ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Berhenti gemetaran. Lututmu bertabrakan.
Gemetaran? Siapa yang gemetaran? Ini bukan apa-apa.
Aku hanya perlu jalan ke depan.
Makanya berhenti gemetaran.
Hipnotis!
Mari sambut mempelai pria.
Mempelai pria gugup.
Biarlah. Yang penting dia jalan ke depan.
Mari sambut mempelai wanita.
- Ayah menginjak gaunku. - Apa?
- Ayah menginjak… - Astaga.
- Astaga! - Jin-ju!
- Ya ampun. - Astaga!
Kau baik-baik saja? Kakimu terluka?
Kau membuatku takut.
Dalam drama romantis, pernikahan selalu terjadi di akhir
dan menandakan akhir bahagia.
Bagi protagonis yang berhasil melewati masa sulit,
pernikahan adalah buah dan titik akhir dari perjalanan cintanya.
Protagonis kita, dengan masa depan bahagia,
membuka pintu menuju berkah dan hidup bahagia selamanya.
Perceraian Choi Ban-do dan Ma Jin-ju telah dikabulkan.
PENGADILAN
14 TAHUN KEMUDIAN
PENGADILAN KELUARGA SEOUL
Apa?
Terima kasih sudah berusaha.
Setidaknya, aku harus menghiburmu.
Ya.
Ya, Bedebah.
Kau juga sudah berusaha keras selama 18 tahun.
Dasar gila.
Pokoknya, jangan telat bayar uang tunjangan.
Jumlahnya juga tidak banyak.
Walaupun penghasilanku sedikit,
aku tidak akan telat bayar,
dasar murahan.
Kau masih saja pelit sampai akhir.
Astaga, kau baru sadar? Begitulah aku.
Bukan main!
Hei, Jin-ju.
Apa?
Izinkan aku
sering bertemu Seo-jin.
Baiklah.
PENGADILAN
Apakah protagonis di drama romantis
tetap hidup bahagia selamanya?
EMPAT BULAN SEBELUM PERCERAIAN
SATU BULAN SEBELUM PERCERAIAN
Ibu. Ibu?
- Seo-jin, ibu di sini. - Ibu.
Ibu di sini.
Ibu.
Ibu.
Astaga, Seo-jin, kau senang sekarang?
Tidak bisa menunggu?
- Ya ampun. - Astaga.
Kau membuatku terkejut.
Tutup pintunya jika sedang buang air besar.
Kenapa kau menggendong anak sambil buang air besar?
Seo-jin. Ayo main.
Lihat, ini mainanmu.
Hei!
Apa?
Lupakan saja.
Seo-jin, halo.
Apa itu?
ULANG TAHUN PERNIKAHAN
Apa yang kuharapkan dari dia?
Apa yang kuharapkan?
Astaga.
Kenapa dia…
Astaga, dia tidak perlu membelikanku apa pun.
Bagus juga seleranya.
Ini terlihat mahal.
Kenapa dia membelikan ini?
Bukannya ini terlalu mewah?
Hei!
Kenapa kau membukanya?
Kenapa? Itu untukku…
Ini untuk ulang tahun pernikahan Direktur Lee.
Ini untuk istrinya. Jangan disentuh.
Kenapa malah kau buka?
Berikan.
Berapa nomor sandi pintu depan?
Kenapa kau tanya itu?
Berapa nomor sandi pintu depan?
Kenapa kau seperti ini?
0720. Kenapa?
Itu hari apa?
Ulang tahun pernikahan kita, 20 Juli.
Hari ini.
Sayang, letakkan itu. Tenanglah.
Mari kita bicarakan, ya?
- Bicara? -Tunggu.
Kau bisa membunuh kita semua.
Aku tidak bisa kerja tanpa itu.
Jurnal itu bagaikan peluru bagi wiraniaga.
Aku bisa mati
jika berperang tanpa itu. Itu bunuh diri.
Semua hal dari ulang tahun dokter sampai jadwal kami ada di situ.
