ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
PENJARA PUSAT
Punya korek api?
- Punya. - Boleh minta?
Apa yang kalian lihat?
Itulah aku.
Pria yang kalian dukung.
Maksudku, pemeran utama!
Hidupku seperti film Bollywood yang menarik.
Yang akan berakhir di tempat aku memulai.
Ada dua hal yang aku sukai dalam hidupku.
Pertama, tindakan.
Dan yang kedua, adalah emosi.
- Hei sedang apa? - Masuk! Ayo!
Dan inilah tekananku.
Maksudku, pemeran wanita.
Setiap dia muncul...
emosi langsung meluap.
Apa kau tahu yang memulai kebakaran emosional ini?
Busi sialan dari skuter ayahku.
Kenapa, saudaraku?
Boleh kubantu?
Tolong pegang ini, Nak.
Hati-hati.
Anak baik. Pegang ya. Duh baik sekali.
Businya macet.
Dubey, dunia ini akan menjadi milik si anjing.
Anak ini harusnya mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Tapi ayahnya malah membuat dia menjadi pencuri.
Dan setelah kita sampai di sana...
dia akan meninggalkan anaknya dalam keadaan mengenaskan.
Orang tua bukan dalang...
putranya!
Kenapa sih ini?
Aku tak bisa meninggalkan toko selama dua hari jika kondisinya begini!
Tak papa, bos. Cuma terbuka segini kok!
Tak ada yang bisa masuk.
Lagian Badal Singh ada di sini. Jadi takkan ada masalah.
Jangan khawatir, bos! Aku akan menjaganya.
Baik, jadi, itu rencanamu.
Pintar juga ya, tapi kok bisa seorang ayah ikut dalam hal ini?
Tak mau!
Kita bisa dipenjara selama tujuh tahun jika tertangkap.
"Jika tertangkap!"
Aku akan menyelinap ke sana seperti setetes mentega di wajan panas!
Aku akan mendapatkannya dalam dua menit dan kemudian kita pergi!
Tapi akan jual emas itu dimana?
Di Mumbai!
Kau tahu Yusuf Bhai, kan?
Dia akan mengurusnya.
Bagaimana kau berhadapan dengan Badal Singh?
Dia kan bawa senapan, ya?
Apa yang kau lakukan padanya?
Badal Singh tak dilahirkan dengan senapan di tangannya!
Dia lahir dengan kunci pas.
Apa?
Dia seorang mekanik saat dia masih kecil.
Terus?
Terus?
Senapan itu adalah istri Badal Singh.
Tapi busi...
adalah cinta pertamanya.
Dan jika dia bertemu cinta pertamanya, tepat di
tengah-tengah pernikahannya yang membosankan...
percikan api pasti bakal ada, kan?
Kau bilang apa pada ayahmu setelah perampokan?
Kubilang....
Hentikan mobilnya, bodoh!
- Hei! - Diam!
- Ayo! - Tangkap dia!
Apa apaan itu!
Preman sialan!
Mereka sudah pergi.
Orang-orang punya sumbu sangat pendek akhir-akhir ini.
Pinjam korek api.
Aku harus tinggalkan kota ini.
- Panjang umur! - Taxi Union!
Seperti yang kalian lihat, Pengemudi Taxi Union berdemo untuk pemogokan.
Mereka telah melakukannya selama dua hari terakhir.
Pemerintah belum merespon perihal ini.
Mereka bilang pemogokan ini terus berlanjut sebelum tuntutannya dipenuhi.
Warga Mumbai telah menderita selama
dua hari terakhir karena pemogokan ini.
Warga tak bisa pulang-pergi ke sekolah dan kantor mereka.
Karena supir taksi pada protes.
Mereka akan terus memprotes sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Aku Nagesh Tiwari, bersama juru kameraku yang bernama, Deepak.
Hei! Taksi! Berhenti! Tolong berhenti!
Jaslok! Ayo ke Jaslok!
Ayo. Lima ribu.
Lima ribu? Jaraknya cuma lima menit!
Kenapa tak naik bus saja kalau begitu?
Hei! Kau tak lihat ini sedang darurat?
Hei! Kau tak lihat para supir taksi kebanyakan pada mogok?
Sudahlah, biarkan saja.
Panggil ambulans saja.
Dia takkan memanggilnya, bibi!
Walau pun kau menderita. Dia tetap takkan keluarkan banyak uang.
