ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Di masa Prasejarah, Zaman Hyboria,
terdapat tanah Hyrkania.
Tempat dengan keindahan yang menakjubkan dan alam yang murni,
tempat orang-orang hidup menyatu dengan Dewi Bumi...
menghormati karunianya dan berbagi hasil buminya.
Itu masa damai dan harmoni.
Hingga Raja Barbar Anzus bangkit.
Menyapu seluruh negeri, membawa teror dan kehancuran ke mana saja.
Mari bermain batu, kertas, gunting.
Cuma mimpi buruk, Vihur.
Saatnya lanjut.
Kita ke barat hari ini.
Aku yakin inilah harinya.
Terberkahilah pengorbananmu.
Terima kasih, hutan.
Dewi Asherah, kumohon jadikan hari ini hari kutemukan bangsaku.
Hentikan.
Baumu bisa membuat sigung pingsan.
Mereka ke arah sana! Semua orang!
Lihat, jejak di sana! Ayo! / Kalian, kejar mereka!
Kejar mereka! / Ya, di sana! Ayo!
Kulihat jejak mereka! Ayo!
Ikut aku! Jangan sampai lolos!
Ayo hasilkan uang!
Dewi Asherah, aku berdoa agar engkau meringankan derita anak hutanmu ini.
Dan anugerahi aku kekuatan untuk menemukan pelakunya.
Kau tidak boleh ikut.
Kau tetap di sini.
Aku mau menggorok beberapa leher.
Vihur, telingamu masih kemasukan air?
Vihur, kataku tetap di sini.
Saat aku kembali, aku akan menukarmu dengan kuda poni.
Satu tong lagi!
Aku belum cukup mabuk!
Sepertinya kalian bergembira hari ini.
Tanduk Fantatherium akan memberikan emas sungguhan.
Ya. Dan masih banyak lagi.
Kita akan meninggalkan tempat ini sebagai orang kaya.
Tidak ada yang tersisa kecuali hama dan pemulung.
Awas cakarnya! / Awas cakarnya!
Hati-hati!
Gerakkan kakimu!
Masuk! Masuk ke sana!
Hati-hati!
Itu Kaisar. Kaisar datang.
Itu dia dan mesin-mesinnya.
Berlutut di hadapan kaisar kalian.
Berlutut.
Apa?
Terima kasih. Kau sangat baik.
Kaisar, kami sudah menyiapkan pesta untuk menghormatimu.
Kabar kemajuan dulu. Pestanya nanti. Komandan...
Artran. / Komandan Artran.
Aku cuma ingin dengar kemajuan.
Kemajuan sangat baik.
Kami membersihkan setengah kelompok sehari.
Setengahnya? Mesin-mesinku tidak berfungsi dengan benar?
Tidak. Mesinmu luar biasa, Kaisar.
Itu penemuan ajaib.
Bukti kebijaksanaan dan visimu.
Masing-masing lebih cepat dari 100 budak.
Aku kagum atas kecemerlangan pikiranmu sampai kau bisa membayangkan mereka.
Tanpa mesin-mesin ini, kami takkan pernah bisa
menebang pohon secepat ini.
Tapi hutan ini luas. Dan kita kehilangan banyak pekerja
karena hewan buasnya. / Komandan Artran.
Kita butuh kayu untuk menyalakan tungku.
Dan bijih besi untuk membangun seluruh kota.
Rumah. Tempat bagi orang-orang untuk tinggal, bekerja, berdagang.
Kau mengerti? Dan ada rahasia di dalamnya yang harus kumiliki.
Kau takkan menolak permintaanku ini, 'kan?
Keinginanmu akan terpenuhi. / Bagus.
Kami menangkap hewan buas untuk arenamu, Yang Mulia.
Sabertooth, volkhund, mortiferum.
Aku mau cyclops.
Benar, Menteri Coltar?
Ya, Kaisar.
Kami punya pemburu di hutan Nordheim dan Brythium saat ini.
Mereka takkan mengecewakanmu.
Itu baru kemajuan, Komandan Artran.
Siapa ini, Jenderal Karlak?
Pemberontak terakhir Turan, Yang Mulia Kaisar.
Minggir! Berlutut!
Hati-hati.
Dia dulunya raja teragung Turan.
Yang Mulia, jangan berlutut. Kau ini bangsawan.
Tunjukkan sedikit martabat dalam kekalahan.
Kita pernah bertemu. Kala aku...
...masih bocah budak yang menuang bir melayani Raja Anzus.
Ya, benar.
Aku ingat kau punya janji kebesaran bahkan saat itu.
Sungguh?
Karena aku ingat kau meludahiku.
Tapi itu masa lalu.
Mungkin kita bisa berbaikan.
