ആദ്യത്തെ 85 വരികൾ.
Subtitled by ~ Rahmat Khan Akbar Sikumbang ~
Dan
bagaiamana dengan kelima anakku?
Govinda!
Akankah mereka..
Akankah mereka mati?
Govinda
Aku mohon padamu!
Kumohon berikan aku jawaban pastinya saat ini.
Katakn, Govinda!
Apa hasil dari perang ini?
Aku ingin tahu, Govinda! Katakan padaku.
Perang selalu membawa kehancuran, Panchali.
Yang ada hanya kepedihan dan penderitaan yang lahir di medan perang.
Bagaimana mungkin menurutmu, akan ada kebahagiaan bagimu di dalamnya?
Ya.
Terlepas dari kelima suamimu.
seluruh garis keturunan Raja Shantanu
akan dihancurkan.
Seluruh dinasti akan dimusnahkan dalam perang ini.
Govinda
akankah seluruh dinasti Raja Pandu
dikorbankan dalam perang ini?
Anak-anakku..
Selama masa perjuangan
hanya dengan membayangkan mereka akan memberi kami kekuatan yang kami butuhkan.
Kelahiran mereka memberikan kami.. Memberikan kami hidup baru.
Apakah mereka akan mati?
Dengan kata lain
perang yang kami persiapkan
dengan penuh semangat ini, Govinda
seperti persiapan .. Seperti persiapan
untuk mengirimkan kematian anak kami?
Tidak ada momen dalam kehidupan manusia
ketika dia tidak berjalan menuju kematian, temanku.
Kebenarannya adalah, apakah seluruh aktifitasnya
tidak ditujukan untuk mati?
Apakah setiap daun yang lahir selama musim semi
tidak dimaksudkan untuk jatuh selama musim gugur?
Apakah kelahirannya
menyerap sinar matahari
dan menghasilkan irama
sambil berayun dalam angin
sama sekali tidak berharga?
Saat angin topan mengguncang pohon
setiap daun dari pohon berusaha dengan sebaik mungkin
untuk bertahan padanya.
Dan saat daun mulai menguning
mereka akan jatuh dengan senang hati.
Penciptaan juga sama seperti pohon yang hebat, temanku.
Dan setiap manusia, tumbuhan dan binatang adalah daun
yang berkembang dan kemudian jatuh
dari pohonnya.
Mereka sudah pasti berguguran
tapi sampai mereka berada di pohon
sangat penting bagi mereka
untuk mengalami perjuangan dan perdamaian.
Aku tidak melihat dibalik ini, Govinda.
Karena kau terikat oleh keterikatan, temanku.
Ya!
Aku terikat oleh keterikatan, Govinda.
Dan bahkan jika kami yang memenangkan perang ini
tidak akan memberikanku kebahagiaan.
Kapan aku mengatakan bahwa kau akan mendapatkan kebahagiaan dari perang ini, temanku?
Saat Aku menyarankanmu untuk melawan
untuk membalas dendam, rasa hormat dan kekayaan?
Perang ini
untuk kebahagiaan dari masyarakat, temanku
Untuk mengakhiri kejahatan
dan untuk membangun kebenaran lagi
kita harus bertempur dalam perang ini, temanku.
Kenapa pengorbanan yang sangat besar
dibuat oleh kami, Govinda?
Kenapa?
Dengar, temanku.
Dalam masyarakat, manusia harus mematuhi aturan, idealisme dan kebenaran.
Ketiga hal itu
istana pasir yang dibangun di atas laut pantai.
Gelombang waktu terus menghancurkan mereka terus-menerus.
Mereka harus membangun lagi terus-menerus
Kalau tidak
aturan, idealisme dan kebenaran
akan musnah.
Yang Mahakuasa memberikan sedikit kekuatan
yang diperlukan untuk menciptakan kebenaran lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.