Orang pelit!
Baik! Ayolah! Aku akan membayarmu. Ayo.
Hei! Matikan musiknya!
Sudahlah, paman!
Anakmu akan memasuki dunia ini.
Jadi, dibutuhkan musik yang bagus untuk adegannya.
Kenapa dia bawa penumpang? Kan seharusnya pada mogok!
Yuk kita kejar!
Ayo! Ayo!
Hei! Berhenti!
Hei!
Perawat! Perawat!
Hati-hati.
Ayo! Bantu dia!
Ini lima ribu untukmu.
Aku akan kesana.
Hei, pahlawan!
Aku harus pergi ke kantor taxi union. Kau bisa antar aku kan?
Kami sedang protes untuk hak yang seprofesi denganmu, bodoh!
Kami dihancurkan oleh polisi! Dan ada juga yang masuk penjara!
Dan kau?
Orang-orang sepertimu hanya bisa merusak reputasiku
dengan mengantar orang di saat malam pemogokan!
Kami tak bisa membiarkan itu terjadi.
Kenapa diam saja?
Ayo! Bicaralah!
Begini, masalahnya adalah...
Aku punya aturan sendiri.
Saat telapak tangan kirimu gatal karena uang...
jangan pernah mencucinya.
Biarkan saja.
Nikmati itu.
Pria yang lucu!
Tangan kirimu lagi gatal, ya?
Biarkan kubantu.
Aku akan membantumu.
Dan setelah selesai dengan tangan kiri, kau boleh gunakan
tangan kananmu untuk mengusap punggungmu.
Hei!
Tangkap dia!
Polisi menyita taksi! Taksi siapa itu?
Itu adalah taksi si bajingan.
Baguslah.
Hei, hentikan!
- Ini 500. - Tak, tak usah.
Ambillah! Simpan saja! Kau akan membutuhkannya.
- Jangan lupa pasang AC di sini. - Terima kasih, bro.
Terima kasih, homie!
Hei! Kau gila?
Ayo! Ayo pergi!
Kau nunggu apa?
Mereka memaksaku untuk menikah.
Baiklah, tapi.
Lima ribu.
Apa?
Bayar atau keluar?
Ya, aku akan membayarmu. Cepat!
Serakah sekali!
Lihat itu!
Ada dua calon pengantin pria yang sedang mencarimu!
Sepuluh ribu.
Ya, akan kubayar!
Sekarang diam dan kendarailah!
- Hei! Dimana dia? - Ya ampun!
Banyak yang mencarimu!
15 ribu!
Hei! Berhentilah membuatku kesal!
Jika kau tak pergi, aku akan menikah dan mereka
akan berbulan madu denganmu dan taksimu!
Mustahil!
- Hei! Itu dia! - Tangkap dia!
Takkan ada yang bisa menyentuh mobil kesayanganku kecuali aku sendiri!
- Siapkan mobil! Ayo! - Masuk! Masuk!
Kencangkan sabuk pengamanmu.
Bawa yang bener, tolol!
Siapa kau?
Siapa orang-orang itu?
Kurasa kau bukan pengantin wanita. Pengantin wanita tak berpakaian seperti ini.
Apa yang sudah kau lakukan?
Seseorang akan menikah untuk pertama kalinya di lingkungan ini.
Biasanya, gadis-gadis dari lingkungan ini akan menyusul juga.
Kau gadis yang sangat beruntung!
Kau mendapatkan suami yang sangat sayang padamu.
Ibumu pasti akan senang jika seandainya dia masih hidup.
Hei! Haha!
Sudahlah, bibi!
Ibuku ada di sini bersamaku.
Jangan coba-coba lupakan bibimu ya!
Ini dia!
- Lihat mereka menari, bos! - Ya!
Kenapa kau tak menari dengan gadismu?
- Ini dia! - Bos!
- Tampaknya kau telah kehilangan ratu. - Iya Bos.
Ayolah bos!
Ini dia!
- Sial! Ambilkan aku rokok, bung! - Kita kehabisan rokok, bos.
Aku akan mengambilkan rokok untukmu, bos!
- Diamlah, bung! Hei, urus dia. - Aku akan mengambilkannya untukmu!
Tas?
Pooja!
Hei! Pooja kabur! Cepat tangkap dia!
Ya Tuhan!
Kita akan pergi kemana?
No comments yet. Be the first to leave one.