Berbaikan? Aku... / Ya.
Aku siap melayanimu, Kaisar. / Ya.
Benar. Tanahmu berbatasan dengan Hutan Hyrkania.
Dan konon katanya seluas dunia.
Kau tahu aku sedang mencari sesuatu di sana.
Separuh yang hilang dari Kitab Rahasiamu?
Kau tahu di mana itu?
Draygan Agung, Hutan Hyrkania tak berujung dan penuh monster.
Bagaimana suku-suku yang tinggal di sana?
Tidak ada suku, Kaisar. Terlalu berbahaya.
Bangsa Hyrkania?
Bangsa Hyrkania dibantai oleh pendahulumu, Tuanku.
Anzus, yang telah kau kalahkan dengan mesin dan kecerdasanmu.
Cuma para dewa bersemayam di dalam. Yang menentukan siapa yang boleh lewat.
Kau pikir dewa-dewamu bisa menghentikanku dari menaklukkan dunia di luar sana?
Bahkan kau tidak bisa mengalahkan dewa, Tuanku.
Benarkah?
Aku akan mengalahkan dewa-dewamu.
Mau tahu caranya?
Dengan pengetahuan.
Pengetahuan yang memungkinkanku untuk mengendalikan dunia
seperti pada para hewan buas.
Pengetahuan yang membawa peradaban kepada para barbar.
Dewa-dewamu pernah melakukan itu?
Tidak. / Tidak? Kenapa?
Kenapa?
Karena dewa-dewamu tidak nyata!
Mereka tidak ada. Tapi kau terus percaya.
Karena itu kau dan semua jenismu
adalah peninggalan masa lalu, dan aku adalah masa depan!
Karlak?
Apa penilaianmu, Kaisar?
Dia tidak berguna.
Apa ini?
Mesin ini tidak berfungsi dengan benar?
Senang melihat seorang raja kepalanya dipenggal!
Jangan sampai kaisar mendengar itu.
Nanti dia menyuruh manusia kera itu memenggal kepalamu juga.
Tidak, kita punya hewan buas yang bagus untuk arenanya.
Kalian datang ke hutanku dan meninggalkan kematian dan derita.
Cuma ada kekejaman di hati kalian.
Pelacur harusnya di tenda itu.
Nanti aku mampir.
Kau akan terlihat cantik jika terawat.
Pembunuh!
Tenang, temanku.
Aku akan mengembalikanmu dan keluargamu ke hutan segera.
Bersulang untuk itu!
Berani-beraninya kau mengambil milik Draygan?
Tidak ada yang boleh memiliki makhluk hutan.
Siapapun bisa memiliki apapun dengan kekuatan yang cukup.
Draygan memiliki dunia.
Dari suku mana asalmu, Wanita Merah?
Aku tidak punya suku.
Di mana rumahmu?
Hutan ini. / Pembohong.
Tidak ada yang mampu bertahan di hutan Hyrkania.
Semua orang tahu itu.
Dan itu akan hilang segera juga.
Pembohong! Pembohong! Pembohong!
Ya.
Ya, aku seharusnya menggorok lehernya karena kebohongannya.
Lalu dia bisa bergabung denganmu.
Kenapa kau bicara pada udara?
Kau gila?
"Gila"?
Jaga mulutmu!
Kau seolah-olah hebat.
Kupikir juga begitu.
Tapi jujur, aku lebih lihai memakai pisau.
Itu sudah jelas.
Apa yang terjadi di sini?
Ayo!
Jenderal Karlak, ini hiburan!
Vihur!
Karlak, bantu dia!
Tetap di situ.
Dia akan selamat?
Lady Annisia melukainya sangat dalam, Tuanku.
Luka itu mungkin membusuk.
Vihur. / Katamu dia tidak punya kemampuan bertarung?
Tidak berharga. / Lantas kenapa Karlak harus menyelamatkanmu?
Kau Hyrkanian?
Bicara. / Dia mengaku tak punya suku.
Kenapa kau di sini?
Jenderal Karlak, longgarkan lidahnya.
Sekarang, bicara. Ceritakan semua.
Peta hutan Hyrkanian.
Sangat kasar.
Tapi kau jelas mencari sesuatu.
Dan aku juga.
Ini mungkin sangat berguna buatku.
Tuanku, kau terluka?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku suka yang ini.
Sangat bersemangat?
Jangan tumpahkan darahnya, Annisia.
Aku punya ide yang lebih baik.
Dia akan bergabung Damnati.
Mari lihat bagaimana orang barbar ini bertahan di arena.
Siapa yang tahu, dia mungkin menjadi juara yang menyaingimu.
Ibu!
Sonja!
Lari! Lari ke hutan!
Bawa anak-anak dan lari! Pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.