Baik! Akan kubelikan untukmu.
Akan kubelikan yang lebih bagus!
Lupakan saja.
Hei, tunggu! Aku sudah cukup sabar.
Itu sumber nafkah kita. Kau bodoh sekali.
Kau pikir hidupku bergantung pada jurnal ini?
Jika aku menjual permen karet, penghasilanku bisa lebih besar darimu!
Jangan menyombongkan gajimu yang menyedihkan!
Dasar bedebah pelit!
Apa? Pelit?
Aduh.
- Aduh. - Astaga.
Baiklah, aku pelit.
Dan gajiku menyedihkan.
Jadi, tolong letakkan itu dan mari kita bicarakan.
Kau sangat menyedihkan.
Apa ini harta karun?
Tentu saja!
Itu membayar makanan yang kau makan,
baju yang kau pakai, sampai popok bayi.
Jika terjadi sesuatu pada jurnal itu, aku bersumpah
akan menceraikanmu.
Apa?
Aku akan menceraikanmu!
Hei!
Bukan main.
FARMASI KOREA
- Halo, Direktur Kim. - Pak Choi.
Kau seharusnya mengantar cairan infus hari ini.
- Apa? - Kau sudah gila?
Ya. Maaf, aku ke sana dalam sepuluh menit.
Yang benar saja. Astaga, Jin-ju.
FARMASI KOREA
Maaf.
Jurnalku basah…
Tidak. Maafkan aku.
Hei, Seo-jin. Maafkan ibu.
Astaga, ibu minta maaf.
Aku sudah minta dia mengganti lampu.
Sudah selesai.
Yang itu juga hampir mati.
Gantilah sekarang. Matamu bisa sakit.
Aku andal dalam mengganti lampu.
Berikan padaku.
Berikan lampunya.
Astaga, panasnya. Panas sekali.
Laporanmu sudah selesai?
- Besok tenggatnya. - Sungguh?
UNIVERSITAS SEO
UNIVERSITAS SEO
Hei, Bu.
Bu!
- Aku? - Kubilang minggir.
Baiklah.
Pertunjukan Pak Choi memang yang terbaik!
Selesai!
Seteguk soda manis untuk Direktur Min.
- Silakan. - Pria pintar.
- Jangan buat kesalahan sama lagi. - Baik!
Padahal kau tidak pernah membuat kesalahan.
Ada apa dengan hari ini?
Maafkan aku.
Sadarlah, bodoh. Sadarlah.
Silakan dinikmati. Aku yang traktir.
Omong-omong soal itu, mau kupesankan 15 botol lagi?
Astaga, ini sudah cukup.
Aku sudah lega tak ada masalah dengan Direktur Park.
Bedebah itu masih menyuruhmu menjaga selingkuhannya?
Begitulah.
Dia pikir wiraniaga itu pesuruh?
Itu karena besannya kaya.
Dia merayu perawat muda di rumah sakit pemberian ayah mertuanya.
Dasar bedebah.
Astaga.
Baiklah, mari minum!
Seo-jin, kau kenapa? Astaga.
Kenapa kau terus muntah?
Astaga.
Tidak apa-apa. Tenanglah.
Sedang apa dia? Kenapa tidak menjawab teleponnya?
Tenanglah.
Aku izin menjawab telepon.
Halo, Direktur Park.
Kau harus menemui Nona Kim sekarang.
Istriku tahu aku berselingkuh. Sial.
Tunggu, sekarang?
Ya, sekarang.
Baik, Pak.
Kau harus pergi.
Aduh, kenapa?
Cepat.
Istriku bisa memukulinya sampai mati.
Jangan sampai istriku menyentuhnya sampai aku tiba. Paham?
Kau harus bergegas.
- Astaga. - Ayo, cepat.
Kenapa? Aku akan bertemu Direktur Park di sini.
Hari yang menyebalkan.
Kau bisa bersimbah darah sebelum dia tiba.
No comments yet. Be the first to leave one.