ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Alih Bahasa By : Yoyong Masamba
Laut Hitam.
, Kesultanan Turki Ustmani.
Emirat Qaraman.
Di pertengahan abad ke-15,
Di masa Sultan Murad II berkuasa ...
MOLDAVIA WALLACHIA
Daerah EFLAK Orang Rumania menyebutnya WALLACHIA.
Yang dikuasai oleh Kesultanan Utsmani tanpa ada perlawanan peperangan.
Sebagai jaminan kesetiaan, Pangeran Wallachia.
Menyerahkan kedua putranya, Rado dan Vlad kepada Sultan Murad II.
Sultan Murat II, membawa Vlad ke Istana Edirne
bersama dengan putranya sendiri, Pangeran Mehmed.
Memastikan agar dia mendapatkan pendidikan yang sama bersama dengan putranya.
Dan disanalah,
Vlad bertemu dengan Pangeran Mehmed, yang kemudian dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih,
yang disebut sebagai "Sang Penakluk" sementara Vlad dikenal sebagai "Vlad the Impaler" (Sang Penyula).
Dalam pertempuran selama berabad-abad antara kebaikan dan kezaliman,
Selembar halaman telah dituliskan
dalam buku-buku sejarah kuno.
Ini adalah pertempuran antara
Keadilan...
dan Kezaliman.
UNTUK MENGENANG NEGERI INI DIMANA BELAS KASIHAN TAK KUNJUNG BERAKHIR SELAMA-LAMANYA.
Tanah...
Udara...
Air...
Api.
Alam semesta.
Yang terdiri atas empat pilar.
Disaat napas pertama, semua manusia menghirup udara yang sama,
dan tanah menutupi semuanya (kuburan) disaat napas terakhir.
Kau menanam dua biji di tanah yang subur,
dan kau menyiramnya dengan air jernih yang sama
sehingga akarnya menemukan kehidupan.
Keduanya bernafas dengan udara yang sama saat mereka tumbuh dewasa.
Tapi yang satunya ternyata menjadi bunga Oleander...
dan yang satunya lagi menjadi, bunga Mawar.
Mehmed!
Bunga Oleander dan mawar tumbuh subur di tanah ini.
Vlad!
Ketika Oleander mulai menyebarkan racunnya ...
Pemilik tanah tidak punya pilihan
Selain harus mencabut dan membuangnya.
Saat seseorang menyalakan api dan membakar orang yang tak bersalah,
Kami akan gunakan air untuk memadamkannya,
Dan angin cukup menerbangkan abunya.
Sebagaimana perintah Raja Yang Mulia,
Sultan Mehmed II, Putra Sultan, Ayah Sang Penakluk.
"Kau, Gubernur Provinsi Aflaq .
Aku diberitahukan kau lebih memilih menjadi
Ordo Naga dan menjadi pewarisnya
daripada menjadi saudara kami.
Kau tumbuh dalam kasih sayang kami,
tapi kau lupa kasih sayang tersebut.
Demi keadilan, kau duduk di atas takhta yang kami berikan padamu
berharap kau menjadi penguasa yang adil...
justru kau berlaku zalim atas rakyatmu sendiri.
Kami tak pernah menghukum kemurtadanmu,
tapi kezalimanmu harus dihentikan.
Mulai saat ini, jika seseorang tak bersalah kau sakiti
atau setetes darah ditumpahkan, maka kau akan membayarnya...
Uhhppss..Tulisan Utsmani Turki...
Aku merindukannya.
Kau akan menerima balasan atas perbuatanmu..
Hukumanmu akan lebih kejam dari tindakan kezalimanmu.
Jika kau mau bertobat dan memohon maaf, lakukanlah.
Kau bisa mendapat belas kasihan...
yang tiada habisnya dari Sultan kami.
Dengarlah, Duta Besar ...
Kau tahu sorban yang melingkar di kepalamu?
Itu mengingatkanku pada hal-hal mengerikan.
Mengingatkanku sesuatu yang menjijikkan dihari-hari yang aku alami di Istana Utsmani.
Tamannnya jelek, baunya kotor...
Orang-orang aneh mengenakan sorban...
Semua ini akibat perilaku si bocah manja idiot, Mehmed.
Ok?
Sekarang, saat kulihat sorbanmu...
Mengingatkanku malam-malam yang gelap yang tak ada habisnya,
menghabiskan semua masa kecilku di istanamu.
Lepaskan sekarang sorbanmu.
Sorban ini akan menjadi kain kafanku.
Aku lebih baik mati...
daripada harus melepasnya.
Baiklah, jika itu keputusanmu.
Sekarang, kuberi kau kesempatan.
Kau tak perlu melepaskan sorbanmu,
yang tampak sangat kau sayanginya.
Kau pikir Putra Utsmani takkan melakukan apa, untuk menekan pemberontakan kafir?
