. - Senang bertemu denganmu.
Kau juga.
LYON
Isis.
Itu kau. Kau baik-baik saja?
Isis.
Kemari, manis.
Kau tahu kalau kucingmu menggemaskan?
Ya, Aku menyelamatkannya dan memberinya makan, tapi dia selalu bersamamu.
Kenapa?
Kau mabuk.
Ayo bertemu kawan-kawanku. Pasti seru.
- Seru? - Bersama kawan-kawan desamu?
- Apa? - Tidak, terima kasih.
Apa, kau orang Swedia atau semacamnya?
Kenapa kalian begitu terobsesi dengan Swedia?
Sial, bung.
Dia cantik sekali!
Nona cantik, buatkan kami teh.
Buatkan kami teh dari panci ke teko.
Itu cocok untuknya.
Sudah kubilang.
Jangan pergi.
Kumohon, Tahar. Tahar bilang, kau lelaki yang disukai perempuan.
- Serius! - Aku melihatnya bersama perempuan Brazil yang seksi.
Dia pasti membius mereka.
- Pergi sana. - Sekarang apa?
- Apa kubilang? - Brengsek!
- Tenang saja. - Hentikan.
Hei tolol,
kedengarannya kau butuh bercinta.
Aku yakin kau memiliki saudara perempuan.
Rencananya sederhana: Kalian tiduri saja saudara perempuan orang lain.
Kau boleh meniduri saudara perempuannya, dan dia boleh meniduri saudara perempuanmu.
Dan seterusnya. Jadi itu tetap jadi milik keluarga!
Jangan bicara tentang saudaraku!
Kau gila?
Dia mabuk!
Dasar bajingan.
ENAM KAKI LEBIH TINGGI
Isis,
kenapa kau tidak mau tetap di sini?
Melihat wajahku?
Kembali.
Aku membutuhkanmu.
Sof.
Aku tahu kau di rumah.
Kau dapat surat.
Kembalikan kucingku.
Kau melewatkan beberapa ujian.
Kau sudah berganti jurusan dua kali.
Tidak heran kau mengalami masalah visa.
Aku punya waktu 30 hari untuk meninggalkan negara ini.
Apa yang harus kulakukan?
Temukan solusi.
Solusi seperti apa?
Dalam waktu sesingkat itu, pernikahan mungkin bukan suatu pilihan.
Jadi, kau harus mencari pekerjaan.
Kontrak kerja.
Temukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang Prancis.
Seperti apa?
ROUBAIX
Rumah Duka Muslim.
Ada piring kecil di sana untuk rokokmu.
Gula?
Tidak, terima kasih.
Aku pun tidak meminumnya.
Satu-satunya hanya kopi yang akan kuminum.
Terima kasih.
Aku turut berduka atas ibumu.
Aku akan datang ke pemakamannya seandainya aku tahu tentang itu.
Aku sudah lama tidak mendengar kabar ayahmu.
Kami biasa menghabiskan musim panas di Setif.
Dia selalu menceritakan kisah-kisah liar.
Kami pikir dia akan jadi penyair atau penulis.
Aku tidak yakin ayahku memberitahumu, tapi aku butuh kontrak kerja.
Atau aku akan dideportasi.
Ya, dia sudah menceritakan semuanya. Jangan khawatir.
Kapan aku akan mendapatkannya?
Kau terburu-buru?
Aku mengerti, tapi kau harus bekerja dulu.
Oke, aku hanya ingin tahu kapan.
Visaku akan berakhir dalam beberapa hari.
Kami bekerja sama dengan polisi.
Aku mengenal mereka dengan baik.
Kau tidak akan mengalami masalah apa pun.
Halo, El Haj.
Halo.
Ini karyawan baru kami, Sofiane.
Sof.
"Sof" apa?
Namaku Sof.
Kau akan bekerja dengannya sekarang.
Halo.
Halo, ini Boutlali Funeral Home.
- Halo. - Kau karyawan baru?
Selamat datang.
- Aku Morad. - Sof.
Namanya Sofiane, tapi dia ingin kita memanggilnya Sof.
Jadi itu seperti nama rappermu.
Asalmu dari mana?
Aku lahir di Sétif, tapi aku pernah tinggal di mana-mana.
Senegal, Italia, Venezuela.
New York juga.
Itu keren.
- Kau mengerti bahasa Arab? - Ya.
Ambil tasnya dan ikuti dia.
Ayo cepat.
Kita mau ke mana?
Ke kamar mayat.
Sekarang?
Dari dua karyawan muda terakhir kami,
yang satu pingsan, yang lain muntah dan lari.
- Kau baik-baik saja, El Haj? - Ya, syukurlah.
Pendatang baru lagi?
Kau dari mana, pemula?
Aku dari mana-mana.
Dia seorang Setifian.
Aku anak diplomat, itu sebabnya. Aku lahir di sana.
Jangan sentuh apa pun, kau hanya akan melihat.
Ini parah. Dia menembus kaca depan.
Kutinggalkan saja.
Sampai jumpa.
Isi embernya.
Kau mendengarku?
- Untuk ucapan terima kasih. - Maaf.
Kumohon.
Itu benar!
Sofiane tidak pernah percaya ceritaku, tapi semuanya benar.
Tentu saja.
Jadi, suatu hari...
Ini lucu.
Suatu hari, seorang teman ibuku,
Nenekmu, semoga ia istirahat dengan tenang.
Dia datang dengan dua ekor burung parkit di dalam sangkar.
Dia ingin melihat apa aku bisa berkomunikasi dengan mereka.
Hari pertama, tidak terjadi apa-apa.
Hari kedua,
tetap tidak ada apa-apa.
Hari ketiga...
Cepatlah, Ayah.
Langsung saja ke intinya.
Hari ketiga, masih belum ada apa-apa.
Setelah seminggu,
mereka datang mengambil burung parkitnya,
dan mereka tidak mempercayai mata mereka.
Aku sedang bicara dengan burung parkit.
Itu sungguh percakapan bolak-balik.
Itu seperti...
Tidak bisakah kau melakukan sesuatu?
- Tentang apa? - Kau tahu apa.
Sepupumu Boutlali mengeksploitasiku.
Tidak ada kontrak kerja.
Aku bekerja secara gratis.
Ya, seharusnya kau fokus pada sekolah.
- Bisa kau memberinya visa Belgia? - Bagaimana caranya?
Aku akan kehilangan paspor diplomatikku dan harus meminta visa.
- Dan kedutaannya? - Ada apa?
Sekalipun mereka masih membutuhkanku, aku sudah pensiun sekarang.
Aku tidak akan meminta apapun pada duta besar baru yang sombong itu.
Dia tidak suka cerita burungmu?
Benar.
Aku lebih suka kita pindah ke Sétif daripada meminta apa pun padanya.
Ya, benar.
Jadi kau tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku melakukan apa yang aku bisa.
Bagaimana dengan uang?
Lihatlah uang pensiunku dalam euro,
dan kau menghitungnya.
Jika kau tidak ingin sepertiku, selesaikan kuliahmu.
Aku tidak seberuntung kau.
Kau ingin aku menceritakan apa yang kualami di usiamu?
Tidak, aku sudah tahu, terima kasih.
Apa yang terjadi di sekolah?
- Jangan. - Jangan apa?
Mereka kelompok rasis.
Mereka melihat nama Arabku dan memutuskan
mengusirku setelah satu kesalahan.
Kesalahan apa?
- Tolong hentikan. - Aku mencoba untuk mengerti.
Kau selalu melakukan ini.
- Melakukan apa? - Lupakan saja.
Hentikan.
No comments yet. Be the first to leave one.