ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Cepat.
Turun.
Turunkan semua.
Ambil.
Ada juga ini.
Ini juga dibutuhkan.
Ya.
Ambil.
Hei, kau lupa ini.
Alhamdulillah.
Kemari.
Kutemukan satu.
Di mana?
Kemari.
Buka kerannya.
Buka.
Hati-hati
Tolong aku.
Kumpulkan semuanya.
Tolong.
Tolong.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
Cuma segini?
Maksudmu "segini"? Itu dari Dubai.
Cewek di sana mengenakan itu.
Dari Dubai?
Mengenakan perhiasan murahan ini?
Yang benar saja, bro.
- Mana yang asli. - Tidak ada asli atau palsu.
Semuanya disitu. Kalau tak mau, pergi saja.
Aku sibuk. Ini.
Sudah kuduga ada yang kau sembunyikan.
Ali, aku mau perhiasan.
Yang lebih bagus. Aku tak kencan sama cewek 16 tahun.
Bersyukurlah tak kuhajar kau.
Kalian cuma jual lagi barang-barangku.
Jangan takut. Kita sudah bahas ini.
Sekarang aku jual sepatu.
Sepatuku sudah sepenuh gudang.
Aku sudah datang jauh-jauh, coba lihatkan barang bagusmu.
- Buat hadiah. - Hadiah?
Sumpah?
Aku tak suka bersumpah.
Percayalah.
Percayalah. Aku bukan orang lain.
Beruntung aku menyukaimu.
- Aku juga. - Ayo.
Ini baru kusuka, Ali.
Sudah banyak yang kusuruh kemari. "Temui temanku Ali."
Aku berhak dapat imbalan.
Kubilang, "Jika kau ke tempat Ali,
bilang Kaleb yang suruh." Malah mereka tak bilang.
Apa?
Apa ini?
Kau suka hewan?
Jelas aku suka yang beginian.
- Kau jual? - Aku jual semuanya.
Ali Express! Aku yang lebih duluan!
Pasti mereka mencuri namaku.
Bagus sekali ini!
Hati-hati.
Dulu aku mau buka kebun binatang reptil.
Bodoh amat. Ini, antingnya. 80 euro.
Keren sekali ini!
Makannya lahap.
Itu 50. Kukasih semuanya 100, oke?
Tidak bergerak. Sudah mati.
Apa?
Bohong.
Tidak gerak-gerak.
Tempatnya harus yang lebih besar.
Masih hidup.
80.
100. Mau atau tidak?
- Ya. - Oke.
Bayar.
Hati-hati.
Aku ini seorang pro.
Mungkin beracun, sumpah.
Sudah kubilangi jangan bersumpah.
Terserah.
Kubawa kau pulang.
Ayo.
Sampai ketemu.
Kalian, bantulah.
Kubantu, Ny. Zhao.
Kena kau!
Sini tasmu.
Hei!
Apa ini? Apa yang kau lakukan?
- Pergilah! - Sialan!
Yang sopan!
Jangan berlagak kayak polisi.
Berlagak polisi. Kau berlagak berandalan!
- Jangan kotori tempat ini, bodoh! - Aku tidak kotori.
- Bukan kau? - Memang sudah kotor.
- Siapa yang kotori ini? - Itu sudah tugasnya.
- Pergilah. - Kita bayar untuk itu.
Kau bayar, kan?
Kaleb, berikan tasku.
Kami sita.
Pergilah.
Petasan? Dasar bocah!
Brengsek.
Maaf, Ny. Zhao.
- Selalu menganggu, mengotori... - Bukan aku.
Aku cuma mau bantu.
Kubantu sebisaku.
- Sialan! - Lihat?
Sudah!
Pergilah.
Bikin jengkel saja.
Jaketku kotor.
Bau sekali.
Lampu sialan!
Sialan!
Mathys...
Sepeda siapa itu?
Apa?
Kau curi?
- Kutemukan di belakang. - Ya ampun!
Sudah kubilang jangan mencuri di sekitaran sini.
Aku cuma simpan. Orangnya tak akan cari.
Kulihat dan mengambilnya.
Belum diperbaiki?
Menurutmu?
Kayaknya belum.
Sial.
Sialan!
Mathys, taruh sepeda ini di tempatmu.
Jangan libatkan aku!
Kau benar, maaf.
Sumpah akan kukembalikan.
Jangan bersumpah.
Aku janji akan kukembalikan ke pemiliknya.
Aku kasih sepatu ketsnya.
Jadi, fokuslah.
Fokus!
Apa saja pesanannya?
Jadi, ada...
Aurélie: Air Force One.
Ukuran 8.
Oke, ada.
Silvio: Yeezy 350.
- Warna apa? - Wijen, tapi itu bukan warna.
Tidak ada. Nanti dicarikan.
Terus, ada Toumani.
- TNs? - Aku sering bertemu dengannya.
Dia selalu marah.
Ini!
Sial!
- Bagus. - Tapi tidak bagus.
- Kardusnya rusak. - Apa?
Sialan. Basah.
Siapa peduli? Dia cuma mau sepatunya, bukan kardusnya.
Kardus dia banyak.
Bukan itu masalahnya. Kerja kita harus berkualitas.
Semuanya harus rapi dan bersih.
Titik.
Jadi, carikan aku kardus baru baru dia bisa ambil.
Sebersih jaketmu?
- Bau, bro. - Diam. Aku tahu.
Aku sudah muak.
Sial!
- Aku bilang apa soal barang Ibu? - Apa?
Jangan masukkan barangnya ke kardus.
Ini bukan untuk sampah.
Kau gila.
Sial!
Maaf. Dia matikan lagi.
Menyebalkan sekali! Oke, ganteng?
Semuanya masih hidup?
"Kaleb, Makasih!" Sama-sama, teman-teman.
Akan kumarahi jalang itu.
Rapi dan bersih.
Guys, lihat siapa yang kubawa.
Kau baik saja?
Kunamai Rihanna.
Kau cantik sekali, sayang.
Jangan cemburu, guys.
Sambut dia. Kutaruh di sini ya.
Kardus yang apik...
Kalian kasar. Kasar sekali.
Sudah kuberikan rumah bagus.
Kuperlakukan baik juga. Tidak membedakan!
Sebentar...
Ayo.
Cuma sementara.
Kuberikan rumah bintang 5 malam ini.
Manon!
Kau dimana?
Kenapa kau matikan lagi lampu di kamarku?
Sudah kubilang. Ada spesies langka. Mereka butuh lembab, hangat...
Bisa tidak teriak kalau bicara.
Mereka bisa mati jika kau matikan.
Aku lagi sibuk. Pergilah.
Tidak. Dengar dulu, ini penting.
- Penting? Seranggamu? - Ya.
- Pergilah! - Tidak. Kau ini kenapa?
Biaya listrik sangat mahal.
No comments yet. Be the first to leave one.