Jika kejahatan dalam dirimu tak hilang, DELILER akan menghancurkanmu.
Menghancurkan kekuasaan kezaliman kalian!
Kau tidak akan lolos darinya! Tidak akan pernah!
Burung itu telah dibebaskan.
Harusnya juga kau bebaskan hatimu dari kekhawatiran itu, Hakan (Sultan).
Baba Sultan ...
Vlad, bajingan itu,
menjadi Gubernur berkat belas kasihan kita.
Sudah meneror rakyat kita,
dan seolah-olah itu tak cukup,
lalu membunuh duta besar yang menyampaikan peringatan terakhir.
Kita harus bertindak atas penghinaan ini.
Apapun yang kau rasakan...
apa pun yang kau pikirkan...
akan ditulis dalam kitab-kitab sejarah, Baginda Sultan.
Apa yang terjadi dengan nasib Vlad
akan menyebar ke seluruh
7 iklim dan 3 benua,
sebagai pelajaran bagi semua orang.
Misi ini kuserahkan padamu.
Perintahkan DELILER Utsmani.
Ketika perintah dibuat ...
Perintahmu adalah kehormatan buat kami, Hakanem (Sultan).
Gokkurt..
Allahu Akbar.
Dia...
memberkati umat manusia sebuah kehidupan dari jiwanya sendiri.
Allahu Akbar.
di anugerahi telinga,
Mata,
dan hati.
Hingga,
manusia yang hatinya dipenuhi dengan kesesatan,
menyimpang dari jalan yang benar.
Mereka dibakar,
mereka dibunuh, mereka disiksa.
dari orang-orang terpilih untuk membasmi ketidakadilan dan kezaliman.
- Kami bersumpah! - Kami bersumpah!
jika kami berada di medan perang, itu akan terukir di batu.
Apapun yang yang terjadi pada kita itulah takdir kita!
Mereka orang-orang yang menjadi pedangnya Ali...
dan menjadi keadilannya Umar.
Mereka mengubur rasa sakit dalam hati mereka sendiri.
Dan menjadikan kematiannya sebagai perisai mereka.
Mereka siap mati
agar orang-orang bisa selamat.
Bumi tempat tidur mereka
dan langit selimut mereka.
Mereka berjalan sendirian
dan menerangi kegelapan dengan senjata mereka.
Mereka adalah...
DELILER!
Saat kami dengar panggilanmu...
kami datang padamu, Baba Sultan.
Pedang kami adalah milikmu.
Siapa Omar?
Dia kebijaksanaan kami.
Siapa Ali?
Dia pahlawan kami.
Apa itu medan perang?
Itulah tempat kami.
Apa arti medan perang bagimu?
Kecintaan kami.
Untuk siapa kita akan mati?
Untuk Hakanem (Sultan) kami.
Kapan perjalanan berakhir?
Saat Turki bersatu
Siapa sahabatmu?
DELILER!
Mereka memanggilmu apa?
DELILER!
Kezaliman yang terjadi sudah melewati batas...
kita sudah kehabisan kesabaran.
Menurutmu apa yang kita lakukan?
Waktu untuk dialog dan toleransi...
sudah tidak ada lagi.
Kalian tahu, kenapa kita menyebut negara kita "Ibu Pertiwi", Gokkurt?
Karena seorang ibu tak meninggalkan anak-anaknya sendirian.
Kau putra dari seorang ibu...
dan kau dari Kesultanan.
Jangan biarkan dirimu frustasi atas kesendirian kalian dijalan ini.
Dan jangan biarkan anak-anak kita berpikir mereka sendirian.
Kau punya perintah...
dan tugas ini sebuah kehormatanmu.
Pegang senjata kalian!
Berangkatlah secepatnya!
Hukumlah para penzhalim secepatnya!
Refleksi jiwaku...
tergantung di lehermu.
Selama kepalaku ada di pundakku...
Rahasia ini...
akan tersimpan dihatiku.
Rahasianya.
Tersimpan dihatimu.
Semoga tugasmu berjalan dengan baik.
Apa yang terjadi?
Dimana aku?
Tenanglah.
Tenanglah, Niku, aku mengobatimu.
Yang Mulia, Vlad III.
Yang Mulia.
Apa senjataku sudah siap, Alkemist?
Setelah wabahnya ditularkan ke tikus, lumut merah itu tak begitu efektif.
Tapi jika lumut merah itu diberi lebih dulu, aku tak bisa mengendalikan tikusnya.
Jangan berikan itu padaku.
Kapan senjataku siap?
Kapan?
Aku sudah mencapai banyak kemajuan, Yang Mulia.
Yang Mulia...
Kau akan menaklukkan semua kota dengan senjata ini.
Benteng, rumah, istana...
No comments yet. Be the first to leave one.